kebahagiaan

Sukses = supersibuk ??

Posted on Updated on

Success Intelligence

Terobsesi pada “kesuksesan”, manusia modern rela menjadi gilakerja, supersibuk, tergesa-gesa. tragisnya, mereka kehilangan apa yang paling dicari semua orang: kebahagiaan.

Demikian kutipan dari kover belakang buku Robert Holden, Success Intelligence (Bandung: Mizan, 2007). Buku ini sudah lama kubeli di pameran buku (seharga 30 ribu rupiah), tapi aku belum sempat membacanya. Alasanku persis seperti yang disebutkan: “supersibuk”.

Dan kini, karena kata-kata terkutip di atas itu menohok jantungku, tergeraklah diriku untuk mulai membacanya. Namun, aku ingin membacanya secara aktif, yaitu sekaligus menghasilkan tulisan. Dengan demikian, lahirlah postingan “Benarkah lebih cepat lebih baik?

Bahagia Walau Berwajah Hancur

Posted on Updated on

Kalau kita merasa kurang bahagia lantaran wajah kita kurang cantik atau kurang tampan, bandingkanlah dengan wajah James Maki di sebelah kanan ini. Dia saja merasa bahagia dengan keadaan ini, bukankah kita juga bisa demikian?

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan simak berita berikut ini.

Pemilik Wajah Hancur Itu Kini Berani Tampil
Minggu, 24 Mei 2009 | 04:47 WIB

BOSTON,KOMPAS.com-Empat tahun silam, kecelakaan fatal dialami James Maki (59). Pria asal Boston ini terjatuh ke rel kereta api bertegangan listrik di stasiun bawah tanah Ruggles, Boston. Kecelakaan tersebut menghancurkan hampir seluruh wajahnya. Ia kehilangan hidung, bibir atas, pipi maupun tulang penyangga wajahnya.

Hidupnya berubah akibat kecelakaan tersebut. Ia lebih banyak mengurung diri di rumah karena orang-orang ketakutan melihat wajahnya. Kini ia berani menunjukkan wajah barunya di hadapan publik, Jumat (22/5). Dalam sebuah konferensi pers di Rumah Sakit Brigham and Wanita di Boston, ia menuturkan pengalamannya menjalani operasi transplantasi (face off) pada wajahnya.

“Saya sangat bahagia. Hidup saya seperti petualangan yang kadang berada di atas atau di bawah. Saya harap ini menjadi kesempatan untuk memulai hidup baru,” ujar James.

Ya, James melakukan operasi untuk membenahi wajahnya 9 April kemarin. Operasi selama 17 jam di bawah koordinasi Dokter Bohdan Pomahac. James sendiri mendapatkan donor wajah dari seorang pria asal Brookline, Joseph Helfgot yang meninggal akibat transplantasi jantung. Helfgot memiliki usia dan kontur kulit yang sama dengan James. Empat hari setelah operasi dilakukan, James tak sabar ingin melihat wajah barunya dalam cermin.

“Saya ingin melihat seperti apa wajah Jim yang baru,” ujarnya blak-blakan. Ia memuji kerja keras yang dilakukan Pomahac dkk. Bahkan ia sempat tidak percaya dengan hasil operasi tersebut.

James merupakan orang ketiga di dunia dan kedua di Amerika yang melakukan operasi transplantasi wajah dengan donor dari orang yang telah meninggal. Ia tidak pernah mengira jika dirinya masih memiliki kesempatan untuk melakukan transplantasi wajah. Sampai akhirnya tahun 2007, ia melihat wawancara Pomahac di televisi tentang topik tersebut. Ia pun berencana melakukannya. Dan keinginannya terwujud bulan kemarin.

Pihak rumah sakit tidak menarik biaya sepeserpun atas operasi yang menghabiskan biaya 200.000 dolar Amerika atau sekitar Rp 2,1 miliar. Tim dokter menyediakan waktu mereka untuk melakukan operasi ini.

Tak lupa James mengucapkan terima kasih pada istri mendiang Helfgot, Susan Whitman yang rela mendonorkan wajah untuk dirinya. James tak kuasa menitikkan air matanya ketika Susan bertutur singkat. “Saya senang mengetahui orang lain memiliki sebuah kesempatan. Butuh waktu yang panjang untuk merelakan kematian suami saya,” ujar Susan.

James juga sempat bertemu dengan Isabelle Dinoire, wanita asal Perancis yang melakukan operasi transplantasi wajah pertama di dunia. “Ia terlihat baik-baik saja dan inilah yang membuat perasaan saya cukup tenang,” katanya. Pasien cangkok wajah kedua adalah wanita asal Ohio, AS, Connie Culp.mail/huf/tis

Konsultasi: Sudah Terlanjur Menyerahkan Segalanya

Posted on Updated on

Saya sangat mengharapkan solusi terbaik untuk hidup saya. Saya seorang wanita muslim yang sudah 4 tahun memilih untuk berjilbab, meskipun saya bukan seorang yang sangat mendalami ilmu agama islam karena saya terlahir dari keluarga yang bermacam2 agama. Tapi saya sgt yakin bahwa berjilbab adalah pilihan yang terbaik. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan sahabat saya, kami bersahabat hampir 5 tahun dan dia sangat baik pada saya selama bersahabat. Sampai akhirnya kami pacaran.

Tapi saat pacaran perilakunya mulai berubah,dia mulai menunjukkan sifat yg keras pd saya. Tapi saya selalu berusaha untuk bersabar sampai pada suatu hari saya diajak kerumahnya untk dikenalkan ortunya, saya diajak ke kamarnya. Kemudian dia memaksa saya untuk melakukan hubungan selayaknya suami istri, saya sudah berusaha untuk menolak tapi dia sangat marah dan dia berjanji akan menikahi saya setelah itu atau dia akan memutuskan saya kalau saya menolaknya. Waktu itu saya sudah benar2 mencintainya dan ingin sekali menikah dengannya. Sehingga saya merelakan kesucian saya diambil olehnya. Tapi setelah itu terjadi keesokan harinya dengan teganya dia meragukan kesucian saya, padahal seluruh tanda kesucian itu sudah dia lihat sendiri. Saya selalu berusaha untuk meyakinkan dia, tapi pada akhirnya saya menyerah dan berpikir semua terserah padanya saya sudah sangat lelah dgn semuanya.

Saya pernah sangat takut kalau saya akan hamil waktu itu pastilah saya akan sangat malu, karena selama ini saya yang selalu berusaha menegakkan Islam dalam lingkungan keluarga sampai akhirnya saya bisa membuat ortu saya luluh dan megerjakan sholat. Alangkah malunya jika mereka samapai tau kalau saya telah berbuat di luar koridor agama Islam. Saat saya mengatakan pada pacar saya kalau saya takut hamil, dia bilang dia akan bertanggung jawab menikahi saya. Tapi ternyata saya tidak hamil waktu itu, dan sampai sekarang dia terus berusaha mengulur waktu untuk menikahiku dengan alasan dia kan melanjutkan kuliah S2 lg dan aku harus mau menunggunya.

Pernah suatu hari dia mengajakku untuk berbuat lagi, tapi saya mengatakan kalau saya takut hamil, dia bilang pakai pengaman. Tapi saya tetap bilang kalau saya takut, apalagi dia punya rencana untuk naik haji di tahun itu. Saya selalau berdo’a sama Allah agar diberikan ketakutan juga dihatinya agar dia tidak lagi ingin berbuat hal itu lagi dan memohon untuk diberikan jalan terbaik bagi saya jika memang dia jodoh saya. Alhamdulillah akhirnya dia juga mengaku kalau dia juga takut melakukan hal itu lagi.

Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi, kami hanya telephone atau smsan saja apalagi ortunya juga sedang sakit jadi dia sibuk mengurus ortunya. Saya pikir ini jalan terbaik bagi kami. Tapi akhir2 ini, dia mulai menunjukkan perilaku yang keras yang kadang tidak bisa mengerti karena terkadang dia manis tapi beberapa jam kemudian bisa sebaliknya. Pernah saya berpikir saya sudah tidak kuat untuk bertahan dan mengerti tentang dia lagi, apalagi jika kami benar2 menikah nanti, tapi saya sudah terlanjur menyerahkan semua padanya. Kadang saya juga berpikir mungkin sebenarnya dia tidak pernah ingin menikahi saya, karena dia juga melarang saya untuk bertemu dengannya dengan alasan dia sibuk.

Saya sangat meminta jawaban atas pertanyaan ini…

1. Apakah dia tidak benar2 mencintai saya ?

2. Apakah dia memang hanya menginginkan kesucian saya saja ?

3. Apakah dia tidak benar2 ingin menikahi saya ?

4. Apakah saya harus bertahan karena saya sudah terlanjur menyerahkan segalanya padanya, tapi hati saya selalu tersiksa ?

5. Apakah saya harus menunggunya sampai dia menikahi saya, bagaimana jika pada akhirnya dia tidak menikahi saya apakah saya masih mungkin mendapatkan jodoh laki2 yg baik untuk saya ?

6. Saya sgt takut dia akan meninggalkan saya dan tidak akan menikahi saya, tapi disisi lain saya terkadang tidak kuasa bertahan dengan sikapnya yang sangat keras dan kadang sangat melukai perasaan saya. Saya harus bagaimana ?

7. Jika dia memang benar2 berniat menikahi saya sejak lama tapi kenapa sampai sekarang dia tidak menunjukkan usaha itu pada keluarga saya ?

8. Saya tidak boleh menjenguk ortunya yang sedang sakit karena alasan terlalu jauh, kadang saya berpikir mungkinkah dia udah ada orang lain di sana yang dia tidak ingin saya tau.

Sya mohon tolong saya, beri saya solusi terbaik…

Sejujurnya lebih dari semua itu saya sudah berserah sepenuhnya sama Allah dengan segala kemungkinan yang paling buruk dalam hidup saya termasuk menerima jika memang di bukan jodoh saya, sekalipun jika nantinya tak akan ada laki2 yang akan mau memperistri saya. Karena lebih dari semua itu, ada perasaan berdosa yang sangat besar sama Allah yang saya takut tidak akan terampuni lagi. Selain itu rasa bersalah pada ortu saya yang sudah sangat percaya pada saya selama ini, karena melihat perjuangan saya untuk diijinkan berjilbab oleh ortu saya sampai alhamdulillah membuka hati ortu saya utk mulai menjalankan perintah agama islam. Lalu apa yang harus saya lakukan ?

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Kisah Nyata: Bahagia Walau Cinta Tak Berbalas

Posted on Updated on

–Kutipan dari Dan Baker & Cameron Stauth, Pergulatan Cinta dan Rasa Takut (Bandung: Kaifa, 2006), hlm. 158-166:

Berpuas diri adalah ibarat membuat bangunan dengan menumpuk kartu remi, karena kalaulah hidup ini mengajarkan sesuatu, pelajarannya adalah bahwa kita tidak dapat menghindari masalah dan kehilangan. Kebahagiaan bukanlah seni membangun kehidupan yang bebas dari masalah. Kebahagiaan adalah seni untuk merespons dengan baik ketika masalah menghampiri kita.

Saya sendiri mengalami patah hati ketika usia dini. Waktu itu saya masih muda dan jatuh cinta, [saya] seorang doktor di bidang psikologi yang sedang menanjak, baru saja berkeluarga, dan merasa kurang lebih sudah mapan. Lalu, dunia saya terasa runtuh. Baca entri selengkapnya »

Resep Ampuh Penyembuh Stres

Posted on Updated on

Saat merasa tertekan (be stressed) banyak orang mencoba mengatasinya dengan mencari hiburan: mendengarkan musik, menonton sepakbola, membaca tabloid gosip, mencari tayangan porno di internet, dan sebagainya. Namun, biasanya keampuhan hiburan semacam itu berlangsung hanya sesaat. Hanya beberapa menit (atau bahkan beberapa detik) seusai kita terhibur itu, kita sudah merasa tertekan lagi. Kalau inilah yang terjadi, maka alangkah eloknya bila kita amalkan sebuah resep ampuh penyembuh stres sebagaimana yang diceritakan oleh Dan Baker & Cameron Stauth dalam buku mereka, Pergulatan Cinta dan Rasa Takut (Bandung: Kaifa, 2006), hlm. 36-37, 41-42: Baca entri selengkapnya »

Bila istriku sudah memuakkan bagi diriku

Posted on Updated on

Kebersamaan dgnnya hanya membuahkan kejengkelan, sentuhannya membuatku terusik dan terganggu, tak satupun aku simpati melihat keluarganya, tingkahnya menghasilkan rasa muak buatku, masakannya tidak terasa enak buatku, aku berada dirumah hanya demi sikecil yg msh berumur 6 bulan, sudah tak ada niat menjaga kelangsungan rmh tangga ini, tapi tak kuasa berpisah dengan sikecil, setiap hari dia sakit hati krn tdk kuhiraukan, stp hr kuberdosa krn tak mengacuhkannya, jika bpk adlh saya, apa lngkh yg bpk ambil ?

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Video: Kecantikan Islami

Posted on Updated on

Allah itu indah dan menyukai keindahan. Maka karena Allah sudah punya rencana yang cukup cantik, nikmatilah hidup dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Marilah kita perbanyak syukur seraya mengucap alhamdu lillaah… kemudian kita wujudkan syukur kepada-Nya itu dalam bentuk menciptakan kecantikan-kecantikan yang islami, seperti dalam gambar-gambar (yang dilatari musik yang syahdu) ini:

Diantara Dua Pilihan: Antara Jodoh dan Rezeki

Posted on Updated on

Ustad, sya perempuan usia 25 tahun. saat ini saya sedang bimbang, diantara 2 pilihan. saya dekat dengan seorang laki2 yang menurut saya baik dan taat beribadah serta kami memiliki niat baik atas hub kami ini, tetapi orang tua saya terutama bapak saya tidak menyetujui hub kami dengan alasan dia tidak “sederajat” karena dari tingkat materi keluarga dan pribadi, saya diberikan lebih oleh Allah dibanding dia. dan bapakpun memohon dengan sangat kepada saya untuk memikirkan lagi hub saya dengannya. tetapi saya yakin insya Allah lelaki tersebut bisa menjadi imam untuk saya nantinya, dan dapat membimbing saya untuk lebih dekat denganNya dan untuk urusan rejeki saya pun percaya Allah sudah mengaturnya.
ustad, mana yang harus saya pilih? saya benar2 bingung, disatu sisi saya ingin jadi anak yang berbakti pada orang tua dan tidak ingin mengecewakan beliau, tapi disisi lain saya pun ingin pertahankan dia. sejak tau masalah ini dia pun pasrah dan menyerahkan semua keputusan kepada saya. ustad, saya harus bagaimana..? mohon saran dari ustad. terima kasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca entri selengkapnya »