Sepasang Muda-Mudi Mesum di Antara Puing Rumah Yang Rusak Kena Gempa

Posted on

Pasangan Tak Senonoh Diganjar Bayar Pakai Semen
Selasa, 27 Oktober 2009 | 00:43 WIB

KABUPATEN AGAM, KOMPAS.com – Sepasang muda-mudi diduga akan melakukan perbuatan tak senonoh di antara puing rumah yang rusak kena gempa di Jorong Muko Jalan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, ditangkap warga dan dijatuhi hukum adat membayar masing-masing 15 zak semen.

Mereka ditangkap warga, karena berduaan di teras rumah yang rusak berat akibat gempa 30 September lalu. Pasangan itu digiring ke posko bencana untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Adri (35) warga setempat di Maninjau, Senin (26/10).

Menurut dia, saat ditangkap yang laki-laki sudah membuka baju dan pertama kepergok warga yang hendak buang air ke lokasi rumah yang berada di pinggir Danau Maninjau. Warga tersebut melaporkan hal itu kepada para pemuda yang tengah bertugas di posko bencana tidak jauh dari lokasi.

Pasangan muda-mudi itu tidak berkutik saat ditangkap dan digiring ke posko. Ada warga yang geram karena muda-mudi berbuat tidak baik saat bencana terjadi, sempat memukul sang laki-laki.

Aparat pemerintah nagari setempat kemudian menyidang pasangan tersebut dan dijatuhi hukum adat sanksi membayar denda masing-masing 15 zak semen.

Orang tua kedua muda-mudi yang berasal dari daerah lain di Agam, juga langsung dipanggil dan datang mengikuti sidang adat dan mereka menerima anak mereka dikenai hukum adat.

Muda-mudi itu diberi waktu satu minggu untuk membayar denda dan sebagai jaminan sepeda motor yang mereka bawa ke lokasi gempa ditahan di kantor Wali Nagari. Keduanya dilepas bersama orang tua masing-masing kembali ke kampungnya.

Warga korban gempa sangat menyesali perbuatan pasangan muda-mudi itu, namun masih mampu menahan diri untuk tidak berbuat anarkis lebih jauh, karena ada yang meneriakkan mereka dibakar hidup-hidup.

Warga meminta kejadian ini sebagai pelajaran, agar mereka yang datang dengan alasan melihat daerah bencana tidak mengambil kesempatan untuk berbuat tidak baik, apalagi warga masih dirundung duka pascabencana, tambahnya.

Sent by XVD

Editor: primus
Sumber : Ant

Iklan

39 thoughts on “Sepasang Muda-Mudi Mesum di Antara Puing Rumah Yang Rusak Kena Gempa

    Qi-Qi said:
    27 Oktober 2009 pukul 08:01

    astaghfirullah………………
    semakin banyak di dunia ini manusia cerdik
    yang berperilaku binatang

    Naudzubillah…………….
    jaga haiti ini yang rabb……..

    buat saudaraku yang udah pada ngebet ML ma tman kencannya
    buruan daftar ke KUA terdekat semua akan lebih aman.

    tul gak????????

      salsa billa said:
      2 November 2009 pukul 15:17

      Astagfirullah….
      membaca berita diatas hatiku merasa nyeri rasanya ingin menangis
      memang sudah tak adalagi yang mengerti akan azab yang diberikan Allah, telah banyak kita melihat bukti nyata dari Allah suatu musibah yang selalu diberikan kepada orang2 yang musrik,

      Semua musibah yang Allah berikan telah terbukti nyata di dalam Al-Quranul karim

    Ahmad said:
    27 Oktober 2009 pukul 10:32

    andai kata Saya yang pertama melihat, saya tidak akan langsung melapor, tapi ambil kamera buat pembuktian, lalu ambil bensin dan korek api, tunggu dia ampe terkapar lemas, dari situlah saya membakarnya, tapi karena ada hukum adat, jadi saya berubah fikiran, lebih baik di paweikan aja tu berdua pake kaleng keliling kampung, lalu tempelin kardus dan di tulisi ” saya ahli neraka “,,,tapi jangan lupa pintai juga semennya….Saya benci orang Pejinah.

    Rafa said:
    27 Oktober 2009 pukul 21:26

    parah banget bro…edan tenan….ditengah bencana , masih sempet2nya….zaman edan

    iip albanjary said:
    28 Oktober 2009 pukul 07:12

    oalah nduk..nduk..
    tonggone lagi susah koq ngono, ra sopan tenan kie

    opieq said:
    28 Oktober 2009 pukul 10:12

    astagfirullah….!!!

    berani berbuat mesum di daerah bencana….gimana tidak bertambah ini bencana di indonesia
    tobatlah wahai pemuda pemudi…..

    Amir Alrafati said:
    28 Oktober 2009 pukul 13:44

    Karena nafsu birahi sudah berada di ubun – ubun, maka kesedihan tidak berarti apa – apa bagi mereka. Walaupun bumi sedang murka. Itulah jerat2 setan wahai manusia!

    santo said:
    28 Oktober 2009 pukul 23:02

    astaghfirullah…. tobad yok!

    santo said:
    28 Oktober 2009 pukul 23:06

    astaghfirullah …. tobad yok!

    jofanka said:
    29 Oktober 2009 pukul 17:31

    maklum aja namanyajuga anak muda?kaya nggk pernah muda aja

      dewi said:
      3 November 2009 pukul 15:31

      kalau jawabanya maklum namanya anak muda,,, perbuatan ga bener jangan dimaklumi andai anda seperti itu ya jangan membenarkan perbuatan seperti itu. renungkanlah apakah perbuatan seperti itu menyimpang dari agama (apapun agamanya) atau tidak jawabanya ada di hati anda tanpa harus di koarkan ke media..n bertaubatlah sebelum pintu taubat tertutup n tiada lagi kesempatan meraih ridho-Nya.

    Gampo Alam said:
    30 Oktober 2009 pukul 09:36

    Ya… saya sangat setuju dengan sanksi adat yang dijatuhkan itu. Saya akan berikan pujian buat masyarakat yangb punya iniasiatif demikian, tegakkanlah Adat basandi syara’ syara’ basandi Kitabullah. Hidup Islam… Hidup Minangkabau dengan Islam …

    atiens said:
    30 Oktober 2009 pukul 19:28

    wah…mungkin ini pertanda kiamat sudah dekat…..Ya…Allah semoga anak turunanku tidak seperti itu

    eko said:
    1 November 2009 pukul 07:43

    itulah manusi,ketika iman goyah, nafsu jadi andalan tuk pertama

    BaimQuraisy said:
    4 November 2009 pukul 21:03

    gimana disitu ngak gempa, banyak maksiat sih,
    setelah gempa pun masih berbuat maksiat

    tobatlah .. tobat ..

    knp bencana datang ke kalian …
    jdkn itu pelajaran buat semua ..,.

    veronika said:
    6 November 2009 pukul 17:32

    hmmm……. rasanya kayak apa y? apa ga bs nahan dikit gito looohhh…

    blm prnh ya vero.....? jgn prnh dweh....ntar nyesel di said:
    6 November 2009 pukul 17:35

    mang lom prnh ya vero…..? jgn prnh dweh….ntar nyesel di akherat….!

    veronika said:
    6 November 2009 pukul 17:36

    sp ney…… koq no nime????

    satrio said:
    6 November 2009 pukul 17:37

    w…satrio….. vero pnya no hp ga?

    veronika said:
    6 November 2009 pukul 17:39

    emg np nanyain no gw……. loe mau iseng y?….. auu achh….!

    satrio said:
    6 November 2009 pukul 17:40

    ga….mau knl ja……

    veronika said:
    6 November 2009 pukul 17:41

    asal loe baik2…… krn w org baik2….

    satrio said:
    6 November 2009 pukul 17:48

    yupz…..kt sharing y? w (081383304919)

    veronika said:
    6 November 2009 pukul 17:50

    janji ya….g blh iseng….awas ntar ga w terima dgn sopan…,kl loe ga sopan 081574668833)

    Garis Batas Cakrawala said:
    7 November 2009 pukul 16:28

    Belum tentu mereka akan berbuat mesum.. siapa th mreka hnya jln2 ato nyari mkn d KFC, krn t4 itu dah pd ambruk y terpaksa mreka cm bs duduk2 d sana.. ingat asas praduga tak bersalah donk

      bams said:
      18 November 2009 pukul 13:02

      nyari makan ngapain pakai buka baju om? apalagi KFC?
      asas praduga tak bersalah? tuh udah dibuktikan, mereka bersalah…kok bisa2nya anda masih membela?

    btbdotcom said:
    8 November 2009 pukul 15:18

    Ya itulah manusia, punya nafsu yang menggebu.

    ridwan said:
    12 November 2009 pukul 10:46

    emang bener bener kurang ajar ya..sangat pantas tuh di hukum adat, itun2 biar semennya bisa untuk bangun rumah hehe…

    budi said:
    12 November 2009 pukul 10:49

    dasar ya manusia..kalo dah urusan syahwat..ga inget waktu dan tempat, semoga dapat memberi pelajaran kita semua

    nedy said:
    13 November 2009 pukul 13:30

    kita harus bisa sharing dulu, lom tentu masalah ini benar,jangan asal main hakim dulu coba dilihat dulu dari beberapa segi. Tapi kl memang ini dah niat dari pelaku hukum adat wajib dilaksanakan jika perlu dibawa ke aparat hukum, karena ini adalah wilayah cucu2 nya buya hamka, kasihan tu buya yang punya nama sampe ke ujung dunia tapi kaum nya kayak gitu.

    nina said:
    13 November 2009 pukul 17:00

    semoga mendapat ampunan dari Allah..

    ofick said:
    14 November 2009 pukul 01:19

    mungkin doi mo cri suasana baru kaleeeee… di tmpt bo2 dah
    bosen he..he..99x

    abud said:
    16 November 2009 pukul 12:52

    Sungguh sangat memprihatinkan, kalo ga tahan mendingan puasaaaaaaaaaaaaaaaaaa,klo ga bisa nikah ja,lebih mulia lho.

    abi saputra said:
    17 November 2009 pukul 13:32

    turut bebela sungkawa….

    yulyae said:
    25 November 2009 pukul 10:24

    ra cetooooo..semangat….50% aku dukung..50% aku rajam…..

    adnan said:
    28 November 2009 pukul 00:31

    inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.orang tua psti jd malu brattt.

    wemmy al-fadhli said:
    8 Desember 2009 pukul 14:50

    disini agama cuma lypsinc sekarang
    betul2 GAWAT!!

    Hotma said:
    11 Desember 2009 pukul 12:19

    weekkksss…mo yg gratisan aza tempatnya…
    klo dah kebelet cepetan kawin!!
    hukumannya msh kurang tuh..diarak2 ja keliling kampung 1/2 bugil pan muanntaffff..biar jera!!!

    gilang said:
    6 April 2012 pukul 10:14

    asstagfirullah……………..
    apa itu nama’y anak indo, klow loe emang ngaku anak indo…, liat sikon donk broow klow mau g2’an…
    msak mau maen g2’an kok d ataz penderitaan masyarakat indo, thoooo ,apa lgie maen’y mlah d tmpat trjd’y musibah lgi..,

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s