Inilah Agama Yang Pasti Benar

Posted on Updated on

Manakah agama yang pasti benar? Dengan kata lain, berdasarkan kriteria agama yang benar, manakah agama yang mendorongku untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari kebenaran? Apakah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Chu, Yahudi, Humanisme, Agnotisisme, Universalisme Tauhid, atau apa?

Untuk lebih memahami jawabanku, engkau perlu menyimak lebih dahulu artikelku terdahulu, “Akhirnya, kutemukan agama yang pasti benar“. Kalau sudah, baiklah. Berikut ini jawabanku terhadap pertanyaan tadi.

Ingat, yang kumaksudkan dengan agama adalah “sistem kepercayaan yang dianut oleh seorang individu sebagai tanggapan terhadap kenyataan bahwa individu tersebut sedang hidup dan akan mati”. Dengan definisi tersebut, pikiran polosku menyatakan bahwa agama yang pasti benar itu bisa lebih dari satu. (Namun, akal telanjangku tidak bisa menyatakan bahwa semua agama pasti benar. Sebab, ada sejumlah agama yang kurang atau tidak mendorongku untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari kebenaran.) Dengan definisi tersebut pula, aku sudah menemukan agama yang mendorongku untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari kebenaran.

agama yang pasti benar

Manakah agama yang mendorongku untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari kebenaran? Apakah sama dengan agama yang telah kuanut selama ini?
Selama ini, “agama” yang tertulis di KTP-ku adalah Islam. Namun, karena agama kita bersifat individual sebagaimana yang telah kujelaskan di artikel terdahulu, keislamanku tidaklah sama persis dengan keislaman kebanyakan orang-orang Islam lainnya. Menurut akal telanjangku, agamaku sekarang sangat dekat dengan agamanya Ustadz Yunahar Ilyas dan Buya Syafi’i Ma’arif. Keduanya adalah tokoh Muhammadiyah yang berpengaruh besar terhadap diriku untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari kebenaran. (Lihat pandangan Yunahar Ilyas di “Wajibkah …” dan Syafi’i Ma’arif di “Maarif Institute“.)

Sungguhpun demikian, mungkin saja sistem kepercayaanku sekarang sangat dekat pula dengan sistem kepercayaan sejumlah muslim lainnya, terutama dari kalangan ‘Muslim Moderat‘. Bahkan, mungkin pula sistem kepercayaanku saat ini dekat juga dengan sistem kepercayaan non-Muslim tertentu, misalnya: Kristen Tauhid. Malah menurut sebuah kuis mengenai agama apakah yang sebenarnya kita anut, agama yang sistem kepercayaannya paling dekat dengan agamaku bukanlah Islam, melainkan Universalisme Tauhid (UT). (Dibandingkan dengan para pemeluk agama lain, tampaknya para pemeluk agama UT inilah yang paling dahsyat dalam mendorongku untuk senantiasa bersungguh-sungguh mencari kebenaran.)

Apakah kita bisa menganut agama lebih dari satu?
Ya dan tidak. Bila kita belum menemukan agama yang benar sesuai dengan kriteria agama yang benar, padahal kita sudah bersungguh-sungguh mencarinya, maka kita belum perlu beragama. Kalau yang memenuhi kriteria itu barulah satu agama saja, maka cukup satu itu dulu saja agama kita. Namun jika kita jumpai bahwa agama yang benar itu lebih dari satu, maka kita pun bisa menganut agama lebih dari satu. Jadi, kuncinya adalah kriteria agama yang benar.

Bagaimana dengan diriku sendiri? Bisakah aku menganut agama lebih dari satu?
Dengan definisi agama sebagaimana tersebut di atas, yaitu bahwa agama itu bersifat individual, maka pikiran polosku menyatakan bahwa aku bisa menganut agama lebih dari satu. Aku dapat menganut sekaligus agama Islam ala Yunahar Ilyas, agama Universalisme Tauhid ala diriku sendiri, agama Islam ala Syafi’i Ma’arif, dan agama-agama lainnya, asalkan memenuhi kriteria agama yang benar.

Begitulah pikiran polos dari akal telanjangku mengenai agamaku yang pasti benar. Bagaimana dengan agamamu menurut dirimu sendiri?

55 thoughts on “Inilah Agama Yang Pasti Benar

    Thomas said:
    27 April 2010 pukul 13:14

    MEnarik……memang yang paling ideal adalah jika kita memandang agama kita adalah yang benar, tapi seiring berjalannya waktu, banyak pergulatan yang kita hadapi, yang kemudian mempengaruhi pola pikir kita…..pengalaman anda saat ini sedang saya rasakan.

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/26/tragedi-taksaka/

      M Shodiq Mustika responded:
      27 April 2010 pukul 13:36

      Tulis di blog dong, pengalamannya. Mungkin ada banyak yang bisa kupelajari dari pengalaman bung Thomas.

    anonim said:
    3 Mei 2010 pukul 10:04

    Cobalah baca terjemah ALqur’an mulai dari juz 30 yang paling belakang sendiri…..

      M Shodiq Mustika responded:
      4 Mei 2010 pukul 12:47

      Mengapa terjemahnya? Apakah di situ ada sesuatu yang pasti benar? Bagaimana kalau terjemahnya kurang tepat dalam menyampaikan maksud sebenarnya yang termaktub dalam bahasa aslinya?

    predik said:
    4 Mei 2010 pukul 22:58

    Ulasannya muter2 gan….. ga siip

    predik said:
    4 Mei 2010 pukul 22:59

    maksudku muter2 ditempat……. dari judulnya sampai alinea akhir ya itu2 juga…bosen

      M Shodiq Mustika responded:
      5 Mei 2010 pukul 23:42

      Tulisanku memang tidak untuk ditelan bulat-bulat. (Silakan perhatikan halaman “About“)

    abu shiddiq said:
    5 Mei 2010 pukul 22:30

    Spertinya anda masih bingung, berkutat dengan analisa-analisa yang ngambang, maka anda belum menemukan agama yang pasti benar, tapi akan terus berada dalam kebimbangan walaupun merasa sudah yakin benar.

      M Shodiq Mustika responded:
      5 Mei 2010 pukul 23:51

      Aku belum mengerti bagaimana dirimu melihat keyakinanku. Bukankah keyakinan seseorang tidak dapat diketahui oleh orang lain, bahkan oleh nabi utusan Tuhan? Bukankah hanya Dia yang Mahatahu? Jadi, untuk apa kita mempersoalkan apakah aku sudah yakin benar ataukah belum?

        felly said:
        25 Agustus 2010 pukul 00:26

        kayaknya anda adalah perwujudab org” kafir….

          Abdurrahman said:
          23 Oktober 2010 pukul 20:40

          Membaca tulisannya… Si penulis memang orang yang bingung, ga tau tujuan ia diciptakan. Sehingga dia jg tidak tau agama yang benar. Padahal sudah sangat jelas dalam Al Qur’an. Lihat Q.S. Ali Imron : 19, Q.S. Al Maidah : 3, itu sudah cukup sbg bukti bahwa agama yang diakui dan diridhai di sisi Allah adalah ISLAM.

    Zulfi said:
    22 Mei 2010 pukul 14:57

    Terus bagaimana dengan Surat Ali Imran ayat 19 yang bunyinya “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam…” ??

    idris_nawawimisteri said:
    12 Juni 2010 pukul 18:57

    Hal semacam ini gak usah dibahas, toh sejak Nabi Muhammad, agama terbaik Islam, dengan kategori mengikuti Syara’ Thorekoh, Hakekat dan Ma’rifat “Thobaqo anthobaq” gini aja masih dibahas…………

    beyly dayanto said:
    12 Juni 2010 pukul 22:42

    Parameter penyebutan ” benar” itu termasuk dalam kategori relative/unstatis, karena skala kebenaran itu sangat sukar dibuktikan baik melalui angka dan huruf. Seperti bila jawaban benar nilainya 100 atau dengan skala linkert dll. Yang dipermasalahkan sesungguhnya bukan benar tidaknya suatu agama, tetapi “Sejauh mana kita memahami dan meyakini agama yang kita miliki dan mengamalkannya”. Inti dari Agama adalah perbuatan baik antara sesama Mahluk baik Manusia maupun lainnya dan Perbuatan baik untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta Kita.

      wilson saragih said:
      4 Juli 2010 pukul 18:15

      saya setuju dgn mas Beyly, (benar) itu adalah kata sifat jdi artinya sangat luas, sama seperti kata cantik, ganteng, cakap, jelek, indah dll, contoh : siwati adalah gadis tercantik di indonesia, mgkin byk orang bilang klau (siWati) itu adalah cantik dan byk jg orang bilang kalau (siWati) itu jlek, itulah kata sifat, siapa yang bisa pastikan seluruh umat manusia mengatakan kalau siWATI itu adalah cantik
      untuk lbh menjelaskan lagi,
      ingatlah dan camkanlah dalam hati kita masing2,
      tdk usah anda cari tau agama mana yang paling benar karna sampai akhir hidup anda, anda tak kan mendapat jawabannya, malah anda akan semakin pusing dan pikiran anda akan smakin kacau jika mencari agama yang paling benar, jika anda setuju dengan kata kata saya yang dibawah ini maka ingatalah slalu dalam hidup anda, (manusia adalah mahkluk tertinggi di bumi ini dan manusia tdk ada yang sempurna seperti Tuhan, jadi manusia memiliki kemampuan yang terbatas, jadi janganlah anda melebihi kemampuan Tuhan, pernahkah Tuhan berkata agama X adalah agama yang benar…..????, Tuhan sengaja membuat kita berbeda, kenapa……???? pernahkah anda berpikir jika seluruh umat manusia memiliki agama,suku,budaya yang sama??? apa yang akan terjadi jika semuanya sama…???

      yang terakhir,
      manusia tidak akan dapat membedakan agama apa yang paling benar tapi
      Tuhanlah yang bisa membedakan agama mana yang benar, jadi saran saya buat semua manusia jalankanlah agama anda dgn baik dan benar maka disitulah anda temukan agama yang benar, apa pun agama anda itu adalah benar selagi ajarannya adalah baik dan benar, trims

      Ken A Rock said:
      4 November 2012 pukul 23:06

      hehehe..
      ya udah.. bikin z agama sendiri..
      Muhammad SAW adalah rahmat..
      Hidayah adalah kuasa Alloh SWT.. n kalian yang selalu RAGU akan kebenaran, tentu bukan otak kalian yang salah, tapi didalam hati kalian terdapat penyakit hati.. dan kita semua tau, penyakit hati tak pernah ada obatnya kecuali Alqur’an…
      kalaupun kalian mengingkari/ tak taat kepada Alloh SWT apakah Alloh akan berhenti menjadi Tuhan Semesta Alam? Jawabannya tentu TIDAK!! alasannya “Memangnya kalian siapa??”
      kalau kalian membahas soal benar salah!! Aku akan menjawab ISLAM adalah agama yang paling benar, Agama itu sebuah keyakinan (ke-Iman-an) bukan untuk dipersentasekan!! jika kalian bertanya tentang membahas/ berfikir soal kebenaran?? Aku akan bertanya “APAKAH KALIAN YAKIN OTAK KALIAN TELAH DICIPTAKAN DENGAN BENAR, SEHINGGA MAMPU BERPIKIR DENGAN BENAR???”
      Alloh SWT membuat semuanya dengan berpasang-pasangan (laki-laki x perempuan, bodoh x pintar, benar x salah, dll)
      Saya tidak setuju jika semua agama itu benar!! ISLAM adalah MUTLAK agama yang paling benar!!

    […] Oleh karena itu, aku kurang tertarik untuk memperdebatkan manakah Islam yang sebenarnya. Aku lebih suka mengatakan: “Inilah agama yang pasti benar [bagiku].“ […]

    akhiruddin said:
    23 Juli 2010 pukul 08:47

    agama yg benar islam..selain tu sesat.kapir….

    dhani said:
    23 Juli 2010 pukul 23:05

    masalah agama mw di bahas ga ada habisnya,so melihat agama bisa dri kitab sucinya,semua agama mempunyai kitab suci yg menjadi acuan dalam menunaikan ibadahnya.sebuah kitab bisa di katakan suci apabila lepas dri kesalahan,bebas dri campur tangan manusia,serta bentroknya ayat 1 dgn ayat lain[apa mungkin sebuah kitab suci yg dtng dari tuhan ada kesalahan???]…asal seseorang mw berpikir secara logika dan mw lepas dari sifat EGOIS pasti tw mana yg benar.TY

    rosendi said:
    4 Agustus 2010 pukul 16:14

    Setiap orang punya standar kebenaran masing-masing, kalau standar kebenaran masih relatif maka “kebenaranya” pun akan relatif!
    seperti hal nya :
    semua agama adalah benar menurut kepercayaannya masing-masing adalah benar dan TIDAK SALAH, karena menurut kepercayaannya masing-masing. Tp kalau dikaji secara rasional objektif maka tidak mungkin semua agama adalah benar pasti hanya ada 1 kebenaran.
    Pasti ada Tuhan diantara hantu-hantu
    Pasti ada Agama diantara gama-gama..

    Kebenaran itu pasti datangnya dari Rabb, karena dialah yang “TER”, “maha”, “paling”.
    Yang membedakan kebenaran itu :
    1. kebenaran tidak berdasarkan wahyu.
    2. kebenaran berdasarkan wahyu.
    Yang jelas Tidak ada paksaan memeluk ISLAM, “you know what are you doing”. Resiko tanggung sendiri…

    Islam Yang Benar | Rohis_Gaul's Blog said:
    15 Agustus 2010 pukul 12:43

    […] kurang tertarik untuk memperdebatkan manakah Islam yang sebenarnya. Aku lebih suka mengatakan: “Inilah agama yang pasti benar [bagiku].“ This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. ← Ciri-Ciri […]

    Sony said:
    28 Agustus 2010 pukul 16:53

    Menurut saya, yang sudah membaca n memahami al-quran dan injil, dan keduanya memiliki kesamaan dalam ayatnya, saya hanya percaya pada Isa al (arab) atau Jesus (eng) atau Yesus (yahudi). Dalam kedua kitap ditulis jelas : Hanya melalui Dia kita bisa masuk surga. Maka kita harus mengikuti ajaranNya.

      M Shodiq Mustika responded:
      1 September 2010 pukul 03:55

      @ Sony
      Ya, hanya melalui Dia kita bisa masuk surga. Dialah Tuhan yang oleh Isa dalam injil disebut sebagai “Bapa”.
      “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Surga.” (Matius 7:21).

        thomas Yanto said:
        17 April 2011 pukul 05:44

        Tuhan itu agamanya apa sih………??? Bukankah agama yang sering bikin gesek gesek antar manusia. BAIK ,BENAR dan PENUH KASIH dalam menjalani kehidupan ini yang dituntut Tuhan pada umatNYA. Semua itu untuk menebus dosa yang disukai manusia yaitu KESOMBONGAN. Seperti anda anda diblog ini suka akan dosa tersebut.

      abu sandy said:
      4 Agustus 2013 pukul 10:53

      untuk soni sy mau tanya sejakkapan nabi isa di angkat mnjadi tuhan dan bagaimana munkin bisah masuk surga yg kerjanya hanya bersinah’mabuk’dll kata istri sy yg mantang keristen setiap tggl 25 dessember malaikat pada turun jemput naik ke surga tdk masuk akal kerjanya sinah’mabuk’mkan haram’dll masuk surga nenek loh yg punya surga”’coba tanya pendetamu apa kuncinya surga tapi harus jwab yg jjr ya”’

    kitiran said:
    2 Oktober 2010 pukul 23:46

    sekedar mengeluarin unek2 aja pak…
    saya sendi ri juga bingung tentang agama…malah semakin logis berpikir malah jauh dari agama. kalao saya sih mikirnya cukuplah berbuat baik maka itulah agamaku. namun saya setuju dengan semua agama yang pada intinya mengajarkan tentang kebaikan yang sepaham dengan saya. soal perbedaan yang ini atau itu kan tergantung dari manusianya, soalnya menurut saya manusia itu makluk paling kejam yang kebanyakan berfikir yang menaunginya itulah yang akan dijunjung tinggi karna mengikuti kepuasan batinya tidak pernah cukup dengan hidup sederhana. malah saya membayangkan jika tidak ada agama apa jadinya dunia ini? siapa yang menuntun kita dari awalnya.

    maaf kalo tidak berkenan dihati yang membaca saya cuma mengeluarkan unek2 saya aja.

    Hood_shaf said:
    7 Oktober 2010 pukul 14:14

    Manusia di beri banyak hal oleh tuhan. Di antaranya adalah akal dan hati. Untuk menilai agama mana yang di percayanya maka haruslah kita menggunakan akal kita. Mana ajaran yang paling mengajarkan kebaikan, mana yang paling meperingati kita untuk menjauhi keburukan. Dan untuk meyakini sesuatu agama kita harus lah memperkuat hati kita. Mencintai dan melakukan seluruh kewajiban kita sebagai penganut agama.

    Kita sebagai manusia bebas dan berhak untuk memilih. Tidak ada paksaan dalam islam untuk mengikuti agama islam. Bahkan tuhan tidak pernah memusuhi umat non islam. Allah hanya memusuhi dan mengutuk umat yang benar2 sudah mengingkarinya. Agamamu adalah agamamu, dan agamaku adalah agamaku.

    Abdurrahman said:
    23 Oktober 2010 pukul 20:33

    Na’udzubillahi min dzalik… Merinding rasanya membaca tulisan ini… Apakah belum sampai pada kalian suatu ayat dalam Al Qur’an (Al Maidah ayat 3) yang artinya : “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan untukmu nikmat-Ku, dan aku ridhai islam sebagai agamamu”. Ayat ini dengan gamblang bahwa agama yang diakui dan diridhai di sisi Allah hanyalah islam. Sebagaimana Allah jg berfirman “Sesungguhnya agama yang diakui di sisi Allah hanyalah islam” (Q.S. Ali Imron : 19)… Barangsiapa mencari agama selain islam maka sekali-kali tidak akan diterima, dan di akhirat akan termasuk orang2 yang merugi. Pikirkanlah… wahai orang2 yang memiliki akal.

      sylahuddin said:
      4 April 2011 pukul 21:29

      Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. 18:29)

    Manusia Pasrah said:
    12 Januari 2011 pukul 17:47

    Sudah aku pikirin kok Mas abdurahman, Agamaku untukku dan Agamamu untukmu, selesai finish..gitu ajaa pusing…

    khairuddin said:
    21 Februari 2011 pukul 17:32

    maaf mas sony.kami sebagai ummat islam mempercayai semua nabi dan kitabnya .namun kami tidak boleh mempelajari,kcuali kitab al’quran. termasuk nabi kepercayaan anda,namun akhir kitab anda yang asli bahwa nabi isa mengatakan dalam kitabnya,setelah saya ada nabi yang terakhir membawa agama yan sempurna yaitu nabi muhammad, namum saya memberi pandangan saja ,bagaimana tuhan jesus anda mau menolong anda masuk kesurga, diri sendiri tak bisa diselamtkannya.buktinya kan sudah ada, coba berpikir secara akal sehat,tk,s

      thomas Yanto said:
      17 April 2011 pukul 05:53

      Bukan Yesus yang masukkan Surga tapi ikuti cara hidup Dia yang penuh tauladan dan kasih mka kamu akan masuk surga. Gambaran sudah jelas tentang kehidupan Yesus sampai wafat. Raga yang disalib dan roh kembali ke Tuhan,gambaran manusia ya seperti itu ga usah reka yasa ujung ujungnya untuk dapetin duit agama untuk topeng belaka.

    Malik said:
    23 Februari 2011 pukul 10:59

    Kalo menurut saya kebenaran harus dicari…

    Orang yang lahir dari keluarga kristen dia akan beragama kristen, yang dari keluarga budha akan beragama budha, dari keluarga islam akan beragama islam.

    Jadi ketika anda lahir anda sudah di berikan agama oleh keluarga anda. Apakah anda akan menerima mentah2 agama yang diberikan keluarga anda? Tidak, kebenaran harus dicari… Meskipun sulit

    ture said:
    7 April 2011 pukul 14:53

    Sudah aku pikirin kok Mas abdurahman, Agamaku untukku dan Agamamu untukmu, selesai finish..gitu ajaa pusing…
    setuju…manusia pasrah…tak ush lh perdebatkan agama siapa yg paling benar…ini mslh agama…terlalu sensitif bwt d permasalahkan…
    jalani dan yakini aja kebenaran agama mu…tak perlu kita yakinkan org lain bhwa agama ku lh yg paling benar…

    thomas Yanto said:
    17 April 2011 pukul 06:02

    GUSTIALLAH= Baguse Ati Wani Ngalah. AGAMA = Ageman. Kalau sudah begini Tuhan agamanya apa sih mas…….? Nabi mana yang SAFAAT dan MUAFALAT . Sudah Jelas belum kalau belum ulangi buku buku yang pernah anda baca…….!!!!!

    miceh said:
    18 April 2011 pukul 17:02

    Untuk pak M Shodiq Mustika ketahuilah bahwa dalam pikiran anda ada syetan yang mengganggu fitrah keyakinanmu. Alam semesta sudah jelas diciptakan Alloh SWT, Dia Rob kita, yesus/isa/budha/dll jelas bukan Rob karena, yesus/isa/budha/dll baru ada setelah bumi ini diciptakan, mereka adalah mahkluk Alloh SWT.. menurutku anda adalah orang JIL (jaringan islam liberal), kusarankan bertaubatlah, karena agama yang benar adalah ISLAM selain itu salah, dan meyakini semua agama benar adalah kafir. Ya Alloh, saksikanlah aku telah mendakwahi orang ini, jika Engkau menyesatkan pak M Shodiq Mustika, sungguh aku tiada sanggup memberi petunjuk.. Ampunilah aku, tunjukkanlah jalan Mu yang lurus kepadaku, jangan Engkau sesatkan aku..

      asdf said:
      6 September 2011 pukul 15:36

      setuju. banyak juga link2 disini yang saling bertautan, seperti rantai yang tak berujung..dan komen yang dibalas adalah yg lebih ke arah persetujuan saja.

      salam

    Mr.Nunusaku said:
    14 Oktober 2011 pukul 16:53

    Terdengar agama yang terbaik dirondhoi oleh Allah adalah islam kata muslim…..tetapi agama
    yang dianggap terbaik ternyata kematian Muhammad bin Abdulah sebagai nabi terbaik terkunci
    dalam siksaan kuburan Medinah. Dimanakah yang terbaik dalam perjalanan keselamatan islam..?
    Jika nabinya ya aja terkunci dalam liang kuburan….dan bagaiman dengan umattnya…?

    Selalu terdengar dan terdengar dalam iman muslim INSYAALLAH !
    Berarkti dalam pencarian belum pasti..? jika didalam islam dan beriman dalam keraguan…buat apa
    aku membuang banyak energi…tetapi berakhir bersama Muhammad dalam liang kuburan…?
    sia-sialah perjalanan untuk menuju pintu surgawai……I n s y a Allah !

      sony said:
      30 Juni 2012 pukul 22:53

      @Mr.Nunusaku. !!!!!!!?????????
      Orang setengah telanjang kamu sembah ???????? matinya di salib…….gitu koq kamu sembah ????????

      Ken A Rock said:
      4 November 2012 pukul 23:30

      Selain ISLAM tak ada agama yang mempercayai/ mengajarkan tentang adanya hari akhir, mungkin.. mereka akan selalu hidup dibumi walaupun bumi ini akan hancur.. ingat!! barang tambang tidak dapat diperbaharui, artinya suatu saat nanti, ketika bumi hancur pun tidak ada yang dapat memperbaharui…
      ISLAM telah menanamkan pendidikan bahwa “DUNIA (BUMI) TEMPAT KITA BERTANAM (AMAL) DAN KEHIDUPAN KEKAL SESUNGGUHNYA ADALAH AKHIRAT Insya Alloh itu bukanlah ketidak pastian!! kita adalah MAKHLUK, makhluk tidak berkuasa atas segala apapun kecuali atas kehendak KHOLIK (pencipta) JANJI = HUTANG, HUTANG = WAJIB DIBAYAR karena akan memberatkan ibadah seseorang, tetapi ISLAM juga tidak hanya meninggalkan umatnya dengan kata INSYA ALLOH, Islam mengajarkan “hati-hatilah dalam berjanji (berhutang) karena hutang/ janji = penyakit.

      Jika orang Kristen bangga dengan sesembahannya, apakah mereka tidak berfikir?? mereka hanya orang bodoh!! “masa sesembahan dengan yang nyembah koq lebih jelek yang disembah, aku sendiri bisa buat yang lebih ganteng dan cakep dari itu”

      BUMI INI TIDAK KEKAL!! SUATU SAAT AKAN HANCUR!! PIKIR… PIKIR… PIKIR…
      sekarang begini saja, kalau diantara kalian ingin membuktikan bahwa akhirat itu ada, dimana agama kalian tidak pernah mengenalkan tentang akhirat pada jama’at kalian,,, ini bukan mitos!! besok kalau salah satu pendeta (orang yang paling taat) kalian ada yang meninggal, kubur sebentar saja ya minimal 30 menit.. kemudian bongkar lagi kuburx… liat mayat yang kalian khias dengan jas bodoh itu.. ada bekas luka bakar tidak disana!!?? kalau tidak ada itu artinya orang yang anda kubur/ makamkan benar orang yang sholeh.. hehehe.. kalau gosong semua itu artinya “kalian semua juga akan seperti itu!!”

    ibnu rois said:
    5 November 2011 pukul 09:36

    Penulis tulisan ini adalah “ahlu ad jaddal”(ahli berdebad alias ngeyel). biar ayat-ayat al Qur’an jelas mengatakan begitu juga dia akan mendebatnya. Orang seperti anda ini kan bikin orang bingung menjadi bingung dan orang yang baru belajar Islam akan kembali “riddah”. Tipe macam ini sama saja dengan “Musailamah al kadzdzaab” si pendusta alias nabi palsu pada zaman nabi. Juga tipe orang macam ini adalah profokator dengan propaganda yang murahan. dia sengaja memutarbalikan pikiran orang , tujuannya agar muslimin jadi meninggalkan islamnya. Pernyataannya tidak konsekuen, kadang mirip islam, kadang mirip kristen dan kadang mirip yahudi. Kebenaran yang diklaim sesuai dengan jati dirinya (hati nuraninya)berarti dia adalah pengabdi hawa nafsu” Afaroaeta man ittakhodza ilaahahu hawa”? “Al Haqqu mir robbika fala takunanna minal mumtarin”, coba dua ayat itu terjemahkan menurut versi anda!!!

    BangAchang said:
    30 November 2011 pukul 01:10

    Adakah agama yang dapat membuatmu ketawa ketika ajal tiba? Yang penting itu bukan agama apa yang benar. Yang penting adalah apa diri anda ketika anda meninggal. karena diri anda yang mau diperiksa. bukan agama anda. Agama “dibuat” alias dipercayai untuk memperbaiki diri anda.

    BangAchang said:
    30 November 2011 pukul 01:18

    Kalau anda sudah benar maka otomatis agama anda dan “Tuhan” anda benar. Kalau Agama dan Tuhan benar belum tentu anda benar.Kalau anda tidak benar betapapun benar agama dan Tuhan itu tidak ada artinya. Carilah manusia yang hidupnya benar dan akan meninggal dengan benar yang masih hidup sekarang ini, bukan mengikuti orang yang sudah ribuan tahun meninggal.

    BangAchang said:
    30 November 2011 pukul 01:29

    Nabi Isa (Yesus), Budha, Muhammad, Musa, Krishna, adalah tokoh yang hidup dan meninggal dengan benar. Mereka adalah pencari kebenaran dan berhasil menemukannya. Apa yang kita sebut sebagai agama sekarang ini adalah ucapan-ucapan mereka yang disampaikan secara lisan dan tertulis. Apakah warisan ajaran Mereka yang hanya anda baca atau dengar dapat menjadikan diri anda benar? Mengikuti mereka berarti berperilaku seperti mereka. dan perilaku inti mereka adalah mencari kebenaran sendiri sampai menemukannya.

    pongideae said:
    3 Desember 2011 pukul 08:19

    inilah hasil dari mendewakan “OTAK”, yang melahirkan argumen-argumen sesat, sehingga melupakan garis yang sudah ditentukan Tuhan, islam adalah agama akal tetapi jangan sampai meng – AKAL AKAL tanpa melalui guru yang benar, yang pada akhirnya akan digurui syetan, sehingga selalu menyalahkan Tuhan. Sudah jelas pedoman diturunkan dalam wujud ” ZABUR, TAURAT, INJIL dan AL-QUR’AN” agar kita manusia tidak sesat, dan AL-QUR’AN sebagai pedoman yang sempurna yang selayaknya kita kaji dengan benar (jangan melelui bimbingan “AKAL tanpa GURU atau SYETAN” ) dan kita amalkan. Isya Alloh sebenarnya ISLAM (selamat) kita dapatkan

    Markus said:
    25 Desember 2011 pukul 01:05

    AGAMA SEMUA SAMA. 1 TUJUAN KE PADA ALLAH , PALING BEDA PENYEBUTAN DI ISLAM ALLAH SWT , PROTESTAN ALLAH BAPA. HANYA BEDA UTUSAN ISLASM PADA NABI MOHAMMAD KRISTIANI NABI ISA/YESUS. ( YESUS BKN TUHAN MELAINKAN FIRMAN ALLAH ) DI DALAM GEREJA ATAU PUN INJIL BLM ADA DISEBUTKAN TUHAN YESUS TAPI “YESUS”.. YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH BAPA … YANG DITURUNKAN ALLAH BAPA DENGAN WUJUD MANUSIA… NAMUN SESUNGGUHNYA DIA FIRMAN,0

    ADA SATU VIDEO YOUTUBE TENTANG KETUA FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) DI JATIM KALAU GK SALAH. YG BERNAMA MOH.ALI MAKRUS BELIAU SEORANG KETUA JIHAD, KERJAANYA NGEBOM GEREJA GEREJA NUSANTARA… CONTOH BALI , DIA KEPALA PECONG PENGEBOMNYA.

    TAPI APA????
    PADA WAKTU ITU DIA MERENCANAKAN PENGEBOMAN 27 GEREJA NUSANTARA , SEBELUM ITU DIA MENYUSUN STRATEGI .STRATEGI “GAIB” AGAR SUPAYA BERJALAN LANCAR…. DIA PUN MASUK KE ALAM GAIB RENCANA MAU NGAMBIL “JIMAT”/ PADA SAAT NGEROGO SUKMO DIA DIPEGANG BAHUNYA WAKTU DIA LIHAT HANYA SATU TANGAN KANAN BERSINAR TERANG DENGAN MEMEGANG SEPOTONG ROTI KECIL, ALI PUN DISURUH MENGAMBIL, DIA TDK MAU SETELAH ITU DIA KEMBALI LAGI KE ALAM NYATA..
    “PENASARAN” KEESOKAN HARINYA DIA PUN MASUK LAGI KE ALAM GAIB HAL YANG SAMA TERJADI NAMUN DIA MEMBRANIKAN DIRI MEMEGANG TANGAN ITU.
    LALU DIA KEBALI LAGI KE ALAM NORMAL DAN BERTANYA KE PADA KI JOKO BODOH YANG BERAGAMA “X” ( KI JOKO BODOH GAK PUNYA AGAMA) NAMUN DIA PERCAYA ALLAH ITU ADA.
    ALI BERTANYA KE PADA KI JOKO , SIAPA KAH DIA YANG MENYAPA AQ DI ALAM SANA???
    JAWAB KI JOKO “DIA ALAH BAPA YANG KEKAL” .ALI PUN BERKATA ” SUNGGUH INDAH DAN DAMAI SAAT DIAT TEPUK BAHU KU , SEMUA MASALAH SIRNA POKOKNYA HATI DAN JIWA MENJADI ENTENG”.

    OLEH KARENA ITU MOH.ALI MAKRUS BERTOBAT KARENA DIA TELAH MENEMUKAN JALAN SEBENARNYA DIA BERTOBAT DAN MEMASUKI DUNIA KRISTIANI. SEMENJAK ITU DIA SERING MENDAPATKAN MASALAH YANG BERTUBI TUBI DARI PIHAK LPI DAN ORANG SEKITAR.
    SEHINGGA DIA LARI DAN TERUS LARI DAN MENDAPATKAN TEMPAT YANG MAU MENERIMANYA PADA SEBUAH GEREJA.. SEBELUM DIA PERGI PUN DIA BERTNYA KEPADA ANAK ISTERINYA : APAKAH KALIAN MAU MENGIKUTI AKU SEBAGAI UMAT UMAT KRISTIANI?? AWALNA ISTERINYA RAGU > APAKAH ITU AJARAN AGAMA YANG BAIK??? APAKAH DI KITAB SUCI DIAJARKAN UNTUK MENCEMOOH, MANCACI, MENGATAKAN KAFIR KEPADA UMAT KRISTIANI DAN AGAMA LAIN… HEYY…… SOOOBBBBB… WHAT’S WRONG?????? KEMANE AJE ???? DRI SITU APA KALIAN GAK BISA AMBIL KESIMPULAN ?/???

      datuk chemote said:
      19 Januari 2012 pukul 14:49

      KESIMPULAN KU ORANG MURTAD KO DIIKUTI, MANA ADA CERITA ORANG BISA KE ALAM GAIB, DAN YANG DITANYA DAN DIAKUI KEBENARAN ORANG BERAGAMA KI JOKO BODO, HAHAHHAH KECEIAN KECIAN

    groacbolong said:
    17 Oktober 2012 pukul 12:15

    STOP perdebatan …. STOP permusuhan..mari kita saling asih …mari kita saling asuh….hargai pendapat orang bila terdapat beda pandangan .sejauuuh tdk ada yang di rugikan

    Hamba Allah said:
    9 Juni 2013 pukul 20:54

    Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tdklh kn ditrima (agama tu) dr padanya,& ia di akhirat termasuk orang2 yg rugi (QS.Ali Imran 85)

    abu sandy said:
    4 Agustus 2013 pukul 02:02

    kalu untuk sy peribadi agama tidak boleh di pakekan akal”apapun yg dikatakan di dlam alqur’an dan sunnah itu yg btul UT itu agama apasi pake akal lagi kalau memili agama jgan mendewakan akal krna klau pake akal itu bisah jadi setan punya pemikiran”””

    abu sandy said:
    4 Agustus 2013 pukul 02:49

    klau masalah muh ali makrus itu baru dibilang teroris dia bukan bagian dari islam yg sebenarnya krna islam tdk mmerntahkan kita salin mmbunu”””ada 4 org kafir hanya satu yg bisah di musuhi yg 3 tdk boleh yg 1,org kafir yg dibawa pemerintah islam yg ke 2 org kafir mmbuat perjanjian damai bersama kaum muslimin yg ke 3 org kafir yg masuk di negara islam tapi dilindungi oleh pemerintah islam yg ke 4 org kafir yg membuat permusuhan terhadap islam”””nah yg 4 inilah yg bisah kita musuhi yg 3 tdk boleh dosah””””

    alloh swt said:
    4 Agustus 2013 pukul 06:20

    Quran memang kitab yg penuh kesalahan. Ini buktinya : perintah alloh untuk sujud ke adam hanya kepada malaekat tapi koq allah marah kepada iblis, apa alloh lupa bahwa perintahnya hanya ke malaekat ? Respon iblis tak kalah bodohnya dgn alloh (lain ditanya lain dijawab) ketika iblis menjawab ia dari api sedang adam dari tanah dimana semestinya iblis menjawab ia tidak sujud karena perintah sujud hanya kepada malaekat. Quran inikah yg muslim anggap kitab sempurna diturunkan dari alloh ? Kenyataannya sekarang quran hanya menghasilkan jihadis bom bunuh diri dgm iming2 masuk surga dan pesta pora sex dgn 72 bidadari…benar-benar kitab yg diturunkan dari iblis satan yg berkedok alloh swt.

    abu sandy said:
    4 Agustus 2013 pukul 11:10

    klau belajar al qur’an jgn stenga2 nnti salah artikan lgi””’asal kamu tau islam yg sebenarnx itu benci yg namanya bom bunuh diri alloh sj mmbenci org bunuh diri tdk semua org kafir itu di perangi”coba baca sy punya di atas ttan org kafir””islam itu cinta kedamaian kita tdk boleh benci walaupun dia bkan islam kecuali dia mmerangi kit baru wajib kita melawan kalau tdk tdk boleh dosah hukumnya”’ini bru islam yg sebenarnya”

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s