Amal manakah yang lebih utama: membaca Al-Qur’an ataukah membaca terjemahan Al-Qur’an?

Posted on Updated on

Kemarin, aku mendapat hikmah bahwa terjemahan Al-Qur’an tidaklah identik dengan Al-Qur’an itu sendiri. Terjemahan Al-Qur’an tidak bisa disamakan dengan Al-Qur’an. Karena itu, “Jangan Hanya Memahami Al Qur’an dari Terjemahan.” Selain itu, aku juga mendapat pelajaran bahwa pahala membaca terjemahan Al-Qur’an tidaklah sama dengan pahala membaca Al-Qur’an. Pertanyaan kita sekarang: Amal manakah yang lebih utama: membaca Al-Qur’an ataukah membaca terjemahan Al-Qur’an?

Banyak orang mukmin menganggap bahwa membaca Al-Qur’an lebih utama daripada membaca terjemahan Al-Qur’an. Namun menurutku, ada kalanya membaca Al-Qur’an lebih utama daripada membaca terjemahan Al-Qur’an, tetapi ada kalanya membaca terjemahan Al-Qur’an lebih utama daripada membaca Al-Qur’an. Bagi yang mengerti bahasa Arab, membaca Al-Qur’an cenderung lebih utama daripada membaca terjemahan Al-Qur’an. Sebab, mereka cenderung lebih mampu memahami isi Al-Qur’an melalui bahasa aslinya. Namun bagi yang tidak mengerti bahasa Arab, membaca terjemahan Al-Qur’an cenderung lebih utama daripada membaca Al-Qur’an. Sebab, mereka cenderung lebih mampu memahami isi Al-Qur’an melalui bahasa terjemahannya. Jadi, kuncinya adalah pada “cara mana yang lebih mendorong kita untuk memahami isi Al-Qur’an”.

Mengapa “upaya memahami isi” lebih utama daripada sekadar “membaca huruf-huruf”? Jawabannya dapat kita temukan melalui penjelasan Syaikh Yusuf Qardhawi, “Prioritas pemahaman atas hafalan” dan “Prioritas Maksud dan Tujuan atas Penampilan Luar“.

27 thoughts on “Amal manakah yang lebih utama: membaca Al-Qur’an ataukah membaca terjemahan Al-Qur’an?

    […] Kemarin, aku mendapat hikmah bahwa terjemahan Al-Qur'an tidaklah identik dengan Al-Qur'an itu sendiri. Terjemahan Al-Qur'an tidak bisa disamakan dengan Al-Qur'an. Karena itu, "Jangan Hanya Memahami Al Qur’an dari Terjemahan." Selain itu, aku juga mendapat pelajaran bahwa pahala membaca terjemahan Al-Qur'an tidaklah sama dengan pahala membaca Al-Qur'an. Pertanyaan kita sekarang: Amal manakah yang lebih utama: membaca Al-Qur'an ataukah membaca terj … Read More […]

    Pencari Kebenaran Agama Yang Jujur | Pikiran Polos said:
    8 Agustus 2010 pukul 23:20

    […] memperhatikan seberapa banyak dalil yang bisa kita hafalkan, seberapa banyak kita bisa menjawab persoalan ‘agama’ (dalam tanda kutip). Allah memperhatikan qalb seseorang: apakah seseorang butuh untuk memahami atau […]

    […] Memperbanyak shadaqah dan mempelajari/membaca Al-Qur’an; (Lihat “Amal manakah yang lebih utama: membaca Al-Qur’an ataukah membaca terjemahan Al-Qur’an?“ […]

    bolehngeblog said:
    11 Agustus 2010 pukul 13:45

    yang paling utama adalah mengamalkan isi dari Al-Quran…

      M Shodiq Mustika responded:
      11 Agustus 2010 pukul 16:24

      @ bolehngeblog
      Menurut kaidah dari ilmu ushul fiqih, kita perlu meletakkan Prioritas Ilmu atas Amal. Dalam hadits Mu’adz disebutkan, “ilmu itu pemimpin, dan amal adalah pengikutnya.”

        Roy Rey said:
        12 Agustus 2010 pukul 00:09

        @M.Shodiq
        Hihihihihihi….
        Emang ada yang mengamalkan Al Qur’an tanpa Ilmu?

          M Shodiq Mustika responded:
          12 Agustus 2010 pukul 00:39

          @ Roy Rey
          Ya. Tidak sedikit orang muslim yang mengamalkan Al-Qur’an tanpa ilmu. Contoh-contohnya telah dipaparkan oleh Syaikh Yusuf Qardhawi dalam “Prioritas Ilmu atas Amal“.

            Roy Rey said:
            13 Agustus 2010 pukul 01:13

            @M.Shodiq
            Hihihihihihi….
            Kheknya ga mungkin ada yang mengamalkan Al Qur’an tanpa Ilmu.
            Baca aja perlu ilmu bos….

            M Shodiq Mustika responded:
            13 Agustus 2010 pukul 02:31

            @ Roy Rey
            Tidak sedikit orang yang merasa berilmu, padahal sebenarnya tidak berilmu. Itulah yang dimaksudkan oleh Syaikh Yusuf Qardhawi dalam “Prioritas Ilmu atas Amal“.
            Begitu pula membaca. Ada yang membaca sekadar membunyikan huruf tanpa memahami maknanya. Mereka pun membaca tanpa ilmu.
            Kalau masih belum jelas tentang hal ini, silakan simak “Prioritas Ilmu atas Amal“.

            Roy Rey said:
            13 Agustus 2010 pukul 03:36

            @M.Shodiq
            hihihihi…
            tolong dunk definisikan “ilmu”….

            M Shodiq Mustika responded:
            13 Agustus 2010 pukul 12:53

            @ Roy Rey
            Kalau masih belum jelas tentang hal ini, silakan simak “Prioritas Ilmu atas Amal“.

            Roy Rey said:
            13 Agustus 2010 pukul 18:27

            @M.Shodiq
            Hihihihihi….
            Oke bos…
            Sekarang gw nanya deh…
            Menurut anda ilmu itu didapat dengan dipelajari atau
            diajarkan oleh Allah….?

            Wassalam

    Roy Rey said:
    17 Agustus 2010 pukul 06:27

    @M shodiq
    Hihihihihi…
    Koq ga dijawab..? Apa saya terlalu tolol bagi anda?
    Apa anda tidak mau mengamalkan Ilmu anda kepada saya?
    Itukah yang anda pelajari dari Syaikh Yusuf Qardhawi?
    (mudah2an anda tidak demikian, dalam artian anda hanya lupa/sibuk)…

    Wassalam

    Agung F said:
    19 Agustus 2010 pukul 20:40

    @Roy Rey:
    Menurut Ustadz Jefri, ilmu itu dicari, digali dan dimiliki. Sama dengan kita mencari rezeki, tapi bedanya ilmu itu diberikan oleh Allah tanpa perantara. Walaupun kita belajar pada Ustadz, tapi yang memberikan ilmu bukan Ustadz, tetapi Allah. Karena seorang manusia tidak bisa mentransfer ilmu kepada manusia lain.
    Wallahu a’lam bishawab.

      Roy Rey said:
      20 Agustus 2010 pukul 23:33

      @agung
      hihihihih….. om agung bener…
      tapi kata om shodiq bisa baru baca Al Qur’an berarti blum berilmu….
      Duh…. padahal membaca itu sendiri bagi gw Ilmu dari Allah darimanapun asalnya. Begitu merasa tinggikah orang tersebut yang merasa demikian sampai merendahkan ilmu seseorang…?

        Roy Rey said:
        20 Agustus 2010 pukul 23:49

        @agung
        hihihihih….. om agung bener…
        tapi kata om shodiq baru bisa baca Al Qur’an berarti belum berilmu….
        Duh…. padahal membaca itu sendiri bagi gw Ilmu dari Allah darimanapun asalnya. Begitu merasa tinggikah orang tersebut yang merasa demikian sampai merendahkan ilmu seseorang…?

        Agung F said:
        24 Agustus 2010 pukul 11:42

        bisa baca al-Quran, itu ilmu juga. Tapi diharapkan dengan bisa membaca al-Quran kita bisa mempelajari apa yang terkandung dari al-Quran itu sendiri. Seseorang yang mampu mempelajari makna yang terkandung dalam al-Quran tidak bisa langsung mampu, tetapi harus belajar membaca al-Quran dulu.
        Membaca, memahami dan mengimplementasikan al-Quran adalah suatu kesatuan. Tidak bisa hanya memilih membaca saja, atau memahami saja, atau mengamalkan saja. Tapi harus secara keseluruhan, tentunya dengan proses satu persatu. Jika hanya sekedar membunyikan huruf-huruf al-Quran, itu belum lengkap tanpa memahami dan mengamalkannya.
        NB: Saya belum om-om. Saya masih santri sekaligus mahasiswa.

          Roy Rey said:
          28 Agustus 2010 pukul 06:29

          hihihihi…..
          klo ngemeng gitchu baru bener mas(bleh khan gw panggil mas?)

          Menurut sampeyan apa ga aneh, jika ada yang bisa mengamalkan Al Qur’an tanpa ilmu sama sekali?

          nb. sorry klo gw salah, gw bukan santri, mungkin baru calon santri(itu juga klo Allah mengizinkan). gw bukan Mahasiswa sebab yang punya gelar “Maha” bagi gw cuma Allah semata.

          Wassalam

    abah uKi said:
    7 Desember 2010 pukul 09:13

    akh… kalo abah pilih baca dulu. setiap huruf ada pahalanya koq. memahami….? kalo mentok tanya yang ngerti aza. mengamalkan…..? dari yang diajarkan/dianjurkan/dicontohkan dan didengar dari guru/rekan baik berupa ayat al Quran ato hadits-hadits shahih. la ikrahu fiddin.

    fajar said:
    10 Januari 2011 pukul 20:11

    @abah uKi betul

    RIFQI said:
    11 Mei 2011 pukul 14:27

    like

    theanbu said:
    1 Juni 2011 pukul 15:03

    lebih bagus dua2 nya baca quran iya, baca terjemahan iya

    sedolf said:
    12 Juni 2011 pukul 22:35

    setuju mas,…. ilmu adalah pemimpin, amal adalah pengawalnya

    […] Memperbanyak shadaqah dan mempelajari/membaca Al-Qur’an; (Lihat “Amal manakah yang lebih utama: membaca Al-Qur’an ataukah membaca terjemahan Al-Qur’an?“ […]

    decky said:
    28 Juni 2011 pukul 01:26

    ilmu atau amal?,mungkin selaras dengan topik ini.,bagi saya semua berjalan secara bersama2..,wallahualam yang mana terbaik yang allah dahulukan bagi hambanya.,saya sendri juga setuju bahwa memahami bisa jadi lebih baik dari membaca alquran..namun perlu pemahaman bahasa arab yang baik disini..n saat ini saya sendri msh dalam thp pembelajran untuk itu..trutama krn bahasa arab itu sndiri diperlukan disiplin ilmu sendri utk menguasaix…saya teringat ayat alquran yang berbunyi kr2 sprti ini “merka yang mengatakan kami mndgr dan kami menaati”,serta di ayat alquran yg lain “janganlah engkau mengikuti sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu mengenainya”,,.moga2 bs diambil hikmhx bersama

    fanya said:
    2 Juli 2011 pukul 18:45

    @Mas Roy Rey… pa kabar?
    fanya 100% persen se7 dgn pendapat Mas Roy Rey……
    Tapi pernyataan Ustadz Shodiq bhw: “Namun menurutku, ada kalanya membaca Al-Qur’an lebih utama daripada membaca terjemahan Al-Qur’an, tetapi ada kalanya membaca terjemahan Al-Qur’an lebih utama daripada membaca Al-Qur’an“………. adalah tidak salah apabila Om Shodiq memang betul2 meyakini dan berpendapat spt itu………. (pendapat beliau khan tidak harus selalu sama dgn pendapat para sahabat Rasulullah atau ulama-ulama besar lainnya bukan? xixixi…….). Soal pendapat Om Shodiq tsb benar atau salah di mata Allah SWT, hanya Allah dan Om Shodiq yg akan menemukannya kelak………..

    salam

    Pembela Tauhid said:
    9 Agustus 2011 pukul 13:26

    INI DURI DALAM DAGING …..ini yang merusak Islam …..Islam menghargai sekulerisme..Liberalisme tapi Islam PASTI MENOLAK sekulerisme.liberalisme dalam beragama ….ini produk Musuh Islam….. HATI-HATI …banyak doktrinisasi disini …..” tiada illah selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah dan tiada Nabi sesudahnya ,..berpegang teguh lah pada AL-Qur’an dan Assunnah.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s