Shalat Bergurau Dengan Malaikat

Posted on Updated on

Kalau kita lupa bacaan dalam shalat, apakah yang akan kita lakukan? Bagaimana kalau waktu berjamaah shalatnya? untuk mengetahui jawabannya harus baca dan bertanya kepada yang lebih paham dengan agama.

Kami sediakan cerita dari pulau seberang, tentang kisah lucu dalam shalat mereka.

Di sebuah daerah, tepatnya di daerah kepulauan  Sumenep, dimana islam saat itu masih jarang untuk diminati masyarakat setempat layaknya sekarang. Saat waktu subuh tiba, tiga orang laki-laki bergegas menuju masjid dari arah yang berbeda. Dari ketiga orang itu, Ramli sampai terlebih dahulu di masjid, sedang Bakir dan Abu Jahal tiga menit setelah itu.

Usai adzan subuh, mereka bingung siapa yang harus jadi imam. Ya, sudah terbiasa dalam kebingungan setiap kali mau shalat. Maklum masih belum ada yang mahir terhadap aturan shalat. Akhirnya mereka berembuk. Ramli berkata,

” Gimana kalau saat ini yang jadi imam Abu Jahal?”

“Aku setuju, karena kalau dilihat dari namanya, Abu Jahal paling bagus. Sesuai dengan bahasa arab lagi.”  Bakir menyetujuinya.

Abu Jahal berisik dalam benaknya,” Waduh, namaku ternyata bagus artinya.” Kemudian dilanjutkan dengan sambil menjawab,” Ya udah kalaugitu ayo kita shalat!”  Merekapun akhirnya shalat berjamaah dengan Abu Jahal sebagai imam.

Pada rakaat pertama sesudah membaca Al-Fatihah, dia membaca surah Al-Kafirun. Sampai pada ayat kedua sebelum terakhir (walaa antum ‘Abidunama a’bud), dia kembali lagi membaca ayat ketiga dari surat itu. Maklum karena ayatnya sama, jadi dia mengira itu ayat ketiga padahal yang dibaca ayat kelima.

Dia ulang sampai ketiga kalinya membaca ayat dari surah tersebut. Pada bacaan yang ketiga, dia bergumam dalam benaknya,

”Kenapa nggak selesai-selesai ya bacaannya, padahal surahnya pendek”. Agak lama Abu Jahal berpikir, akhirnya dengan lantang dia bersuara,” APA LANJUTAN AYATNYA.A.A.A.A……..?

Sambil terkejut, Bakir menjawab lebih lantang dan k eras,

” TIDAK TAHU SAYA…A.A.A….”.

Masih sama-sama dalam posisi shalat, Ramli tergerak pikirannya untuk mengingatkan temannya. Sambil berbisik, “Hai, kalau shalat jangan berbicara, ntar shalatnya batal. “Untung aja aku nggak ngomong.”  Kata Ramli dalam hatinya usai mengingatkan kedua temannya.

“Jangkrik! Bilang enggak ngomong, barusan itu apa? Kata Bakir.

“Itukan tidak ngomong tetapi mengingatkan.” Rambi membela diri.

“Lanjutan surahnya apa nie..? Abu Jahal dengan nada mangkel.

“Sudah dijawab tadi, TIDAK TAHU.U.U…”. Kata Bakir.

“Langsung rukuk aja Hal!” Ramli dengan irama memerintah.

Merekapun rukuk dan melanjutkan shalatnya hingga selesai.

Iklan

6 thoughts on “Shalat Bergurau Dengan Malaikat

    omagus said:
    17 September 2009 pukul 02:55

    he he he..!
    ceritanya bisa aja..!

    nurul anhar said:
    19 September 2009 pukul 06:08

    jayus akh..

    dian Al-Khansa said:
    23 September 2009 pukul 12:49

    antum bisa aja…

    Eko rus etianingrum said:
    27 September 2009 pukul 16:53

    Ass…Ak jadi ingat kal ak lum sholat..makash ceritax… Tp salam kenal… Baru kalini ak buka web ni.. Ak jd tahu ttg islam > terimakash lg. Wss.

    Sewa Projector Murah said:
    1 Oktober 2009 pukul 11:28

    Maka dari itu harus selalu membaca ayat suci AL-quran,sama seperti saya yang hanya hafal surat2 pendek saja

    Huda Nizz said:
    1 Oktober 2009 pukul 12:25

    Terusss Terang,,ceritanya bguss,,,,lucu tp penuh makna bg org2 yg punya ilmu agama yg kurang untuk semangt mnmbh ilmu.termsk sy.

    Btw..apa hubungannya cerita tsb dengan judulnya” Sholat bergurau dengan malaikat”?? sy blm ngeh.maklum.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s