Jual Anak Rp 20 Juta untuk Pelesir Selama 2 Minggu

Posted on

Tidak semua orangtua suka berbagi kebahagiaan bersama-sama dengan anak.
Tidak semua lelaki enggan menghabiskan uang Rp 20 juta dalam waktu dua minggu saja.
Tidak semua istri mengetahui sumber penghasilan suami, apakah dari sumber yang halal ataukah haram.
Ini dia buktinya:

Seorang Ayah di Tanjung Pinang Tega Jual Anak untuk Pelesir
Dihargai Rp 20 Juta, Dua Minggu Habis
JAWAPOS – [ Sabtu, 05 Desember 2009 ]

TANJUNGPINANG – Hanya karena ingin pelesir ke Jakarta, seorang ayah tega menjual anaknya yang berusia enam bulan seharga Rp 20 juta. Berbekal uang tersebut, Ahua -nama ayah bayi itu- bepergian ke ibu kota negara bersama istrinya, Suryani.

Uniknya, Suryani tidak tahu bahwa anak yang dilahirkan dijual sang suami. Yang dia tahu, Andika -nama anaknya itu- hilang empat bulan lalu. Padahal, Ahua meminta tolong adiknya, Merry, untuk menjualkan anak tersebut. Dalihnya, dia sedang terbelit utang.

Kasus tersebut terbongkar berkat laporan masyarakat ke polisi. Anak itu diketahui dijual kepada Kie Khun. Kie Khun dan istrinya, Agustin, mengakui hal itu. ”Kami sempat melihatnya tiga kali sebelum memastikan membeli anak tersebut,” kata Agustin.

Agustin menyatakan bersedia membeli anak tersebut karena Ahua mengaku tidak mampu membiayai hidupnya. ”Kami terharu dan tergerak untuk membantu dia,” tambah perempuan berusia 31 tahun itu.

Apalagi, sepuluh tahun menikah, Agustin belum mendapatkan momongan. ”Kami sangat rindu hadirnya seorang anak. Anak ini akan kami besarkan seperti anak sendiri,” ujar Kie Khun.

Menurut Kie Khun, sebelum membeli anak itu, dirinya memang sudah punya niat untuk mengadopsi anak. Namun, belum ada satu pun yang mau memberikan anak kepada mereka.

Begitu ada yang mau memberikan, namun syaratnya harus dibayar, dia pun menyanggupi. Meskipun mereka tak kenal dengan keluarga Ahua. Jual beli tersebut terjadi 12 Agustus lalu.

Setelah mendapat uang Rp 20 juta dari menjual anaknya, Ahua mengajak Suryani pelesir ke Jakarta. Mereka di sana sekitar dua minggu. Ketika uang yang dibawa sudah habis, mereka kembali pulang ke Tanjungpinang.

Suryani menyatakan tidak tahu bahwa anaknya dijual. Kali terakhir dia melihat Andika alias Andika dibawa pergi Ahua. ”Setiap saya tanya tentang Kwang Yu, dia (Ahua) marah dan mengatakan tak usah tanya-tanya lagi. Mari kita ke Jakarta,” tutur Suryani.

Saat di Jakarta, Ahua memang pernah menunjukkan uang Rp 12 juta. Namun, Ahua tak pernah memberi tahu istrinya bahwa uang itu hasil menjual Kwang Yu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Djoko Rudi E. membenarkan adanya pengungkapan kasus penjualan balita tersebut. ”Anggota kami pada Kamis lalu (3/12) pukul 17.30 WIB berhasil membongkar kasus perdagangan anak,” katanya.

Saat ini Kie Khun, Merry, dan Suryani tengah dimintai keterangan untuk penyidikan. Pasalnya, keterangan yang disampaikan mereka berbeda-beda.

Sementara Ahua masuk daftar pencarian orang (DPO) Polresta Tanjungpinang. ”Barang bukti yang kami sita saat ini berupa satu lembar surat perjanjian jual beli anak dan kuitansi dengan nominal Rp 20 juta,” jelasnya. (mat/jpnn/ruk)

Iklan

2 thoughts on “Jual Anak Rp 20 Juta untuk Pelesir Selama 2 Minggu

    Agung F said:
    7 Desember 2009 pukul 15:01

    Kebutuhan yang mendesak akan menghipnotis orang untuk melakukan yang haram. Tapi yang lebih parah lagi jika kebutuhan berubah menjadi ketamakan.
    Memang mereka telah kehilangan otak..

    silah nugraha said:
    23 Desember 2009 pukul 21:13

    seorang insan klo dah dikuasai oleh nafsu,maka otak dn fikirannya melebihi syaitooo…on

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s