Say No to Twitter

Posted on Updated on

Kasus Luna Maya dalam ber-Twitter ria mengingatkan kita bahwa Twitter (atau pun media internet lainnya) bukanlah segalanya. Bahkan, mungkin saja mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya. Kalau pun memang bermanfaat, apa nggak ada media lain yang lebih efektif untuk “meluapkan emosi”?

Walau nggak suka marah, Desta “kadang juga suka emosi,” ungkapnya. Apakah Desta sering marah dan curhat di Twitter? “Enggaklah. Kalau emosi atau lagi marah, gue lebih memilih ngeband bareng Tora atau yang lain.” Jadi, say no to Twitter?

say no to TwitterDave Grohl, mantan drummer Nirvana yang kini menjadi vokalis grup band Foo Fighters, menyatakan dirinya tidak akan pernah menggunakan. “Persetan dengan Twitter. Itu adalah tindakan yang sangat membuang-buang waktu,” tegas Dave.

Bukan hanya Desta dan Dave yang tidak menyukai Twitter. Beberapa selebriti Hollywood juga menyatakan hal yang serupa. Salah satunya adalah Kanye West. “Saya tidak punya Twitter dan ngapain juga saya mesti menggunakannya. Fasilitas yang ditawarkan Twitter tidak sesuai dengan kriteria saya,” ucap Kanye.

Bahkan para aktor & aktris Disney & Dreamwork dilarang menggunakan Twitter, Facebook, blog personal, dan sebagainya. Bos-bos di dua perusahaan raksasa film itu agaknya tak ingin bintang-bintang mereka bicara seenaknya hingga malah kontraproduktif (seperti Luna Maya?)

Bagaimana dengan kita? Apakah kita dapat memanfaatkan Twitter ataukah kita hanya buang-buang waktu menggunakannya?

Iklan

6 thoughts on “Say No to Twitter

    myunego said:
    24 Desember 2009 pukul 18:41

    banyak orang yang pakai twitter buat mempromosikan web dan blognya
    jadi gak selalu negatif seh
    tergantung yang pakai.

    Dengan banyaknya pemakai twitter di Indonesia maka seharusnya bisa dijadikan ajang mencari peluang bisnis. Masalahnya kita memang selalu jadi konsumen daripada jadi produsen

    Ndre said:
    24 Desember 2009 pukul 22:50

    saya juga gak punya akun Twitter.. lagi rencana untuk bikin.. tapi setelah membaca tulisan ini agaknya niat itu blm akan terealisasi…

    Eko Deto said:
    25 Desember 2009 pukul 20:13

    orang yang nggak suka maki-maki di dunia nyata, kemungkinan besar juga nggak akan maki-maki di dunia maya: via twitter, fb ataupun blog pribadi. kecuali para ANONIMUS TAK BERNYALI!

    Saut Boangmanalu said:
    25 Desember 2009 pukul 23:32

    BAGI SAYA BERGUNA BANGET BOSSSSSSSSSSS…….
    http://boeangsaoet.wordpress.com

    Gifta Alvina said:
    28 Desember 2009 pukul 14:15

    menurut saya penggunaan social media tergantung penggunanya sendiri. Ada yang menggunakan twitter sebagai salah satu tempat mencurahkan isi hati dan isi otak ada juga yang menggunakan twitter sebagai sarana bercakap-cakap.

    Ironisnya kadangkala pengguna twitter dan jejaring sosial lain lupa daratan hingga menyiarkan apa yang seharusnya ada di ranah personal.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s