Mengikhlaskan Uang Yang Hilang

Posted on

Di suatu sore di sebuah desa di pinggiran kota, terdengar kabar menggemparkan masyarakat setempat. Uang kas yang dikumpulkan warga untuk honor pengajian akbar yang diadakan rutin seminggu sekali raib digondol maling tadi malam.
Pak Dodon sebagai Kepala RW di desa tersebut merasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Begitu juga dengan Urip dan Udin mereka seharian resah dan nampak kehawatiran di wajah mereka. Bagaimana tidak Udin dan Urip adalah dua pemuda yang kebagian menjaga tadi malam, malam di mana raibnya uang kas tersebut. Setelah berunding dengan pak Dodon dan beberapa aparat desa setempat, akhirnya diambil keputusan untuk menemui seorang Ustad yang kebetulan semalam mengisi pengajian tersebut untuk dimintai pendapat.

Di rumah ustad,
Udin & urip : Assalamu’alaikum
Pak Ustad : Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarkatuh
Udin & urip : Maaf pak ustad bila kedatangan kami mengaggu
Pak Ustad : Oh tidak, tidak sama sekali, silahkan masuk.
Setelah sampai di dalam rumah perbincanganpun dimulai,
Urip : Sebenarnya tujuan kami kesini adalah ingin memint wejangan sedikit dari pak ustad
Pak Ustad : Ya gak papa, akan saya usahakan sebisa mungkin. Kata pak ustad dengan sungguh-sungguh.
Urip :Kami kehilangan uang dengan jumlah yang lumayan besar pak ustad.
Pak Ustad : Innalillahi wainna ilahi raji’un, kita sebagai umat yang bariman tidak sepatutnya mengeluh dan suu’dzon kepada Allah, alhamdulillah kita hanya kehilangan uang, yaitu harta yang bisa dicari, bagaimana kalau kita sampai kehilangan aqidah wahai saudaraku, naudzubillahimindalik.
Udin & urip : Tapi pak ustad………..(barsamaan dan saling pandang dengan perasaan lega).
Pak Ustad : Kita haarus mantaplan niat dan keyakinan bahwa uang itu bukan rizqi kita, kita harus mengikhlaskannya.
Udin : Ternyata pak ustad sangat bijak, awalnya kami bingung entah bagaimana cara menyelesaikan masalah ini.
Pak Ustad : Maksudnya?
Udin & urip : Karena uang tersebut adalah honor yag akan diberikan kepada pak ustad
Pak Ustad : ?????????????? (TERTEGUN TANPA SUARA)

Iklan

8 thoughts on “Mengikhlaskan Uang Yang Hilang

    ierone @ myblog4famouser.com said:
    17 September 2009 pukul 22:44

    ku kira serius. ternyata cerita lucu tha. wqwqwqwqwq. mantap mas. jadi kepikiran apa yang sang ustads katakan selanjutnya?

    chubby cat said:
    18 September 2009 pukul 12:36

    hihi…
    mengucapkan kdg emank mudah,tp pelaksanaan’n itu susah

      Jusmawal said:
      13 November 2009 pukul 10:00

      Uuuhwwwhahahaaaa,,,,lucu2 chalii crita’y.

    komaludin said:
    19 September 2009 pukul 11:15

    WAH CERITANYA BAGUS SEKALI GAK BOHONG KO

    kun said:
    24 September 2009 pukul 15:17

    hihiiii..

    cinta said:
    24 September 2009 pukul 16:41

    udin & urip : Pak ustad ikhlas toh..?! uang itu brati blom rezekinya pak ustad..

    ( keyen abiz deh… )

    dila said:
    27 November 2009 pukul 16:20

    Sebagai Ustad seharusnya bilang :”yaa memang belum rejeki saya”.

    gemah33 said:
    3 Desember 2009 pukul 19:10

    hahahaha ceritanya lucu…, tapi kayaknya aku dah baca cerita ini deh tapi dimana, Q lupa..
    bagaimana kalau kita tukeran link? link web anda sudah saya pasang di blog saya…,saya lihat website anda sangat menarik, kalau anda berkenan untuk tukar link dengan saya, itu sangat bermanfaat bagi saya..
    Oiya Artikel anda bagus,Saya akan kembali lagi untuk membaca postingan anda yang lain..
    Oke.. segitu aja coment saya.
    Terimakasih..

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s