Pesantren terancam kehilangan ciri khasnya

Posted on Updated on

Belum selesai kontroversi Ujian Nasional di sekolah-sekolah, kini Pemerintah malah akan juga mengadakan Ujian Nasional untuk pesantren-pesantren juga. Kalau begitu, tidakkah pesantren itu akan kehilangan ciri khas atau keunikannya sebagai lembaga pendidikan yang “merakyat”?

Kyai, Santri, dan PesantrenPesantren Akan Distandardisasi dan Ada UN Pesantren

By Republika Newsroom
Selasa, 5 Januari 2010 pukul 08:43:00

JAKARTA–Kementrian Agama akan melakukan standardisasi pesantren. Selain itu, nantinya juga akan ujian nasional khusus pesantren. Ini ditegaskan Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Prof. Dr. Muhammad Ali, di Jakarta, Selasa (5/12). ”Kami sedang merancang standardisasi untuk pesantren. Nanti juga ada ujian nasionalnya, namun tidak gabung dengan Diknas. Jadi Ujian Nasional khusus pesantren,” tandas Muhammad Ali.

Dikatakan Ali, jika berbicara pesantren, maka ada dua makna. Yaitu pesantren sebagai wadah dan pesantren sebagai satuan lembaga pendidikan. ”Nah, pesantren sebagai sebuah wadah, tidak terkait dengan masalah standarisasi ini. Standarisasi ini dilakukan dalam konteks pesantren sebagai satuan pendidikan,” kata Ali.

Menurutnya, di Indonesia yang terbanyak adalah pesantren sebagai sebuah wadah. ”Namun ada juga yang gabungan,” katanya. ”Nah, kita akan membentuk kurikulum khusus untuk pesantren itu,” katanya.

Pada kesempatan itu Ali juga mengungkapkan bahwa pendidikan madrasah sudah mulai dapat disejajarkan dengan sekolah umum dengan berhasilnya pendidikan sekolah tersebut merebut kejuaraan sains tingkat nasional dan internasional. Kementerian Agama memberikan penghargaan kepada siswa siswi berprestasi pendidikan Madrasah Ibtidayah , Madrasah Tsanawiyah serta Madrasah Aliyah.

Mereka dinilai telah berhasil menggaet medali dalam lomba sains tingkat nasional dan internasional. Baik dalam bidang sains, matematik dan teknologi (robot) oleh siswa madrasah tingkat Ibtidayah dan madrasah Aliyah tersebut, maka berarti pendidikan di madrasah bisa dinilai tidak kalah dengan sekolah umum. ”Kami tidak membentuk pendidikan khusus bagi siswa berprestasi sebagaimana sekolah umum,” kata Mohammad Ali.

Sebelumnya ada senyalemen bahwa ada perbedaan kualitas antara madrasah dibanding sekolah umum. Karena sebagian besar madrasah dikelola swasta, yakni 91,5 persen, dan yang negeri hanya 8,5 persen. Dengan prestasi tersebut berarti madrasah bisa disejajarkan dengan pendidikan di sekolah umum.

Madrasah di Indonesia adalah lembaga pendidikan formal yang kurikulumnya mengacu pada kurikulum pendidikan nasional, tapi memiliki muatan agama yang lebih banyak dibanding sekolah. Jika sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, madrasah dipayungi Kementerian Agama. osa/taq

7 thoughts on “Pesantren terancam kehilangan ciri khasnya

    Agus Purwoko said:
    5 Januari 2010 pukul 13:07

    Wah bagaimana jadinya nanti! Ujian nasional aja udah jadi kontroversi apalagi ini akan jadi apa nantinya!

    Dymas Purwa said:
    5 Januari 2010 pukul 19:03

    wah, apa emang perlu seperti itu, itu akan membatasi gerak pesantren sendiri, sebenarnya punya hak apa pemerintah seperti itu, ppesantren tempatnya ilmu akhirat, bukan dunia seperti UN, jadi ga bisa disamakan lah,

    SAUT BOANGMANALU said:
    5 Januari 2010 pukul 20:09

    terobosan yang baik…
    http://boeangsaoet.wordpress.com

    sunarnosahlan said:
    6 Januari 2010 pukul 12:12

    semoga payung hukumnya tak merugikan pesantren itu sendiri

    catatan febri said:
    8 Januari 2010 pukul 07:56

    wah, kalau UN di pesantren maka pesantren benar benar kehilangan ciri khasnya

    achmadsyarifuddin said:
    2 Juli 2011 pukul 06:06

    kurikulum pesantren kok mau di standarkan secara nasional…..?tp mungkin ada baiknya juga, lihat dulu hasil rancangannya, sosialisasikan dan musyawarah dulu dg para kyai-kyai serta tokoh pendidikan pesantren…..kalo menguntungkan pesantren, mungkin pesantren mau…yang jelas musyawarah dulu dg hikmah dan kebijaksanaan

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s