dunia pendidikan

Pesantren terancam kehilangan ciri khasnya

Posted on Updated on

Belum selesai kontroversi Ujian Nasional di sekolah-sekolah, kini Pemerintah malah akan juga mengadakan Ujian Nasional untuk pesantren-pesantren juga. Kalau begitu, tidakkah pesantren itu akan kehilangan ciri khas atau keunikannya sebagai lembaga pendidikan yang “merakyat”?

Kyai, Santri, dan PesantrenPesantren Akan Distandardisasi dan Ada UN Pesantren

By Republika Newsroom
Selasa, 5 Januari 2010 pukul 08:43:00

JAKARTA–Kementrian Agama akan melakukan standardisasi pesantren. Selain itu, nantinya juga akan ujian nasional khusus pesantren. Ini ditegaskan Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Prof. Dr. Muhammad Ali, di Jakarta, Selasa (5/12). ”Kami sedang merancang standardisasi untuk pesantren. Nanti juga ada ujian nasionalnya, namun tidak gabung dengan Diknas. Jadi Ujian Nasional khusus pesantren,” tandas Muhammad Ali.

Dikatakan Ali, jika berbicara pesantren, maka ada dua makna. Yaitu pesantren sebagai wadah dan pesantren sebagai satuan lembaga pendidikan. ”Nah, pesantren sebagai sebuah wadah, tidak terkait dengan masalah standarisasi ini. Standarisasi ini dilakukan dalam konteks pesantren sebagai satuan pendidikan,” kata Ali.

Menurutnya, di Indonesia yang terbanyak adalah pesantren sebagai sebuah wadah. ”Namun ada juga yang gabungan,” katanya. ”Nah, kita akan membentuk kurikulum khusus untuk pesantren itu,” katanya.

Pada kesempatan itu Ali juga mengungkapkan bahwa pendidikan madrasah sudah mulai dapat disejajarkan dengan sekolah umum dengan berhasilnya pendidikan sekolah tersebut merebut kejuaraan sains tingkat nasional dan internasional. Kementerian Agama memberikan penghargaan kepada siswa siswi berprestasi pendidikan Madrasah Ibtidayah , Madrasah Tsanawiyah serta Madrasah Aliyah.

Mereka dinilai telah berhasil menggaet medali dalam lomba sains tingkat nasional dan internasional. Baik dalam bidang sains, matematik dan teknologi (robot) oleh siswa madrasah tingkat Ibtidayah dan madrasah Aliyah tersebut, maka berarti pendidikan di madrasah bisa dinilai tidak kalah dengan sekolah umum. ”Kami tidak membentuk pendidikan khusus bagi siswa berprestasi sebagaimana sekolah umum,” kata Mohammad Ali.

Sebelumnya ada senyalemen bahwa ada perbedaan kualitas antara madrasah dibanding sekolah umum. Karena sebagian besar madrasah dikelola swasta, yakni 91,5 persen, dan yang negeri hanya 8,5 persen. Dengan prestasi tersebut berarti madrasah bisa disejajarkan dengan pendidikan di sekolah umum.

Madrasah di Indonesia adalah lembaga pendidikan formal yang kurikulumnya mengacu pada kurikulum pendidikan nasional, tapi memiliki muatan agama yang lebih banyak dibanding sekolah. Jika sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, madrasah dipayungi Kementerian Agama. osa/taq

Hebat! Orang Indonesia Jadi Dosen Terbaik di Inggris

Posted on Updated on

Dr Yanuar NugrohoHidup di Indonesia sepertinya terlalu santai. Banyak anak berbakat yang kemudian tak berkembang. Buktinya, anak-anak kita sering memenangkan olimpiade sains, tapi setelah mereka dewasa nyaris tak ada gaungnya. Mungkin anak-anak kita itu perlu “hijrah” ke luar negeri, Inggris misalnya. Di sana, mereka bisa lebih terpacu untuk berprestasi seoptimal mungkin. Menjadi yang terbaik diantara orang bule tidaklah mustahil. Ini dia contohnya:

Dosen Indonesia di Inggris Raih Staf Akademik Terbaik

Jumat, 25 Desember 2009 03:47 WIB

London (ANTARA News) – Seorang warga Indonesia Dr. Yanuar Nugroho, peneliti dan pengajar di Institut Kajian Inovasi (Manchester Institute of Innovation Research/MIOIR) dan Pusat Informatika Pembangunan (Centre for Development Informatics/CDI) meraih penghargaan sebagai staf akademik terbaik (Academic of the Year Award) 2009 di Universitas Manchester, Inggris.

Penghargan sebagai Staf Akademik Terbaik 2009 di Manchester Business School di Universitas Manchester, Inggris dianugerahkan pimpinan Manchester Business School (MBS) di the University of Manchester kepada Dr Yanuar Nugroho, dalam satu upacara.

Menurut Yanuar kepada koresponden Antara London, Kamis , kriteria utama penilaian penghargaan ini adalah kontribusi akademik lewat penelitian, tulisan, seminar, kuliah dan konferensi.

Selain itu, transfer pengetahuan melalui pelatihan internal dan supervisi mahasiswa Master dan Doktoral, ujar ayah satu orang putri Diandra Aruna Mahira, (5) dan seorang putra Linggar Nara Sindhunata (2,5)

Dalam dua tahun terakhir, istri Dominika Oktavira Arumdati, terlibat dalam lebih dari 15 penelitian yang didanai oleh Uni Eropa (EU/EC), Dewan Riset Inggris (RCUK), Dewan Riset Eropa (ERC), dan Departemen Industri dan Perdagangan Inggris (DTI).

Selain mempublikasikan tulisan di berbagai jurnal internasional, presentasi di konferensi-konferensi kelas dunia, dan menjadi dosen tamu di beberapa universitas termasyur seperti Oxford dan Cambridge.

Saat ini Dr. Nugroho membimbing dua mahasiswa sarjana, lima mahasiswa master dua diantaranya dari Indonesia dan satu diantaranya lulus dengan pujian atau `distinction? ? atau cum laude, menjadi supervisor satu mahasiswa doktoral dan advisor tiga mahasiswa doktoral lainnya.

Dr. Nugroho menyatakan sebenarnya ia samasekali tidak menyangka akan memenangkan penghargaan ini. “Saya baru diberitahu bahwa saya dinominasikan sebagai kandidat pada bulan Nopember yang lalu,” ujar pria kelahiran Januari 1972.

Dr. Nugroho, alumnus Teknik Industri ITB 1994, mendapatkan PhD-nya dari Universitas Manchester dalam waktu kurang dari 3 tahun pada 2007, menyelesaikan post-doktoralnya tahun 2008 dan sejak Agustus 2008 menjadi staf penuh di Universitas Manchester.(*)

“Kuserahkan pedang di antara selangkanganmu, wahai muridku!”

Posted on Updated on

pornografi“Ku menyerahkan pedang di antara selangkanganmu.” Demikian sepenggal bait puisi dari sebuah buku-ajar kumpulan puisi untuk murid SD di Batang, Jawa Tengah. Pada buku IPS, terdapat gambar sekelompok wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sedangkan pada buku IPA, terdapat gambar wanita berdiri dengan hanya mengenakan handuk atau kain yang transparan.

Ya, begitulah gambaran sebuah buku gambar untuk anak SD! Masya’allaah…. hendak dibawa ke mana sih, anak-anak kita ini? Apakah kita ingin anak-anak kita menjadi “dewasa” sebelum waktunya? Silakan simak berita ini:

Buku Ajar SD Berisi Gambar dan Kata-kata Porno Beredar di Jateng

Senin, 14/12/2009 18:29 WIB
Dani Wisnu – detikNews

Batang – Sejumlah buku ajar untuk SD berisi materi porno beredar di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng). Buku ajar itu memuat kata-kata dan gambar tidak senonoh. Termasuk cara berhubungan intim.

Penelusuran detikcom, buku-buku nyeleneh itu beredar di sejumlah SD dan Madrasah Ibtidaiyah. Salah satunya di SDN 01 Banyuputih. Buku-buku ajar bermasalah itu antara lain untuk mata pelajaran IPS, IPA, dan kumpulan puisi.

Pada buku IPS, terdapat gambar sekelompok wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sedangkan pada buku IPA, terdapat gambar wanita berdiri dengan hanya mengenakan handuk atau kain yang transparan.

Sedangkan kata-kata porno terdapat pada buku kumpulan puisi. Kata-kata itu antara lain berbunyi ‘Ku menyerahkan pedang di antara selangkanganmu’. Buku tersebut diterbitkan oleh CV Megah Perkasa Utama.

Sejumlah orang tua siswa mengaku sudah mengetahui peredaran buku ajar bermasalah tersebut. Mereka resah dan berharap buku-buku itu segera ditarik.

“Pokoknya saya minta agar buku tersebut ditarik karena bisa merusak moral anak anak,” kata salah seorang wali murid, Abdul Kohar.

Kepala Sekolah SDN 01 Banyuputih, Sujenal Ngabidin, membenarkan peredaran buku ajar bermasalah tersebut di sekolahnya. Menurutnya, buku-buku itu didapat dari salah satu rekanan dari Dana Alokasi khusus atau DAK 2008.

Menurut Sujenal, buku-buku tersebut tak hanya beredar di sekolahnya. Buku-buku itu juga diterima sekolah lain bahkan di Madrasah Ibtidaiyah. Sujenal berjanji akan melaporkan masalah ini ke instansi terkait.

Ditemui secara terpisah Wakil Bupati Batang, H Achfa Machfudz, juga menyesalkan beredarnya buku ajar porno itu di wilayahnya. Dia mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengusut masalah ini secepatnya. Dia juga mengatakan akan memberikan sanksi tegas pihak-pihak siapa pun yang terbukti kasus ini.

“Dinas Pendidikan secepat mungkin harus menarik buku tersebut. Pihak rekanan juga harus bertanggung jawab atas beredarnya buku-buku itu. Kepada semua kepala sekolah saya minta juga agar teliti sehingga kejadian memalukan ini tidak terulang,” ujar Achfa.

(djo/nrl)

3 Guru Telanjang Keliling Pasar, 1 Murid SD Perkosa Teman

Posted on Updated on

Lagi-lagi gambaran suram dunia pendidikan di Indonesia. Ibarat peribahasa: guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Masya’Allaah… Delapan orang guru SD melakukan aksi “ritual” memalukan di sebuah pasar. Tiga orang diantaranya dengan telanjang. Sementara itu, seorang anak lelaki SD yang baru berusia 12 tahun diduga memperkosa temannya, seorang anak perempuan yang baru berusia 7 tahun. Ini dia berita-beritanya dari Harian Surya:

Bocah SD Cabuli Teman Diiming-iming Rp 1.000 Mulut Disumpal Kain
Rabu, 25 Nopember 2009 | 9:06 WIB | Posts by: jps | Kategori: Malang Raya |

SINGOSARI – SURYA- Peristiwa ini, mungkin bisa menjadi pelajaran bagi orangtua dalam hal mendidik anaknya. RU, bocah berumur 12 tahun dilaporkan ke polisi gara-gara diduga memerkosa tetangganya yang juga masih bocah. Anak perempuan ini masih berusia tujuh tahun atau kelas 1 SD.

Peristiwa tragis ini terjadi Jumat (21/11) di Dusun Tompo Rejo, Desa dengkol, Kecamatan Singosari. Di dampingi kedua orangtuanya saat melapor ke Polsek Singosari Selasa (24/11), Ai, yang menjadi korban pencabulan dengan polos bercerita jika pada Jumat siang ia diminta bermain ke rumah RU yang saat itu kosong. Bocah ingusan itu mengatakan ia diiming-iming uang Rp 1.000 agar bersedia bermain di sana.

Malang bagi Ai, bukan sebuah acara bermain bersama yang didapat. Bocah mungil ini justru mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya. RU yang tubuhnya tiga kali lebih besar mencabulinya. Ai yang takut tidak bisa berontak , berteriak pun tidak bisa karena mulutnya disumpal kain.

Aksi yang tidak semestinya dilakukan bocah seumuran RU terbongkar setelah beberapa warga yang sebelumnya melihat Ai bermain di rumah tersebut, namun hingga siang tidak juga keluar. Warga kemudian masuk rumah dan mendapati RU dan Ai yang busananya sudah tidak lengkap.

Tidak ingin berpolemik, warga memulangkan Ai ke rumahnya orangtuanya. Akan tetapi, orangtua Ai yang mendapatkan laporan dan mendengarkan cerita langsung dari Ai tidak terima dan melaporkan ke polisi. Terlebih Ai terus menangis karena merasa sakit di kemaluannya. Yang mengejutkan, (maaf) pada alat vital Ai ditemukan juga cairan hand and body lotion.

RU yang sempat menjalani pemeriksaan mengatakan, ia sama sekali tidak mengingat kejadian tersebut. RU merasa sedikit linglung usai mandi di sebuah sumur dekat sekolahnya.
“Saya cuman ingat dituntun seorang perempuan usai mandi di sumur dan kemudian pulang,” ucapnya polos.

Kapolsek Singosari, AKP Agus Guntoro, mengatakan, kasus ini dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang, mengingat terlapor dan pelapor masih di bawah umur.why

Digendam, 3 Guru Bugil di Pasar
Rabu, 25 Nopember 2009 | 8:11 WIB | Posts by: jps | Kategori: Berita Terkini, Headline, Mataraman |

* Penggendam Ngaku Suruhan Bupati
* 5 Guru Sadar tapi Terlanjur Mandi Cat

Mojokerto-Surya- Entah ingin membuat resah atau sekadar iseng, penipuan berkedok menyukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada) sedang bergentayangan di Kabupaten Mojokerto.

Yang mungkin unik dan membingungkan warga, penipuan yang diduga memakai teknik gendam itu tidak mengambil materi dari korban. Penipu hanya mengarahkan para korbannya untuk telanjang bulat dan berkeliling pasar, dengan sekujur tubuh lebih dahulu dilumuri cat serta memakai anting-anting dari rentengan koin rupiah yang dilubangi.

Penggendam yang mengaku-ngaku sebagai Asisten I Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mojokerto itu mengatakan kepada para korbannya bahwa ritual bugil itu untuk membuang sial (atau tolak bala) Bupati Mojokerto H Suwandi, yang bakal maju lagi dalam pilkada 2010 nanti.

Setidaknya delapan orang telah jadi korban, dan semuanya pegawai negeri sipil (PNS) dengan profesi guru di wilayah Kabupaten Mojokerto. Namun, hanya tiga orang yang terlanjur sampai bugil dan berkeliling pasar. Sedangkan lima guru lainnya belum sempat bugil karena sudah keburu sadar. Semua korban adalah lelaki.

AR, salah-satu korban yang juga guru sebuah SDN di wilayah Kembangsri, Kecamatan Ngoro, menuturkan pada Sabtu (21/11) sekitar pukul 21.00 WIB, dirinya menerima telepon dari seorang pria. Pria itu mengaku sebagai Asisten I bidang Pemerintahan Sekkab Mojokerto, Akh Djazuli.

Si `Akh Djazuli` itu bilang bahwa dirinya diminta `Bupati Mojokerto` untuk memerintahkan AR agar telanjang dan keliling Pasar Tandjung Anyar, Kota Mojokerto, pada hari Minggu (22/11) mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Alasannya, itu sebagai ritual tolak bala sekaligus wujud rasa syukur dari para guru atas rekomendasi DPP PDIP kepada Bupati Suwandi untuk maju lagi dalam pilkada Mojokerto 2010 nanti.

“Penelepon juga meminta saya untuk melumuri tubuh dengan cat hitam serta memakai anting dari koin-koin Rp 100 yang direnteng saat bugil,” cerita AR kepada Surya.
Berdasarkan penelusuran Surya, ada juga korban yang diminta si penggendam untuk memakai anting dari rentengan lembaran uang ribuan.

“Penelepon meyakinkan saya bahwa saya orang yang pas untuk melakukan ritual tersebut. Dia bilang orang yang dipilih melakukan ritual ini hanyalah yang berbadan tegap dan tinggi. Dia sempat telepon lagi malam hari untuk kembali meyakinkan saya,” tutur AR, yang guru olahraga.

Bersama seorang rekannya yang senasib, kemarin AR menanyakan langsung kebenaran perintah lewat telepon itu kepada Asisten I Sekkab Mojokerto, Akh Djazuli.

“Jelas penipuan. Ini sangat sensitif karena mencatut nama Pak Bupati yang bakal maju lagi dalam pilkada mendatang,” tandas Akh Djazuli usai menerima dua guru korban penipuan itu, Selasa (24/11) pagi, di pendopo kabupaten.

AR tidak habis mengerti mengapa pesan si penelepon itu begitu mengiang-ngiang di telinganya dan dirinya juga patuh saja. Waktu itu, yang terlintas di pikiran AR adalah bahwa karena si penelepon mengaku sebagai Asisten I Sekkab, maka pastilah itu perintah resmi dan bertujuan baik. Apalagi, Akh Djazuli yang sebenarnya adalah mantan kepala dinas pendidikan, sehingga dianggapnya peduli pada guru.

Oleh karena itu, meskipun istrinya sempat berusaha mencegah aksi aneh itu, AR tak banyak menggubris. Esok harinya, yakni Minggu (22/11) sekitar pukul 17.00 WIB, AR sudah berada di Pasar Tandjung Anyar yang berada di tengah kota Mojokerto.

“Di pasar itu, saya belum sampai mencopot pakaian hingga telanjang tapi sudah melumuri badan dengan cat hitam sebanyak 1 kilogram, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sebab, kata si penelepon jika ada bagian tubuh yang tak tersiram cat, suara saya akan hilang,” ucap AR.

Telinganya sudah terpasang anting-anting dari koin Rp 100 sebanyak 10 buah yang dilubangi dan direnteng ke bawah. Ternyata ritual yang sama juga sedang dilakukan oleh sejumlah guru yang lain di tempat yang sama.

AR mulai sadar ada yang tak beres setelah ia tak melihat apa yang telah dijanjikan oleh si penelepon. Saat menelepon, si penggendam mengatakan bahwa di Pasar Tandjung Anyar akan dijumpai kiai berjubah putih yang bakal memberi doa-doa sehingga `menutup` mata para pengunjung pasar, dan AR bakal terlihat seperti tidak telanjang.

“Untungnya, sebelum saya telanjang, saya lebih dulu mencari kiai yang dimaksud itu. Karena tidak ketemu, saya mulai ragu dan sadar bahwa ini penipuan. Saat itu sekitar pukul 7 malam. Padahal, perintahnya, pokoknya tiba di pasar saya harus langsung mencopot seluruh pakaian dan kemudian keliling pasar mencari si kiai,” kata AR.

Hingga kemarin, cat hitam yang menyiram sekujur tubuh AR belum hilang sama sekali meski dia telah membersihkannya dengan 5 liter bensin.

“Untung saya sadar. Kalau tidak, setelah dari pasar saya diperintahkan untuk pergi ke pendopo kabupaten dan di sana katanya baju pengganti akan disediakan oleh Pak Bupati,” kata AR.

Selain AR, ritual yang sama di Pasar Tandjung Anyar ternyata juga hendak dilakukan sejumlah guru. Setelah tersadar, di pasar itu AR menjumpai Poniman dan Minto, yang kondisinya juga sama dengan dirinya.

“Pak Minto dan Pak Poniman saya sadarkan sehingga selamat tak sampai bugil. Setahu saya ada lima guru yang selamat. Namun, ada tiga guru yang terlanjur bugil dan keliling pasar,” kata AR.

Sejumlah pedagang di Pasar Tandjung Anyar yang ditemui Surya kemarin mengaku, mereka melihat sekitar pukul 17.00 hingga 21.00 pada hari Minggu (22/11), ada beberapa orang mulai telanjang bulat lalu lalang di pasar dan beberapa lainnya hanya memakai cawat dengan tubuh kehitaman.
“Saya kira mereka orang gila. Saya nggak tahu kalau itu ritual orang kena gendam,” kata Agus, pedagang singkong di Pasar Tandjung Anyar.

Tiga orang yang terlanjur bugil diketahui adalah para guru olahraga dari SDN-SDN di wilayah Kecamatan Mojoanyar, Bangsal dan Ngoro. Sedangkan lima guru yang selamat berasal dari Kecamatan Gedeg, Pacet, Gondang, Sooko, dan Mojosari.

Karena namanya dicatut, Akh Djazuli bersama tiga orang guru yang selamat, Selasa (24/11) petang, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mojokerto. “Kami ingin agar kasus ini diungkap,” ujar Djazuli.

Kapolres Mojokerto AKBP Onto Cahyono belum mendapat laporan tentang kasus itu saat dihubungi Surya, Selasa (24/11) malam. “Saya sekarang sedang rapat di Jakarta. Tapi, tak mungkin lah bupati memerintahkan seperti itu,” ujarnya.

Kasat Reskrim AKP Samsul Makali juga belum mengetahui peristiwa tersebut. “Belum tahu. Saya masih melakukan pengembangan kasus di luar kota,” katanya. bet

Ditampar Kepala Sekolah, Yolanda Siswa SD Enggan Bersekolah

Posted on Updated on

Ditampar Kepala Sekolah, Yolanda Siswa SD Enggan Bersekolah
Kamis, 23 Juli 2009 03:13 WIB

Medan (ANTARA News) – Citra guru sebagai seorang pendidik dan ditiru kembali tercoreng, menyusul terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum pendidik di salah satu SD swasta di Medan kepada muridnya.

Yolanda, warga Jalan Air Bersih Medan yang tercatat sebagai siswa kelas tiga di sekolah swasta di Medan, Rabu, mengaku ditampar oleh kepala sekolah di SD tersebut.

Menurut dia, kejadian itu bermula saat dia hendak menenangkan kericuhan yang terjadi di ruang kelasnya beberapa hari yang lalu.

“Kawan-kawan saya ribut di dalam kelas, saya mencoba menenangkan, namun tidak juga tertib. Kemudian saya memukul meja berniat untuk mengingatkan teman-teman untuk menghentikan keributan,” katanya.

Namun dikatakannya, peristiwa tersebut terdengar oleh kepala sekolah tempat ia belajar, lantas kepala sekolah menampar pipi korban sebanyak dua kali.

Ditambahkannya, akibat peristiwa tersebut pipi korban terasa sakit, dan mengaku enggan untuk bersekolah.

Saat dikonfirmasi, EDS, kepala sekolah, di Jalan Kemiri Medan mengaku telah menampar korban, karena siswa tersebut tidak mau mengakui bahwa ia telah memukul meja di ruang kelasnya.

Ratna Tanjung, orang tua siswa tersebut mengaku kecewa dengan perlakuan kepala sekolah pada anaknya.

Menurut dia, seharusnya seorang pendidik tidak melakukan hal tersebut dan memberikan contoh yang baik kepada seluruh murid di sekolah itu.

“Gara-gara masalah ini anak saya tidak mau sekolah, saya sangat kecewa, saya akan melaporkan masalah ini kepada polisi jika kepala sekolah tidak meminta maaf,” katanya.(*)

COPYRIGHT © 2009

Keterlaluan! Soal Ujian MAN Lecehkan Megawati!!

Posted on Updated on

Soal Ujian MAN Dinilai Diskreditkan Megawati
Selasa, 5 Mei 2009 | 08:38 WIB

SUMENEP, KOMPAS.com —Anggota DPR asal Madura, MH Said Abdullah, memprotes materi soal mata pelajaran Sejarah ujian akhir sekolah (UAS) siswa madrasah aliyah negeri (MAN). Masalahnya, ada pertanyaan yang dinilai telah mendiskreditkan mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri.

Materi ujian pelajaran sejarah itu pada pertanyaan nomor 30 berbunyi, Pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri terjadi disintegrasi bangsa, yaitu di a. Aceh dan Maluku, b. Aceh dan Madura, c. Ambon dan Medan, d. Kalimantan dan Bali, e. Sulawesi dan Medan.

Selain itu, pada pertanyaan nomor 31, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden RI yang ke berapa? Dua soal yang dinilai penuh nuansa politis itu ditemukan pada pelaksanaan UAS di MAN Sumenep, Senin (4/5).

Menurut MH Said Abdullah, pascareformasi dari era Presiden Abdurrahman Wahid ke Megawati Soekarnoputri hingga masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah terjadi disintegrasi bangsa. ”Kami yakin soal itu mengada-ada karena ditunggangi kepentingan tertentu dan bermuatan politis,” katanya.

Ditambahkan, materi UAS mata pelajaran Sejarah menyesatkan anak didik dan penuh nuansa politis, khususnya menjelang pemilu presiden. Anak didik, khususnya siswa kelas III yang merupakan pemilih pemula, ditunggangi demi ambisi rezim penguasa. ”Ini cara-cara menyesatkan dan menghalalkan segala cara melalui birokrasi pendidikan menjelang pemilu presiden,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan Said, soal-soal sejarah yang dinilai mendeskriditkan Megawati itu juga ditemukan di semua MAN se-Madura. ”Menyikapi masalah UAS di Madura itu, kami sepakat memanggil Menag untuk rapat kerja,” katanya.

Sementara itu, Kepala MAN Sumenep Moh Bakri saat dikonfirmasi Surya sedang tidak ada di tempat. Telepon selulernya juga tidak aktif. Namun, salah seorang guru MAN yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, soal-soal itu hasil kerja semua kepala MAN se-Madura. ”MAN Sumenep tidak terlibat pembuatan soal sejarah karena hanya kebagian pembuatan soal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Teknologi Informatika,” tuturnya. (st2)

Cabuli Beberapa Siswa Kok Bilang Tak Sengaja

Posted on

Cabuli Beberapa Siswa Kok Bilang Tak Sengaja
Minggu, 19 April 2009 | 08:17 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Abdul Manaf (54), guru SD di Palangkaraya, Kalteng, yang diduga mencabuli sejumlah siswinya, saat diperiksa oleh penyidik kepolisian Palangkaraya mengaku tidak sengaja.

“Tindakan yang dilakukannya kepada para siswinya tersebut, menurut Manaf, karena ketidaksengajaan semata,” jelas Kapolsek Sabangau Ipda Wahyu Edi kepada BPost Online.

Menurut Wahyu, meski pelaku mengaku karena tidak sengaja, pihaknya tetap tidak mempercayainya. “Karena korbannya tidak hanya satu siswi saja, melainkan banyak, tidak mungkin tidak segaja,” lanjut Kapolsek.

Ditambahkan dia, hingga kini, pelaku masih diamankan di Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. (faturahman)