“Kuserahkan pedang di antara selangkanganmu, wahai muridku!”

Posted on Updated on

pornografi“Ku menyerahkan pedang di antara selangkanganmu.” Demikian sepenggal bait puisi dari sebuah buku-ajar kumpulan puisi untuk murid SD di Batang, Jawa Tengah. Pada buku IPS, terdapat gambar sekelompok wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sedangkan pada buku IPA, terdapat gambar wanita berdiri dengan hanya mengenakan handuk atau kain yang transparan.

Ya, begitulah gambaran sebuah buku gambar untuk anak SD! Masya’allaah…. hendak dibawa ke mana sih, anak-anak kita ini? Apakah kita ingin anak-anak kita menjadi “dewasa” sebelum waktunya? Silakan simak berita ini:

Buku Ajar SD Berisi Gambar dan Kata-kata Porno Beredar di Jateng

Senin, 14/12/2009 18:29 WIB
Dani Wisnu – detikNews

Batang – Sejumlah buku ajar untuk SD berisi materi porno beredar di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng). Buku ajar itu memuat kata-kata dan gambar tidak senonoh. Termasuk cara berhubungan intim.

Penelusuran detikcom, buku-buku nyeleneh itu beredar di sejumlah SD dan Madrasah Ibtidaiyah. Salah satunya di SDN 01 Banyuputih. Buku-buku ajar bermasalah itu antara lain untuk mata pelajaran IPS, IPA, dan kumpulan puisi.

Pada buku IPS, terdapat gambar sekelompok wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sedangkan pada buku IPA, terdapat gambar wanita berdiri dengan hanya mengenakan handuk atau kain yang transparan.

Sedangkan kata-kata porno terdapat pada buku kumpulan puisi. Kata-kata itu antara lain berbunyi ‘Ku menyerahkan pedang di antara selangkanganmu’. Buku tersebut diterbitkan oleh CV Megah Perkasa Utama.

Sejumlah orang tua siswa mengaku sudah mengetahui peredaran buku ajar bermasalah tersebut. Mereka resah dan berharap buku-buku itu segera ditarik.

“Pokoknya saya minta agar buku tersebut ditarik karena bisa merusak moral anak anak,” kata salah seorang wali murid, Abdul Kohar.

Kepala Sekolah SDN 01 Banyuputih, Sujenal Ngabidin, membenarkan peredaran buku ajar bermasalah tersebut di sekolahnya. Menurutnya, buku-buku itu didapat dari salah satu rekanan dari Dana Alokasi khusus atau DAK 2008.

Menurut Sujenal, buku-buku tersebut tak hanya beredar di sekolahnya. Buku-buku itu juga diterima sekolah lain bahkan di Madrasah Ibtidaiyah. Sujenal berjanji akan melaporkan masalah ini ke instansi terkait.

Ditemui secara terpisah Wakil Bupati Batang, H Achfa Machfudz, juga menyesalkan beredarnya buku ajar porno itu di wilayahnya. Dia mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengusut masalah ini secepatnya. Dia juga mengatakan akan memberikan sanksi tegas pihak-pihak siapa pun yang terbukti kasus ini.

“Dinas Pendidikan secepat mungkin harus menarik buku tersebut. Pihak rekanan juga harus bertanggung jawab atas beredarnya buku-buku itu. Kepada semua kepala sekolah saya minta juga agar teliti sehingga kejadian memalukan ini tidak terulang,” ujar Achfa.

(djo/nrl)

Iklan

8 thoughts on ““Kuserahkan pedang di antara selangkanganmu, wahai muridku!”

    Bodrox said:
    14 Desember 2009 pukul 20:51

    Aneh penerbitnya, kok bisa2nya buku kayak gitu diterbitin. Apa enggak masuk editor dulu?

    penuai said:
    15 Desember 2009 pukul 13:07

    entah apa kerja dinas pendidikan di sana …!!!!!?????
    perlu diusut sampai tuntas

    FAKTA MENGEJUTKAN MENGENAI YESUS !!!! TERNYATA YESUS ADALAH …..
    http://www.penuai.wordpress.com

    punyaanik said:
    15 Desember 2009 pukul 17:26

    Astaghfirulloh hal adhim gimana nanti generasi muda Indonesia klat=u begini caranya

    Hanif said:
    16 Desember 2009 pukul 10:54

    Yang merasa berkepentingan tentang keanehan dan kejahatan ini hendaknya jangan seolah-olah tidak tahu. Ini disengaja dan ada tujuannnya maka sadarlah agar kita bisa membentengi generasi kita dengan moral yang islami.

    iwan said:
    18 Desember 2009 pukul 06:47

    usut juga sekolahnya tuh… masa buku yang mau beredar disekolahnya nggak dicek sama sekali… yang bener aja.. dari atas sampai bawah sampai penerbit sama pencipta bukunya bermasalah kali.

    wahyudindinata said:
    3 Januari 2010 pukul 22:18

    yang paling gila itu sebenarya pihak sekulahan,,,,,mengapa tidak mengevaluasidari buku2 tersebut……itu bukan memberi pljaran nmun merusak para penenerus bangsa….saya rasa perlu di tindak khusu elemen2 dari keluarnya buku trsbt,,,n g lepas tnggung jwb phak sekolah……

    Kelvin conraad said:
    17 November 2011 pukul 21:23

    Mereka generasi muda mereka yg salah mereka tdk melihat masa depan

    Black Ckp said:
    27 Agustus 2012 pukul 16:44

    menurut saya “sex education” penting jg.
    mengingat jaman modern kaya sekarang.

    Dari kecil sampai masa puber sy cuman diajarkan,
    “Zina itu dosa,”
    harusnya lebih banyak yang hrs diketahui dr sekedar itu,

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s