jodoh

Cerpen: Jodohku

Posted on Updated on

JODOHKU

by: DR

Kurangkai kata-kata manis dan indah khusus untukmu seorang, kekasih hatiku. Bulan telah muncul dari peraduan, kutatap kertas putih dengan guratan tulisan di atasnya. Perasaan bimbang dan ragu menyelimuti batinku, haruskah kuberikan suratku ini padamu, kekasih hatiku. Aku selalu menyimpan rapat dirimu di dalam hatiku, kekasih hatiku. Sejak semester satu aku sudah memperhatikan dirimu, kekasih hatiku. Selama 20 tahun aku hidup di dunia ini, baru kali ini aku menyukai seorang pria, kaulah cinta pertamaku, kekasih hatiku.

alone in the crowdEmpat tahun aku memendam perasaan yang sungguh sangat berat kurasa. Masih kurang kah empat tahun untuk memahami perasaan yang tersembunyi dalam sanubariku, kekasih hatiku. Harus, pokoknya harus kunyatakan perasaan yang telah lama kupendam. Sahabat-sahabatku, setujukah kalian jika aku mengatakan perasaanku kepada kekasih hatiku. Kutelepon sahabat-sahabatku satu persatu, ternyata tak satu pun sahabatku yang setuju dengan niat baikku. Ali, sahabatku yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri menyatakan ketidaksetujuannya “ kau wanita, janganlah mengemis cinta pada seorang pria”. Ku tutup teleponku, hatiku bagai teriris sembilu. Sahabatku, aku tidak mengemis, aku cuma mau bilang “aku suka”, salahkan jika seorang wanita mengungkapkan perasaannya pada seorang pria.

Ku telepon sahabatku yang paling dewasa menurutku. “Put, aku ingin mengatakan semua perasaanku pada kekasih hatiku, gimana menurutmu?” Puput sahabat yang ku anggap paling mengerti aku, malah menciutkan niatku tulusku.”Gila, kamu benar-benar sudah gila, di mana harga dirimu?” Kututup teleponku, sakit hati ini mendengar jawaban dari sahabat-sahabat yang kuanggap telah mengerti diriku. Harga diri, hancurkah harga diriku bila kukatakan perasaanku pada kekasih hatiku. Bimbang dan ragu terus berkecamuk di dalam batinku.

Kuingat kejadian tahun lalu, dengan malu-malu kuberikan bintang berwarna biru kepada kekasih hatiku. Senyummu mengembang teriring ucapan terima kasih terlontar dari bibirmu. Tanggal empat, ya saat itu tanggal empat Desember hari Sabtu saat upacara wisudamu, kekasih hatiku. Kunantikan dirimu di depan pintu auditorium, begitu melihat dirimu, kekasih hatiku, tubuhku kaku karena seorang wanita telah menyambutmu dan memelukmu dengan penuh haru. Cantik paras wanita itu, kuperhatikan hidung dan mata wanita itu, mirip, benar-benar mirip denganmu, kekasih hatiku. Ibu, kau memanggilnya ibu. Oh ternyata dia ibumu, kekasih hatiku. Kutunggu, ya saat itu aku menunggu ibu melepaskan dirimu, kekasih hatiku. Kudekati kau setelah ibu melepaskanmu, langsung kuberikan bintang biru untukmu. Setelah itu kupikir kau akan tahu perasaanku padamu, kekasih hatiku. Ternyata, hampir satu tahun aku menunggumu, tak satu pun kata suka terlontar dari mulutmu kepadaku, kekasih hatiku. Lama sudah aku menunggu hingga hampir usai kuliahku.

Bulan depan aku wisuda, tentu saja setelah wisuda aku akan kembali ke kampung halamanku. Haruskah perasaan yang terpendam selama empat tahun ini kubawa tanpa jawaban darimu, kekasih hatiku. Bimbang dan ragu terus berkecamuk di dalam batinku, kusimpan atau kukeluarkan. Dua kata itu memenuhi pikiranku sehingga sulit untuk kupejamkan mata yang telah memandangmu sewaktu bersamamu, kekasih hatiku.

Telepon genggam yang telah menemaniku selama dua tahun membuyarkan lamunanku. Kuangkat teleponku, terdengar suara sahabat lamaku menyapaku. “Anti, aku tahu perasaanmu saat ini.” Aku kaget mendengar pernyataan sahabatku, dari mana dia tahu. “Anti, Puput baru aja telepon aku.” Aku diam mendengarkan setiap perkataan sahabat lamaku. Rasa bimbang dan ragu yang menyelimuti perasaanku memudar sedikit demi sedikit.. Anik, nama sahabat lamaku. Pengalaman hidupnya menumbuhkan keyakinan dalam diriku. Langkahku semakin pasti untuk menampak ke jalan mana aku harus melangkah.

Pagi yang cerah membuat kakiku semakin mantap untuk melangkah meninggalkan Surakarta tercinta menuju rumah orang tua memberikan kabar gembira, aku akan wisuda. Kubayangkan wajah bahagia orang tuaku, ya kebahagian orang tua yang telah berhasil memberi bekal ilmu kepada anaknya.

Tengiang perkataan sahabat lamaku, “An, jodoh di tangan Tuhan.”

(boleh mengkopi dengan catatan sumbernya tetap dicantumkan)

Sumber: danririsbastind.wordpress.com/2009/12/11/32/

Memilih Jodoh yang Baik Menentukan Syurga dan Neraka-mu

Posted on Updated on

“…Sesungguhnya wanita budak mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu…”
(al-Baqarah[2]:221)

Di situs ini banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan mengenai jodoh dan percintaan. Dilemanya juga sangat menarik dan beragam, aku sendiri sempat beberapa kali mengomentari pertanyaan-pertanyaan itu dan merupakan kebahagiaan tersendiri saat mereka mengatakan bahwa itu sangat membantu. Tapi ada juga sebagian dari mereka yang masih belum menemukan jawabannya. Nah, di dalam tulisan berjudul, “Memilih Jodoh yang Baik Menentukan Syurga dan Neraka-mu” ini aku pengen mengutarakan ide-ide dan pemikiran sederhanaku berdasarkan pemahaman sederhana dari Hadist dan Ayat suci Al-Qur’an.

Ayat di atas menegaskan kepada para Laki-laki untuk memilih istri karena kualitas agamanya, bukan karena kecantikannya ataupun karena kekayaannya. Ayat ini sekaligus memberikan jawaban atas pertanyaan yang menanyakan perihal memilih istri yang bukan muslim. Lalu apakah hal ini berlaku untuk wanita? Jawabannya, sudah barang tentu ya!

Seorang wanita muslim hendaknya memilih suami yang memiliki agama dan kepercayaan yang sama. Kejadian yang kerap terjadi di masyarakat ketika seorang wanita akan dipersunting oleh pria non-muslim, sang wanita selalu berada di pihak yang tertekan dan akhirnya beralih kepercayaan, sayangnya pula tidak sedikit wanita muslim dibutakan oleh al-‘isyq atau cinta buta sehingga dengan mudah berpindah agama.

Ada sebuah cerita berkenaan dengan pentingnya memilih suami seorang muslim. Suatu hari seseorang bertanya kepada Hasan al-Bashri, “Aku mempunya anak perempuan dan dia banyak yang melamarnya, lalu kepada siapakah aku harus menikahkannya?” Hasal al-Bashri menjawab, “Nikahkanlah kepada laki-laki yang takut kepada Allah SWT, karena jika dia mecintainya dia akan memuliakannya dan jika dia membencinya dia tidak akan menzaliminya.” [Khabar Hasan, HR Ibnu Abi Dunya, dikutip dari Majdi Fathi, al mu’asyarah az-Zaujiyah]

Kemudian Hadist Riwayat Ahmad bercerita, Rasulullah saw bersabda, “Lihatlah di mana engkau berada bersamanya, sesungguhnya dia adalah surga dan nerakamu.”

Hadist di atas bercerita bagaimana pentingnya memilih suami yang beragama agar ketika sesuatu terjadi, insya Allah jalan keluarnya adalah berupa kebaikan. Istri yang baik dan shalihah adalah kunci kesuksesan seorang suami memimpin rumah tangganya, dan suami yang bertanggung jawab lagi muslim adalah cahaya pelindung bagi kerajaan rumah sang istri.

Konsultasi: Pilih menikah ataukah bekerja?

Posted on Updated on

Saya seorang gadis berusia kurang dari 30 tahun. Saya bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah bank bumn dengan gaji pokok “lebih dari cukup”, belum termasuk tunjangan dsb. Saya kos karena penempatan kerja di luar kota tempat tinggal. Saat ini saya berpacaran dengan salah seorang teman satu perusahaan, usia lebih dari 30 tahun. Saya sudah berpacaran sekitar 5 th. Karena kesibukan masing2, walaupun satu kota tapi kami hanya bertemu seminggu sekali. Peraturan perusahaan melarang pernikahan satu atap, salah satu harus mengundurkan diri. Pembicaraan antara saya dan dia sepakat saya yg mengundurkan diri dengan pertimbangan usia saya masih banyak kesempatan untuk mencari kerja lagi. Supaya tidak kena denda (yg jumlahnya cukup besar) karena resign sebelum menyelesaikan ikatan dinas selama 5 th, maka kami sepakat untuk menyelesaikan ikatan dinas tsb. Saya sampaikan kepada orang tua dan keluarga saya jika saya menikah maka saya harus resign. Mereka keberatan karena saya adalah kebanggaan keluarga & keluarga besar dan bisa dikatakan saya penyumbang dana terbesar dalam keluarga (saya ikhlas). … Saya sangat memahami ortu, … punya anak pegawai bank adalah kebanggaan luar biasa menurut mereka. Gaji tiap bulan saya gunakan untuk keperluan saya, membantu keluarga, dan menabung. Ikatan dinas saya habis tahun ini, saya persiapkan diri untuk bisa menikah:
1. nglamar kerja kesana sini untuk dapat kerjaan baru. Syarat ortu, saya boleh keluar dari kerjaan dan boleh menikah jika sudah dapat kerjaan baru (kerja kantoran kalo bisa yang selevel dengan perusahaan sekarang). saya tidak boleh nganggur…
2. karena rumah dekat dengan kampus, saya membuat kosan untuk ortu saya, dengan pertimbangan jika saya menikah dan ortu sudah tidak bisa kerja, maka mereka tetap dapat uang tiap bulan dari uang pembayaran kos…
3. sekarang saya berusaha hemat & menabung untuk persiapan biaya menikah (tabungan sebelumnya habis untuk membuat kosan)
4. saya lakukan pendekatan supaya keluarga bisa menerima jika saya keluar dari pekerjaan dan menikah
sampai sekarang keluarga tetap merasa keberatan. pada dasarnya secara pribadi mereka setuju saya menikah dengan pacar saya. mereka cocok dengan pacar saya, tapi mereka tetap keberatan jika saya keluar dari kerjaan.
5. sejujurnya saya sangat bingung antara keluarga atau pacar=menikah atau bekerja?
saya berusaha untuk sholat tahajud, istikaroh, memperbanyak sedekah dan konsultasi kesana kemari untuk masalah saya. skitar 2 bulan ini keinginan saya untuk menikah semakin besar dan merasa mantap, saya tidak tau apakah ini napsu untuk memiliki ataukah petunjuk dari alloh atas doa saya. mohon saran dan pendapat pak shodiq.
6. kami pernah putus nyambung lagi. gak tau kenapa, sulit mencari pacar baru. saya dan dia benar-benar merasa cocok.. walaupun sedikit kami sudah memahami kekurangan dan kelebihan masing2.
7. saya sekolah lagi dengan biaya sendiri, agar lebih mudah dpt pekerjaan. alhamdulillah sudah selesai jadi sarjana. (ayah tambah bangga) dulu ayah menyekolahkan saya d3.

agar bisa segera menikah pacar saya juga berusaha menabung untuk pra & pasca menikah, pendekatan dengan ortunya (malah ortunya sudah pengin ngelamar saya) & ortu saya, nyari info kerjaan buat saya, nganter saya tes kerja dll. dia bersedia tetap menunggu saya menyelesaikan ikatan dinas dan menunggu sampai dapat pekerjaan. saya sangat menghargai penantiannya.. kadang saya merasa kasian karena dia sudah didesak keluarganya untuk segera menikah. dia bersikeras tetap menikah dengan saya dan tidak mau dengan orang lain. menurut dia apa yang dia cari ada pada diri saya. dia sepakat untuk tidak menikah selama belum ada restu dari ortu saya. dia tetap ingin saya bekerja seperti keinginan ortu saya agar kebanggaan keluarga saya tidak hilang. dia merasa karena dialah saya jadi keluar dari kerjaan.
oiya, pada dasarnya saya senang wirausaha, saya punya warung lesehan dan punya bisnis distributor kecil-kecilan. saya tidak senang bekerja pada orang lain. tapi menurut ortu itu bukan pekerjaan itu cuma sampingan. dalam pikiran mereka yang namanya bekerja ya di kantor (saya sangat maklum dengan pendapat mereka).

melalui email ini saya mohon saran pak shodiq atas masalah saya :
1. apa yang harus saya lakukan, saya takut berbuat dosa karena pacaran terlalu lama. bukankah menikah adalah mulia dan ladang amal? tetapi mengapa keluarga saya merasa keberatan karena alasan materi dan kebanggaan? saya takut jadi anak durhaka dan tidak tau terima kasih. saya takut mengecewakan ortu saya. saya takut berbuat sesuatu yang tidak diridhoi ortu saya.
2. saya juga takut dan bingung, jika saya keluar dari pekerjaan apakah berarti saya tidak bersyukur pada alloh yang telah memberikan pekerjaan yang bagus untuk saya saat ini?
dan jika saya tidak menikah dengan pacar saya, apakah saya menyianyiakan kesempatan yang alloh berikan pada saya yang telah mempertemukan saya dengan pacar saya? walaupun saya tidak tau apakah dia jodoh saya.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Seperti pada kasus “Ingin Nikah Tapi Dibutuhkan Keluarga“, kamu dihadapkan dengan dua alternatif yang sama enaknya. Kalau kau segera menikah, maka kau menjalankan sunnah Nabi yang berupa pernikahan. Sedangkan bila kau tunda dulu pernikahanmu demi memenuhi keinginan keluarga, maka kau pun menjalankan sunnah Nabi pula yang berupa berbakti kepada orangtua dan kerabat dekat. Oleh karena itu, jawabanku:

1. Pilihlah keduanya: menikah dan sekaligus bekerja. Dalam keadaanmu yang terikat oleh ikatan dinas, pacaran kamu tidaklah tergolong terlalu lama. Apalagi pacarmu bersedia menunggumu hingga memperoleh pekerjaan baru. Jadi, dapatkanlah pekerjaan baru setelah masa ikatan dinas selesai supaya kamu dapat menikah dengan pacarmu.

Adapun supaya kalian tidak tergoda untuk berbuat dosa, khususnya zina, maka hendaklah kalian lebih menjaga diri. Diantaranya dengan mengerahkan jurus-jurus penangkal zina dan tidak bertatap muka, kecuali bila dalam keadaan terawasi, sehingga tak mungkin berzina.

2. Jika informasimu itu sudah relatif lengkap (tidak ada yang kau tutup-tutupi), maka aku yakin bahwa pacarmu ini adalah jodoh terbaik bagimu. Seandainya kau meninggalkannya demi “pekerjaan yang bagus saat ini”, maka menurutku kau menyia-nyiakan jodoh yang telah disediakan Allah untukmu.

Bagaimanapun, mencari jodoh sebaik dia itu jauh lebih sulit daripada mencari pekerjaan baru yang juga bagus. Dengan ijazah dan pengalaman kerjamu, kamu akan lebih mudah mencari pekerjaan baru yang juga bagus. Apalagi, syarat dari orangtuamu juga tidak terlalu kaku, yaitu asalkan kantoran dan “kalo bisa yang selevel”. Jadi, syarat minimalnya hanyalah kerja kantoran. Dengan syarat ini, aku yakin kamu mampu memenuhinya.

Demikianlah jawaban dan saranku. Wallaahu a’lam. Semoga Dia senantiasa membimbing langkah kalian dan menjauhkan kalian dari segala dosa. Aamiin.

Curhat: Letih Menanti Jodoh (Tolooong…!)

Posted on Updated on

Membaca curhat ini, aku turut merasa sedih. Betapa biat baik itu tak jarang belum jua terpenuhi. Sementara itu, aku pun merasa letih. Hari ini, disamping menjadi “ayah rumah tangga” (karena istri sedang ke luar kota), para netter yang berkonsultasi denganku “banyak sekali” (untuk ukuranku). Masih banyak yang terpaksa antri menunggu jawaban dariku. Jadi, aku minta tolong kepada para pembaca semuanya untuk turut menyampaikan masukan-masukan atas curhat berikut ini:

ustad,saya jg ingin curhat,saya bingung mau curhat kman….
saya wanita,tahun ini akan genap 29 th,tp knp sy mrsa jdoh saya jauh dari saya…
saya orgnya sulit untuk klik dg seseorang,tp tiap saya klik sm seseorang knp selalu dipertemukan dengan org dalam keadaan yang salah….entah org itu bl siap mnkh atau msh py tanggungan membiayaai keluaga…
ustad,setiap kali saya dkt dg seseorang saya selalu minta petunjuk diakah yang terbaik tp hasilnya selalu pisah dikarenakan faktor tidak siap itu td,entah itu alasan mereka atau memang mreka bnar2 tdk siap….
mungkin ini cara Allah menguji kesabaran saya……
terakhir,aya py tmn dkt,km sudah 7 bl menjalani hub,nmnya J, dari awal say sdh blg niat seius sm dia tp dia blg ms bl bs janji krn dia bl py pkerjaan tetap dan kakakny bl mnkh,dan org tuanya jg mlrang dia nkh dlu sbl kakaknya….
saya mncb bertahan dan bersabar dan selau sholat mlm mhon ptunjuk Allah…..
saya sudah merasa sayang sm dia ,saya berharap dia adalah org terakhir dl hdup saya,krn saya sudah mersa sngat lelah……dalam setiap doa,saya memohon diberi petunjuk yang terbaik,saya jg tau baik mnurut saya bl tentu baik menurut Allah….
selama jln sm sya J ini baik sekali,dia terbuka tentang semuanya,jg tentang wanita2 yg mengejarnya,….
km sdh saling terbuka,bahkan e-mail dia saya jg selalu bc,ada e-mail dr 1 org cwe yang selalu dtg,sebut saja Z,Z ini selalu kirim e-mail dg tulisan2 mesra,tp ketika saya tykan dJ jwb tdk ada apa2 diantara mereka,sampai seminggu yg lau Z ini kirim e-mail lg yang isinya bhw merka telah jadian,saya minta J jwb jujur,krn tdk mugkin Z mengirim e-mail spt itu jk mrk tdk ada apa2,akhirnya J mengakuinya,mrk memang b’hubngan…
ksbaran sy habis ustad,dia minta maaf sm saya tap saya memutuskan untuk mengakhiri semuanya,sebelumnya sy jg minta ktgasan lg J blg br siap 2 th lg…..
mkin itu hny alsan J saya……..
lalu,sy py tm cwe nmya D,D pernah sy kanalkan dg J tp lwt telp,krn wk itu D lg ada mslh sm pcrnya dan mnita bantuan sm J,wktu itu sy pernah ngajak J ktm D biar curhat2annya enak,tp J nolak,dan kt tdk pernah bhs mslah D lg…
lalu kmrin D ty kbr soal hub sy dan J,sy blg kita sdh ptus,stlh itu D crt klo sbenarnya dia dan J sering ktmu,J sering main kekosan dia dan mreka sering keluar….
wk dgr itu sy sangat kcwa ustad,tp sy mencb mangambil hikmah dari semua ini,mkin ini petunjuk dari Allah bhwa dia memang bkan yg terbaik bwt saya,sy mncb ikhlas,tp sy manusia biasa,sy psrah skr…..
disisi lain sy py adik yg usianya jg sdh siap nkh,dia sdh py calon…..
org ua sbnarnya mnginnginkan saya lbh dlu,tp mlhat sya msh bl jelas akhrnya mereka mnanyakan pd saya bgmna jk adik nkh dlu,didepan mrka sy mngatakan iklhas jk adik dluan dan sy jg tdk mau jg penghalang,tp sy manusia biasa ustad,diluar sya bs blg ikhlas tp dihati saya menagis……
sy memohon pd Allah klo memang ini jln hidup sy,mhon diberi kekuatan untuk melewati semua ini…….
sy ttp pasrah dan usaha,sy jg sholat mlm mhon ptnjuk,…
kdg sy bertanya dl hati,apakah dosa sy sdh sbesar itu hingga Allah memberi cobaan bgini,sy mncb iklhas menerima smuanya,sy tau Allah tidak akan memberikan cbaan diluar kemampuan hambanya kan…..dan sy jg tau Allah sedang menyiapkan rencana yang elbih baik bwt saya,tp mngapa rsnya berat sekali…ustad…
sy selau berty mngapa Allah selalu menganugrahkan persaan cinta saya kpd org yang salah….
sy tdk mau munafik,sy kangen skali sama J ustad,apakah yg hrs sy lakukan ustad……
saat ini ada org yg mendekati sy,sy berpikir dia baik,agamanya jg baik,mkin sy menerima dia sj ustad,bgmna cr sy bs mendapatkan kemantapan,sy tdk mau org itu jd plmpiasan ksian prasaan dia…..atau sy mhon ditaarufkan oleh ustad saja,mkin ustad py calon….

terimakasih byak ustad

Bisakah berjodoh dengan ikhwan yang baik bila telah berzina?

Posted on Updated on

Abi…..boleh kan saya panggil abi….?saya seorang akhwat,22th,bidan.saya merasa sangat menyesal dengan hub cinta saya dengan seorang ikhwan yang saya sangat cintai dan sayangi, saya sudah berusaha setia terhadap dia, hub kami sudah 3 tahun 5bln 5hari, hub jarak jauh krena kita kuliah di tempat yang berjauhan.tetapi sebulan yang lalu si dia memutuskan saya hanya demi wanita lain yang baru dikenalnya, dia ngerasa dia sudah tidak cocok lagi dengan saya setelah dia mengenal wanita itu yang lebih baik dari saya dan bisa membuatnya tenang, dia minta ma’af karena sudah janji macam-macam ke sya dan sudah berzina.saya sangat menyesali perbuatan saya sama dia karena kita sudah berbuat zina tetapi demi Allah saya masih virgin,dia pernah bilang dia akan bertanggung jwab dan menikahi saya karena dia sudah yakin dengan saya, bahkan sya bertanya ke dia, apa kamu yakin??,p kamu sadar pa yang kamu ucapkan??dia mnjawab”sya sadar, saya ngelakuin ini karena sayang bukan karena nafsu”dan bodohnya saya percaya begitu saja dengan janjinya. sampai sekarang saya belum bisa terima perbuatannya yang telah memutuskan saya begitu saja, saya belum bisa ikhlas dengan ini semua, bahkan sya belum bisa memaafkannya. saya merasa menyesali cinta saya. entah pa yang saya rasakan sekarang, sya merasa masih sayang, masih cinta, masih berharap dia kembali. walaupun keluarga saya sudah mentah2 melarang sya mengubungi dia lagi. abi…saya bingung pa yang mesti saya lakukan???apa sya masih bisa mndapat Ikwan yang lebih baik???walaupun saya telah berbuat zina???

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Diakah jodoh yang terbaik bagi saya?

Posted on Updated on

Saya 23th, saat ini sudah berkomitmen dengan pria 23th untuk menikah, kami sudah menjalin hubg selama 3,5th. Tapi waktu untuk menikah itu masih 2th lagi.
Yang ingin saya tanyakan,bagaimana saya mengetahui apakah dia benar jodoh yang terbaik untuk saya dan masa depan saya?
Sholat dan doa tertentu apakah yang harus saya lakukan? Kami benar ingin menikah, kami menjadi kuat dengan bersama, tapi kami hanya bisa berusaha dan berdoa..

Jawaban M Shodiq Mustika:

Daripada bertanya “Benarkah dialah jodoh terbaik bagiku?”, lebih baik bertanya “Bagaimanakah supaya si dia menjadi jodoh yang terbaik bagiku?” Sebab, Tuhan sudah menyediakan banyak jodoh yang baik bagi kita, tinggal bagaimana kita memelihara “pohon cinta” yang diamanahkan Tuhan kepada kita.

Supaya si dia menjadi jodoh terbaik bagi kita, dapatlah kita panjatkan doa istikharah. Ingat, istikharah bukanlah sekadar untuk memohon dipilihkan, melainkan juga ditaqdirkan dan dimudahkan jalan untuk itu.

Untuk menyertai doa kita itu, ada banyak macam ikhtiar yang dapat kita tempuh. Diantaranya: “7 Cara Pacaran Islami ala Khadijah-Muhammad

Pembahasan Lebih Lanjut:

Setelah saya ikuti saran mas, dari buku yang berjudul Istikharah Cinta, saya mendapatkan mimpi, maka sy memutuskan memilih Bulan (nama samaran) dan meninggalkan Nda (nama samaran). namun setelah banyak masalah yang menghampiri, termasuk kekurangan Bulan mulai terlihat. bagaimana itu mas, padahal menurut Allah itu yang terbaik bagi saya?

Memang, “menurut Allah” merupakan yang terbaik. Hanya saja, apakah memang pilihanmu itu benar-benar “menurut Allah”? Baca entri selengkapnya »

Konsultasi: Dia duda keren, tapi…. gimana, ya?

Posted on Updated on

assalamu’alaikum wr. wb… ustad pa kbr? sehat kan? sy dl pernah bertny mslh jodoh jg mell email ni kepada ustad, kemudian ustad menjwbnya dgn sgt baik. terima ksh sy ucapkan untk itu. sekrg sy ingin bertanya lg, smg ustad tdk bosan menjawab pertanyaan2 dr sy.

begini, saat ini sy bingung dihadapkan pada sebuah keptusan. saya dijodohkn oleh keluarga kepda seorg duda wafat istri tnpa anak. tentara, merokok, agm alakadarnya, akhlak baik dan menyenangkan bila ngobrol dgnnya. dia masih da hub saudara dgn sy.
awalnya sy ragu dgn pilihan ortu ini. dia jarang sholat dan kuat merokok. tp ortu membesarkan hati saya agar mau menerimanya. ortu meyakinkan bhw sy akan mampu mengubah dia menjadi lbh baik lg. dua kali ibu sy nangis minta sy mau menerim dia.pelan2 hati sy tbuka dan ingin berkenalan lbh jauh dgnnya. tnyata dlu dia sholat, tp sejak ditinggal istrinya dia berhenti sholat krn frustasi/stres. sy phm dgn kondisinya.kemudian pelan2 sy ajak dia kembali sholat dan mengenal islam.alhamdulillah dia sgt senang, ktnya dia ska dgn wanita yg sellau mengingatinya jk ada kekeliruan yg dia buat.pelan2 dia mulai rajin sholat.sy senang dgn perubahan ini. dia pun berjanji akn mulai mengurangi rokok.
namun ustad, ketika ortu tau bhw gajinya kecil dan harus dibagi 2 pula dgn utang ortunya, serta merta ortu sy lgsg membatalkan perjodohan itu.sy kecewa ustad, dia pun sedih mngetahinya.sy terlanjur senang dgnnya.sy ga trima ortu membtlkan hanya krn mslh keuangannya.walau bgtu, sy msh berkomunikasi dgnnya lwt tlp/sms krn dia diluar kota .sy bbrp kali tatapmuka dgnnya dan sempat pergi mengunjungi tantenya.semuanya bs sy trima apa adanya dirinya.namun, sy msh ragu apakah dia akan tetap bs rajin sholat ketika menikah nanti?berulangkali sy sampaikn kegelisahan sy itu, dgn yakin dia menguatkan sy, dia akan berusaha trs untk itu, karena dia malu klu istri sholat masa dia sbg suami tdk sholat. dari dulu pun sebenarnya dia sholat kok.
pertanyaan saya :

1. bisakah saya pegang kata2nya itu sbg jaminan bhw dia akan bs lbh baik lg ke depannya (kt org dia baik dan nurut kl dibilg sepnjg itu baik)
2. apakah sy salah telah mengindahkan kata2 ortu untk memutuskan hubungan dgnnya krn ortu keberatan dgn keuangannya?(sy khwtr jk ini berlnjut ke pernikahan, dan pernikahan mengalami mslh ortu akan menyalahkan sy krn tdk nurut pa kt ortu dan bs2 krn tak direstui kami terhambat utk bahagia)
3. apakah sudah tepat pilihan saya?(krn pengetahuan /pengamalan agamanya bs dikatakan msh dibwh saya)
4. menurut bpk bagaimana langkah kami selanjutnya?(memutuskan/menikah dgnnya) dan bagaimana mnt restu ke ortu?
5. sy istikharah selama ini, namun jawabannya blm sy temukan.bagaimana cara mendaptkan jwaban istikharah sy?

sy mohon pak ustad dpt segera memberi jawaban atas kebingungan sy ini. sebelum dan sesdahnya saya ucapkan jazakallahu khairon katsir.

Wa’alaykumussalaam…. Pertanyaanmu lumayan banyak. Sayangnya, waktuku tak cukup banyak untuk menerangkannya secara panjang lebar. Jadi, maaf, jawabanku singkat saja: Baca entri selengkapnya »

Konsultasi: Jodoh Si Mahasiswi Malaysia

Posted on Updated on

saya student malaysia yg kuliah di bandung. saya baru selesai membaca buku ustaz,; Doa dan Zikir Cinta. tertarik saya mahu konsultasi. alhamdulillah kuliah udh mau selesai..lg mengerjakan thesis skrg. persoalan saya gini ustaz..saya berteman dgn org indonesia di sini. kami menjalinkan hubungan yg serius ( mau menikah). dia ada telfon orgtua saya di malaysia. ayah saya santai aja jawapnya. maybe menghormati.dia bilang dengan ayah saya, dia mau nikah sama saya..tp bukan skrg.. lagi mau kumpul uang n bantu keluarga. insya’Allah 2tahun. ayah saya cuma mengiyakan.

masalahnya ustaz..org tua saya ga begitu suka..soalanya.. (1) 2tahun tu lama..umur saya udh 26, umurnya br 24. dan (2) dia org indonesia.
ibu saya bilang, dia ga mau berjauh dengan saya. tp saya bilang..dengan sapa saya nikah..saya pasti ikut suami saya. dan ibu bilang lagi, nikah aja sama yg dekat.hahah..soal hati susah ya mau di selesaikan.. ustaz..gmana ya mau bilang ke orgtua saya?. salah ya kalau saya terusin niat saya? walaupun keluarga ga setuju. bukan niat kawin lari. tp bertahan sampai setuju. bisa?

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Petunjuk aneh bin ajaib itu dari Tuhankah?

Posted on Updated on

saya ingin berbagi cerita dengan bapak tentang pengalaman yang pernah saya alami sekitar setahun yang lalu, sampai sekarang. saya ingin sekali bapak dapat sedikit membantu saya, paling tidak membantu meyakinkan saya,jika apa yang saya alami ini memang merupakan anugrah [petunjuk] dari Tuhan, karena saya sendiri sebenarnya jadi bingung dengan apa yang saya alami ini pak.. awalnya, saya dulu suka sekali puasa senin kemis, memang awalnya niat saya supaya Allah SWT segera mempertemukan saya dengan jodoh saya. saya mulai sering shalat tahajud dan sempat shalat istikharah, saya memohon sama Allah untuk sekedar memberi petunjuk siapa jodoh saya kelak, baik itu orang baru ataupun orang2 dari masa lalu saya, saya pasrah.selang beberapa hari, tepatnya istiqaroh yang ke 2, saya bermimpi bertemu dengan seseorang yang jelas sekali wajahnya, dan saya kenal dia.

sebenarnya agak sulit untuk saya ceritakan pengalaman saya ini,saya juga sempat menyembunyikan dan merahasiakan ini semua bahkan dengan orang tua dan orang2 terdekat saya, saya bisa bayangkan apa reaksi mereka jika mereka tau.sebenarnya orang yang ada di mimpi saya itu, adalah seseorang yang tidak saya sangka2, dan memang tidak mungkin untuk saya percaya, kalau itu mungkin memang petunjuk dari-Nya.

awalnya saya sama sekali tidak menggubris mimpi saya itu, saya teruskan shalat tahajut saya, saya semakin ingin mendekatkan diri pada-Nya, tapi apa yang saya dapat, petunjuk itu semakin jelas, orang itu semakin sering datang dalam mimpi saya, dan disetiap mimipi saya itu keadaanya seperti nyata sekali, bahkan sampai saat saya bangunpun saya masih bisa merasakannya.

dia artis pak, dan asal bapak tau, SAYA BUKAN FANSNYA…!!, karena saya memang tipe orang yang paling tidak suka mengidolakan artis seperti yang lainnya, mereka begitu mengidolakan artisnya, sampai2 mereka rela melakukan apasaja untuk sekedar menarik perhatian sang artis, padahal paling2 sang artis cuma mentok2nya melemparkan senyum kecut dengan mereka, itupun kalau dilihat..???!!!makanya saya bilang ini benar2 tidak masuk akal saya, saya jarang mengikuti cerita2nya di TV, bahkan awalnya waktu saya bermimipi dia, saya belum tau persis kalau dia artis, semakin kesini kebetulan pamornya di TV semakin menjulang, otomatis dia sering muncul di TV, dan banyak sekali sinetron yang dia bintangi, saya baru tau kalau dia artis.

saya semakin meragukan petunjuk itu, sampai akhirnya saya beranikan diri minta sama Allah, agar memberikan petunjuk yang lebih nyata ( maksudnya, bisa saya lihat di dunia nyata), mungkin ini dosa besar, tapi saya hanya ingin yakin tentang kebenaran petunjuk yang saya dapatkan, dan saya ingin kebenaran, dan keyakinan itu memang datang insyaallah memang dari-Nya.pernah saya minta, ketika saya bertanya pada-NYa, saya ingin jika memang jawabanya “iya”, tolong jawab dengan kilatan petirMu.waktu itu saya tanya,”apakah memang benar dia jodoh saya ya…Allah..???PETIR LANGSUNG TERLIHAT….!!!!, dan memang petir itu tidak diikuti dengan suara.(hanya cahaya)saya belum cukup puas, dan saya bertanya lagi,”ya….Allah…. jika memang semua petunjukmu itu benar, haruskah saya meyakini dan mempercayainya..yakinkan aku ya..Allah…”SEKALI LAGI…PETIR ITU DATANG LAGI…!!!, bahkan sebelum saya selesai mengucapkan kata2 yang terakhir, dan frekwensinya lebih lama.

tidak hanya berhenti di situ pak, buanyaaaaakkkkk…. sekali petunjuk yang jelas yang saya dapatkan,dan saya dapatkan jawaban “ya”-Nya lagi lewat warna baju yang dia pakai saat dia ber-acting di sinetronya, sama persis seperti yang saya minta.saya bisa tau sebelum kejadian yang terjadi di dunia nyata semua tentang dia, misalnya sebelum satu peristiwa yang akhirnya muncul di infotainmet, hari sebelumnya pasti saya mimpi bertemu dengannya dan membahas tentang masalah itu dengannya, dan besoknya, kejadian yang diberitakan sama persis seperti yang saya alami di dalam mimpi.dan banyak lagi hal2 kecil yang berhubungan dengan dia, saya bisa tau…ini semua sempat membuat saya hampir gila pak.

ada satu lagi petunjuk yang bikin saya benar2 gila dengan ini semua,saya pernah benar2 lancang dan berdosa, saya maminta satu petunjuk yang benar2 nantinya bisa jadi bukti dan tidak bisa hilang, saya minta Allah tuliskan inisial namanya di ibujari tangan kanan saya. dan Allah BENAR2 MENGABULKANNYA…!!, inisial itu ada keesokan harinya begitu saya bangun tidur.saya shoookkkk…berat melihat inisial itu.saat itu juga saya langsung sujud… minta ampun dengan keraguan saya selama ini, tapi dilain pihak saya juga tidak bisa yakin 100% karna memang itu begitu sulit untuk diusahakan bahkan dibayangkan sekalipun.tapi memang saya yakin tak ada yang tak mungkin jika memang Dia sudah menghendakinya.

saya bingung harus bagaimana menyikapi semua yang saya alami ini, saya ingin memberitaunya, tapi, saya tidak mau dianggap hanya sekedar fansnya yang tergila2 padanya dan mengarang2 cerita supaya dia iba dengan saya. enggak pak saya tidak mau…!!pernah sya coba beranikan diri tulis surat, kebetulan saya tau alamat e-mailnya kakaknya yang memang kebetulan merangkap managernya. dia sempat memberi respon, hanya lewat mengundang saya masuk dalam alamat online-nya, tapi selebihnya tidak ada. saya memutuskan untuk tidak lagi merengek, dan menceritakan yang selengkapnya. terus terang saya benci melakukannya. ini seperti merobek harga diri saya.saya kira sudah cukup lengkap cerita yang saya ceritakan padanya itu. dan selebihnya saya putuskan pasrahkan saja pada Allah. toh dalam hati saya semua petunjuk yang saya dapat juga bukan main2. setahun penuh saya dapatkan semua petunjuknya itu.

saya mohon bimbingannya pak. apa yang seharusnya saya lakukan?? sekarang saya jadi takut meminta petunjuk lagi, karena buat saya semua sudah cukup jelas, tapi satu sisi kecil di hati masih ada keraguan.yang saya lakukan sekarang mencoba melupakan, dan menjalani apa adanya dan tetap berusaha mendekatkan diri pada-Nya karena saya tak ingin jauh dari-Nya saya tdk tau kalau Allah meninggalkan saya sebenarnya, memang tidak dipungkiri, dia memang sosok orang yang saya cari selama ini, (diluar keartisannya) apa yang harus saya lakukan paling tidak supaya dia tau, ini sulit bagi saya karena dia artis, dia banyak yang mengidolakan, dia mungkin bahkan tidak bisa membedakan mana fans2 atau bukan.hampir semua orang2 dekat saya yang akhirnya saya ceritakan jadi bingung bagaimana harusnya membantu saya.

sebelumya saya mengucapkan terima kasih yang besar, mudah2an bapak bisa membantu saya.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Bagi kebanyakan orang, pengalaman ajaibmu itu mungkin sangat aneh. Namun bagi diriku, peristiwa-peristiwa tersebut tidak terlalu aneh. Sebab, aku sendiri pernah mengalami kejadian-kejadian yang mirip dengan yang kau alami itu. Selain itu, pernah pula aku membaca penjelasan “ilmiah”-nya. Baca entri selengkapnya »

Sudah lama istikharah, perlukah istikharah lagi?

Posted on Updated on

Pada tahun 2003 saya pernah dikecewakan oleh pria beristri. Kekecewaan di hati saya sungguh luar biasa sampai-sampai saya putus asa dalam segala hal. Dalam kondisi kecewa dan limbung saat itu saya menyerahkan semua urusan (khususnya percintaan) kepada Allah SWT. Hampir tiap malam saya sholat tahajut dan istikharoh, saya memohon kepada Allah: petunjuk dan gambaran siapa kira-kira laki-laki yang mampu mengangkat saya dari keterpurukan dan laki-laki itu mau menikahi saya. Saya terus berdoa dan berdzikir hingga suatu hari (saya tidak ingat waktunya malam atau siang hari) ketika saya sedang berdzikir saya tertidur dan bermimpi (?) mendengar lantunan ayat suci Al-Quran, lalu ada suara seperti deru angin. Diantara deru angin tersebut saya mendengar dengan jelas sekali ada suara orang (saya juga tidak ingat apakah itu suara perempuan ataukah laki-laki) menyebut nama seseorang sebanyak 3 x.

Ketika saya bangun, saya merasa aneh. Anehnya begini: seumur-umur belum pernah ada nama seperti itu. Saya berfikir apakah saya salah dengar? Tapi suara itu begitu jelas dan tidak mungkin saya salah dengar. Pada waktu itu saya mengambil kesimpulan: mimpi saya hanya bunga tidur, toh nama yang terdengar di mimpi tersebut tidak ada dalam hidup saya (saya mengambil kesimpulan seperti itu setelah yakin tidak ada teman, kerabat, saudara ataupun rekan kerja yang senama dengan nama dalam mimpi saya).

Waktu terus bergulir dan sekitar satu tahun kemudian ( Januari 2005) saya bekerja di sebuah yayasan. Singkat cerita saya berkenalan dengan seorang pria yang 5 tahun lebih muda dari saya. Entah dari mana awalnya saya ada rasa suka dengan pria tersebut. Sebagaimana adat dan Budaya Jawa, saya memendam perasaan tersebut dan tidak berani mengungkapkan kepada yang bersangkutan. Saya minta petunjuk Allah dengan sholat Istikharoh lagi dan ada keyakinan dalam hati saya: Jika memang dia berjodoh dengan saya, Allah pasti memberi jalan untuk bersatu.

Sekitar bulan Juli 2005 saya keluar dari yayasan dan praktis tidak pernah bertemu lagi dengan pria tersebut. Ketika saya di luar Jawa, tahun 2007, saya memberanikan diri mengungkapkan perasaan saya lewat telepon. Pikir saya waktu itu, toh kalaupun ditolak saya tidak berhadapan langsung dengan dia. Bisa ditebak, dia menolak saya dengan halus. Ternyata dia hanya menganggap saya sebagai teman tidak lebih dari itu. Saya kembali lagi bimbang dan kecewa. Dalam kondisi kecewa tersebut saya hapus nomer HPnya dan bertekat tidak menghubunginya lagi. Beres urusan.

Bapak Shodiq…
Urusannya ternyata belum juga beres. No Hpnya sudah terhapus dan saya kehilangan jejaknya. Tiba-tiba saya seperti diingatkan oleh mimpi saya. Bapak Shodiq… ternyata nama pria tersebut sama seperti yang saya dengar dalam mimpi saya. Bahkan nama belakang dia sama dengan nama depan ayah saya. Saya baru menyadarinya setelah kehilangan jejaknya. Hingga pada suatu malam takbir Idul fitri, saya kembali memohon petunjuk kepada Allah: Jika memang dia berjodoh dengan saya mohon kiranya Allah menggerakkan dia untuk menghubungi saya setidaknya kirim ucapan melalui SMS. Jika dia tidak berkirim SMS berarti itu suatu pertanda bahwa saya tidak berjodoh dengan dia.

Entah kebetulan entah itu jawaban dari Allah, dia mengirim ucapan hari raya kepada saya pada hari ke-2 Idul Fitri. Hati saya waktu itu betul-betul deg-deg an. Jujur, rasanya keyakinan bahwa dia adalah jodoh saya kembali tumbuh. Tetapi jika teringat ungkapan penolakan dia, saya kembali ragu.

Bapak Shodiq…
Saya tidak mau membuang-buang waktu saya. Saya melupakan dia dan membuka hati untuk pria lain. Sudah dua pria yang masuk ke hati saya, tetapi anehnya kenapa setiap kali saya merasa suka kepada pria lain dia selalu muncul dalam benak saya. Dia selalu membunuh rasa rindu saya terhadap pria lain. Bayangan pria lain melintas tetapi yang tersebut namanya di hati saya hanya dia dan dia. Dua pria yang sempat singgah di hati saya itu pun sekarang kabur dengan mengguratkan luka.

Yang ingin saya tanyakan kepada Bapak Shodiq:

  1. Apa yang harus saya lakukan, apakah saya harus istikharoh lagi memohon petunjuk Allah tentang dia?
  2. Seorang teman pernah mengatakan kepada saya: “yakinlah, jika engkau yakin maka akan ada keajaiban seperti yang kau yakini.” Apakah ungkapan tersebut benar adanya ditinjau dari Al-Quran dan Islam?
  3. Naifkah jika sampai saat ini saya masih berusaha menjalin silaturahmi dengan dia (sambil berharap dia adalah jodoh saya)?
  4. Mohon kiranya Bapak menganalisa kejadian demi kejadian yang saya tuliskan di atas dan memberikan pendapatnya berkenaan dengan perjodohan saya.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca entri selengkapnya »