Permata Yang Tersimpan

Posted on Updated on

Dalam kemiskinan harta kusimpan mutiara yang mahal harganya. Tak akan pernah kujual kepada orang lain melainkan hanya sebagai persembahan makna yang ada. Biarlah aku dikatakan kikir, bakhil dan pelit oleh sekalian lisan yang tidak bertanggung jawab dengan ucapannya, asal aku mampu mempersembahkan kebenaran isi hatiku kepadamu seorang.

Saat kutimbang dengan neraca akalku, sungguh tidak kutemukan jumlah berat akhir dari makna yang terpendam. Kutanyakan kepada teman, saudara bahkan tidak malu pula kuhadirkan pertanyaan kepada sang guru tentang perasaan ini, mereka menjawab dengan jawaban yang berbeda yang tidak pernah memberikan kepuasan bagiku.

Akhirnya kutanyakan kepada diriku sendiri, maka tulisan inilah jawabannya. Aku sendiri belum mengetahui dengan jelas, apakah ini jawaban yang benar atau salah, yang ada hanya kepuasaan walau berselimut kekhawatiran yang mendalam.

Tak ada lagi yang mampu aku lakukan selain bertamu ke istana kepresidenan SANG KUASA, membawa sebuah map berisi proposal pengajuan KEPASTIAN walau harus menyisakan kekecewaan. Aku tidak perduli pula dengan sapaan masa yang akan menghampiriku setelah kugoreskan pena hati melalui kalimat yang ada.

Kepadamu kupersembahkan susunan kata dalam kalimat yang kurang sempurna ini, sebab aku tidak lagi memiliki daya dan asa melainkan yang dapat menyelamatkan kehidupan rohku selain perkenanmu menerima permata yang telah kusimpan lama meskipun kau tidak harus memilikinya.

Sudah cukup bagiku, kau menyunggingkan senyum terhadap permata hari kemudian pergi walau tanpa harus kembali. Biarkan permata itu menjadi teman dimana kau menginjakkan kaki, menghembuskan nafas, melambaikan tangan dan menatap sayu sekelilingmu, siapa tahu kelak menjadi payung diterik mentari atau di kala hujan mulai menyapa.

Bagi teman-teman, shabat dan siapa saja yang ingin mencoba mengungkapkan perasaan yang tersembunyi kepada orang yang sudah memiliki pilihan di luar kita (Jangan Kepada Yang Punya Keluarga) bisa mencoba menggunakan zimat hipnotis cinta diatas, daripada menjadi racun yang terpendam dalam diri, lebih baik diungkapkan.

Hidup adalah hukum kausalitas, jadi harus siap dengan resiko dalam kehidupan ini dari apa yang kita putuskan. Selamat mencoba semoga mendapatkan ridha bukan murka. amien

Iklan

2 thoughts on “Permata Yang Tersimpan

    wildan said:
    25 Oktober 2009 pukul 15:21

    maaf, saya masih blum faham ttg tulisan di atas.
    mksudx zimat hipnotis cinta di atas di ungkapkan secara lengkap kpd org yang kita sukai?
    terus apa ada efeknya?
    rasa2nya kok saya kurang percaya ya??

    bisa minta penjelasan lebih lanjut?
    terima kasih atas perhatiannya.

    job terbaru 2010 said:
    30 Oktober 2009 pukul 21:18

    iya pak, tulisannay rada susah dimengerti…

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s