Harapan Bercinta Dengan Tuhan

Posted on Updated on

Agama adalah iman, maka sangat sulit diakui adanya agama tanpa adanya iman. Dengan lain istilah bisa kita katakan bahwa adanya agama karena adanya sebuah keyakinan. Sedangkan iman dalam perspektif religi bukan sekedar pengakuan tentang adanya Tuhan, tetapi selayaknya iman itu dibangun atas dasar pengalaman yang yang intens berhubungan langsung denga Tuhan, yang pernah dialami seseorang.  (Musa Asy ‘Arie. Filsafat islam. 2002)

Adakalanya juga apa yang pernah dialami seseorang tidak menjadikannya menjadi lebih beriman walaupun telah diperlihakan dengan kenyataan yang benar-benar nyata bukan sekedar kamuflasi. Bahkan ada baiknya kita mengakui apa yang terjadi dengan diri kita dalam kaitannya dengan masalah iman, apakah iman yang ada dalam diri ini mampu menumbuhkembangkan kita menjadi pribadi yang penuh cinta akan Allah atau Allah hanya kita jadikan sandaran manakala kita merasa butuh saja?

Pada hakekatnya, selamanya kita akan butuh dengan Allah. tidak ada waktu yang tidak butuh kepadanya. Dari pagi, siang, malam, sampai pagi lagi bahkan sampai matipun kita tetap sangat butuh bukan sekedar butuh kepada Allah.

Bisakah kita membayangkan, kalau saja rahmat Allah dicabut dari kita dalam hitungan detik saja? Kira-kira apakah yang akan terjadi? Misalnya saja nikmat nafas dari unsur terkecil yang kita butuhkan, akan tetapi disisi lain ingatan kita akan kasih sayang Allah yang begitu besar selalu saja NOL BESAR, Bagaimana tidak? anda saja kita ukur bukti penghambaan kita dengan nikmat Allah, setetespun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rahmat-Nya.

Mungkin tulisan ini dapat mengingatkan kita semua, minimalnya kepada saya pribadi sebagai penulis sekaligus penyampai peringatan yang ada dalam kalam suci Al-quran untuk semua golongan, baik orang awam, pelajar, para guru sekaligus para sesepuh, marilah kita adakan makna dalam hidup menuju kehidupan ini, Agar malaikat tidak sempat mengucapkan salam sebagai isyarat perintah Allah.

Semoga tulisan ini dapat memberikan perubahan yang dapat mengingatkan kita kepada makna hidup yang sebenarnya, bukan sekedar hidup lebih-lebih mampu menghidupkan yang hidup.

Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan-Nya kepda kita dalam perjalanan menuju keabadian-Nya.

Iklan

3 thoughts on “Harapan Bercinta Dengan Tuhan

    gienswa said:
    29 September 2009 pukul 13:52

    Assalamualaikum wr.wb.
    Saya masih bingung dgn istilah “mencintai Tuhan” krn dlm keyakinan saya: “Tuhan bukanlah OBJEK cinta makhluk manapun”. So, yg dicintai itu sebenarnya siapa? Diri sendiri-kah?

    Herry Novriansyah said:
    5 Oktober 2009 pukul 21:21

    waalaikumsalam,,,

    V2love2 said:
    8 November 2009 pukul 08:20

    Man ahaba syaiun katsira dzikruhu…

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s