Manakah Tim Sepakbola Yang Paling Indah dan Menghibur Kita?

Posted on Updated on

Kemarin lusa, kita disuguhi tontonan sepakbola yang menghibur dan sekaligus mengecewakan: FC Barcelona (tim dengan penyerangan terbaik sedunia) versus Internazionale Milan (tim dengan pertahanan terbaik sedunia). Pertandingan yang berlangsung nun jauh di sana ternyata gaungnya bergemuruh di sini. Sebagian dari kita merasa puas dan terhibur mendapati lolosnya Inter Milan ke final Liga Champions setelah melewati tim “terbaik” yang lebih difavoritkan, yaitu Barcelona (dan Chelsea). Sebagian lainnya merasa kecewa lantaran pertandingannya berjalan berat sebelah: hanya ada satu pihak (yaitu Barcelona) yang berusaha mencetak gol, sedangkan pihak lainnya (yaitu Inter) hanya berusaha mempertahankan gawangnya untuk tidak kebobolan.

Barcelona-Internazionale
Zlatan Ibrahimovic (Barcelona) versus Julio Cesar (Internazionale Milan)

Setidak-tidaknya, ada tiga kelompok penonton yang kecewa akan pertandingan tersebut, yaitu [1] kelompok anti-Inter yang tidak rela menyaksikan suksesnya Inter, [2] fans Barcelona yang fanatik yang tidak rela menyaksikan gagalnya Barcelona, [3] pengagum gaya sepakbola menyerang frontal atau pembenci gaya sepakbola bertahan total. Ketiga kelompok ini sama-sama menuding bahwa tim Inter telah merusak keindahan sepakbola dengan gaya catenaccio (bertahan total)-nya. Sampai-sampai diantara mereka ada yang mengatakan bahwa di final nanti takkan ada yang mau menonton Inter karena “sangat membosankan”.

Apakah tim yang paling membosankan adalah yang mengutamakan pertahanan? Apakah tim yang paling indah atau paling menghibur adalah yang mengutamakan penyerangan? Jawabku, belum tentu! Ada kalanya yang lebih indah itu yang mengutamakan penyerangan, tetapi ada kalanya pula yang lebih indah itu yang mengutamakan pertahanan.

Kalau olahraga yang paling indah dan paling menghibur adalah yang mengutamakan penyerangan, mestinya olahraga yang paling populer sedunia adalah bola basket. Di bola basket, terjadi penyerangan silih-berganti. Ketika menyerang, semua anggota tim terlibat, seringkali sampai semuanya masuk ke daerah lawan. Selain itu, tidak ada tim yang selalu bertahan di sepanjang pertandingan. Namun di sepakbola modern, jumlah pemain belakang selalu lebih banyak daripada pemain depan di setiap tim. Ketika menyerang, hampir selalu ada pemain yang masih menjaga daerah pertahanan. Namun ketika bertahan, seringkali pemain depan ikut turun ke belakang membantu pertahanan. Ini artinya adalah bahwa pada dasarnya, sepakbola itu mengutamakan pertahanan. Anehnya, olahraga yang lebih mengutamakan pertahanan ini malah lebih populer daripada olahraga lain yang mengutamakan penyerangan. Mengapa? Salah satu sebabnya barangkali adalah unsur kejutan!

Diego Milito (Internazionale Milan) in action
Diego Milito (Internazionale Milan) in action

Ya, unsur kejutan merupakan bagian dari keindahan. (Bandingkan dengan novel dan film. Bukankah yang lebih sering menghadirkan kejutan itu lebih menarik dan tidak membosankan?) Unsur kejutan itu pula yang membuat seorang temanku menganggap bahwa tim Inter-nya Jose Mourinho lebih indah daripada tim Barcelona-nya Pep Guardiola. Lihat saja perjalanan Inter di babak knock-out Liga Champions musim ini. Katanya, Inter adalah tim yang paling mengejutkan!

Pada leg pertama babak 16-besar di Milan, Inter unggul 2-1 atas Chelsea walau Chelsea mendominasi penguasaan bola. Pada leg kedua di kandang Chelsea, mungkin kita mengira bahwa Inter akan bertahan total karena sudah unggul satu gol dan takkan mampu mengimbangi Chelsea dalam hal penguasaan bola. Nyatanya tidak. Inter malah mendominasi penguasaan bola dan menyerang frontal dengan tiga striker sekaligus (padahal biasanya hanya dua). Hasilnya, Chelsea kalah lagi, kali ini dengan skor 0-1. Pada babak 8-besar melawan CSKA Moskow, Inter masih menggunakan tiga striker, tetapi ada sedikit kejutan: Inter tidak lagi terlalu frontal. Hasilnya, CSKA kalah dua kali pula walau dengan skor tipis juga, 1-0. Kemudian pada leg pertama 4-besar menghadapi Barcelona, situasinya mirip dengan di babak 16-besar. Lagi-lagi, Inter menjadi tuan rumah lebih dulu. Tim tamu mendominasi penguasaan bola, tetapi tuan rumahlah yang lebih unggul, bahkan dengan selisih dua gol (3-1). Lantas, mungkin kita mengira (atau mengharap) bahwa di leg kedua di kandang Barcelona, Inter akan menggunakan pola permainan seperti ketika bertandang ke kandang Chelsea (atau setidak-tidaknya seperti di kandang Inter sendiri). Tapi ternyata, Inter memilih menggunakan strategi yang belum pernah digunakan Inter sebelumnya, yaitu bertahan total. Bahkan, strikernya pun lebih berfungsi sebagai defender daripada sebagai penyerang. Tampaknya tim Barcelona kurang siap menghadapi strategi baru tersebut. Walau seorang pemain Inter telah mendapat kartu merah dan dikeluarkan dari lapangan sejak menit ke-28, sehingga bermain hanya dengan 10 orang pemain, 11 pemain Barcelona seolah-olah kebingungan menghadapi kokohnya tembok pertahanan Inter. Hasilnya, Barcelona tersingkir dari ajang Liga Champions tahun ini. Mengejutkan, bukan?

Kini, temanku yang menggemari kejutan dari Inter-nya Jose Mourinho itu menunggu: kejutan apa lagi yang akan dihadirkan pada final bulan depan? Let’s wait and see.

10 thoughts on “Manakah Tim Sepakbola Yang Paling Indah dan Menghibur Kita?

    M Shodiq Mustika responded:
    30 April 2010 pukul 11:11

    Intinya, marilah kita hargai berbagai bentuk keindahan. Menyerang total dan bertahan total dalam sepakbola itu sama indahnya. Menang-kalah bukanlah segalanya.

      Agung F said:
      1 Mei 2010 pukul 18:48

      Bener tuh.
      ngomong-ngomong, baru ngeblog lagi ya om?

        M Shodiq Mustika responded:
        2 Mei 2010 pukul 17:26

        iya nih, setelah menyepi beberapa bulan, kini aku nongol lagi

      elmubarok said:
      4 Mei 2010 pukul 11:27

      lg sibuk di darat neh.. sukses slalu buat M Shodiq!!

    maya said:
    4 Mei 2010 pukul 11:24

    memang sepak bola inter dengan gaya khasnya kurang memanjakkan para penonton. tp yang namanya permainan apapun bisa di lakukan yg penting tidak melanggar aturan

      elmubarok said:
      4 Mei 2010 pukul 11:38

      setuju GBT neng maya… permainan inter mh monoton

    nurrahman said:
    4 Mei 2010 pukul 12:54

    yg penting pada bertanding dengan seru om,,karna ane ga begitu suka sepakbola, hehe

    roniyy said:
    4 Mei 2010 pukul 14:22

    dan terkadang karna penonton hanya memandang 1 club sj, padahal inter juga sangat bagus koq…

    Pramudita Aulia said:
    5 Mei 2010 pukul 09:42

    Setuju om…saya juga pendukung Inter..hehehe…percuma main indah tapi kalah…sepakbola itu cuma ada menang dan kalah…apalagi di saat2 menegangkan seperti kemarin…bodoh sekali jika menghadapi Barca di Camp Nou dengan gaya frontal menyerang…mampuslah seperti Arsenal yg dibantai abis…hehehe.. FORZA INTER!! Mourinho emang jenius!!!

    Tongkonan said:
    12 Mei 2010 pukul 20:57

    Saya termasuk orang yg tidak suka dengan gaya permainan yang hanya bisa bertahan. Sangat tidak menarik untuk ditoton.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s