Di setiap Isyarat Kita Temukan Cinta

Posted on Updated on

Di sepanjang perjalanan sejarah hidup manusia, kerap kali kita dihadapkan dengan persoalan yang tidak sesuai dengan kehendak dan keinginan kita. Dikala hasrat menginginkan suatu warna putih  (misalnya), tetapi yang datang justru warna hitam. Saat kita menghendaki kesuksesan, yang ada malah kegagalan.

Dari berberapa kejadian yang tidak sesuai dengan apa yang ada dalam benak kita, sering kali pula kita terjebak dengan ketidakpuasan yang menghantarkan kita ke pintu gerbang pengkhianatan, terutama kepada sang khalik yang maha kasih. Disadari atau tidak, kasih sayang Allah sangat luas, tidak bisa kita bayangkan apalagi menghitungnya.

Di kala kita terjerembab ke lembah pengkhianatan tersebut, sering kali pula kita tidak sadar lantaran ingin membela diri dengan dalih tidak salah atau dalam bahasa anak sekarang dikenal rasa egoisme yang tinggi mengakibatkan kita menjadi seorang pendusta.

Sekali lagi mohon maaf, tidak ada niatan untuk menyinggung perasaan yang membaca atau untuk menyentuh perasaan pembaca dengan kalimat yang kurang berkenan ini, tetapi kita sebagai saudara seakidah, adalah memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan antara yang satu dengan yang lain.

Dalam menata kehidupan sehari-hari, sering tidak kita sadari bahwa diri kita telah jauh melangkah meninggalkan kebenaran yang selama ini dicari para pencinta kebijakan, bagaimana tidak? Marilah kita adakan suatu kajian ke dalam akan makna eksistensi pribadi kita.

Manusia memang memiliki kudrat pelupa dan salah sebagaimana yang banyak kita temukan dibeberapa kitab tafsir tentang pemahaman terhadap manusia. Manusia (sebagian mufassir) mengatakan berakar pada kata nasiya-yansa yang mengandung arti lupa. Tetapi bukan berarti kita akan selamanya menjadi pelupa.

Dalam alquran ada banyak perbedaan kata yang mengarah kepada arti manusia, diantaranya adalah al-basyar, al-insan dan an-nas. ketiga kata tersebut dalam bahasa Indonesia dipahami sebagai manusia, tetapi ketiga kata tersebutpun memiliki penggunaan yang berbeda. Tidak setiap manusia akan dikatakan al-basyar, tidak semua manusia kuga akan dikatakan al-insan atau annas. Sungguh indah dan mulia pilihan kata yang diberikan Allah untuk manusia.

Karena itulah wahai saudaraku, Allah maha sayang kepada kita, tidak ada yang menyamai kasih sayang yang diberikannya. Mari kita sejenak berpikir dan kita adakan intropeksi diri terhadap kasih sayang yang telah Allah curahkan kepada kita. Adakah yang mampu menyamainya? Bagi hati yang jauh kepada-Nya mungkin akan menjawab ada karena terlalu gelap dan hitam hatinya oleh gemerlap dan kelap kelip noda dosa yang kian menebal di hatinya. Tetapi bagi mereka yang telah diberi hidayah-Nya akan mengatakan Tidak SEDIKITPUN makhluk di dunia ini mampu memberikan manfaat tetapi Allah-lah yang menghadirkannya.

Sebagai bahan renungan, mungkin kita bisa sedikit berpikir tentang gerakan yang kita lakukan, mungkinkah sesuatu akan bergerak tanpa ada yang menggerakkan termasuk gerakan yang setiap hari kita lakukan? Siapakah yang menyuruh mata kita berkedip kalau tidak ada yang mengaturnya, ataukah gerakan itu semua adalah refleksi, otomatis sebagaimana paham yang berkembang di dunia barat sebelumnya?

Sesekali tidak dan bukan makhluk otomatik, kita bergerak karena ada yang menggerakkan. Gerak itu adalah isyarat kasih yang diberikan oleh Sang Maha Pengasih yang kasihnya tiada terbatas. Maka sangat wajar kalau Rabiah yang terkenal dengan paham cintanya mengatakan dalam setiap gerak ada cinta, dalam setiap isyarat ada cinta. Lambaian dahan, ranting setiap pohon ada cinta, cinta sang kuasa.

Wahai saudaraku, mari kita saling mengingatkan untuk belajar bercinta dengan kebenaran cinta, walau sampai saat ini kita belum memiliki pemahaman yang jelas tentang cinta setidaknya tidak merasakan adanya cinta, sebuah kekuatan supra natural yang maha dahsyat.

Iklan

7 thoughts on “Di setiap Isyarat Kita Temukan Cinta

    udinmduro said:
    23 September 2009 pukul 02:47

    Udinmduro’s PMKS ( http://udinmduro.wordpress.com ) mengucapkan : “ Jabat erat Jemari” SELAMAT IDUL FITRI MINAL AIDIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR BATHIN

    mazhel said:
    25 September 2009 pukul 17:38

    cinta sejati adalah cinta kpd yg membuat cinta..
    salam kenal kang.. 😀

    indrisasmita said:
    14 Oktober 2009 pukul 10:06

    subhanallah,,,

    saling mengingatkan dlam kebaikan d kesabaran…
    mga kt mnjd manusia yg peka akan isyarat ALLAH.

      tarso No said:
      12 November 2009 pukul 09:31

      amien. . . . . mga z qt mjd manusia ynk taat kpdNYA

    ulfatul husna said:
    1 November 2009 pukul 18:35

    semoga aku dapat merasakan cinta sejati itu…..ammien….

    abi said:
    10 November 2009 pukul 10:29

    psti ulfatul husna………km layak dpt cnta sjti…..krn km mns ….hmm

      tarso No said:
      12 November 2009 pukul 09:33

      ky pow sich ulftul husna. . . .?

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s