MATAHARI BELUM TERBIT KO’

Posted on Updated on

Suatu hari saya pergi ke desa sebelah dan mau ikut shalat subuh berjamaah. Kebetulan saat itu bulan Ramadahan, dan saya masih mondok di Pesantren Raudlatul Amin tepatnya kelas XI Madrasah Aliyah.

Malam menjelang Subuh itu, usai makan sahur, saya berangkat ke masjid untuk shalat jamaah. Masjid itu adalah Masjid Jami’ pulau Sepanjang Sapeken Sumenep Madura. Usai shalat subuh, saya tidak langsung beranjak dari tempat shalat. Kurang lebih lima belas menit berlalu, saya bermaksud kembali ke rumah.

Di teras masjid, saya melihat seorang Kakek (Allahummaghfir lahu/Alm) sedang menghisap rokok. Padahal Kakek tersebut baru selesai mengerjakan shalat subuh berjamaah. Kira-kira rokoknya sudah tinggal lima sampai empat hisapan lagi.

Saya beranikan diri untuk bertanya,” Kakek tidak puasa?”

Kakek itu menjawab dengan singkat,”Saya puasa Nak.

“Kenapa masih merokok Kek?”  Kurang PD.

Sambil menoleh kea rah timur, beliau menjawab,”Lho, matahari kan  masih belum terbit, jadi saya merokok.”

Hah….?

Iklan

2 thoughts on “MATAHARI BELUM TERBIT KO’

    omagus said:
    17 September 2009 pukul 02:57

    jawaban yang ringan..!

    JS said:
    23 September 2009 pukul 10:34

    Kalau benar itu terjadi, itu tandanya penduduk indonesia ini masih banyak yang tertinggal, baik dari pengetahuan maupun dari materi.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s