Prinsip Hidupku: Bukan lagi Pancasila, tapi Saptasila

Posted on Updated on

Saptasila: tujuh titik seimbangAsyik juga ternyata, kalau kita bisa merumuskan prinsip hidup kita. Dengan adanya rumusan prinsip hidup kita, hidup kita jadi lebih terarah. Walhasil, kita bisa menjalani hidup dengan lebih lancar dan lebih bermakna.

Emang sih, kalau kita menyusun prinsip hidup yang 100% baru, mulai dari nol, agak sulit bagi orang “polos” seperti diriku. Lebih mudah bila kita memodifikasi prinsip yang sudah ada, untuk disesuaikan dengan hati nurani kita. Contohnya, untuk kepentingan diriku sendiri, Pancasila (lima asas) sudah aku modifikasi menjadi Saptasila (tujuh asas) sebagai berikut.

  • 1 – Ketuhanan Yang Mahatahu dan Mahacinta
  • 2 – Kemanusiaan yang jujur, rendah-hati, berbelas-kasih
  • 3 – Persatuan antarbangsa yang merdeka dan damai
  • 4 – Kemasyarakatan yang tulus, bijaksana, toleran
  • 5 – Keadilan dan kesetaraan bagi setiap orang
  • 6 – Pelestarian lingkungan yang sehat di alam semesta
  • 7 – Pencarian kebenaran dan pengembangan diri yang terus-menerus

2 thoughts on “Prinsip Hidupku: Bukan lagi Pancasila, tapi Saptasila

    leewack said:
    6 Juni 2010 pukul 22:11

    kapan-kapan kita bisa tukeran ilmu g?

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s