Mobil Beli, Bukan Hasil Korupsi?

Posted on

SEBUAH proyek rekanan antara pihak swasta dan pemerintah selesai dibangun. Pihak rekanan (swasta) pun merasa perlu berterima kasih kepada pejabat terkait atas selesainya proyek tersebut. Maka, wakil dari perusahaan rekanan pemenang tender proyek pun datang ke rumah sang pejabat untuk memberikan sekadar hadiah.

Rekanan: Pak, ada hadiah dari kami untuk Bapak. Ya, sekadar mobil ala kadarnya, saya parkir di bawah.

Pejabat: Anda mau menyuap saya? Apa-apaan itu? Tender sudah kelar, kok. Jangan begitulah, bahaya.

Rekanan: Tolonglah Pak, diterima. Kalau nggak, saya dianggap gagal membina relasi oleh atasan saya.

Pejabat: Ah, jangan begitu, dong. Saya berkeberatan.

Rekanan (berpikir): Begini saja, Pak. Bagaimana kalau Bapak beli saja mobilnya.

Pejabat: Mana saya ada uang beli mobil (mahal) begitu!

Wakil dari rekanan itu pun menelepon atasannya.

Rekanan: Saya ada solusi, Pak. Bapak beli mobilnya dengan harga Rp 10.000 saja.

Pejabat: Benar, ya? Oke, saya mau. Jadi, ini bukan suap. Pakai kuitansi ya.

Rekanan: Tentu, Pak.

Rekanan menyiapkan dan menyerahkan kuitansi, sang pejabat membayar dengan uang 50.000-an. Mereka pun bersalaman.

Rekanan (sambil membuka dompet): Oh, maaf, Pak. Ini kembaliannya Rp.40.000.

Pejabat: Nggak usah pakai kembalian segala. Tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya.

Rekanan: ?????????

***

Ket.: Cerita di atas dikutip (dan diubah seperlunya) dari sini.

Iklan

11 thoughts on “Mobil Beli, Bukan Hasil Korupsi?

    nurrahman18 said:
    19 September 2009 pukul 08:04

    kayak cerita di tawa sutra nih, hehe2

    btw, met lebaran pak 😀

    Lowongan NGO Internasional -PNS said:
    19 September 2009 pukul 21:51

    met lebaran pak:)

    Yanky.DK (Bencana Jawa 2011) said:
    20 September 2009 pukul 10:06

    Mengunjungi sahabat, bersilaturahmi.
    Mengucapkan selamat merayakan hari BESAR.
    Dengan penuh suka cita.
    Kumpul bersama sanak keluarga.
    Saling bermaafan-maafan dengan ikhlas.
    Agar jiwa menjadi bersih.
    Lepas dari kebencian, dendam, dan keserakahan.
    Selamat Idul Fitri 1430H
    Semoga kita semua berbahagia. Amien.

    wawan kurniawan said:
    20 September 2009 pukul 17:45

    wahh, kapan lagi dapaet mobil harga 10.000.. hehe saya juga mau..
    ngomong-ngomong.. alamat link mu udah saya pasang di blog saya. karena saya tertarik sama isi weblog bapak yang isinya uptodate terus dan bagus menurut saya..

    Iklan Gratis said:
    22 September 2009 pukul 11:15

    wahahaha ..
    si bapak mah aji mumpung ..
    tapi kl emang bisa beli mobil dengan 10.000, siapa juga yang gak mau beli banyak .. ya gak ?!

    Iklan Baris

    JS said:
    23 September 2009 pukul 10:22

    Kalau membaca cerita diatas memang benar benar dunia ini adalah panggung sandiwara.

    Pakde Cholik said:
    25 September 2009 pukul 08:38

    Selamat Idul Fitri 1430 H.
    Minal aidin wal-faidzin
    Mohon maaf lahir batin.
    Salam hangat dari Surabaya.

    arifudin said:
    25 September 2009 pukul 10:35

    met idul fitri 😉

    Davide said:
    3 Oktober 2009 pukul 19:17

    needed here

    Nynelly said:
    4 Oktober 2009 pukul 15:59

    best new blog

    rino bms said:
    6 Oktober 2009 pukul 19:01

    wkwkwkwk….

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s