Melihat Cewek Bugil Itu Halal Apabila…

Posted on Updated on

Menurut Imam Abu Dawud, kita boleh melihat cewek nonmuhrim bugil apabila bermaksud hendak meminangnya untuk dijadikan istri. Setujukah dirimu dengan fatwa sang imam hadits tersebut? Silakan simak kutipan berikut ini.

Apa Saja Yang Boleh Dilihat?

Mohammad Fauzil Adhim

Pertanyaan yang sering muncul ketika berbicara tentang nazhar [melihat dengan saksama] adalah “apa saja yang boleh dilihat”. Insya Allah saya akan menjelaskan bagian-bagian yang boleh dilihat, sehingga Anda dapat mempertimbangkannya saat akan meminang. Namun, alangkah lebih baiknya kalau terlebih dahulu kita mendengar penuturan Jabir bin Abdillah tentang masalah ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.

Dari Jabir bin Abdillah r.a., dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Apabila salah seorang di antara kamu melamar wanita, jika bisa melihat sesuatu yang menarik untuk dinikahi, lakukanlah.’ Maka aku melamar seorang gadis. Aku bersembunyi untuk memperhatikannya, sehingga aku melihat sesuatu padanya hal yang menarikku untuk menikahinya dan mengawininya.

Berdasarkan hadits ini —begitulah sejauh yang saya pahami— Imam Abu Dawud mengambil kesimpulan hukum. Tentang peminang yang akan melihat calon istrinya, Imam Abu Dawud mengemukakan, “Ia boleh melihat seluruh tubuhnya.”

Pakar hadits ini bahkan menegaskan bahwa seorang peminang boleh melihat wanita yang dipinang dalam keadaan bugil. Pendapat Imam Abu Dawud dan para ulama lainnya yang sepaham, mengambilnya dari keumuman makna “apa saja yang membuatnya tertarik untuk menikahi”. Artinya, tidak ada pembatasan tentang bagian yang boleh dilihat dan bagian yang tidak boleh dilihat. Tidak adanya pembatasan tentang bagian yang [boleh] dilihat, berarti seluruh bagian tubuh wanita halal dilihat oleh peminangnya. Jika ada bagian-bagian yang tidak diizinkan, tentu Rasulullah saw. akan menyebutkan.

Berkenaan dengan masalah melihat calon istri ini, Ibnu Hazm berkata, “Boleh melihat bagian depan dan belakang wanita yang hendak dilamarnya.”

Singkatnya, apa yang dapat membuat kita lebih bersemangat untuk segera menikahinya, sekalipun itu merupakan aurat bagi mahramnya, boleh kita lihat. Jika hanya bagian-bagian yang diperbolehkan bagi mahram untuk melihatnya, mengapa Muhammad bin Maslamah radhiallahu ‘anhu sampai perlu mengintip dengan mata melotot dari loteng rumahnya ketika akan menikah dengan Tsaniyyah binti Dhahhak? Jika yang dibolehkan hanya bagian yang diizinkan bagi mahram wanita tersebut untuk melihatnya, maka Muhammad bin Maslamah cukup mendatangi rumah Tsaniyyah binti Dhahhak sebagaimana yang dilakukan oleh Mughirah bin Syu’bah.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Pendapat yang dianut oleh Imam Abu Dawud dan ulama yang sepaham tidak sepenuhnya bisa diterima oleh kalangan ulama lainnya. Sebagian berpendapat, jika dalam hadits-hadits tentang nazhar tidak disebutkan larangan secara pasti tentang bagian yang tidak boleh dilihat, maka itu berarti bahwa kebolehan melihat bagi peminang disamakan dengan kebolehan melihat bagian-bagian tubuh yang diizinkan bagi mahramnya. Sebagian kalangan mengambil pendapat kedua ini sebagai langkah ikhtiyat ‘hati-hati’ agar tidak terjerumus kepada sikap berlebihan dan menggampangkan perkara agama. Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani berpendapat bahwa pendapat inilah yang lebih dekat dengan kebenaran dan lebih sesuai dengan praktek yang dilakukan oleh para sahabat. Al-Auza’i berkata, “Boleh melihat pada bagian-bagian yang dikehendaki, kecuali aurat.”

Jika Anda sependapat dengan pendapat kedua ini, Anda dapat melihat bagian tubuh yang diizinkan untuk dilihat oleh mahramnya, yakni leher, betis, tangan, dan bagian lainnya. Tentu saja termasuk wajah dan telapak tangan. Kebolehan melihat betis wanita yang akan dipinang ini antara lain berdasarkan praktik yang dilakukan oleh Umar bin Khaththab terhadap Ummi Kultsum, putri Sayyidina Ali yang kala itu akan dinikahinya. Ketika itu, Umar bin Khaththab menyibakkan kain yang menutup betis Ummi kultsum untuk melihatnya.

Pendapat lain yang merupakan pendapat jumhur ulama adalah yang mengatakan bahwa bagian yang boleh dilihat oleh pelamar adalah wajah dan telapak tangan. Terlebih, Fadhilatusy-Syaikh Muhammad al-Hamid mengatakan, “Pendapat yang mengatakan boleh melihat selain muka dan kedua telapak tangan, sama sekali tidak benar.” Begitu Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani menukil kitab Rudud ala Abathil ‘Bantahan terhadap Pendapat-Pendapat yang Tidak Benar’. Sedangkan, dalam Risalah Aktual —aslinya berjudul Majmuu’atur Rasaail— Muhammad al-Hamid berkata, “Menurut konsepsi Islam, memandang yang diperbolehkan itu hanyalah sebatas muka dan kedua telapak tangan, sedangkan rambut dan anggota badan yang lain, tidak boleh dilihat. Wajah menampilkan kecantikan, sedangkan kedua telapak tangan merupakan petunjuk kesuburan badan.”

Wallahu a’lam bish-shawab.

Dikutip dari Mohammad Fauzil Adhim, Saatnya untuk Menikah (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), hlm. 119-122.

49 thoughts on “Melihat Cewek Bugil Itu Halal Apabila…

    nurrahman18 said:
    26 Oktober 2009 pukul 05:08

    waduh, saya masih kurang ilmu pak utk berpendapat yg seperti itu, lha wong masih bujangan..hehehe

      Putra said:
      14 November 2009 pukul 07:20

      Waduh…..
      Kuq Gitu Sih Pak???
      Berarti Kasian ut Para Wanita….
      Seperti Kata Pepatah…
      ” Habis Manis Sepah Di Buang ”
      Jangan Salah Mengartikan Ya Pak….
      Takutnya Tar Malah Salah Jalan…
      Eh Malah Masuk Jurang…Ok…
      Cobalah ut Iqra’…
      Baca Ayat2 di Al-Qur’an & Hadits spy tidak Salah Mengartikan…ya pak…
      krn Semuanya Ada Batasan…

    aryan said:
    26 Oktober 2009 pukul 12:29

    namanya ta’aruf..
    tp bkn gtu crnya.
    ayat tersebut bukan berarti ga da btsan apa yg dilihat, batasannya ada di ayat2 lain. yg melarang melihat aurat orang lain.
    mengkaji jgn hny 1 ayat, tp ada ayat lain yang saling berkaitan..

      aan said:
      3 November 2009 pukul 21:59

      sepakat!!! tak boleh hanya melihat satu ayat!!!!

    heryyul said:
    26 Oktober 2009 pukul 18:17

    Tetep ada batasan..kata Ustadz saya;klo mo liat semuanya cukup dengan mencari informasi dari saudara untuk menyelidiki semuanya.

    indra1082 said:
    27 Oktober 2009 pukul 14:23

    Dho’if tuh…
    Apapun alasannya melihat aurat itu dilarang…

    bongas said:
    27 Oktober 2009 pukul 15:07

    emang kalo meneliti cewek buat di jadiin istri sampe harus telanjang bulat ya ??
    he..he.. wong saya juga ga begitu tau ko’

    riyansleman said:
    27 Oktober 2009 pukul 15:33

    BOTD BOTD…. hebat judulnya

    anton30985 said:
    27 Oktober 2009 pukul 15:45

    saya sangat tidak setuju, bagaimana jika pernikahan itu batal. Apa ga akan jadi aib bagi si perempuan.

    adhiwie said:
    28 Oktober 2009 pukul 00:00

    sebaiknya tidak terlalu ekstrim gitu. malah bisa menimbulkan fitnah dari orang lain yang tidak tahu menahu🙂

    Gilig said:
    28 Oktober 2009 pukul 03:32

    Nasehatnya islami tetapi kenapa memajang banyak foto wanita yang membuka auratnya?

    Lagipula mengutip mentah dari isi buku, apa sudah benar sesuai dengan apa yang dimaksud dengan penulis bukunya?

      M Shodiq Mustika responded:
      28 Oktober 2009 pukul 05:38

      @ Gilig
      1) Kami tidak memajang foto wanita yang membuka aurat. Mungkin ada perbedaan di antara kita mengenai batas aurat wanita. Sebagaimana M Quraish Shihab, kami menerima perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai batas aurat wanita. Lihat https://muhshodiq.wordpress.com/2008/12/14/hargailah-perbedaan-pendapat-masalah-aurat/
      2) Justru dengan mengutip apa adanya, maka pembaca dapat memeriksa sendiri apa maksudnya. Bila kami mengolah bahan “mentah” tersebut menjadi “matang”, mungkin yang dimaksudkan oleh penulisnya menjadi tidak sampai.

        Gilig said:
        29 Oktober 2009 pukul 11:59

        Maaf, maksud saya adalah mengomentari tentang hak cipta:
        © 2009 M Shodiq Mustika. All rights reserved. Dilarang menyalin isi situs ini bila tanpa izin.

        he he he…
        Piss lho pak.

    Gilig said:
    28 Oktober 2009 pukul 03:36

    Penggunaan judulnya provokatif, saya pikir itu bukan bahasa yang pantas dipakai oleh sebuah situs yang mempromosikan Islam. Tipe-tipe judul seperti ini memang disukai di media kapitalis, karena mengundang banyak pembaca, lagipula dengan ditambahi foto artis atau gadis cantik, tentu akan “meningkatkan gairah”. Harap diedit dan supaya berhati-hati ke depannya.

    Mohon maaf atas kelancangan komentar saya.

      M Shodiq Mustika responded:
      28 Oktober 2009 pukul 05:42

      @ Gilig
      Terima kasih atas perhatian dan sarannya. Fastabiqul khayraat..

    SLAMET.H said:
    28 Oktober 2009 pukul 06:16

    Masa sih bisa lihat sampai bugil.. saya malah baru tau..🙂

    islamicstudiesunidar said:
    28 Oktober 2009 pukul 09:13

    malah sy waktu praktik ngetes keperawanan perempuan, harus ‘buka-buka’an’ juga, caranya sy dekati wanitanya dan tanyai satu-satu..”.masih perawan ap gak?” cukup gt aja…gak perlu ditelanjangin…seluruh tubuhnya….

    ahmad said:
    28 Oktober 2009 pukul 10:50

    saya ngetesnya lewat sms malahan……………….klo ditelanjangi mana tahan…..mandangnya……….gk kuat dech…………..

    Pirman said:
    28 Oktober 2009 pukul 17:37

    Seara pribadi, saya kurang setuju dengan adanya gambar Krisdayanti di awal tulisan… Mengenai Judul, sepakat. Sangat Provokatif, sampai saya malu untuk membacanay ketika RAme, tajutnay pada salah faham….

    Isi, masih mentah memang. Tapi itulah yang ddisajikan.. dan kita dipersilahkan untuk mengolahnya lebih lanjut ,,, sesuai dengan pemahaman kita… tentunya dengan bimbingan ustadz/guru agama kita masing2… Insya Allah jika dikembalikan kepada pemahaman generasi terdahulu.. tidak akan salah..

    ‘alaa kulli hal… jazakallah ahsanal jaza’ atas ilmunya… semoga bermanfaat.. kalau bisa gambar KD-nya di ganti donk !!! ganti yang bercadar .. lebih Mantab tu… Insya Allah lebih Berkah… masa; tujuannya mencari ILmu … belum baca Ilmunya.. sudah Berzina MATA duluan…..

    Wallahu A’lam..

    PAUL GIRLBERT said:
    28 Oktober 2009 pukul 17:58

    lah ulama gemblung seribu gemblung………….
    alias otak ngeres klu berpendapat boleh.
    ngaji yang bener dong pak dhe.
    anak TK aja juga tau batasannya…. dasar tolol

      Pirman said:
      29 Oktober 2009 pukul 07:58

      tak perluu emosi mas… kebenaran harus disampaikan dengan cara yang benar pula….. Allah saja menyuruh kit amembalas kejahatan dengan Kebenaran…..

    tsani_a said:
    29 Oktober 2009 pukul 09:05

    Sy pengen mengenal Gilig. Bgmn y crx. Sbb sy idem bgt dg pdptx…blogx jg bgs.

    Khanjeng Kyai Ageng Cakranagari said:
    4 November 2009 pukul 12:06

    perbedaan pendapat itu hal yang wajar apa lagi yang berbeda pendapat itu para slafush sholeh (insya Allah)…namun kita sebagai umat akhir cobalah sesekali menggunakan logika sebagai berikut :
    1.memandang “tabiat emosional” bangsa arab menutup seluruh tubuh wanita dngan pakaian yg lebar sehingga tdk nampak bentuk asli dr wanita tsb;utuhkah atau cacatkah,,sehingga apabila hanya dengan melihat wajah dan telapak tangan saja sudah akan menarik seorang pria normal yg telah bersungguh2 niat tuk menikah,,karena menikah dalam konsep islami bukan untuk ber-“porno aksi” tp tuk meneruskan genarasi yang sehat,kuat,n sholeh-sholehah.
    2.sedangkan saiyidina umar dng ummi kultsum yg disibakan kainnya hingga terlihat betisnya,,ak berkeyakinan bukan untuk melihat apakah betis ummi kultsum itu indah atau tidak akan tetapi hanya meyakinkan saja ummi kultsum adalah wanita yg pantas tuk dikikahi oleh saiyidina umar karena memiliki kaki yg utuh (tidak cacat).
    3.kalau seandainya saja kita bs pilih wanita mana saja yg kita dapt lihat utuh (bugil=istlah provikatif) lalu bagaimana harga diri wanita yang telah Allah dan RosulNya angkat sejak islam ini disyiarkan..dan bagaimana bila ternyata setelah dilihat “bugil” oleh seorang pelamar namun lalu terdapat suatu hal drpada itu yg membuat sang pelamar mundur dr lamarannya,,bukankah hal spt ini justru akan menjatuhkan martabat,harga diri dr seorang wanita tsb bahkan bisa menimbulkan fitnah…coba kita perhatikan bebrapa pendapat imam madzhab tentang aurat wanita (diluar waktu sholat) dihadapan pria yg bukan mahromnya,, bahkan imam syafi’i sendiri berpendapat seluruh tubuh tanpa terkecuali.
    4.saya menilik, apabila ada suatu hadist rosul yang berupa ucapan (saja) dr rosul (bukan hal yang dilakukan/dipraktekan sendiri oleh rosul) maka pengambilan benang merahnya harus melalui sumber hukum yang ada diatasnya yaitu alqur’an alkarim : al-Ahzab(33):59.
    5.nah sekarang seorang muslimah/mukminah mana yg bersedia kita lihat scr “bugil” sblm sah jd istri walau diiming-imingi akan dinikahi kalau bersedia tampil “bugil”..???!!! (masya Allah,,subhana Allah..) dan bahkan orang tua mana yang bersedia membukakan anaknya hingga “bugil” tuk diperlihatkan kepada pria yang bukan muhrimnya agar anaknya “laku” dinikahi..???!!! (inna lillahi..)

    dari beberapa logika yang saya tawarkan diatas maka alangkah baiknya apa bila kita sudah ungin menikahi seorang wanita maka untuk dapat lebih meningkatkan minat kita terhadapnya, cukup lah kiranya kita suruh seorang wanita dari kalangan kita sendiri yang dapat kita percaya tuk mendatangi wanita yg akan kita nikahi dan melihat secara langsung bagaimana kondisi sesungguhnya dari wanita yang akan kita nikahi itu agar sekembalinya dapat menceritakan kepada kita dan semakin menambah minat kita tuk menikahinya tanpa menimbulkan fitnah…

    mengenai judul yang dianggap pak gilig sebagai bahasa provokatif spt yg biasa dilakukan media kapitalis,,ak rasa itu seh ga masalah karena saya pikir manusia jaman sekarang (moslem sekalipun) suka susah tertarik tuk berminat membacanya apabila “judulnya” saja sudah ga menarik,,jadi selagi menampilkan “judul yg provokatif kapitalis” hanya berniat tuk menjaring lebih banyak minat pembaca agar lebih banyak lagi manfaat yang diterima itu seh sah-sah saja lah asalkan ga perlu dech menampilkan wanita-wanita yang membuka aurat fulgar,,tp ak rasa halaman ini ga fulgar kok.

    waAllahu a’lam bish showab,,
    mudah-mudahan Allah mengampuni kita semua….
    dan menjauhkan kita dari urusan orang2 yang dholim…
    dan menjauhkan kita dari urusan orang2 yang jahil…
    dan menjauhkan kita dari urusan orang2 yang munafik…

      Malvin Muhammad said:
      10 Mei 2014 pukul 15:40

      Betis itu memang dibolehkan menurut Imam Empat.
      Tapi bugil, no way..

      Perbedaan pendapat kalau wajar memang sudah ada sejak jaman Salaf, tapi kalau bertentangan dengan syariat maka syariat harus didahulukan. Karena Ulama bukanlah Nabi.

    simbah_sastro said:
    4 November 2009 pukul 13:34

    comment for :
    =============
    “Dari Jabir bin Abdillah r.a., dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Apabila salah seorang di antara kamu melamar wanita, jika bisa melihat sesuatu yang menarik untuk dinikahi, lakukanlah.’ Maka aku melamar seorang gadis. Aku bersembunyi untuk memperhatikannya, sehingga aku melihat sesuatu padanya hal yang menarikku untuk menikahinya dan mengawininya.”

    Berdasarkan hadits ini —begitulah sejauh yang saya pahami— Imam Abu Dawud mengambil kesimpulan hukum. Tentang peminang yang akan melihat calon istrinya, Imam Abu Dawud mengemukakan, “Ia boleh melihat seluruh tubuhnya.”
    ===========

    wah gak jelas nih. kemungkinan orang bisa melihat orang telanjang adalah pada saat orang mandi ataupun jima’. dalam adab mandipun kita diwajibkan pakai kain penutup, jadi gak telanjang bulat. dalam adab jima’ pun kita diwajibkan pakai selimut untuk menutupi. Masa sahabat ngintip org mandi ??

    Perlu dijelaskan makna kata dari “Aku bersembunyi untuk memperhatikannya, sehingga aku melihat sesuatu padanya hal yang menarikku untuk menikahinya dan mengawininya.”
    Apakah itu ngintip dari jauh, atau ngintip dari dalam rumah orang tersebut.
    Perlu ditegaskan pula, di hadits tidak ada kata bugil. Krn kata bugil menurutku adalah telanjang bulat.
    Kesimpulanku :
    AURAT ya AURAT, tidak ada perubahan hukum terhadap melihat aurat dalam kondisi apapun.
    Ampunilah aku ya Allah karena ketidaktahuanku.

    NB : foto tu cewek hapus jak, gak sesuai dengan tujuan blog ini

      Malvin Muhammad said:
      10 Mei 2014 pukul 15:38

      Bersembunyi disini pun tak dikatakan kalau Shahabat Jabir ngintip orang bugil kan, hanya dikatakan bersembunyi saja. Bisa jadi yang dilihatnya adalah wajahnya ketika cadar Shahabiyah tersebut terbuka.

      Hadits lain mengatakan bahwa Rasul memerintahkan Shahabat Jabir untuk melihat kedua mata wanita Anshar yang hendak dilamarnya tersebut. Jadi tak ada satupun alasan yang membolehkan seorang peminang melihat atau memaksa wanita yang dipinangnya untuk bugil.

    ALAM2000 said:
    4 November 2009 pukul 17:10

    Assalammualaikum,wr,wb.
    Teman – teman,ikhwan,saudara-saudara, enggak usah munafiklah, pasti kalau kita ingin mendapatkan pasangan harus ada sesuatu atau daya tarik sendiri dari wanita tersebut untuk kita nikahi. Perlu kita ketahui bahasa yang tertulis didalam sebuah hadits apapun si pengarangnya adalah bahasa yang memiliki makna luas dan perlu adanya data pendukung lain yang lebih konkret serta kemampuan kita untuk mendalami Al Quran. Banyaknya penyimpangan ajaran Islam bukan yang berasal dari Al Quran tetapi berasal dari pemahaman Hadits yang berbeda – beda serta ngeyel,ngotot,enggak mau kalah , menang sendiri dan emosi yang diutamakan apabila merasa hadits tersebut yang paling benar tanpa mau tahu asal yang sesungguhnya hadits tersebut dan tingkat kebenarannya. Seperti contoh sebagai berikut: ada hadits yang berbunyi kalau tidak pernah sholat subuh dan isya di masjid/mushola maka dikatakan sebagai orang munafik secara nyata (ada seorang ustad yang ngeyel ngotot bahwa hal ini benar tanpa disertai pemikiran rasional) sekarang timbul pertanyaan , apakah sholat isya dan subuh tersebut sudah mutlak harus dilakukan di masjid/mushola setiap hari tanpa pengecualian?, bagaimana kalau kita terjebak macet dijalanan pada saat waktu sholat isya berkumandang??, dan bagaimana bila pada jam 7 malam tersebut kita sedang rapat penting di kantor?? .
    Bila kita melihat topik masalah ini adalah wanita, maka bila saya melihat anak kecil wanita umur 10 tahun sedang telanjang dan mandi di sungai, apa harus dikawini?? atau ibu – ibu entah janda atau gadis sedang mandi disungai memakai jarik atau kain terlihat belahan dada, muka dan aurat lainnya apa harus dikawini segera???.kalau kita balikan lagi berdasar hadits tersebut, bagaimana kita bisa melihat wanita tersebut manis atau enggak, apabila cuma matanya aja yang kelihatan sedangkan tubuhnya tertutup semua ama jubah hitam???.
    Coba kita lihat peristiwa lain yang telah berlalu, salah seorang teroris asal malaysia “Nurdin M ngetop”. Merasa berjuang benar mati masuk surga, tetapi coba lihat yang sesungguhnya terjadi, Dia seorang laki – laki yang sudah punya istri di malaysia sudah punya anak, bikin ulah di Indonesia, mengawini banyak perempuan di Indonesia dihamili dan lahir anak, tetapi Dia sendiri malah kabur ninggalin keluarganya demi keyakinan sesat yang diyakini dan mati terbunuh. Apakah itu benar?? ,apakah itu masuk Surga??, bagaimana tanggung jawab seorang ayah untuk mencari makan buat anaknya yang keleleran dimana – mana ( sedangkan aturannya jelas: Dosa yang tidak diampuni Allah SWT,walaupun sudah bertobat adalah tidak memberi nafkah untuk keluarga), bagaimana mau berbuat adil untuk agama Islam, sedangkan Dirinya tidak berbuat adil bagi keluarga dan aanak – anaknya…? yang keleleran dimana – mana, habis ngeperawani banyak cewek lahir anak langsung cabuut…(Astagfirullah). Atau bila kita melihat paham aliran lain, semacam Jamaah Tabliq, Sudah punya anak istri yang perlu di beri nafkah tetapi Bapaknya keleleran dimana – mana, di berbagai masjid atau mushola di seluruh wilayah tanah air dengan menghabiskan harta yang dimiliki demi keyakinan yang dianutnya…? timbul pertanyaan, dimanakah hak anak untuk mendapat kehidupan layak dari orang tuanya, minimal hak untuk makan minum (apa harus nebeng sama tetangga atau saudaranya yang lain?), hak untuk mendapat ilmu pengetahuan yang secara wajar misalnya di sekolah dasar (Rasulullah mengajarkan untuk mencari ilmu sampai ke negeri cina)………………
    Kita kembali ke akar permasalahan awal, yaitu wanita.
    Berdasarkan apa yang saya alami, saya tertarik pada seorang wanita cantik memakai jilbab dan turunan arab dan saya berdua sudah saling mengenal akrab. Ingin saya nikahi dan saya lamar. Saya sudah berkunjung kerumahnya……. tetapi saya ditolak secara halus..( belakangan diketahui, bahwa saya bukan turunan arab dan bukan orang kaya seperti Bil Gates sehingga saya ditolak) apakah itu mencerminkan seorang penganut agama Islam yang benar???
    Saya berkenalan dengan seorang gadis manis ternyata berdarah biru keraton solo ( tidak memakai jilbab) tetapi juga kandas (ternyata harus sesama berdarah biru , saya bersyukur kepada Allah SWT bahwa saya berdarah merah dan bukan orang turunan arab yang mencari hidup di tanah air Indonesia)..kemudian saya taaruf ngikutin teman – teman dari golongan tarbiyah..tetapi gak ada juga yang nyantol dihati..lantaran informasi didapat dari mulut ke mulut dan waktu berkenalan juga saling berjauh jauhan dipisahin alasan haram kalo dekat ( Capeeeek Deeeh).
    Berikutnya, berkenalan dengan seorang wanita (tidak memakai jilbab) hitam manis, sudah akrab bangeet, malam malam berduaan sambil main gitar dan bernyanyi (megang tangan boleh dong )eeeeh ujung – ujungnya ngajak main seks gaya terbang bebas (Astagfirullaah, hati ku langsung bergetar,panas dingin dan ada kekuatan yang sangat kuat dalam hati untuk menolak) Aku tidak mauuu, aku tolak dia dan putuus jalan yang terbaik (soalnya kalo dilanjutin , aku nanti dapetnya barang seken pasti sudah bekas orang lain karna dia berani ngajak main seks).
    Putus Asa akhirnya untuk mendapatkan jodoh…
    Terakhir saya hanya bisa berdiam diri, dan mengadu kepada Allah SWT pada saat Sholat Sunat Dhuha sambil nangis mohon petunjuk dan bimbingan mengenai jodoh ( tapi saya mohon dapetnya yang original, cantik bodinya ok,kulit putih / kuning langsat seperti orang jepang,pintar dan kuat agama).
    Pada saat pagi hari melamun di teras Universitas jurusan sipil ( saya seorang pengajar), tiba – tiba lewat seorang wanita dari jurusan teknik industri ..DEEER ada sebuah kilat yang nyambar dihati dan terdengar bisikan suara halus tanpa wujud..” Kamu rugi besar kalau tidak bisa mendapatkan dia”. pada saat saya melihat paras wajahnya Subhanallah…Cantiik seperti yang saya idamkan.langsung sekonyong – konyong saya bangun dan dengan modal nekat gaya anak kecil ( tanpa memakai basa basi, bunga mawar,ngaku – ngaku anak orang kaya hasil korupsi orang tua, hadiah hadiah lain seperti roti buaya dan cincin emas imitasi). Saya menuju ruang kantornya, saya panggil ajak keluar sebentar, dan dekat ruang kuliah saya beranikan diri untuk mengatakan bahwa saya ingin menikahinya….dan Diapun kaget luar biasa.
    Tetapi disinilah keajaiban Allah SWT terasa bagi diri saya, Alhamdulillah, Diapun menjadi Istri saya..Dan Allahu Akbar, saya mendapatkan Istri yang original, Solehah, Cantiik seperti saya idamkan serta dia adalah turunan seorang Ulama muridnya Kyai Ahmad Dahlan yang membuka cabang Muhammadiyah di daerah Purbalingga.
    Sekarang saya telah memiliki dua anak…genteng ganteng…
    Wassalammualaikum wr. wb…
    Terimakasih.

      novie said:
      20 November 2009 pukul 10:12

      wah bagus juga kisahmu pak alam, sangat menarik.

      Malvin Muhammad said:
      10 Mei 2014 pukul 15:35

      Jangan mudah menyebut kata “munafik” jika tak pada tempatnya.
      Dan jangan mudah berkata soal agama jika kita tak memiliki kecukupan ilmu atasnya.
      Suatu saat perkataan anda akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah, maka bersiap-siaplah menghadapi hari itu.

    endzh said:
    4 November 2009 pukul 18:13

    sunguh saya dangkal akan agama… tp saya mengerti akan batasan2 yang boleh dilhat pada wanita. intinya haram klo mandang cewex yang bugil selain dari istri..

    muhadi m said:
    9 November 2009 pukul 16:55

    sangat tak setuju

    Roshid said:
    9 November 2009 pukul 22:33

    Assalamu’alaikum….
    Pendapatnya bisa diteliti lagi dan dicermati…
    Titip and tolong pasang banner aku yahhh…
    Wassalamu’alaikum….

    joko hananto said:
    10 November 2009 pukul 11:52

    hemm.. itu soheh apa tidak fatwa imam abu daud??mohon dapat referensi dari mana?sepertinya tidak begitu lho.. yang saya tau dilarang melihat aurat wanita… kalau dipinang yang saya tau hanya wajah…atau bagian lain yang bukan aurat… kalau aurat hanya untuk suami… \nah iya kalau jadi suami kalau canon peminang ndak??? dan sepertinya ini ndak sesuai dengan ajaran Islam

    tarso No said:
    12 November 2009 pukul 09:45

    meniuh lier euy . . . . . . . . . @

    Putra said:
    14 November 2009 pukul 07:21

    Waduh…..
    Kuq Gitu Sih Pak???
    Berarti Kasian ut Para Wanita….
    Seperti Kata Pepatah…
    ” Habis Manis Sepah Di Buang ”
    Jangan Salah Mengartikan Ya Pak….
    Takutnya Tar Malah Salah Jalan…
    Eh Malah Masuk Jurang…Ok…
    Cobalah ut Iqra’…
    Baca Ayat2 di Al-Qur’an & Hadits spy tidak Salah Mengartikan…ya pak…
    krn Semuanya Ada Batasan…

    sarina said:
    14 November 2009 pukul 09:41

    wdh pak… judl nya serem…ngk sampai segitunya liat wanita walaupun mau dijadikan istri,,msih banyak cr lain buat dpt istri yang cantik dan sholeha.

    Jhon said:
    16 November 2009 pukul 19:17

    Klau smua ulama brbeda pndpat mna yg hrs d pgang, kpan islam akan brsatu, sbgai orng awam jls akan tmbh bngung,apa lg mlihat jdul d atas, bs jdi d slah artikan.

      Malvin Muhammad said:
      10 Mei 2014 pukul 15:33

      Itulah pentingnya ikut ta’lim, sehingga tak mudah terguncang dengan banyaknya ilmu yang beredar tak mengikuti jalan para Salaf (Nabi dan Shahabat), melainkan mengikuti hawa nafsu penyampainya sendiri-sendiri.

    Muhammad Ihsan said:
    16 November 2009 pukul 23:02

    hal yang bodoh,,, kalau gak tau agama gak usah sok pinter2an menetapkan hukum pak… bahaya… dilihat asbabul wurud hadits donk pak. biar masyarakat awam gak langsung mentok nerimanya…

    fuadi lkirom said:
    25 November 2009 pukul 14:28

    seperti yang terjadi pada saya, gara2 tidak bisa melihat secara utuh, ternyata ada bagian yang aku tidak sukai sehingga sampai sekarang nyesel banget…… tapi sudah kadung bertahun tahun yaaaa.. mau bagaimana lagi……

      Malvin Muhammad said:
      10 Mei 2014 pukul 15:31

      Jangan ngawur mas, kalau anda ada pada posisi wanita yang kebetulan dilahirkan dengan kekurangan kira-kira gimana perasaan anda ketika suami anda berfikir demikian?

      Fatwa diatas ini juga dibawakan Ibnu Hazm.
      Tapi para Ulama sepanjang zaman termasuk Imam Empat mengcounter penafsiran Ibnu Hazm diatas, karena berdasarkan contoh dari para Salaf (Shahabat) dan perintah Nabi hanya sebatas mata atau hal-hal ringan seperti telapak tangan dan wajah. Paling banter pun hanya melepas jilbab saja.

      Ada beberapa hadits lain yang menjelaskan pernyataan Rasul tentang “sesuatu yang menarik untuk menikahinya”, kalau anda hanya menggunakan satu hadits dan ditafsirkan seenak nafsunya sendiri maka bisa berakibat fatal bagi anda kelak dimata Allah.

    wemblogspot said:
    6 Desember 2009 pukul 12:04

    waw mantap

    cowok bugil said:
    8 Desember 2009 pukul 14:51

    kalo nmelihat cowok bugil gmna dong

    Lukman said:
    10 Januari 2010 pukul 17:55

    Hadits kan ga cuma satu, ada banyak. Dan itu semua berkesinambungan. Artinya kalau satu hadits atau ayat yg difokuskan untuk ditafsirkan, itu tidak akan sempurna, dan bisa jadi tafsiran itu salah.

    Mengenai foto Krisdayanti, itu aneh. Sekalian saja pasang mariah carey, pamela anderson, dll.

    Tolong jangan bikin judul yg begini donk dlm menginformasikan tentang Islam. Kalo dibaca sama yg agama laen bisa malu kita diketawain dan semakin diinjak-injak..

    Sudahlah, yg biasa-biasa aja. Jangan spekulasi yg terlalu jauh. Seolah=olah pengen enak, biar ga dianggap dosa kalo ngeliat perempuan bugil..

    nataya said:
    22 Januari 2010 pukul 19:28

    wah kalo sampai diijinkan mpe bugil ya dunia bisa awut awutan bukankah Rasulullah menyuruh untuk meninggalkan yg syubhat karena akan menjerumuskan kepada yang haram. apa melihat wanita ukurannya cuma fisik. hmmm……….saya rasa laki-laki soleh bukan mempertimbangkan itu………….saya tersinggung jadi wanita. saya berjilbab dan saya tidak setuju

    roadtokhilafah said:
    11 Februari 2010 pukul 23:16

    parah..tobat atuh pak.

    Aryoko said:
    24 Agustus 2016 pukul 15:22

    Kalau melihat perempuan yang hendak dilamar sampai keadaan BUGIL saya kira nggak deh. Siapa sih perempuan yang mau ditelanjangi di depan laki-laki walaupun itu yang akan melamar..??. Mungkin yang dimaksud HADIST tersebut bagian tertentu saja (yang membuat laki-laki tertarik sehingga berniat melamarnya (seperti WAJAH, Tangan samai siku, Kaki sampai pertengahan antara mata kaki dan lutut. Soal bentuk tubuh kan pasti sudah terlihat walaupun ditutupi pakaian. Jadi nggak perlu telanjanglah

    Aryoko said:
    24 Agustus 2016 pukul 15:28

    Orang laki kan biasanya tertarik wanita karena wajahnya, soal yang lain-lain itu urusan belakangan

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s