Hukum & Kriminalitas

“Kuserahkan pedang di antara selangkanganmu, wahai muridku!”

Posted on Updated on

pornografi“Ku menyerahkan pedang di antara selangkanganmu.” Demikian sepenggal bait puisi dari sebuah buku-ajar kumpulan puisi untuk murid SD di Batang, Jawa Tengah. Pada buku IPS, terdapat gambar sekelompok wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sedangkan pada buku IPA, terdapat gambar wanita berdiri dengan hanya mengenakan handuk atau kain yang transparan.

Ya, begitulah gambaran sebuah buku gambar untuk anak SD! Masya’allaah…. hendak dibawa ke mana sih, anak-anak kita ini? Apakah kita ingin anak-anak kita menjadi “dewasa” sebelum waktunya? Silakan simak berita ini:

Buku Ajar SD Berisi Gambar dan Kata-kata Porno Beredar di Jateng

Senin, 14/12/2009 18:29 WIB
Dani Wisnu – detikNews

Batang – Sejumlah buku ajar untuk SD berisi materi porno beredar di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng). Buku ajar itu memuat kata-kata dan gambar tidak senonoh. Termasuk cara berhubungan intim.

Penelusuran detikcom, buku-buku nyeleneh itu beredar di sejumlah SD dan Madrasah Ibtidaiyah. Salah satunya di SDN 01 Banyuputih. Buku-buku ajar bermasalah itu antara lain untuk mata pelajaran IPS, IPA, dan kumpulan puisi.

Pada buku IPS, terdapat gambar sekelompok wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sedangkan pada buku IPA, terdapat gambar wanita berdiri dengan hanya mengenakan handuk atau kain yang transparan.

Sedangkan kata-kata porno terdapat pada buku kumpulan puisi. Kata-kata itu antara lain berbunyi ‘Ku menyerahkan pedang di antara selangkanganmu’. Buku tersebut diterbitkan oleh CV Megah Perkasa Utama.

Sejumlah orang tua siswa mengaku sudah mengetahui peredaran buku ajar bermasalah tersebut. Mereka resah dan berharap buku-buku itu segera ditarik.

“Pokoknya saya minta agar buku tersebut ditarik karena bisa merusak moral anak anak,” kata salah seorang wali murid, Abdul Kohar.

Kepala Sekolah SDN 01 Banyuputih, Sujenal Ngabidin, membenarkan peredaran buku ajar bermasalah tersebut di sekolahnya. Menurutnya, buku-buku itu didapat dari salah satu rekanan dari Dana Alokasi khusus atau DAK 2008.

Menurut Sujenal, buku-buku tersebut tak hanya beredar di sekolahnya. Buku-buku itu juga diterima sekolah lain bahkan di Madrasah Ibtidaiyah. Sujenal berjanji akan melaporkan masalah ini ke instansi terkait.

Ditemui secara terpisah Wakil Bupati Batang, H Achfa Machfudz, juga menyesalkan beredarnya buku ajar porno itu di wilayahnya. Dia mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengusut masalah ini secepatnya. Dia juga mengatakan akan memberikan sanksi tegas pihak-pihak siapa pun yang terbukti kasus ini.

“Dinas Pendidikan secepat mungkin harus menarik buku tersebut. Pihak rekanan juga harus bertanggung jawab atas beredarnya buku-buku itu. Kepada semua kepala sekolah saya minta juga agar teliti sehingga kejadian memalukan ini tidak terulang,” ujar Achfa.

(djo/nrl)

Jual Anak Rp 20 Juta untuk Pelesir Selama 2 Minggu

Posted on

Tidak semua orangtua suka berbagi kebahagiaan bersama-sama dengan anak.
Tidak semua lelaki enggan menghabiskan uang Rp 20 juta dalam waktu dua minggu saja.
Tidak semua istri mengetahui sumber penghasilan suami, apakah dari sumber yang halal ataukah haram.
Ini dia buktinya:

Seorang Ayah di Tanjung Pinang Tega Jual Anak untuk Pelesir
Dihargai Rp 20 Juta, Dua Minggu Habis
JAWAPOS – [ Sabtu, 05 Desember 2009 ]

TANJUNGPINANG – Hanya karena ingin pelesir ke Jakarta, seorang ayah tega menjual anaknya yang berusia enam bulan seharga Rp 20 juta. Berbekal uang tersebut, Ahua -nama ayah bayi itu- bepergian ke ibu kota negara bersama istrinya, Suryani.

Uniknya, Suryani tidak tahu bahwa anak yang dilahirkan dijual sang suami. Yang dia tahu, Andika -nama anaknya itu- hilang empat bulan lalu. Padahal, Ahua meminta tolong adiknya, Merry, untuk menjualkan anak tersebut. Dalihnya, dia sedang terbelit utang.

Kasus tersebut terbongkar berkat laporan masyarakat ke polisi. Anak itu diketahui dijual kepada Kie Khun. Kie Khun dan istrinya, Agustin, mengakui hal itu. ”Kami sempat melihatnya tiga kali sebelum memastikan membeli anak tersebut,” kata Agustin.

Agustin menyatakan bersedia membeli anak tersebut karena Ahua mengaku tidak mampu membiayai hidupnya. ”Kami terharu dan tergerak untuk membantu dia,” tambah perempuan berusia 31 tahun itu.

Apalagi, sepuluh tahun menikah, Agustin belum mendapatkan momongan. ”Kami sangat rindu hadirnya seorang anak. Anak ini akan kami besarkan seperti anak sendiri,” ujar Kie Khun.

Menurut Kie Khun, sebelum membeli anak itu, dirinya memang sudah punya niat untuk mengadopsi anak. Namun, belum ada satu pun yang mau memberikan anak kepada mereka.

Begitu ada yang mau memberikan, namun syaratnya harus dibayar, dia pun menyanggupi. Meskipun mereka tak kenal dengan keluarga Ahua. Jual beli tersebut terjadi 12 Agustus lalu.

Setelah mendapat uang Rp 20 juta dari menjual anaknya, Ahua mengajak Suryani pelesir ke Jakarta. Mereka di sana sekitar dua minggu. Ketika uang yang dibawa sudah habis, mereka kembali pulang ke Tanjungpinang.

Suryani menyatakan tidak tahu bahwa anaknya dijual. Kali terakhir dia melihat Andika alias Andika dibawa pergi Ahua. ”Setiap saya tanya tentang Kwang Yu, dia (Ahua) marah dan mengatakan tak usah tanya-tanya lagi. Mari kita ke Jakarta,” tutur Suryani.

Saat di Jakarta, Ahua memang pernah menunjukkan uang Rp 12 juta. Namun, Ahua tak pernah memberi tahu istrinya bahwa uang itu hasil menjual Kwang Yu.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Djoko Rudi E. membenarkan adanya pengungkapan kasus penjualan balita tersebut. ”Anggota kami pada Kamis lalu (3/12) pukul 17.30 WIB berhasil membongkar kasus perdagangan anak,” katanya.

Saat ini Kie Khun, Merry, dan Suryani tengah dimintai keterangan untuk penyidikan. Pasalnya, keterangan yang disampaikan mereka berbeda-beda.

Sementara Ahua masuk daftar pencarian orang (DPO) Polresta Tanjungpinang. ”Barang bukti yang kami sita saat ini berupa satu lembar surat perjanjian jual beli anak dan kuitansi dengan nominal Rp 20 juta,” jelasnya. (mat/jpnn/ruk)

Dulu Lempar Sepatu ke Bush, Sekarang Dilempari Sepatu

Posted on Updated on

Ini cerita lucu atau apa, ya? Kayak anak kecil aja, lempar-lemparan sepatu. Padahal, sepatu ‘kan bahannya merupakan ciptaan Tuhan. Perlu dihargai, bukan?

Dulu Lempar Sepatu ke Bush, Sekarang Dilempari Sepatu
Jumat, 04/12/2009 09:58 WIB
Rita Uli Hutapea – detikNews

Paris – Masih ingat dengan wartawan Irak yang mendadak terkenal karena melemparkan sepatu ke mantan Presiden AS George W Bush? Pria bernama Muntazer al-Zaidi itu kini mengalami kejadian yang sama.

Zaidi dilempari sepatu saat sedang berbicara dalam konferensi pers di Paris, Prancis, Selasa, 1 Desember waktu setempat seperti dilansir kantor berita Reuters.

Dalam konferensi pers itu, Zaidi hadir untuk mempromosikan kampanyenya terhadap para korban perang di Irak. Saat sedang berbicara kepada pers, seorang pria melemparkan sepatu kepada Zaidi.

Sama seperti Bush saat dilempar sepatu oleh Zaidi pada Desember 2008 lalu, Zaidi pun menghindar dengan cepat. Akibatnya sepatu tersebut hanya mengenai dinding dekat kepala Zaidi. Si pelempar sepatu kemudian kabur ke luar ruangan.

Menurut media Prancis, si pelempar sepatu adalah seorang jurnalis Irak yang membela kebijakan Amerika Serikat (AS) di Irak. Sebelum melemparkan sepatu, pria itu menuding Zaidi berpihak pada kediktatoran.

Zaidi sendiri telah divonis penjara tiga tahun atas dakwaan menyerang kepala negara. Hukuman itu kemudian dikurangi menjadi satu tahun dan dia bebas pada September lalu.

(ita/nrl)

Bayi diperkosa, Adegannya direkam jadi video porno

Posted on

Aku terpaku dan kehabisan kata. Tapi haruskah aku diam saja?

Cabuli Bayi, Perawat Dikurung 125 Tahun Penjara
shutterstock.com

Kamis, 3 Desember 2009 | 03:43 WIB

COVINGTON, KOMPAS.com – Seorang perawat AS divonis hukuman 125 tahun penjara lantaran melakukan adegan seks dengan bayi berusia dua bulan. Parahnya, tindakan tidak wajar itu juga didokumentasikan lewat sebuah video.

Samantha Light, perawat yang dijatuhi hukuman kurungan itu, mengaku bersalah atas tiga dakwaan jaksa Circuit Court di Indiana, bahwa dirinya telah menganiaya seorang anak.

Saat pembacaan vonis kemarin, Light yang masih berusia 56 tahun itu menyampaikan permintaan maaf. Ia mengatakan bila adegan itu dilakukan dalam keadaan dipaksa sang pacar. “Ketika dia (pacarnya, red) tampak bahagia dengan rekaman video itu, sebenarnya saya merasa seperti sekarat,” ujarnya.

Light dan pacarnya, Stephen E Quick telah dipenjara sejak bulan Maret setelah mencabuli seorang gadis berusia tiga tahun. Sang ibu dari bayi itu mengatakan, putrinya telah dicabuli dan oleh perawat bayinya, bahkan kekasihnya telah mengambil gambar atas adegan itu.

TOF

Sumber : AP

3 Guru Telanjang Keliling Pasar, 1 Murid SD Perkosa Teman

Posted on Updated on

Lagi-lagi gambaran suram dunia pendidikan di Indonesia. Ibarat peribahasa: guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Masya’Allaah… Delapan orang guru SD melakukan aksi “ritual” memalukan di sebuah pasar. Tiga orang diantaranya dengan telanjang. Sementara itu, seorang anak lelaki SD yang baru berusia 12 tahun diduga memperkosa temannya, seorang anak perempuan yang baru berusia 7 tahun. Ini dia berita-beritanya dari Harian Surya:

Bocah SD Cabuli Teman Diiming-iming Rp 1.000 Mulut Disumpal Kain
Rabu, 25 Nopember 2009 | 9:06 WIB | Posts by: jps | Kategori: Malang Raya |

SINGOSARI – SURYA- Peristiwa ini, mungkin bisa menjadi pelajaran bagi orangtua dalam hal mendidik anaknya. RU, bocah berumur 12 tahun dilaporkan ke polisi gara-gara diduga memerkosa tetangganya yang juga masih bocah. Anak perempuan ini masih berusia tujuh tahun atau kelas 1 SD.

Peristiwa tragis ini terjadi Jumat (21/11) di Dusun Tompo Rejo, Desa dengkol, Kecamatan Singosari. Di dampingi kedua orangtuanya saat melapor ke Polsek Singosari Selasa (24/11), Ai, yang menjadi korban pencabulan dengan polos bercerita jika pada Jumat siang ia diminta bermain ke rumah RU yang saat itu kosong. Bocah ingusan itu mengatakan ia diiming-iming uang Rp 1.000 agar bersedia bermain di sana.

Malang bagi Ai, bukan sebuah acara bermain bersama yang didapat. Bocah mungil ini justru mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya. RU yang tubuhnya tiga kali lebih besar mencabulinya. Ai yang takut tidak bisa berontak , berteriak pun tidak bisa karena mulutnya disumpal kain.

Aksi yang tidak semestinya dilakukan bocah seumuran RU terbongkar setelah beberapa warga yang sebelumnya melihat Ai bermain di rumah tersebut, namun hingga siang tidak juga keluar. Warga kemudian masuk rumah dan mendapati RU dan Ai yang busananya sudah tidak lengkap.

Tidak ingin berpolemik, warga memulangkan Ai ke rumahnya orangtuanya. Akan tetapi, orangtua Ai yang mendapatkan laporan dan mendengarkan cerita langsung dari Ai tidak terima dan melaporkan ke polisi. Terlebih Ai terus menangis karena merasa sakit di kemaluannya. Yang mengejutkan, (maaf) pada alat vital Ai ditemukan juga cairan hand and body lotion.

RU yang sempat menjalani pemeriksaan mengatakan, ia sama sekali tidak mengingat kejadian tersebut. RU merasa sedikit linglung usai mandi di sebuah sumur dekat sekolahnya.
“Saya cuman ingat dituntun seorang perempuan usai mandi di sumur dan kemudian pulang,” ucapnya polos.

Kapolsek Singosari, AKP Agus Guntoro, mengatakan, kasus ini dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang, mengingat terlapor dan pelapor masih di bawah umur.why

Digendam, 3 Guru Bugil di Pasar
Rabu, 25 Nopember 2009 | 8:11 WIB | Posts by: jps | Kategori: Berita Terkini, Headline, Mataraman |

* Penggendam Ngaku Suruhan Bupati
* 5 Guru Sadar tapi Terlanjur Mandi Cat

Mojokerto-Surya- Entah ingin membuat resah atau sekadar iseng, penipuan berkedok menyukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada) sedang bergentayangan di Kabupaten Mojokerto.

Yang mungkin unik dan membingungkan warga, penipuan yang diduga memakai teknik gendam itu tidak mengambil materi dari korban. Penipu hanya mengarahkan para korbannya untuk telanjang bulat dan berkeliling pasar, dengan sekujur tubuh lebih dahulu dilumuri cat serta memakai anting-anting dari rentengan koin rupiah yang dilubangi.

Penggendam yang mengaku-ngaku sebagai Asisten I Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mojokerto itu mengatakan kepada para korbannya bahwa ritual bugil itu untuk membuang sial (atau tolak bala) Bupati Mojokerto H Suwandi, yang bakal maju lagi dalam pilkada 2010 nanti.

Setidaknya delapan orang telah jadi korban, dan semuanya pegawai negeri sipil (PNS) dengan profesi guru di wilayah Kabupaten Mojokerto. Namun, hanya tiga orang yang terlanjur sampai bugil dan berkeliling pasar. Sedangkan lima guru lainnya belum sempat bugil karena sudah keburu sadar. Semua korban adalah lelaki.

AR, salah-satu korban yang juga guru sebuah SDN di wilayah Kembangsri, Kecamatan Ngoro, menuturkan pada Sabtu (21/11) sekitar pukul 21.00 WIB, dirinya menerima telepon dari seorang pria. Pria itu mengaku sebagai Asisten I bidang Pemerintahan Sekkab Mojokerto, Akh Djazuli.

Si `Akh Djazuli` itu bilang bahwa dirinya diminta `Bupati Mojokerto` untuk memerintahkan AR agar telanjang dan keliling Pasar Tandjung Anyar, Kota Mojokerto, pada hari Minggu (22/11) mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Alasannya, itu sebagai ritual tolak bala sekaligus wujud rasa syukur dari para guru atas rekomendasi DPP PDIP kepada Bupati Suwandi untuk maju lagi dalam pilkada Mojokerto 2010 nanti.

“Penelepon juga meminta saya untuk melumuri tubuh dengan cat hitam serta memakai anting dari koin-koin Rp 100 yang direnteng saat bugil,” cerita AR kepada Surya.
Berdasarkan penelusuran Surya, ada juga korban yang diminta si penggendam untuk memakai anting dari rentengan lembaran uang ribuan.

“Penelepon meyakinkan saya bahwa saya orang yang pas untuk melakukan ritual tersebut. Dia bilang orang yang dipilih melakukan ritual ini hanyalah yang berbadan tegap dan tinggi. Dia sempat telepon lagi malam hari untuk kembali meyakinkan saya,” tutur AR, yang guru olahraga.

Bersama seorang rekannya yang senasib, kemarin AR menanyakan langsung kebenaran perintah lewat telepon itu kepada Asisten I Sekkab Mojokerto, Akh Djazuli.

“Jelas penipuan. Ini sangat sensitif karena mencatut nama Pak Bupati yang bakal maju lagi dalam pilkada mendatang,” tandas Akh Djazuli usai menerima dua guru korban penipuan itu, Selasa (24/11) pagi, di pendopo kabupaten.

AR tidak habis mengerti mengapa pesan si penelepon itu begitu mengiang-ngiang di telinganya dan dirinya juga patuh saja. Waktu itu, yang terlintas di pikiran AR adalah bahwa karena si penelepon mengaku sebagai Asisten I Sekkab, maka pastilah itu perintah resmi dan bertujuan baik. Apalagi, Akh Djazuli yang sebenarnya adalah mantan kepala dinas pendidikan, sehingga dianggapnya peduli pada guru.

Oleh karena itu, meskipun istrinya sempat berusaha mencegah aksi aneh itu, AR tak banyak menggubris. Esok harinya, yakni Minggu (22/11) sekitar pukul 17.00 WIB, AR sudah berada di Pasar Tandjung Anyar yang berada di tengah kota Mojokerto.

“Di pasar itu, saya belum sampai mencopot pakaian hingga telanjang tapi sudah melumuri badan dengan cat hitam sebanyak 1 kilogram, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sebab, kata si penelepon jika ada bagian tubuh yang tak tersiram cat, suara saya akan hilang,” ucap AR.

Telinganya sudah terpasang anting-anting dari koin Rp 100 sebanyak 10 buah yang dilubangi dan direnteng ke bawah. Ternyata ritual yang sama juga sedang dilakukan oleh sejumlah guru yang lain di tempat yang sama.

AR mulai sadar ada yang tak beres setelah ia tak melihat apa yang telah dijanjikan oleh si penelepon. Saat menelepon, si penggendam mengatakan bahwa di Pasar Tandjung Anyar akan dijumpai kiai berjubah putih yang bakal memberi doa-doa sehingga `menutup` mata para pengunjung pasar, dan AR bakal terlihat seperti tidak telanjang.

“Untungnya, sebelum saya telanjang, saya lebih dulu mencari kiai yang dimaksud itu. Karena tidak ketemu, saya mulai ragu dan sadar bahwa ini penipuan. Saat itu sekitar pukul 7 malam. Padahal, perintahnya, pokoknya tiba di pasar saya harus langsung mencopot seluruh pakaian dan kemudian keliling pasar mencari si kiai,” kata AR.

Hingga kemarin, cat hitam yang menyiram sekujur tubuh AR belum hilang sama sekali meski dia telah membersihkannya dengan 5 liter bensin.

“Untung saya sadar. Kalau tidak, setelah dari pasar saya diperintahkan untuk pergi ke pendopo kabupaten dan di sana katanya baju pengganti akan disediakan oleh Pak Bupati,” kata AR.

Selain AR, ritual yang sama di Pasar Tandjung Anyar ternyata juga hendak dilakukan sejumlah guru. Setelah tersadar, di pasar itu AR menjumpai Poniman dan Minto, yang kondisinya juga sama dengan dirinya.

“Pak Minto dan Pak Poniman saya sadarkan sehingga selamat tak sampai bugil. Setahu saya ada lima guru yang selamat. Namun, ada tiga guru yang terlanjur bugil dan keliling pasar,” kata AR.

Sejumlah pedagang di Pasar Tandjung Anyar yang ditemui Surya kemarin mengaku, mereka melihat sekitar pukul 17.00 hingga 21.00 pada hari Minggu (22/11), ada beberapa orang mulai telanjang bulat lalu lalang di pasar dan beberapa lainnya hanya memakai cawat dengan tubuh kehitaman.
“Saya kira mereka orang gila. Saya nggak tahu kalau itu ritual orang kena gendam,” kata Agus, pedagang singkong di Pasar Tandjung Anyar.

Tiga orang yang terlanjur bugil diketahui adalah para guru olahraga dari SDN-SDN di wilayah Kecamatan Mojoanyar, Bangsal dan Ngoro. Sedangkan lima guru yang selamat berasal dari Kecamatan Gedeg, Pacet, Gondang, Sooko, dan Mojosari.

Karena namanya dicatut, Akh Djazuli bersama tiga orang guru yang selamat, Selasa (24/11) petang, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mojokerto. “Kami ingin agar kasus ini diungkap,” ujar Djazuli.

Kapolres Mojokerto AKBP Onto Cahyono belum mendapat laporan tentang kasus itu saat dihubungi Surya, Selasa (24/11) malam. “Saya sekarang sedang rapat di Jakarta. Tapi, tak mungkin lah bupati memerintahkan seperti itu,” ujarnya.

Kasat Reskrim AKP Samsul Makali juga belum mengetahui peristiwa tersebut. “Belum tahu. Saya masih melakukan pengembangan kasus di luar kota,” katanya. bet

Foto-foto ‘Hot’ Ibu Guru SD Saat Hendak Memadu Kasih

Posted on Updated on

Suatu hari, menjelang adegan memadu kasih di dalam kamar, sejumlah pose telanjang sang istri dipotret oleh si suami. Maksudnya adalah untuk koleksi pribadi. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa foto porno koleksi pribadi takkan tersebar ke mana-mana? Silakan simak berita ini:

Foto `Hot` Ibu Guru Beredar Luas
Rabu, 18 Nopember 2009 | 9:12 WIB

Banyuwangi-Surya- Foto bugil (hot) milik seorang ibu guru di Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi beredar luas dalam sepekan terakhir. Foto-foto itu menyebar luas melalui ponsel.

Setelah heboh dalam sepekan terakhir, seseorang yang mengaku sebagai model di foto tersebut muncul di kantor Polsek Cluring. Guru olahraga berinisial SR, 47, melaporkan beredarnya foto-foto itu ke polisi, Sabtu (14/11). Pasalnya, foto-foto itu adalah koleksi pribadi dan tidak untuk disebarkan ke publik.
Dalam foto-foto itu terlihat seorang perempuan telanjang hanya memakai celana dalam berwarna putih. Tubuhnya bagian atas terlihat jelas dalam foto tersebut. Selain foto telentang itu, juga terlihat foto yang memperlihatkan alat vital sang model. Ada lima gambar bugil yang menyebar.

Salah satu warga, Eko mengaku mempunyai foto-foto itu dari seorang temannya. “Saya tidak tahu dari mana asalnya,” kata Eko. Menurutnya, foto-foto itu telah ramai diperbincangkan dalam sepekan terakhir.

Dan rupanya sang model tidak tahan dengan kabar itu. Akhir pekan lalu ia lapor polisi. SR merasa nama baiknya dicemarkan dengan beredarnya foto-foto itu. Padahal foto tersebut merupakan koleksi pribadi.
SR membuat dua laporan sekaligus. Laporan pertama dugaan pencemaran nama baik untuk mengungkap siapa dalang di balik penyebaran foto telanjang tersebut. Yang kedua, laporan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan mingguan lokal, yaitu IT dan SG.

Setelah menerima laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Kapolsek Cluring AKP Suwardi mengatakan, pihaknya telah memeriksa lima orang. Pemeriksaan dilakukan untuk mengusut siapa dalang di balik beredarnya foto pribadinya tersebut.

“Sudah lima orang yang kita periksa, di antaranya pelapor dan dua orang wartawan mingguan,” kata Suwardi, Selasa (17/11). Kelima orang itu diperiksa sebagai saksi.
Polisi memeriksa SR untuk menelisik pelaku penyebaran foto. Sedangkan oknum wartawan diperiksa atas dugaan pemerasan terhadap SR. IT diperiksa lantaran diduga kuat mengetahui siapa orang pertama yang menyebarkan foto telanjang tersebut.

SG diperiksa atas perkara dugaan pemerasaan yang memanfaatkan foto telanjang dengan modus konfirmasi berita. SG sendiri mengaku mendapatkan foto telanjang tersebut dari IT, dan membantah telah melakukan pemerasan.
Kepada polisi, SR mengaku mengetahui fotonya beredar ke masyarakat setelah beberapa orang yang mengaku wartawan mingguan mendatanginya. SR mengaku diperas oleh oknum wartawan itu dan telah mengeluarkan ‘uang damai’ sebesar Rp 1 juta dengan maksud agar foto-foto itu tak dimuat.

“Dia tahu foto-foto pribadinya beredar ya dari wartawan itu, dan akhirnya lapor,” lanjut Suwardi.
Polisi menemukan titik terang orang yang diduga melakukan penyebaran foto telanjang SR dan motif di balik aksi itu. Penyebaran foto telanjang SR, diduga berlatar belakang api cemburu.
Kepada polisi SR menyebutkan jika foto telanjangnya itu diambil gambarnya oleh YK, mantan suaminya saat hubungannya keduanya masih mesra.

Sejumlah gambar berpose menantang diambil sesaat sebelum YK dan SR memadu kasih di kamar rumah mereka, sewaktu hubungan keduanya masih harmonis. Namun, SR tak menyangka jika akhirnya akan menjadi persoalan seperti saat ini.

Guru olah raga di sebuah SD Negeri di kawasan Desa Tampo Kecamatan Cluring tersebut menduga jika peristiwa memalukan itu dilatarbelakangi kecemburuan YK.
Hubungan SR dan YK saat ini dalam proses perceraian. YK diketahui tidak rela jika diceraikan oleh SR. Di tengah proses tersebut, SR sedang dekat dengan seorang pria berinisial RD.
“SR mengaku jika saat ini sedang dekat dengan seorang pria berinisial RD,” lanjut Suwardi.
Kini polisi tengah memburu YK untuk dikonfrontasi dengan lima saksi yang telah diperiksa. Jika benar YK yang menyebarkan, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Polisi juga menyita lima lembar gambar telanjang SR.st9

Muslimah Dilarang Menutup Aurat (di Perancis)?

Posted on Updated on

Larangan Burqa Picu Reaksi Warga Prancis

Liputan6.com, Paris: Pernyataan Menteri Imigrasi Prancis mengenai burqa menjadi buah bibir di berbagai media Prancis. Eric Besson menyampaikan bahwa pemakaian burqa atau pakaian muslim yang menutupi kepala hingga ujung kaki tidak sesuai dengan jati diri bangsa Prancis. Terlebih jika burqa dikenakan di tempat umum seperti di ruas-ruas jalan.

Komentar itu diucapkannya dalam sebuah tayangan televisi. Dia menilai burqa sangat mengekang kebebasan perempuan muslim di Prancis dan menghambat penerapan hukum kesetaraan yang tengah dijalani pemerintah. Warga pun segera bereaksi tidak setuju terhadap pernyataan tersebut. Pasalnya, mereka menganggap burqa sebagai salah satu dari keberagaman agama yang sebaiknya dihormati.

Menurut pimpinan gerakan menentang rasisme, Bernadette Htier, pernyataan itu bersifat politis. Tujuannya adalah untuk menarik suara bagi Partai Barisan Nasional yang menaungi Besson menjelang pemilu Maret 2010 nanti.

Dalam beberapa bulan terakhir, polemik penggunaan burqa terus memanas di Prancis. Pemerintah negara itu pun tengah menggelar debat nasional guna memutuskan apakah akan melarang pemakaian burqa. Namun ternyata, debat itu memicu lahirnya stigma negatif terhadap komunitas muslim di Prancis, yang sebagian besar adalah imigran.

Awas! Produk dalam Parsel Mungkin Ada Yang Berbahaya!

Posted on Updated on

parsel lebaranBPOM Minta Hati-hati Gunakan Produk dalam Parsel
Selasa, 1 September 2009 20:58 WIB

Jakarta (ANTARA News) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat berhati-hati ketika membeli dan menggunakan produk dalam bingkisan (parsel) agar terhindar dari produk substandar yang bisa mengganggu kesehatan.

“Karena mungkin ada yang sudah kadaluwarsa, rusak, mengandung bahan berbahaya, bahkan mengandung alkohol atau babi,” kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib disela acara buka bersama di kediaman Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Jakarta Selatan, Selasa malam.

Husniah berpesan, masyarakat yang hendak membeli atau mengonsumsi produk pangan dalam parsel sebaiknya memeriksa izin edar produk dan tanggal kadaluwarsanya.

“Kalau sudah ada izin edar dan belum melampaui batas kadaluwarsa berarti aman dikonsumsi,” katanya serta menambahkan produk yang diberi izin edar dipastikan aman dikonsumsi.

Ia menjelaskan pula bahwa untuk mengamankan masyarakat dari produk-produk pangan substandar di pasaran selama Ramadhan BPOM secara berkala melakukan razia.

Menurut dia, razia produk pangan substandar, termasuk yang sudah melampaui batas tanggal kadaluwarsa, dilakukan di pusat perbelanjaan dan toko ritel sejak tanggal 10 Agustus hingga akhir Ramadhan.

“Produk pangan substandar masih ditemukan, kebanyakan produk yang melampaui batas kadaluwarsa, tapi ada juga yang mengandung babi atau alkohol,” katanya.

Ia menjelaskan, penjualan produk pangan substandar melanggar ketentuan dalam undang-undang pangan dan undang-undang perlindungan konsumen.

“Karena itu, produsen yang kedapatan menjual produk pangan substandar akan diproses secara hukum,” demikian Husniah Rubiana Thamrin Akib. (*)

Direktorat Reserse Kriminal Umum menangkap 3 perampok taksi

Posted on

(Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum menangkap 3 perampok taksi. Ketiganya ditangkap pada Sabtu (29/8/2009) malam di kawasan Jakarta Selatan.

“Ketiganya ditangkap kemarin malam. Mereka adalah pemain lama,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iriawan saat dihubungi, Minggu (30/8/2009).

Ketiga pelaku yakni Syahrial Nizam, Ebit Lubis dan Harvey. Sementara itu, Kepala Satuan resmob AKBP Achmad Rivai mengungkapkan modus yang digunakan para pelaku adalah dengan menyewa taksi. Taksi tersebut kemudian dibawa berkeliling untuk mencari target.

“Dari belakangnya diikuti oleh mobil Daihatsu Xenia sewaan juga,” kata Rivai.

Setelah mendapat sasaran, 2 pelaku yang berada di mobil Xenia kemudian menyergap korban melalui pintu belakang. Seorang pelaku lainnya berperan sebagai sopir taksi.

Setelah berada di dalam mobil, korban kemudian diancam akan ditelanjangi dan dibunuh. Kawanan ini biasanya mengincar wanita sebagai sasarannya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan aksinya sebanyak tiga kali yakni di Jl TB Simatupang, Jl fatmawati dan Jl Kebon Siri, Jakpus. Terakhir, kelompok ini melakukan aksinya di kawasan SCBD, Jl Sudirman, Jaksel.

Terakhir, kawanan ini merampas handphone BlackBerry, cincin emas dan jam tangan milik Yessy Fausiana (35). Pada Rabu, 19 Agustus lalu Yessy menumpang taksi ‘G’ di kawasan SCBD sepulang kerja.

Tak jauh dari tempatnya menyetop taksi, Yessy kemudian disergap oleh 2 pria tak dikenal. Yessy kemudian dibawa keliling Jakarta dan diturunkan di Cawang.

detik.com

DKP: Website Privateislandsonline.com Menyesatkan!

Posted on Updated on

Jakarta – 3 Pulau di Kepulauan Mentawai diiklankan di situs privateislandsonline.com. Pemerintah menyatakan bahwa situs itu menyesatkan.

“Yang di web itu mengandung unsur-unsur menyesatkan. Pemiliknya dari Toronto, Canada,” ujar Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil dan Terluar Departemen Kelautan dan Perikanan Toni Ruchimat.

Toni mengatakan itu dalam diskusi bertajuk ‘Menjaga Bumi dan Budaya Indonesia’ di Warung Daun, Jl Pakubuwono 10, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2009).

Toni mengungkapkan, setelah mengetahui Pulau Makaroni, Pulau Silionak dan Pulau Kandui akan dijual, maka pihaknya langsung membentuk tim. Tim dibentuk untuk mengklarifikasi ke pemerintah Sumatera Barat dan Kabupaten Mentawai terkait kebenaran kabar itu.

Namun setelah diteliti, lanjut Toni, banyak hal ganjil dalam website itu. “Misalnya disebut Makaroni Island, itu sebenarnya Makaroni Resort.  Makandui Island, sebenarnya Makadui Resort. Jadi dari hasil klarifikasi dia tidak menjual, tapi menjual saham resort,” ungkap Toni.

Sebelumnya, 3 pulau itu diiklankan di situs privateislandsonline.com dengan judul ‘Islands for Sale in Indonesia’. Masing-masing pulau dihargai bervariasi. Pulau Makaroni yang memiliki luas 14 hektar dihargai US$ 4 juta, Pulau Silionak yang memiliki luas 24 hektar dibandrol US$ 1,6 juta dan Pulau Kandui yang memiliki luas 26 hektar ditawarkan US$ 8 juta.
detik.com