Konsultasi: Perlukah melupakan si dia?

Posted on Updated on

asslm… mau ikut cerita dong…
aku punya temen sd yang sudah lama punya rasa sama saya. tapi kita ketemu lagi setelah 10 tahun waktu reuni sd. dan kita merasa dekat dan nyaman setelah melakukan iktikaf. dia menilai saya dri hal iktikaf itu.. mulai itu saya smsan terus dari sahur sampai sahur lagi. kadang kalo tidak dibals, saya atau dia emosi.
akhirnya dia memberikan untuk meminta ijin untuk mendekati saya dan saya mengiyakan karena ia berniat baik. kita dekat hanya 1 mingguan..selama kita dekat porsi dia lebih banyak dalam ngobrol, dan ketika saya berbicara saya kurang diperhatikan.sebetulnya dalam masa seperti itu bukannya kita saling memahami??
stelah itu dia kuanggap menghilang ato diam kalo kata dia.. dan seminggu kemudian dia datang dan mengatakan hal yang diluar dugaan..
katanya kita bagai magnet yang bertolak belakang, gak bisa menyatu.. dan saya juga tidak sempat berbicara bagaimana perasaan saya. saya bingung.. mengapa dia sangat keras kepala, itu menurut saya.. dia yang memulai , dia juga yang mengakhirinya…
apakah sebaiknya saya melupakan dia saja??
trimakasih

Demikianlah pertanyaan dari seorang tamu yang menyebut dirinya: Dee.
Silakan sampaikan masukan kepada dirinya di bagian kotak komentar di bawah ini.

Iklan

13 thoughts on “Konsultasi: Perlukah melupakan si dia?

    Mujahida said:
    28 Oktober 2009 pukul 09:33

    menurut saya wajib dilupakan,lagi pula ukhti jodoh itu ada ditangan Allah,,,
    Laa Tahzan jika kehilangan cinta,cinta itu hanya milik Allah dan kita tak patut mencintai orang yang juga menggantungkan cintanya kepada Allah,afwan

    ukhti said:
    28 Oktober 2009 pukul 10:17

    jgn dilupakan..
    jdikanlah ini sbagai pglaman dan knangan dlam menjalin suatu hub.
    mgkin sja dia ingin menguji kesabaran anda..
    bisa saja kann??

      dee said:
      29 Oktober 2009 pukul 17:14

      akan kujadikan cerita lucu saja deh..

    tsani_a said:
    29 Oktober 2009 pukul 08:50

    Namax teman sd, tetap teman sd, apalagi klo 1 wil tmpt tinggal.
    Tetapi jg hrs mesti jgn bharap lg, jangan komunikasi kecuali sekedarx (klo ktm), dan mendo’akan kebaikan untukx. Trus, fokus ke masa depan. Teman dimasa SD itu anggap sj sbg pengalaman ttg diri yg bodoh dan tperdaya, menertawakan diri lbh baik sembari bdo’a mg2 tak terjadi kesalahan berulang di masa depan.

    Fajar said:
    29 Oktober 2009 pukul 13:20

    Hehehe..penyakit cinta lagi…

    Mungkin ada pertanyaan yang saya akan ajukan. Tahu dari mana klo dia itu suka sama anda ? dan mengapa anda yakin klo dia itu suka ? kalau anda tidak bisa menjawab…coba tanya ke dia tentang dia suka sama kamu atau tidak, sebelum dia bilang “kita bagai magnet yang bertolak belakang, gak bisa menyatu”. Kalau dia tidak bisa menjawab maka dia hanya mempermainkan anda. kalau dia menjawab dia suka kamu, ini jawaban yang klasik. Hal ini harus ada tindak lanjutnya dari anda yaitu anda harus bertanya kepada dia coba buktikan kalau kamu suka sama saya. Biasanya orang yang benar-benar suka dengan lawan jenisnya akan melakukan yang mungkin kita ga duga-duga. Mudah-mudahan dia langsung melamar…hehehe .. Nah dialah yang harus di pertahankan… semua kebenaran hanya dimiliki oleh Allah dan kealpaan hanya milik kita…

    Semoga bermanfaat

      dee said:
      29 Oktober 2009 pukul 17:26

      dia pernah bilang untuk mencoba membuka hubungan dengan aku.. dan itu hanya dari bahasa sms, karena kita jarang atau bahkan tidak pernah bertemu..
      terus pada saat dia bilang tentang magnet itu, saya tidak diberi kesempatan, karena baginya “perempuan itu diam”. kadang aku gak maksud dengan kalimat itu.

      yah, semoga daia mendapatkan apa yang dia inginkan saja..

    mee said:
    30 Oktober 2009 pukul 19:39

    Subhanallah… hampir sama ky ana ni crtanya. hanya aj ikhwannya g kras kpla. ana jg bingung. mkn lma, mkin rndu aj ma si dia. ana punya fotox, (afwan, long distance). tiap bk kmputer, ana pngn lht fotonya terus. ana jd mrsa brsalah n pngn hps ftonya. ana pngn g kmunikasi lg. ana pngn bs jga hati. tp sulit… but saat ini, ana ptuskan bwt g smsan n telfon2an ma dia. n ftonya jg ana hapus. cm ana kdang sms klo bnr2 ad perlu aj… smoga qta bs saling mnjaga, amin… begitu jg dg anti ya ukhty… smangath!!!

      dee said:
      2 November 2009 pukul 10:13

      dengan adanya kejadian ini, kita bisa ambil hikmah dan jadi tahu sifat masing2 orang.. dan semoga kita jadi bisa lebih menghargai..
      semagat juga ya !!

    dea said:
    30 Oktober 2009 pukul 20:44

    sama persis kaya kisah saya nih..tapi saya ngga iktikaf.
    jadi harus bagaimana?

      arya said:
      2 November 2009 pukul 22:41

      yah pergi uktikaf dunk,biar sama betul,…

    abi saputra said:
    17 November 2009 pukul 13:30

    lupakan sj….buka lmbaran baru

    Agung F said:
    21 November 2009 pukul 17:49

    Jika ingin mencintai, mencintailah karena Allah. Jika ingin melupakan, lupakan karena Allah.
    Sebenernya kalau anda ingin tetap mencintai dia, itulah kesetiaan anda. Namun perlu digaris bawahi, kesetiaan itu perlu komitmen, karena tanpa adanya komitmen, kesetiaan itu mungkin akan sia-sia. Bukan dilupakan, tapi jangan dipikirkan. Karena memori si dia yang ada di otak tidak akan terhapus.
    Coba anda pikirkan mana yang lebih menguntungkan anda. Untuk lebih lanjut lihat tipsnya di blog saya.

    rusdi said:
    6 Desember 2010 pukul 09:56

    Namanya Pacaran Tanpa Status (PTS), tapi biasalah usia muda, masih terbuai dengan ego, tiap pasangan inginnya diperhatikan, kalau tidak sms ngambek, itulah indahnya Pacaran, kemungkinan kata-katanya ‘sebagai magnet yang bertolak belakang’ akibat emosi yang tidak bisa di menej, kalau dia sedikit berpikir dewasa tidak perlu mengutarakan kata-kata tsb, jadi carilah pasangan yang berpikir lebih “dewasa” (bukan usia yang tua) tpi cara berpikirnya, insya Allah hal-hal diatas tidak akan terjadi. Jazakumullah khair

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s