Ketika Ariel Peterpan mengaku…

Posted on Updated on

Heboh Skandal Video Porno ‘Luna Maya’ | pornografi | selebritis | gosip artis | dosa zina | dosa menuduh zina | hukum negara | hukum agama | islam | Luna Maya & Ariel Peterpan | gosip artis populer | selebritis idola | Ariel Peterpan | heboh video porno mirip Ariel Peterpan – Cut Tari | video mesum mirip Ariel – Luna Maya | Pengakuan Ariel Peterpan mengenai video porno mesum mirip dirinya

Isu video porno mesum yang menimpa Ariel Peterpan telah menghangatkan dunia perblogan. Sebagian diantara kita tampaknya telah kelewatan dalam memberitakannya. Aku berusaha mengingatkan kita semua. (Lihat “Inilah yang bersalah dalam kasus video porno “Luna Maya”” dan “Perang Blogger Cantik Berjilbab vs Blogger Pembuka Aurat“.) Sebagian tidak suka menyimak peringatan tersebut, sebagian lainnya menyambut dengan baik. Sambutan yang baik itu menghasilkan diskusi yang menarik, antara lain mengenai “bila Ariel Peterpan mengaku…” sebagai berikut:

Bahtiar Baihaqi says:

Iya bener Mas. Trims juga telah mengingatkan. Tapi… he he he… tetap ada yang “menggemaskan” karena dari sumber-sumber yang “kubaca”, “fakta” yang menyangkut mereka berdua itu memang agak telak.

Hehe, aku mengerti. Bagi orang awam seperti kita, saksi satu orang pun sudah kita anggap sebagai “fakta”. Tapi menurut hukum Islam (dalam pemahamanku), saksi yang menyaksikan zina itu minimal empat orang, barulah dianggap sebagai fakta yang sebenarnya.

penonton… says:

sya kira udah gila 100% klo ada orang berzina didepan orang lai.

orang berbuat zina otomatis sembunyi2 om… berarti klo orang berzina berdua dan yg kasusnya seperti ariel videonya ditonton berjuta2 manusia.. masih dianggap blm sebagai fakta yang sebenarnya.
karena wktu melakukannya tdk ada orang lain…

????????????????????????????????????????????????????

@ penonton
Ada perbedaan antara hukum manusia dan hukum tuhan. Tuhan tidak membutuhkan saksi mata karena Mahatahu. Kita membutuhkan saksi mata sekurang-kurangnya empat orang karena persepsi manusia tidak 100% benar.

  • penonton… says:

    betul banget itu om…

    maaf nih ya… berati jika hukum rajam diberlaku kan. dlm kasus ini tdk berlaku donk hukumannya…?
    dan hukum apa yg berlaku jika mereka mengakui kebenaran videonya dan yg ada didlm video itu mereka….

    gmn om…?????????????????

  • @ penonton
    Pengadilanlah yang berwewenang memutuskan hukumannya. Kita tidak usah “main hakim sendiri” (bersikap seolah-olah menjadi hakim dengan memvonis seseorang bersalah).

21 thoughts on “Ketika Ariel Peterpan mengaku…

    Nurdiansyah said:
    9 Juni 2010 pukul 16:27

    sya rasa kita tidak perlu membesar-besarkan masalah yang ditimpa aril dan luna
    dalam kejadian ini … sudah ada yang mengatur yaitu Allah …
    jadi kita lebih baik mengambil hikmah dari kejadian ini ..

      M Shodiq Mustika responded:
      9 Juni 2010 pukul 16:48

      @ Nurdiansyah
      Ya, kami setuju. Terima kasih atas sarannya.
      Diskusi dalam artikel di atas mudah-mudahan bisa menjadi salah satu pendorong bagi kita untuk lebih mengambil hikmah daripada membesar-besarkan masalah.

    Richardus said:
    9 Juni 2010 pukul 17:35

    AHA!! lagi-lagi soal Ariel, selamat Ariel makin terkenal🙂

    Wong Condeso said:
    9 Juni 2010 pukul 19:23

    Menurut berita terbaru di Republika, Ariel dan Luna segera didepak dari iklan Lux pada bulan ini gara-gara beredarnya video mesum tersebut. Hal ini mengindikasikan kuatnya dugaan atas kebenaran isu tersebut. Kita ambil hikmahnya semoga jadi pelajaran bagi yang lain. Semoga Indonesia tidak semakin kebanjiran video porno artis local dengan merebaknya kasus ini…. Jangan biarkan Indonesia jadi kubangan lumpur dosa http://jakartaindonesiana.wordpress.com/2010/04/18/jangan-bersuka-ria-dalam-kubangan-dosa/#more-3

      M Shodiq Mustika responded:
      9 Juni 2010 pukul 20:12

      @ Wong Condeso
      Aku tetap berpandangan:
      … Kita tidak usah “main hakim sendiri” (bersikap seolah-olah menjadi hakim dengan memvonis seseorang bersalah).

    wewe said:
    9 Juni 2010 pukul 19:53

    inilah gambaran kehidupan para selebritis kita. wakil rakyat, pejabat, pelajar, siapa lagi hayo??
    kalo kita sih bodo amat mikirin mereka.

    saffa said:
    9 Juni 2010 pukul 23:48

    terima kasih sudah mengingatkan…

    dewi said:
    11 Juni 2010 pukul 13:52

    Terima kasih pak Shodiq yang sudah memberikan wawasan berpikir…sekarang yang harus dipikirkan adalah anak2 kita yang mendapat dampak dari video yang sangat mudah didapatkan.

    rainer said:
    14 Juni 2010 pukul 04:06

    entahlah, yang pasti siapa yang berbuat ialah yang harus mempertanggung jawabkannya..

    indyastaric06 said:
    14 Juni 2010 pukul 19:29

    gimana pengakuan ariel tentang video2 itu?
    wah..paraaahhh

    (http://indyastaric06.student.ipb.ac.id)

    chai said:
    14 Juni 2010 pukul 22:38

    wah bener juga tuh mas… opini publik jadi seperti hukum, padahal negera kita punya hukum sendiri ya… thanks udah ngingetin mas

    http://muhammadr06.student.ipb.ac.id said:
    15 Juni 2010 pukul 18:19

    hukuman publik lebih kejam

    adam said:
    16 Juni 2010 pukul 14:44

    Kita selalu mencari2 alasan untuk memfonis pemeran video itu,bikin generasi kita rusaklah,yang inilah,itulah,setahu saya selama beberapa tahun di luar negeri,mereka gak ada tuh saling menyalahkan,tinggal intropeksi diri aja,tergantung sama yang punya mental yang nonton,seperti kasus acara smack down di stasiun tv dulu,katanya anak2 ada yg mati gara2 ikut2an acara smack down,padahal di negara aslinya gak ada tuh yang mati,kita hanya bisa mencari2 kesalahan pada orang lain.gajah di pelupuk mata tak nampak tapi semut di kaki orang kelihatan jelas.

    zoel said:
    20 Juni 2010 pukul 19:05

    hukuman harus diberikan kepada orang yang benar2 bersalah

    carriss said:
    22 Juni 2010 pukul 18:18

    terima kasih mas shodiq sudah mengingatkan…! Kita memang tidak usah main hakim sendiri bersikap seolah-olah menjadi hakim dengan memvonis seseorang bersalah dan menganggap bahwa kita adl org yang paling benar.
    @adam: setuju banget lebih baik kita intropeksi diri aja. membenahi diri sendiri untuk menjadi pribadi yg lebih baik lg di mata Allah..Amin !

    iyan said:
    25 Juni 2010 pukul 17:19

    menurut saya lebih baik mnengaku sekarang mumupng belum terlambat karena siksannya lebih berat dia akhirat dari pada di dunia apalagi berzina.coba lah kita merenungkan hidup kita jgn hanya memikirkan dunia saja.

    Lemon Mint said:
    14 Juli 2010 pukul 15:03

    mereka memanen apa yang mereka tanam…

    Kojeje said:
    17 Juli 2010 pukul 15:52

    Serahkan sama hukum aja lah…
    Malu sama orang luar ahh..

    Arief said:
    20 Juli 2010 pukul 10:58

    Kecewa aku.. padahal suaranya bagus, tapi sekarang malah dipenjara. kasian temen2nya juga

    uchi said:
    20 Juli 2010 pukul 13:13

    mari kita memperbaiki diri sendiri jangan sibuk menghardik orang lain

    Topo said:
    2 Januari 2011 pukul 01:38

    Pdah itin kta harus intorpeksi dri s’ndri jgn m’lkukan,, k’sngan diats pendrta’n org,,

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s