Allah

Bermimpi Mau Mati

Posted on Updated on

Satu kali saya terpeleset dan jatuh dari sebuah bukit berguling. Bukit itu ada beberapa bebatuan. Saya sudah merasa tidak punya daya apapun untuk menyelematkan diri, yo wis, saya pasrah saja, apapun yang terjadi. Tiada daya yang dalam lintasan pikiran mungkin untuk selamat. Saya berguling beberapa kali menuruni bukit, terantuk sana-sini. Beberapa saat kemudian saya bangun, berdiri. Tidak kurang sesuatu apa. Orang yang melihat sudah mengira-ngira tentulah parah akibatnya…

Eh, itu bukan mimpiku. Itu kisah nyata mas agor dalam sebuah komentar di blog ini. Aku membacanya sepintas lalu. Mungkin karena kisah menarik itu beliau sampaikan secara –maaf– kurang dramatis, saat itu aku kurang merasa terkesan. Tapi setelah kurenung-renungkan sekarang, bukan salah mas agorsiloku bila ceritanya kurang dramatis. (Sebab, konteksnya adalah diskusi rasional.) Akulah yang salah.

Kemarin itu belum lama aku menyatakan membuka diri terhadap hikmah dari mana pun, termasuk dari mas agor. Tapi kok ya aku tak berusaha mengambil hikmah dari kisah sebagus itu. Betapa bodohnya diriku. Itulah kesalahanku. Namun alhamdulillah, alam bawah sadarku membawaku untuk mengambil hikmah dari kisah semacam itu. Ya, semalam aku bermimpi mau mati!

Ini dia cerita di dalam mimpiku:

Aku sedang bercengkerama berdua dengan suami seorang sahabat dekatku. (Jangan heran bahwa aku bersahabat akrab dengan wanita nonmuhrim. Dalam pengalamanku, hubungan pria-wanita bukanlah melulu mengenai asmara; kami bisa bersahabat sebagai sesama ciptaan Tuhan.) Kami sedang duduk-duduk santai. Berdua. Menyepi di tengah keramaian. Di sekeliling kami, orang-orang ramai berlalu-lalang. Mereka menari-nari dan bernyanyi-nyanyi. Entah apa tarian dan nya … Read More

via Aku Mau Mati

Berkat Sedekah Sepotong Roti

Posted on Updated on

Wahai anakku! Ingatlah kisah si pemilik roti! Ia beribadah di pondoknya selama tujuhpuluh tahun. Namun, hanya sekali keluar dari pondoknya, setan mendatanginya dengan menyerupai bentuk seorang wanita. Kemudian ia tinggal bersama wanita itu selama tujuh hari tujuh malam.

Setelah tersadar, Baca entri selengkapnya »

Siapa dimuliakan Tuhan?

Posted on Updated on

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, ‘Tuhanku memuliakan aku’.” (QS al-Fajr [89]: 15)

Benar, Tuhanku. Kuperhatikan, ada dua orang haji dan seorang calon haji ditanya rahasia kesuksesan mereka dalam berburu rezeki. Dua orang menjawab, “Allah menolongku karena aku selalu berusaha bershalat sebaik-baiknya.” Orang ketiga menambahkan, “Makanya, introspeksilah. Kalau selama ini kamu gagal berkali-kali, lihatlah shalatmu. Sudah bener apa belum?”

Baca entri selengkapnya »