Hati Lelaki

Kusangka berhati malaikat, ternyata munafiq

Posted on

“Selamat menempuh hidup baru,” kataku kepada diriku di pagi hari ini. Alhamdulillah, aku bersyukur bahwa Allah telah menjauhkan diriku dari orang-orang munafiq yang selama ini kusangka berhati malaikat. Mereka ternyata hanya mau menjadi “teman dalam suka”, tak mau menjadi “teman dalam duka”.

Alhamdulillah, aku pun bersyukur bahwa Allah telah menunjukkan kepada diriku beberapa gelintir hamba-Nya yang tulus dalam menempuh jalan-Nya. Mereka menyodorkan diri untuk menjadi saudara seperjuangan, baik dalam suka maupun dalam duka. Mudah-mudahan aku bisa menjalin tali ukhuwah dengan orang-orang yang tulus ini.

Meskipun kini temanku tak sebanyak kemarin-kemarin, aku pun bersyukur. Alhamdulillaah… Satu orang sahabat yang tulus lebih berharga daripada seribu orang “teman” yang munafiq dan egois, bukan?

Iklan

Ujian Terberat di Dunia Cinta

Posted on Updated on

Bagi sejumlah orang, ujian terberat di dunia cinta barangkali adalah dicueki kekasih. Bagi sebagian orang, ujian terberatnya mungkin dikhianati si dia. Bagi sebagian lainnya, ujian terberatnya mungkin adalah mengendalikan nafsu birahi. Ya, ujian kita berbeda-beda.

Bagiku, ujian terberatnya adalah bersikap tegas atau berkata “tidak” kepada orang yang aku sayangi atau kepada orang yang menaruh harapan kepadaku. Ingin rasanya aku memuaskan hati semua orang, tetapi seringkali aku gagal dan tak berdaya. Aku pun merasa tak tega mengetahui betapa terlukanya hati orang-orang yang aku tegasi. Terkadang aku sampai menangis dalam hati saat memikirkannya… apalagi ketika keraguan menerpa dengan sepatah tanya: inikah keputusan terbaik dalam pandangan Tuhan?

Ya Allah, kepadaMu lah aku mohon pilihan terbaik, mohon ditakdirkan yang terbaik, dan dimudahkan dalam ujian berat ini. Engkau takkan membebani kami melebihi kemampuan kami, bukan?

Kesedihanku Sebagai Seorang Lelaki

Posted on

Sudah lama aku tak menulis tentang kesedihan, khususnya kesedihanku. Kenapa, ya? Apa karena aku sudah selalu bahagia? Enggak juga. Jangan-jangan karena aku sudah mati-rasa, tak mampu merasakan lagi. Eh, ini juga enggak. Yang lebih pas barangkali karena seperti lelaki pada umumnya, kesibukan kerja membuatku diriku cenderung lupa pada perasaanku, termasuk perasaan sedih selaku penulis.

Selaku penulis, apa sih yang membuatku sedih? Sedih karena beberapa pembaca mengolok-olok diriku, melecehkan diriku, baik secara terang-terangan maupun diam-diam? Enggak, ah. Aku bukan tergolong lelaki yang menjunjung tinggi harga diri. (Jangan-jangan diriku emang nggak ada harganya, ya!)

Setelah kupikir-kupikir, aku berpandangan bahwa salah satu kesedihanku belakangan ini mirip dengan kesedihan yang dialami oleh Rasulullah Musa a.s ketika umatnya kurang memahami kata-katanya. Tadi sore, Dik Sekar (salah seorang perempuan yang kini menjadi salah satu tim co-writer-ku yang bernama Aura Saphira) berkata, “Laki-laki pada umumnya kurang pandai mengungkapkan segala sesuatu melalui kata-kata.

Kalau begitu, aku perlu menempuh solusi yang pernah ditempuh oleh Musa a.s, yaitu berdoa:

Wahai Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku. … Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui [keadaan] kami.” (QS Thaahaa [20]: 25-28, 35)

Wiranto adalah guru yang baik bagi SBY?

Posted on

“Presiden Yudhoyono itu yunior saya, pernah jadi staff saya. Jadi, saya pernah jadi guru yang baik,” kata Wiranto di hadapan ribuan santri Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, Magelang, Jateng, Selasa. (Republika, 19 Mei 2009 pukul 14:59:00) Baca entri selengkapnya »

Atasan Luar Biasa: Tak segan meminta maaf atas kesalahan anak-buahnya

Posted on Updated on

Seringkali terjadi, bawahan atau anak buah dijadikan sasaran tuding kesalahan. Sedangkan ketika bawahan berprestasi, sang atasan atau pemimpinlah yang mengklaim keberhasilannya. Juga, jarang kita jumpai pejabat yang meminta maaf atas kesalahan aparatnya.

Coba bandingkan dengan kasus Pemilu 2009. Walau hampir semua pengamat politik menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 adalah Pemilu terburuk sepanjang sejarah Indonesia, belum ada pejabat yang minta maaf dengan sepenuhnya. Memang, Ketua KPU minta maaf, tetapi sebatas kasus DPT; itu pun disertai dengan melempar kesalahan ke arah pembuat Undang-Undang (yakni Pemerintah dan DPR). Jadilah pemerintah, KPU, DPR, dan lembaga-lembaga politik lainnya saling melempar kesalahan.

Mungkinkah penyebab mendasar dari keengganan untuk meminta maaf itu adalah tabiat lelaki yang tak suka minta maaf? Lihat postingan “Luar biasa!! Seorang lelaki muda mengakui kesalahannya dan minta maaf kepadaku.” Kalau begitu, sikap seorang lelaki berikut ini layak pula kita hargai. Baca entri selengkapnya »

Say No to Megawati, SBY, Jusuf Kalla, Tifatul Sembiring, Prabowo Subianto, Wiranto, Amien Rais, Sri Sultan HB X, ….

Posted on Updated on

MegawatiPagi ini, 6 April 2009, aku dikagetkan dengan maraknya fenomena grup “say no to megawati” di facebook. Kaget karena yang bergabung dengan grup tersebut buanyaaak.

Aku sendiri bukan pendukung Megawati. Namun, kalau untuk bergabung dengan grup antimegawati, aku akan pikir-pikir dulu. Diantaranya: Apakah dengan bergabung itu, apa yang akan kudapat dari Tuhan? Ridha-Nya ataukah murka-Nya? Selama tidak yakin akan mendapat ridha-Nya, aku nggak mau ikut-ikutan gitu. Baca entri selengkapnya »

Bingkisan Mengesankan dari Singapura

Posted on Updated on

Alhamdulillaah… kemarin aku mendapat hadiah bingkisan melalui pos dari seorang pembaca di Singapura bernama Mr. Arif Ibrahim. Hadiahnya sungguh tak terduga. Coba tebak! …. Ternyata, hadiahnya T-Shirt. Kalau sekadar T-Shirt, tentunya biasa saja. Tapi yang istimewa, pada bagian depannya tampak gambar & tulisan sebagai berikut:

🙂 Teruntuk Mr. Arif Ibrahim, aku haturkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga Allah Sang Maha Penyayang membalas kebaikan ini dengan yang lebih baik lagi. Aamiin.

Lagi, PKS dibela mati-matian

Posted on Updated on

Tadinya, artikel ini hendak kujuduli “Lagi, Aku Gagal Berdiskusi”. Sebab, kasus ini mengingatkanku pada salah satu pengalaman pahitku, “Kekecewaan Seorang Pembeli Buku“. Namun supaya judulnya lebih menarik, aku ubahlah menjadi “Lagi, PKS dibela mati-matian”.

Kasus ini bermula dengan artikelku terdahulu, “PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya“. Diantara banyak komentator, ada seorang pengunjung yang amat bersemangat dalam membela sang presiden PKS. (Siapa si pembela tersebut? Aku sendiri kurang tahu. Abis, dia pakai nama samaran sih.) Lalu terlibatlah aku dalam sebuah diskusi yang lagi-lagi gagal. Baca entri selengkapnya »

Komentar-komentarku masuk spam :(

Posted on

Tak seperti biasanya, hari ini komentar-komentarku di blog-blog yang aku kunjungi hampir selalu tidak nongol. Kemarin ada beberapa saja yang tidak nongol. Entah kenapa. Sepertinya, semuanya yang tidak nongol itu masuk spam. Padahal, komentarku biasa saja seperti yang sudah-sudah. Dulu komentarku selalu nongol, kini tidak lagi. Sedihlah diriku. 😦

Oleh karena itu, aku mohon teman-teman memaklumi keadaanku ini. Mungkin dengan ini, Tuhan memberiku kesempatan yang lebih besar untuk lebih berkonsentrasi pada peningkatan kualitas tulisanku sendiri.

Enaknya Gelap-Gelapan

Posted on Updated on

Sejak padi tadi, rumahku mendapat giliran pemadaman listrik. Walau belum malam, tetap aja terasa gelap. Sebab, langit mendung. Enaknya ngapain, ya? Mengutuk kegelapan? Gak ada gunanya. Gimana dong?

Baca entri selengkapnya »