kekerasan dalam rumah tangga

Ditolak ngeSeks, Istri Dibunuh

Posted on Updated on

Apa pun alasannya, kecuali karena terpaksa (seperti dalam peperangan), membunuh merupakan tindakan yang jauh dari peri kemanusiaan. Apalagi pemicunya hanya karena marah dan kecewa. Pelakunya mestinya mendapat hukuman yang setimpal. Apalagi kalau korbannya ialah orang yang seharusnya dia lindungi, misalnya: anak atau istri. Hukumannya hendaknya lebih berat daripada pembunuhan terhadap orang lain. Atas dasar itu, aku kurang mengerti mengapa seorang pembunuh istri (sebagaimana diberitakan di bawah ini) hanya akan dijerat dengan satu pasal yang ancaman hukumannya kurang dari 10 tahun. Apakah tidak ada pasal lain yang juga dilanggar?

KDRT

Ditolak Diajak Intim, Istri Dibunuh

21/12/2009 17:01

Liputan6.com, Pasuruan: Seorang suami di Desa Sumberagung, Grati, Pasuruan, Jawa Timur, menganiaya istrinya hingga meninggal. Pelaku yang bernama Munir menghabisi nyawa perempuan yang dinikahinya karena ditolak ketika meminta berhubungan badan.

Di hadapan polisi, Senin (21/12), Munir mengaku membunuh istrinya dengan cara menusuk dengan pisau. Pelaku kesal karena sudah seminggu terakhir, sang istri tak mau diajak berhubungan badan. Selain itu, ia kerap ditinggal pergi korban hingga berhari-hari.

Pelaku sempat buron selama sepekan. Munir langsung kabur usai membunuh istrinya. Munir dicokok saat membeli handphone. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 354 tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara.(JUM/AYB)

“Istriku Bidadariku”

Posted on Updated on

– Menurut Pak Shodiq, apa arti dari Pernikahan?

Pernikahan adalah penyatuan jiwa-raga antara seorang pria dan seorang wanita untuk membangun keluarga baru yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Sakinah bermakna tenteram dan bertahan lama. Mawaddah berarti penuh dengan cinta kasih antara istri dan suami. Sedangkan rahmah mengandung makna penuh dengan karunia dari Allah Sang Maha Penyayang.

– Bagaimana Pak Shodiq memandang suatu pernikahan?

Menikah itu bagaikan menanam bibit pohon buah-buahan. Bila pengelolaannya baik, maka baik jugalah buah yang dihasilkannya. Begitu pula sebaliknya. Seandainya pengelolaannya buruk, maka buruk jugalah buah yang dihasilkannya.

– Pernikahan yang ideal menurut Pak Shodiq itu bagaimana?

Yang ideal adalah bila sang suami dan sang istri sama-sama merasa seolah-olah berada di surga sejak akad nikah hingga akhir hayat. Suami merasa, “Istriku bidadariku.” Begitu pula sebaliknya. (“Suamiku bidadaraku.”) Sementara itu, sebagaimana di surga, masing-masing tidak merasa takut akan kehilangan. (Apabila yang menonjol adalah rasa takut akan kehilangan pasangan, maka penderitaannya hampir bagaikan di neraka.)

– Menurut Pak Shodiq, apa yang dimaksud dengan relasi suami istri?

Pola hubungan antara suami dan istri dalam kaitannya dengan posisi masing-masing. Pandangan suami bisa berbeda dengan pandangan istri mengenai hubungan antara mereka ini.

– Dalam suatu pernikahan, biasanya relasi apa saja yang terjalin antara suami dan istri?

Dalam suatu pernikahan, segala kemungkinan relasi dapat terjadi. Faktor kepribadian dan latar belakang budaya masing-masing biasanya berpengaruh besar. Dalam pengamatan pribadi saya, relasi suami-istri yang paling banyak terjadi pada masa kini adalah relasi kepemilikan. Pola pikir suami pada umumnya adalah “saya memiliki istri”. Sedikit sekali yang berpikiran “saya dimiliki oleh istri”. Namun, pola pikir istri pada umumnya adalah “saya memiliki suami” dan sekaligus “saya dimiliki oleh suami”.

– Apakah relasi suami istri di Indonesia ini sudah berjalan dengan baik?

Relasi kepemilikan bukanlah relasi yang baik. Yang baik menurut saya diantaranya adalah relasi penyatuan (atas dasar cinta). Mestinya, pola pikir yang dominan pada kedua pihak adalah “Kami suami-istri saling mencintai bagaikan sepasang mempelai di surga“.

– Biasanya, permasalahan apa saja yang terjadi di dalam rumah tangga menyangkut relasi suami istri?

Relasi kepemilikan menumbuhkan akar masalah berupa “rasa takut kehilangan”. Sebab, hanya orang yang merasa memiliki sajalah yang bisa kehilangan. (Sebaliknya, orang yang merasa tidak memiliki apa-apa takkan merasa kehilangan apa-apa.)

Dari akar masalah tersebut, bisa tumbuh berbagai masalah “keserakahan” seperti perselingkuhan, kecemburuan yang berlebihan, merasa kebutuhan diri kurang terpenuhi, merasa kurang dihargai, merasa kurang dicintai, dan sebagainya. Masalah KDRT (kekerasan dalam rumahtangga) pada umumnya pun mungkin berakar di situ pula, terutama karena suami merasa sepenuhnya “memiliki” si istri, seolah-olah istri adalah budak yang dimiliki oleh suami.

– Apa saja hak dan kewajiban seorang suami?
– Apa saja hak dan kewajiban seorang istri?

Pembicaraan hak dan kewajiban itu berarti menggunakan sudut pandang hukum normatif (misalnya: hukum Islam dan hukum negara). Saya bukan ahli hukum normatif dan jarang pula menggunakan sudut pandang tersebut. Karena itu, saya mungkin kurang mampu menjelaskan apa saja hak dan kewajiban seorang suami atau pun istri.

Sebagaimana saya sebut di atas, saya memandang bahwa menikah itu bagaikan menanam bibit pohon buah-buahan. Jika kita melakukannya dengan berlandaskan cinta, maka segala yang kita lakukan dalam rangka penanaman dan perawatan pohon itu tidak kita rasakan sebagai kewajiban (atau apalagi beban). Kita juga tidak perlu menuntut hak kepada si pohon untuk memberi buah kepada kita. Bila kita menanam dan merawat pohon buah-buahan itu dengan penuh cinta, maka pohon tersebut akan menghasilkan buah yang sebagus-bagusnya “dengan sendirinya” (sesuai dengan sunnatullah).

– Bagaimana pandangan Pak Shodiq mengenai sepasang suami istri yang nekat menikah muda namun mereka tidak memiliki bekal yang cukup (baik dari segi mental maupun finansial)? Apakah hal tersebut akan berpengaruh dalam relasi suami istri pada pasangan tersebut?

Buru-buru menikah padahal belum siap itu mungkin menunjukkan “keserakahan”. Bolehjadi mereka terlalu bernafsu ingin “memiliki” sesuatu yang belum waktunya untuk “dimiliki”. Padahal, “keserakahan” itu merupakan salah satu unsur utama dalam pola “kepemilikan” seperti yang saya sebut di atas. Secara demikian, relasi kepemilikan pada pasangan semacam itu mungkin lebih menonjol.

Akibatnya, akar masalah yang akan mereka hadapi, yakni “rasa takut kehilangan”, akan lebih besar pula. Padahal, kemampuan mereka untuk mengatasi rasa takut ini masih amat kurang. Walhasil, bisa-bisa rumahtangga mereka (dan bahkan diri mereka sendiri) menjadi “layu sebelum berkembang”.

Kisah Nyata: Derita Sampai Mati Gara-gara Nikah Siri

Posted on Updated on

Retmiyanti alias Desi (26)

Melacur untuk Hidupi Suami Siri (1)
Rabu, 1 Juli 2009 | 09:26 WIB

wartakota.co.id – Jenazah Retmiyanti alias Desi (26) sudah selesai dimakamkan di pemakaman SD 13, di dekat rumah keluarganya di Jalan Jaya 24, RT 05/10 Cengkareng Barat, Jakarta Barat Selasa (30/6) pagi. Namun kisah pilu selama hidupnya masih menjadi pembicaraan para kerabat dan tetangganya.

Selain mencari nafkah dengan melacurkan diri, dipaksa menjual bayinya, ia juga harus tewas dianiaya suami sirinya. “Yang ngontrak di tempat saya jadi pada pindah, soalnya takut, gara-gara Desi meninggal,” ujar Minyanti (38) pemilik rumah kontrakan yang ditempati Desi, kepada Warta Kota kemarin.

Lima bulan terakhir, Desi bersama suaminya Marsan, alias Marcong alias Acong (35), tinggal di Jalan Flamboyan RT 12/08 di sebuah kamar berukuran 3X3 meter yang disewa seharga Rp 300.000 sebulan. Kamar tersebut kemarin sudah kosong. Semua barang-barang miliknya telah diambil oleh keluarganya.

Para tetangga kurang mengenal dekat Desi. Meskipun orangnya cerewet, Desi tidak pernah menceritakan kekerasan apapun yang terjadi dalam rumah tangganya bersama Acong. tetangga juga tidak tahu persis apa pekerjaan Desi,

“Yang kita tahu memang dia kerjanya malem-malem itu, tapi nggak tahu dimana,” ujar Dani (40), suami Minyanti.

Seperti diberitakan sebelumnya, Desi dipaksa melacur oleh Acong untuk membantu ekonomi keluarga itu. Dari hasil kerjanya, ia memiliki sebuah sepeda motor bebek Yamaha Jupiter, satu televisi dan sejumlah barang lainnya. Desi memang tidak pernah secara resmi dinikahi oleh Acong. Kerasnya hidup bersama Acong masih kuat dijalaninya, selama sekitar dua tahun.

“Dia membela suami banget, saya juga bingung. Padahal dia kan lumayan cakep, kok mau sama Acong,” kata Minyanti lagi.

Hampir setiap hari, Desi membeli karedok atau soto untuk makan, terutama pada siang hari. Aksi kekerasan diduga sering dialami Desi selama berumah tangga dengan Acong. Ini terlihat antara lain dari lengannya yang sering lecet-lecet. Bahkan pada saat terakhir hidupnya, ia mencoba menutupi memar dimatanya dan ditutupi rambut.

“Dia cuma bilang kejedot,” tandas Minyanti.

Keluarganya mengetahui bahwa Desi kerap dipaksa melacurkan diri di kawasan Dadap, Tangerang. Entah apa yang membuat Desi tergila-gila pada Acong, padahal ia tidak pernah memberikan nafkah kepadanya, “Justru malah Desi yang cari duit, buat beli barang-barang itu semua,” kata Gandem (42) kakak ipar korban.

Menurut Gendam, pihak keluarga sejak awal tidak pernah menyetujui hubungan keduanya. Namun lantaran Desi sangat menyukai Acong, keluarga tidak bisa melarangnya lagi. Gendam bahkan kerap terlibat adu mulut dengan Acong.

Desi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ia pernah menikah dengan Ronny, dan memiliki dua anak, yakni Nisa (7) dan Fahri (5). Keduanya kini dirawat ayahnya yang tinggal tak jauh dari rumah orangtua Desi. Tidak hanya itu, Acong juga tega menjual anak hasil hubungannya dengan Desi. Anak yang lahir pada akhir 2008 lalu itu dijualnya ketika baru berusia sekitar sebulan.

“Anak perempuan itu padahal cakep eh nggak tahu sekarang kemana, pas Desi hamil dan melahirkannya juga diam-diam, dia nggak pernah cerita,” ujar Gendam. (Ahmad Sabran/Totok Sunandar)

Retmiyanti alias Desi (26)


Melacur untuk Hidupi Suami Siri (2-Habis)

Rabu, 1 Juli 2009 | 14:05 WIB

wartakota.co.id – Retmiyanti alias Desi (26) diduga kuat tewas setelah berkali-kali dianiaya suami sirinya, Marsan alias Marcong alias Acong (35). Mereka tinggal di rumah kontrakan di Jalan Flamboyan RT 12/08, Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Kamar itu disewa dengan tarif Rp 300.000/bulan.

Desi dipaksa melacur oleh Acong untuk membantu ekonomi keluarga itu. Kekerasan sering dialami Desi, antara lain terlihat dari lengannya yang sering lecet-lecet. Bahkan pada saat terakhir hidupnya, ia mencoba menutupi memar dimatanya dan ditutupi rambut.

Menurut anggota keluarganya, Desi kerap dipaksa melacurkan diri di kawasan Dadap, Tangerang.

Acong menghilang sejak tewasnya Desi. Padahal ia mengaku hendak mencari uang untuk biaya pemakaman Desi. Di antara tetangga kos-kosan, Acong dikenal selalu acuh terhadap para warga sekitar, bahkan penghuni kontrakan yang lain.

Acong memiliki istri tua bernama Mus (26) yang tinggal di rumah yang disediakan untuk satpam kompleks Perumahan Taman Kencana. Dari pernikahannya dengan Mus, Acong memiliki dua anak. Meski tidak tampak temperamental, Acong juga sering memukul istri tuanya itu.

“Dulu kan tulang bahu istri pertamanya juga dihajar sampai patah,” kata seorang pengojek yang mengenal Acong.

Bokam (67) rekan kerja Acong mengatakan, pria bertubuh subur itu biasanya masuk dalam shift sore, mulai pukul 16.00 hingga 24.00. “Kalau dari istri tuanya, dia punya dua anak. Yang gede umur 10 tahun baru mau disunatin,” ujar Bokam.

Hingga kini, pria asal Serang, Banten, itu kini masih dalam kejaran petugas. Acong yang sudah sekitar enam tahun bekerja sebagai satpam di Perumahan Taman Kencana tidak lagi masuk bekerja sejak dua hari terakhir.

Menurut para tetangga, kejadian penganiayaan kepada Desi tidak sepenuhnya terjadi di kamar kontrakannya. Desi diketahui sudah memar-memar ketika membeli air mineral dan sepotong roti untuk makan. Saat itu ia mengeluh dadanya sesak dan kepalaya sakit.

Ia juga sempat dikerok sebelum meninggal. Sabtu (27/6) malam, ia terlihat jalan bersama suaminya. Namun Minggu (28/6) malam tampak bertengkar hebat.

Sekitar pukul 19.00 keduanya pergi dengan sepeda motor. Namun ketika pulang sendirian pukul 21.00, kedua matanya sudah lebam.

Pihak keluarga Desi berharap polisi segera bisa menangkap Acong dan memberi hukuman setimpal. “Saya juga kemarin cari-cari dia di tempat dia biasa nongkrong di Tegal Alur, tapi nggak ada, di Serang katanya juga nggak ada, nanti malam saya mau coba cari lagi,” ujar seorang kerabat Desi.

Sementara itu, karena tidak menikah secara resmi, kasus pembunuhan yang dialami Desi, kini ditangani Satuan Reskrim Polrestro Jakarta Barat dan Polsektro Cengkareng. Sebelumnya, kasus ini dikategorikan kedalam kekerasan dalam rumah tangga yang ditangani oleh unit khusus perlindungan perempuan dan anak.

Kasatreskrim Polrestro Jakarta Barat Kompol Sujudi Arioseto mengatakan pelaku penganiayaan terhadap Desi akan dijerat Pasal 351 ayat tiga yang mengatur tentang perbuatan penganiayaan yang menyebabkan kematian seseorang.

Untuk menangkap Acong, Polrestro Jakarta Barat dan Polsektro Cengkareng membentuk lima tim sekaligus. Kemarin kelima tim ini disebar ke sejumlah lokalisasi hiburan malam untuk mencari Acong. Namun, Acong diduga sudah melarikan diri ke luar Jakarta setelah menganiaya Desi. (Ahmad Sabran/Totok Sunandar)

Pelajaran Pranikah dari Kasus Cici Paramida & Manohara Odelia Pinot

Posted on Updated on

Manohara Odelia Pinot & Cici ParamidaPertanyaan seorang ibu bernama Nadia (35): “Saya ingin menanyakan bagaimana kebijakan Bapak soal kekerasan dalam rumah tangga seperti yang dialami oleh Manohara dan Cici Paramida.”

Untuk menghindari terjadinya KDRT, JK mengimbau kaum perempuan tidak secara kilat memutuskan untuk menikahi pria yang belum begitu dikenalnya. “Yang paling penting, … kalau cari suami harus kenal dulu [secermat-cermatnya]. Jangan baru kenal belum tahu dia siapa lalu menikah,” ujar JK.

“Lebih baik nangis dua minggu daripada nangis seumur hidup”. Demikian pesan Menteri Negara [urusan] Perempuan Meutia Hatta kepada kaum perempuan agar tidak salah memilih pasangan. Perempuan harus mengenal [calon] suaminya baik-baik sebelum menikah.

Rabu, 17/06/2009 15:05 WIB
Kasus Manohara & Cici Paramida

Cegah KDRT, Pasangan Mau Nikah Harus Rasional

Amanda Ferdina – detikNews

Jakarta – Pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan harus menyadari kesetaraan dirinya dengan pasangannya. Dengan demikian, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seperti yang menimpa Manohara Odelia Pinot dan Cici Paramida dapat dicegah dari dini.

“Membangun lembaga perkawinan harus dimulai dari kesetaraan. Kalo orang pacaran sering bermula dari ketidakrasionalitasan,” ujar Manager Riset LSM Perempuan Kalyanamitra, Hegel Terome saat berbincang dengan detikcom, Rabu (17/6/2009).

Hegel lantas menjelaskan perbedaan masyarakat Indonesia dengan orang barat dalam mengantisipasi KDRT. Di negara barat, sebelum menikah pasangan telah membuat kesepakatan tentang banyak hal terkait hubungan mereka setelah menikah.

“Bangun rumah tangga dari awal semua sudah dibahas, pembagian harta, dll. Sehingga semua jelas dan KDRT dapat dihindari, walaupun menyebabkan orang menjadi jarang nikah karena banyaknya pertimbangan untuk nikah,” ujarnya.

Hegel menjelaskan KDRT merupakan kekerasan berbasis gender. Kekerasan tersebut biasa terjadi karena adanya ketimpangan kekuasaan antara istri dan suami. “Misalkan suami dari kondisi orang kaya, dia punya akses untuk memperlakukan istri dengan semena-mena,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil penelitian, KDRT juga seringkali dimulai dari posisi ekonomi. “Banyak istri tergantung dari suaminya, lalu para suami punya modal dan suami bisa merasa menjadikan istri sebuah benda. Karena posisi ekonomi yang rentan,” ujarnya.

Disinggung apakah ada laki-laki yang mengalami KDRT, Hegel membenarkannya. Hanya saja, keadaan di Indonesia agak berbeda dengan negara-negara maju. “Ada juga, laki-laki dengan posisi ekonomi lemah yang bergantung dengan istrinya itu bisa (memicu) KDRT,” ujarnya.

“Kalau di Indonesia kan yang terekspos laki-laki itu stres, mabuk, lalu mukul orang. Jadi sisi macho-nya yang diperlihatkan. Padahal ada juga yang tergantung pada istrinya,” imbuh Hegel.

(amd/iy)

Hasil Visum Dokter: Bukti-bukti Manohara Disiksa

Posted on Updated on

Kasus kekerasan dalam rumahtangga Manohara Odelia Pinot membuat banyak orang penasaran. Bahkan, sebagian orang merasa curiga, jangan-jangan Manohara berbohong. Karena itu, bukti-bukti dari pihak Manohara ditunggu banyak orang. Postingan ini ditayangkan untuk menyebarluaskan berita-berita (plus gambar dan video) mengenai bukti yang dinanti banyak orang tersebut.

Sesuai dengan perkembangan, postingan ini akan terus di-update. Jadi, silakan kembali lagi ke sini di lain hari untuk mengikuti perkembangannya. Apakah bukti-bukti tersebut cukup kuat, biarlah institusi legal yang menetapkannya. Sejauh ini, yang sudah terkumpul adalah sebagai berikut:

Malaysia Tidak Merasa Bersalah Atas Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Manohara

Posted on Updated on

Kasus Manohara Odelia Pinot tampaknya benar-benar mencoreng wajah Malaysia di depan publik Indonesia. (Lihat “Berita+Video Eksklusif: Pengakuan Terbaru Manohara Odelia Pinot“) Wajar kiranya bila pihak Malaysia mengajukan pembelaan diri. Demi keadilan, berita-berita mengenai pembelaan kubu Malaysia itu kami tampilkan pula di sini.

Hasil Pencarian :

Tanggapan Pemerintah Malaysia Atas Tuduhan Manohara Terhadap Fakhry

Manohara Odelia Pinot telah berhasil kembali ke Indonesia. Kepada pers Indonesia, wanita cantik itu membeberkan kekerasan fisik dan psikis yang dilakukan suaminya, Pangeran Kelantan Tengku Temenggong Mohammad Fakhry. Sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak kesultanan Kelantan mengenai tuduhan yang dilontarkan Mano. Namun pemerintah Malaysia telah memberikan tanggapan atas kasus ini.

Blogger Malaysia Tuduh Manohara Fitnah Fakhry

Drama Manohara Odelia Pinot, mantan model yang mengaku dianiaya suaminya, Pangeran Kesultanan Kelantan memasuki babak baru. Setelah berhasil kabur ke Jakarta, Mano pun membeberkan perlakuan suaminya, Tengku Muhammad Fakhry yang sungguh kejam terhadap dirinya. Namun semua pernyataan Manohara dibantah blogger Malaysia lewat blog toughlane.blogspot.com, Senin (1/6/2009). Sejak kasus Mano mencuat, blog yang aktif sejak April 2009 itu memang terus meng-counter semua pemberitaan miring yang menyalahkan Fakhry dan Kelantan.

Kubu Kelantan: Manohara Itu Seperti Diberi Susu Dibalas Air Tuba

Nama Manohara Odelia Pinot kembali menjadi perbincangan setelah berhasil kabur dari suaminya, Tengku Muhammad Fakhry. Mantan model itu pun membeberkan perlakuan buruk yang diterimanya selama tinggal di istana Kesultanan Kelantan. Apa tanggapan kubu Kelantan soal pengakuan perempuan yang akrab disapa Mano itu? “Tidak percaya sama sekali,” kata Mohd Soberi Shafii, rekan dekat putra Sultan Kelantan Pangeran Tengku M Fakhry.

Kubu Kelantan Minta Mano Visum di Luar Negeri

Kubu Kesultanan Kelantan tidak setuju bila Manohara Odelia Pinot melakukan visum atas kekerasan yang dialaminya di rumah sakit Indonesia. Kelantan meminta visum istri putra Sultan Kelantan itu dilakukan di luar negeri. Alasannya biar netral. “Paling bagus ke dokter yang netral, bisa di Australia, Singapura atau London misalnya,” kata Mohd Soberi Shafii, rekan dekat putra Sultan Kelantan Pangeran Tengku M Fakhry

Kubu Kelantan: Manohara Tak Kabur Tapi Dilepas

Kubu Kesultanan Kelantan Malaysia membantah Manohara Odelia Pinot kabur ke Jakarta saat berada di Singapura. Mantan model cantik itu memang telah dilepas oleh suaminya, Tengku Muhammad Fakhry yang adalah putra Sultan Kelantan. “Tidak kabur, karena dari awal kalau dia memang ingin pulang pasti kita kasih,” kata Mohd Soberi Shafii, rekan dekat putra Sultan Kelantan Pangeran Tengku M Fakhry.

Berita+Video Eksklusif: Pengakuan Terbaru Manohara Odelia Pinot (Ternyata Ramalan Mama Lauren KELIRU)

Posted on Updated on

Empat minggu yang lalu, Mama Lauren meramalkan, “Manohara Odelia Pinot dan Tengku Muhammad Fakhry baik-baik saja dan tidak ada penyiksaan.” Berikut ini bukti-bukti ucapan dari Manohara Odelia Pinot yang menunjukkan kelirunya ramalan tersebut.

Hasil Pencarian : “Manohara Odelia Pinot”:

mano6-luar.jpg

Manohara Disuntik Hingga Muntah Darah

Kekejian yang dialami Manohara Odelia Pinot sungguh mengerikan. Selain tubuhnya disilet, Mano Odelia Pinot sungguh mengerikan. Selain tubuhnya disilet, Mano mengaku disuntik bila dia berusaha />Manohara menceritakan kejadian kejam itu usai jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo

Foto Minggu, 31/05/2009 15:58 WIB – www.detiknews.com
manohara-luar.jpg

Manohara: Yang Silet-silet Itu Benar

Manohara Odelia Pinot membenarkan suaminya, Pangeran Kesultanan Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad sang suami. “Semua itu masih sangat berdampak pada saya,” curhat Mano. Manohara Odelia setiap hari. Yang silet-silet, kekerasan seksual, kekerasan lainya. Semua itu benar,” kata Manohara

Minggu, 31/05/2009 14:21 WIB – www.detiknews.com
Manohara-Pinot(dok.keluarga)DLM.luar.jpg

Manohara: Fakhry Agak Psikopat

Kekerasan yang dilakukan Pangeran Kesultanan Kelantan kepada model cantik Manohara Odelia Pinot cukup membuat model cantik ini berpikir Tengku M Fakhry mempunyai kelainan jiwa. “Menurut /> Kekerasan yang dilakukan Pangeran Kesultanan Kelantan kepada model cantik Manohara Odelia Pinot cukup

Foto Minggu, 31/05/2009 16:50 WIB – www.detiknews.com
Manohara-Pinot(dok.keluarga)DLM.luar.jpg

Mano Ingin Jadi Aktivis & Kembali Jadi Model

Sebuah pengalaman pahit namun berharga telah mengisi kehidupan model cantik Manohara Odelia Pinot. Berbekal pengalaman tersebut, perempuan berusia 17 tahun ini ingin menjadi seorang aktivis.

Foto Video Minggu, 31/05/2009 17:53 WIB – www.detiknews.com
manoluar.jpg

Manohara dan Kemewahan Semu Kerajaan Kelantan

Menjadi seorang putri seharusnya hidup dalam sebuah kemewahan. Akan tetapi tidak selamanya begitu. Manohara Odelia Pinot mengaku hanya mendapatkan kemewahan semu. Mano mengaku ia memang hidup dalam sebuah kemewahan. Akan tetapi tidak selamanya begitu. Manohara Odelia Pinot mengaku

Foto Video Minggu, 31/05/2009 17:50 WIB – www.detiknews.com
mano7-luar.jpg

FBI & Kedubes AS Terlibat Pembebasan Manohara

Kisah Manohara Odelia Pinot bak drama. Demikian pula cerita kaburnya model cantik itu dari Kerabat tombol tersebut. Kisah Manohara Odelia Pinot bak drama. Demikian pula cerita kaburnya model Manohara, Yuli Andre Darma kepada detikcom, Minggu (31/5/2009). Kedubes AS dilibatkan

Foto Video Minggu, 31/05/2009 17:25 WIB – www.detiknews.com
manohara-luar.jpg

Manohara Terpaksa Tampil Bahagia Sebab Takut Disiksa

Tersenyum dan tampak bahagia. Demikian penampilan Manohara Odelia Pinot dalam foto-foto yang /> Tersenyum dan tampak bahagia. Demikian penampilan Manohara Odelia Pinot dalam foto-foto yang dilansir Manohara usai jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo, Jakarta Barat, Minggu (31/5/2009).

Foto Minggu, 31/05/2009 16:30 WIB – www.detiknews.com
manohara-luar.jpg

Kronologi Manohara Kabur dari Fakhry

Segala upaya dilakukan Manohara Odelia Pinot untuk bisa kabur dari suaminya, Pangeran Kesultanan ibu Manohara, Daisy Fajarina juga ke Singapura, kesultaan Kelantan tiba-tiba memutuskan untuk cepat packing untuk pulang,” cerita Manohara usai jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo

Foto Minggu, 31/05/2009 15:31 WIB – www.detiknews.com
manoharanembak.luar.jpg

Manohara: Dari Dulu Saya Mau Cerai

Manohara Odelia Pinot akan mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, Pangeran Kerajaan Kelantan Manohara. Manohara Odelia Pinot akan mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, Pangeran Kerajaan Manohara dalam jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo, Jakarta Barat, Minggu (31/5

Minggu, 31/05/2009 13:38 WIB – www.detiknews.com
manocantik.luar.jpg

Manohara: Saya Diperlakukan Seperti Mainan

Manohara Odelia Pinot mengaku sudah tidak mencintai lagi suaminya Pangeran Kerajaan Kelantan Tengku Laksar Merah Putih Eddy Hartawan dan tim pengacara ibu Manohara. Manohara Odelia Pinot mengaku,” kata Manohara dalam jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo, Jakarta Barat, Minggu (31/5

Minggu, 31/05/2009 13:25 WIB – www.detiknews.com

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT): Bagaimana agamawan bersikap?

Posted on Updated on

Dari brwosing hari ini, aku jumpai satu berita menarik mengenai bagaimana agamawan bersikap terhadap kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga. Isinya lumayan “menampar” diriku selaku “agamawan”. Kurasa, perhatianku terhadap masalah ini masih kurang. Bagaimana dengan dirimu? Oh ya, ini dia berita yang aku maksud:

Selasa, 04 Mei 2009 18:04
Peluncuran Buku Memecah Kebisuan: Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan

Bukan Hanya Mendengar, Tapi Juga Menghadapinya

Jakarta-wahidinstitute.org. Korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) selama ini diabaikan oleh kalangan agamawan. Alih-alih didengarkan, mereka justru dinasihati oleh agamawan agar menerima takdir; bersabar dan jika tidak sanggup banyaklah berdoa. Apalagi dibela. Keprihatinan ini menggerakkan Komnas Perempuan melibatkan agamawan dalam kaitan pembelaan dan pemberdayaan terhadap perempuan.

Hasilnya, lahir buku “Memecah Kebisuan; Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan” yang diluncurkan pada Rabu siang (22/04/09) di bilangan Tebet. Buku yang dibuat dalam 4 versi (versi NU, Muhammadiyah, Katolik, dan Protestan) ini mengetengahkan kesaksian para korban dan memberikan pembacaan teks atas kitab suci yang memihak perempuan. Hadir sebagai penanggap buku ini adalah Ibu Shinta Nuriyah (NU), Din Syamsuddin (Muhammadiyah), Romo Yosef Dedy Pradipto (Katolik), dan Pendeta Andreas A. Yewangoe (Protestan).

“Kami tidak hanya mendengarkan kebisuan tetapi juga menghadapinya,” demikian pernyataan Shinta menanggapi buku ini. Shinta menghadapi kebisuan untuk melalui pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan lewat Puan Amal Hayati. Organisasi yang didirikan pada 3 Juli 2000 ini oleh Shinta dan kawan-kawannya ini melakukan pendampingan perempuan korban berbasiskan pesantren. Mereka agamawan yang bukan hanya mendengar testimoni korban tetapi juga terjun langsung membelanya.

Penderitaan korban bermacam-macam. “Ada anak yang diperkosa paman dan adiknya selepas peringatan tujuh hari wafat ibunya,” terang Shinta. Si anak akhirnya masuk RSJ. Puan Amal Hayati mendampinginya selama di RSJ. Cerita lainnya tidak kalah tragis. Di Tasikmalaya, kata Shinta, seorang gadis menjadi korban incest ayah kandungnya selama 5 tahun sampai memiliki anak. Ibu kandung tidak tahu kebejatan suaminya itu.

Cerita ketiadaan pembelaan terhadap korban ini, menurut Shinta, punya sebab tersendiri. “Para pemegang otoritas (keagamaan) ini tidak bisa membedakan tradisi dan ajaran Islam,” ungkap Shinta. Tradisi, menurut Shinta, dianggap ajaran agama karena datang dari Arab dan bertuliskan huruf Arab. Visi agama akhirnya menjadi terdistorsi. Upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan daya kritis agamawan lewat institusi masing-masing. “Ajaran yang murni bisa dipertahankan dan tradisi tertentu bisa diubah oleh mereka,” tambah Shinta.

Agamawan (yang juga pengelola institusi agama) juga perlu keluar dari belenggu teks (yang sifatnya patriakhis), namun bukan berarti meninggalkannya. Agamawan, kata Shinta, tetap kembali kepada teks namun tidak secara tekstual. Dalam aras ini, teks dipahami bukan dengan harga mati. Teks justru dipahami sebagai mata air yang terus hidup dan dinamik. Dengan pembacaan teks seperti ini, agamawan dapat memberikan solusi yang konkret, praktis, dan aktual bagi persoalan masyarakat, termasuk persoalan yang menimpa perempuan. Setelahnya, pengelola institusi agama ini dan para aktivis perempuan dapat terlibat dalam dialog yang jujur, intens, dan terbuka.

Dialog dua belah pihak ini dapat berujung pada pemberdayaan elit dan tokoh agama untuk menjadi problem solver. “(Misalnya) mereka menginterpretasi ulang teks (agar menjadi ramah perempuan) dan disosialisasikan,” tutup Shinta. (Nurun Nisa)

Demi Istri Muda, Pak Haji Hajar Istri Tua Sampai Kepala Bocor

Posted on Updated on

Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini mungkin dapat mencemarkan nama baik para haji, para kepala sekolah, juga para lelaki yang berpoligami. Bagaimana tidak? Pelakunya ialah seorang kepala SMA di Aceh Timur. Dia “bergelar” haji. Dia pun beristri lebih dari satu. Mungkin saja masyarakat akan [semakin] memandang negatif kepada poligami, ibadah haji, dan juga jabatan di dunia pendidikan. Mau tahu bagaimana beritanya?

Baca entri selengkapnya »