Inilah nama agamaku yang BARU

Posted on Updated on

Kemarin aku mempertimbangkan “pengganti Islam sebagai agama“. Semula, yang kupertimbangkan hanya tiga nama. Namun seiring dengan diskusi yang berlangsung, muncul nama-nama lain. Kini, aku siap mengumumkan nama agamaku yang baru.

Dalam mengumumkan keputusan ini, aku memperhitungan hal-hal berikut ini.

  1. Pengertian setiap orang tentang agama sangat berlainan. Definisi agama menurut si A berbeda dengan si B, Si C, … dst. Karena definisi mereka berlainan, aku pun perlu menyebut nama yang berlainan pula, sesuai dengan definisi mereka masing-masing.
  2. Persepsi setiap orang tentang setiap agama berlainan. Contoh: menurut si A, “Islam agama sederhana, Kristen agama membingungkan”; menurut si B, “Islam agama perang, Buddha agama damai”; dan sebagainya. Karena itu, aku perlu menyebut nama yang bercitra baik, sesuai dengan persepsi mereka masing-masing.
  3. Lantaran perbedaan definisi dan perbedaan persepsi tersebut, penggunaan satu nama saja akan membuat diriku cenderung disalahpahami. Jadi, aku memerlukan banyak nama untuk menyebut agamaku.
  4. Penggunaan banyak nama sekaligus dalam satu waktu tertentu pun akan cenderung disalahpahami. Orang bisa saja menyangka bahwa aku mencampur-adukkan berbagai agama dan isme-isme menjadi satu. Jadi, untuk menyebut apa nama agamaku, aku perlu menyesuaikannya dengan konteks yang sedang kuhadapi.
  5. Untuk mengurangi kemungkinan salah-paham, ada kalanya kita tidak cukup dengan sekadar mengatakan “agamaku A”, tetapi perlu menjelaskan apa yang dimaksud dengan “A” itu.

Atas dasar itu, maka inilah daftar nama-nama agamaku sekarang:

  • Muhammadism: mengikuti pola-pikir Nabi Muhammad; (Mengikuti pola-pikir Nabi lebih kuutamakan daripada mengikuti perbuatan beliau sehari-hari. Alasanku: Prioritas Ilmu atas Amal. Perhatian: Dengan mengatakan “lebih mengutamakan”, itu bukan berarti meninggalkan yang lain.)
  • Tauhid Universal: berketuhanan Yang Maha Esa dan meyakini bahwa semua orang dapat masuk surga, apa pun agamanya, asalkan memenuhi syarat tertentu; (Lihat “NonMuslim Yang Masuk Surga Menurut Ulama Muhammadiyah“.)
  • Filsafat Mawas: memandang bahwa pada hakikatnya kebenaran itu hanya satu, tetapi dalam pengamatan manusia dapat terlihat banyak sesuai dengan sudut pandang masing-masing; kebenaran hakiki hanya diketahui oleh Tuhan, namun kita perlu menggunakan sudut pandang sebanyak-banyaknya supaya mendekati kebenaran hakiki; (Lihat buku Filsafat Mawas online.)
  • Iman Takwa: berusaha supaya tergolong mukminin (orang beriman) dan muttaqin (orang bertakwa) dengan cara lebih mengutamakan Rukun Iman daripada Rukun Islam dan lebih mengutamakan Aqidah Qur’ani daripada Syari’at Islam; (Alasanku: “Prioritas Perkara Pokok atas Perkara Cabang“. Perhatian: Dengan mengatakan “lebih mengutamakan”, itu bukan berarti meninggalkan yang lain.)
  • Islam: diin yang dianut oleh orang-orang berakal sehat yang berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Hadits menurut sudut pandang masing-masing;
  • ………………. (daftar ini bisa bertambah bila perlu)

Perhatian! Banyaknya nama itu bukan menunjukkan banyaknya agamaku. Agamaku tetap satu walau namanya banyak. Selain itu, sesuai dengan definisiku mengenai “agama”, agama itu “bersifat pribadi”. Maksudnya, ada “islam ala saya”, “islam ala anda”, “islam ala si dia”, dll.

8 thoughts on “Inilah nama agamaku yang BARU

    Roy Rey said:
    11 Agustus 2010 pukul 05:08

    GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOD POSTING…!!!!😆

    pendukung Khilafah said:
    17 September 2010 pukul 14:02

    anda ini seorang Liberalis ?? Sekularist ?

    pemahaman anda ‘nyeleneh’

    !!!!!!!

    ALLOHU AKBAR !!

    mantan BIDAH said:
    18 September 2010 pukul 03:36

    JANGAN PERCAYA DENGAN PERKATAAN M. SHODIQ DIA ITU BUKAN BERAGAMA ISLAM,,HATI-HATI JANGAN TERKENA SUBHAT-SUBHAT

    astagfirullah said:
    13 Juni 2011 pukul 08:02

    INI BENER2 BLOG YANG RUSAKK!!
    Semoga Alloh menyelamatkan kita dari orang2 yang membuat kerusakan dalam agama ini.

    huma said:
    9 Agustus 2011 pukul 13:05

    INI DURI DALAM DAGING …..ini yang merusak Islam …..Islam menghargai sekulerisme..Liberalisme tapi Islam akan PASTI MENOLAK sekulerisme.liberalisme dalam beragama ….ini produk Musuh Islam….. HATI-HATI …baynyak doktrinisasi disini …..” tiada illah selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah dan tiada Nabi sesudahnya ,..berpegang teguh lah pada AL-Qur’an dan Assunnah.

    huma said:
    9 Agustus 2011 pukul 13:08

    INI DURI DALAM DAGING …..ini yang merusak Islam …..Islam menghargai sekulerisme..Liberalisme tapi Islam akan PASTI MENOLAK sekulerisme.liberalisme dalam beragama ….ini produk Musuh Islam….. HATI-HATI …baynyak doktrinisasi disini …..” tiada illah selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah dan tiada Nabi sesudahnya ,..berpegang teguh lah pada AL-Qur’an dan Assunnah. Thx

    Pembela Tauhid said:
    9 Agustus 2011 pukul 13:10

    INI DURI DALAM DAGING …..ini yang merusak Islam …..Islam menghargai sekulerisme..Liberalisme tapi Islam akan PASTI MENOLAK sekulerisme.liberalisme dalam beragama ….ini produk Musuh Islam….. HATI-HATI …banyak doktrinisasi disini …..” tiada illah selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah dan tiada Nabi sesudahnya ,..berpegang teguh lah pada AL-Qur’an dan Assunnah.

    Dety said:
    13 Oktober 2015 pukul 06:29

    nama ISLAM ada di dalam ALQURAN dan HADIS keduanya WAHYU dari ALLAH, lalu anda ingin membuat nama agama sendiri , saya pikir anda tidak berhak membuat syariat sendiri karena yang berhak membuat syariat dalam islam hanyalah ALLAH dan ROSULNYA, kecuali anda membuat agama baru dengan kitab agama sendiri ,syariat sendiri silahkan sajaa, jadi tidak adasangkut pautnya dengan islam.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s