informasi

Rahasia Mengapa SBY Berjaya dalam Pemilu (Siapa mau ikuti jejaknya?)

Posted on Updated on

Semua quick count kemarin menunjukkan bahwa pemilu legislatif 2009 menempatkan Partai Demokrat (PD) di peringkat pertama. Semua pengamat politik mengatakan bahwa keberhasilan PD itu lantaran figur SBY sebagai tokohnya. Hal ini sudah dipahami oleh banyak orang. Namun, banyak orang belum mengerti “rahasia” mendasar (kunci sukses) mengapa SBY berjaya.

Selaku orang yang pernah belajar ilmu komunikasi, aku percaya bahwa kunci sukses SBY adalah penguasaan informasi. Hal ini dikemukakan oleh seorang Pengamat:

SBY dan Partai Demokrat-nya memang hebat dalam hal membangun opini publik dan pencitraan diri, ini berkat konsultannya yg bernama Fox Indonesia. Coba anda perhatikan, hampir semua media massa termasuk media internet “dikuasi” dalam arti pemberitaan mengenai SBY dan Partai Demokrat selalu dicitrakan baik.
Berbagai polling dan survey yang dilaksanakan berbagai lembaga dan dipublikasikan secara luas dan sporadis, juga menempatkan SBY dan partai-nya berada pada urutan teratas.

Pembentukan opini publik dan pencitraan diri melalui berbagai media sangatlah mempengaruhi pola pikir masyarakat (terutama para caloh pemilih) kebanyakan.

Siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai dunia.

Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa citra baik SBY di masyarakat, yang seringkali disertai dengan citra buruk tokoh-tokoh lain. Salah satunya dikemukakan oleh DONDikr:

Pada suatu waktu yang dipilih oleh Tuhan, naek lin D dari kampus menuju terminal Tawang Alun Jember mow balik ke Lumajang tercinta.
[cuman Tuhan saksinya, dan beberapa penumpang yang gak gwa kenal]
“halah Buk… saya juga kalok tidak ada duit ini tadi yo gak ikut kampaye, 500 ribu e…lumayan…” cletuk bapak-bapak yang habis kampanye partai golkar yang keilangan sendal mahalnya sambil mengeluarkan segebok uang 5 ribuan. Gwa nggak tau bener ato nggak yang dibilang tuh orang. Tapi, pas itu emang ada kampanye dari partai golkar…
“saya mah ambil uangnya saja buk… klok entar milihnya yo demokrat saja…” bapak itu melanjutkan.
“iya…bener pak, saya juga demokrat, Pak SBY itu orang e apik. Di hujat segala macem tenang saja.” sahut salah satu ibu
“bener. Gak koyok Megawati iku, sedikit-sedikit menghujat orang, KATE DADI PEMIMPIN kok ngelek-ngelek ne wong…”sahut ibu yang lain

gwa rasa… contoh ini lebih REAL yah KENAPA DEMOKRAT akhirnya jadi MENDUDUKI posisi teratas…

Kupikir, alasan-alasan seperti itulah yang juga menjadi “rahasia” mengapa Soeharto masih dirindukan walau sudah mendapat kritikan yang habis-habisan dan mengapa tokoh reformasi yang melengserkannya (yakni Amien Rais) kurang mendapat dukungan untuk memimpin negeri ini.

Dari “rahasia” seperti itu, aku mencatat beberapa “rahasia” lain di balik itu.

1) Rakyat memilih pemimpin yang mereka pandang paling baik, bukan memilih pemimpin yang paling becus mengurus negara. Dari sudut pandang ini, aku memaklumi mengapa sebagian saudara-saudara kita (misalnya: Hizbut Tahrir Indonesia) menolak demokrasi.

2) Orang yang dipandang paling baik oleh mayoritas masyarakat Indonesia adalah yang paling sering diam. Dari sudut pandang ini, aku memaklumi mengapa PDIP memenangkan pemilu pada sepuluh tahun yang lalu, Golkar pada lima tahun yang lalu, dan Demokrat pada tahun ini.

3) Orang yang dipandang paling buruk oleh mayoritas masyarakat Indonesia adalah yang paling sering melancarkan kritik atau pernyataan yang kontroversial, yaitu yang mengundang pro-kontra. Dari sudut pandang ini, aku maklum mengapa suara partai-partai yang menghendaki perubahan kurang mendapat dukungan. Sebab, kampanye perubahan itu mesti melalui kritik dan kontroversi.

4) Mayoritas masyarakat belum bisa membedakan antara pencegahan kemunkaran (kritik terhadap kebijakan) dan pembicaraan kejelekan orang (kecaman terhadap orang). Dari sudut pandang ini, aku memaklumi mengapa kritik dan kontroversi dipandang buruk oleh banyak orang.

Secara demikian jugalah aku memaklumi mengapa sebagian pembaca situs ini tidak suka atau bahkan benci bila aku bersikap kritis (misalnya: mewaspadai kemungkinan kecurangan dalam pemilu) atau mengajukan gagasan yang dinilai kontroversial oleh sekelompok orang (misalnya: pacaran islami). Lantas, sebaiknya sikapku bagaimanakah?

Seandainya aku mengejar “nama baik” (popularitas) atau pun kekuasaan, aku akan mengikuti jejak SBY dengan lebih sering “diam” dan takkan pernah lagi melancarkan kritik atau pun kontroversi. Namun, aku teringat pada sebuah ayat (yang sangat populer di kalangan Muhammadiyah), yaitu QS. Ali ‘Imran: 104: “Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang … mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang berjaya“. (Hasbi Ash Siddieqy menafsirkan bahwa yang munkar itu adalah “segala yang dipandang tidak baik oleh syara` dan akal”.)

Selain itu, ditinjau dari ilmu komunikasi, ada kalanya kritik dan kontroversi itu sangat diperlukan. (Lihat “Kontroversi di masyarakat tidak perlukah?“) Jadi, kuharap para pembaca memaklumi diriku bila aku sesekali melancarkan kritik dan kontroversi.

Iklankan Blog/Produk Anda secara Gratis di WordPress.com

Posted on Updated on

Peluang beriklan secara gratis di WordPress.com (WP) sebetulnya sudah lama ada. Namun sayangnya, masih banyak blogger WP Indonesia yang belum memanfaatkannya sama sekali. Padahal, kebanyakan diantara mereka merasa kurang puas atas sedikitnya jumlah pengunjung ke blog mereka. Mengapa? Besar kemungkinan, mereka belum mengetahui caranya. Kalau sudah tahu, aku yakin mereka akan berbondong-bondong memanfaatkannya. Sebab, caranya sangat mudah!

Baca entri selengkapnya »

Perang PKS vs Ahmadiyah (Siapa pemenangnya?)

Posted on Updated on

Kontroversialnya fatwa MUI mengenai merokok dan golput baru-baru ini sepertinya menjadi momentum bagi Ahmadiyah di Indonesia untuk bangkit kembali. Seperti kita ketahui, MUI pada 29 Juli 2005 mengeluarkan fatwa: “Menegaskan kembali keputusan fatwa MUI dalam Munas II Tahun 1980 yang menetapkan bahwa Aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan, serta orang Islam yang mengikutinya adalah murtad (keluar dari Islam)”. Dengan munculnya fatwa tersebut, seolah-olah Ahmadiyah tenggelam. Kini, dengan merosotnya wibawa MUI dalam pandangan masyarakat, akankah Ahmadiyah Indonesia bangkit dari ketenggelamannya?

Mungkin saja begitu. Paling tidak, ada usaha untuk itu, sebagaimana tercermin dalam ditayangkannya sebuah artikel berjudul “Ahmadiyah Menjawab PKS”, kemarin. Di bawah ini saya akan mengutipnya apa adanya. Selanjutnya, silakan para pembaca menyampaikan masukan atau saling berdiskusi secara beradab melalui kotak komentar yang tersedia. Saya hanya akan menjadi penyimak (dan moderator bila perlu).

Baca entri selengkapnya »

Bingung pilih 1 diantara 3

Posted on Updated on

Saya … umur 18 tahun. Saya mau cerita ttg problem saya. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dgn seseorg sbut saja si “A”. Saya kenal dia dari dunia maya dan hubungan kita sudah 9bulan tapi kita sama sekali blm prnh ktemu. Dia juga ingin menikahi saya. Namun saat ini saya juga mempunyai 2orang teman laki – laki yang ingin menikahi saya juga. Sebut saja si “B” usianya sudah agak tua dan si “C” masih muda sama seperti si “A”,dan menurut saya pekerjaan mereka sama – sama sudah bagus namun ditinjau dari segi perekonomiannya si “B” lebih mapan dari mereka. Menurut saya ketiganya sama – sama bagus. Ow,ya semuanya saya kenal dari dunia seperti itu. Saya bingung sekali untuk memutuskan persoalan besar ini pak. Menurut pak ustadz saya harus pilih yang mana? Mohon dibalaz pak ustadz..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca entri selengkapnya »