keluarga

Wisata pantai khusus untuk wanita muslim. berminat kah ?

Posted on

Sebuah berita menggelitik dari Italia, menggugah saya menuliskan ini.Mulai tanggal 12 hingga 19 September ini sebuah hotel di Ramini, Italia, akan menyambut tamu-tamu khusus kaum Muslim yang berencana akan melaksanakan liburan di sana.Untuk menggabungkan ketentuan dalam ajaran Islam dengan masa liburan, manajemen Hotel Dory di Ramini telah membuat sebuah tawaran istimewa yang cocok untuk kebutuhan kaum Muslim. Liburan yang didesain khusus menyambut akhir Ramadan tahun ini, demikian jelas Stefano Giuliodori, manajer hotel tersebut seperti diberitakan Suara Media News, yang dikutip Tidak Menarik.wordpress.com.

“Kami menawarkan layanan khusus: kamar dengan perlengkapan dapur yang memungkinkan keluarga untuk makan dengan tenang, kanal televisi Arab, layanan antar jemput ke Masjid Rimini terdekat, susu dan kurma di minibar setiap hari.”

“Hotel Dory adalah salah satu hotel keluarga pertama di kota ini yang menawarkan layanan istimewa didedikasikan untuk anak-anak dan untuk alasan ini kami telah memutuskan untuk menawarkan promosi khusus bagi keluarga-keluarga Arab agar para orangtua dapat menikmati liburan mereka dengan tetap menghormati Ramadhan.” lanjutnya lagi.

Dewan kota Riccione, yang terletak 150 kilometer sebelah timur Florence, mempertimbangkan untuk menyediakan pantai-pantai khusus untuk wanita hanya untuk memuaskan permintaan dari wisatawan Arab dan Muslim yang semakin meningkat. Namun sejak didiskusikan pada tahun 2006, telah ada sejumlah permintaan untuk mewujudkan inisiatif itu. Sementara itu, Associated Press melaporkan bahwa hotel-hotel di Riccione telah siap untuk melaksanakan keputusan kota menciptakan area pantai khusus wanita untuk para wanita Muslim, Pendukung ide tersebut mengatakan bahwa pantai yang terpisah akan memungkinkan para wanita Muslim untuk menikmati sinar matahari secara privat.

Bagaimana dengan hotel-hotel yang terletak di pantai Indonesia, tidak kah tertarik menyediakan fasilitas serupa untuk menarik wiatawan dari negara-negara Muslim, k
hususnya dari negara-negara Arab ?(zoels50)

Pacaran backstreet, salahkah?

Posted on Updated on

p’ sy mw nanya..?? gni dari dulu orang tua sy melarang keras sy pacaran. alasannya mereka takut terjadi sesuatu dengan sy. tapi selama ini saya tetap saja menjalin hubungan dengan se2orang. dan smua itu sy lakukan juga masih di batas kewajaran. sy sudah dewasa , sudah tahu mana yang benar dan mana yang tidak. yach bisa dibilang kalau sy backstreet lah…
yang mw sy tanyakan apakah sy salah melakukan semua ini ?? apa yang harus sy lakukan ?? sementara kalau di suruh meninggalkan dy sy g’ mungkin bisa…

Jawaban M Shodiq Mustika:

Di dunia ini, kita jarang menjumpai urusan yang 100% baik atau pun 100% buruk. Mungkin pacaran backstreet (tersembunyi) tanpa setahu orangtua seperti pada kasusmu ini tergolong itu. Semua segi-seginya yang penting perlu kita pertimbangkan. Jika kadar buruknya besar, maka sebaiknya kita menghindarinya, bukan?

Aku sendiri belum tahu siapa dirimu, berapa umurmu, sudahkah kamu siap menikah, bagaimana keadaanmu, dan sebagainya. Dengan demikian, aku belum bisa menilai apakah pacaranmu yang backstreet ini baik ataukah buruk. Namun, aku percaya bahwa dirimu sudah dewasa. Aku pun percaya bahwa kalian mampu memenuhi hari-hari kalian dengan kebaikan dan menghindari berbagai keburukan. Karena itu, aku ajukan lima tantangan kepada dirimu untuk membuktikan kedewasaanmu sebagai berikut.

1. Kembalikan “pacaran” ke makna aslinya!

Istilah “pacaran” berasal dari kata “pacar” dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno) yang berarti “calon pengantin”. Jadi, makna asli “pacaran” ialah aktivitas calon pengantin, yaitu persiapan untuk menikah. (Lihat “Definisi & Bentuk Nyata “Pacaran Islami”“) Nah, kalau kalian memang telah menyusun rencana (bukan sekadar harapan) hendak menikah dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, maka pacaran kalian tidaklah salah. Namun seandainya kalian “pacaran” berdasarkan rasa saling suka saja, apalagi hanya ingin bersenang-senang, maka itu bukanlah tergolong perilaku yang dewasa.

2. Kenalkan semua teman lain-jenismu dengan orangtuamu!

Pepatah mengatakan, “Siapa tak kenal, maka tak sayang.” Kekhawatiran orangtuamu mungkin disebabkan oleh belum tahunya beliau mengenai bagaimana kamu bergaul dengan lawan jenis. Karena itu, tunjukkanlah di depan beliau betapa baiknya dirimu bergaul dengan lawan-jenis. Sering-seringlah juga menceritakan kepada beliau berbagai kebaikan yang kau peroleh dari pergaulanmu dengan lain-jenis.

3. Akrabkan si dia dengan orangtuamu!

Untuk lebih menyadari pentingnya poin ketiga ini dan poin kedua tadi, silakan simak postingan “Kalau sampai ketahuan, awas kamu!” dan “Akrabilah keluarga si dia sedini mungkin!

4. Carilah pengawasan dari orang dewasa yang berwibawa!

Jangan sampai tak seorang pun mengetahui hubungan kalian. Sebab, kalau terjadi masalah, maka kalian sendirilah yang akan merugi tanpa mendapat bantuan. Bagaimanapun, manusia adalah makhluk sosial, bukan? Jadi, carilah pengawasan dari beberapa orang dewasa yang berwibawa dan bisa kalian percaya. Aktivitas kalian harus senantiasa terpantau, sehingga terjaga dari berbagai keburukan. (Diantaranya, Jangan berduaan, kecuali bila terawasi!)

5. Lebih mendekatlah kepada Sang Maha Penyayang!

Supaya hubungan kalian tetap berada di jalan yang benar+baik dan tidak sampai berlebihan, lebih cintailah Sang Maha Penyayang! Jadikanlah surat-Nya (firman-Nya) sebagai pegangan kalian. (Lihat “Menghunus Qur’an, Menyorong Cinta“)

Wallaahu a’lam.

Konsultasi: Pilih menikah ataukah bekerja?

Posted on Updated on

Saya seorang gadis berusia kurang dari 30 tahun. Saya bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah bank bumn dengan gaji pokok “lebih dari cukup”, belum termasuk tunjangan dsb. Saya kos karena penempatan kerja di luar kota tempat tinggal. Saat ini saya berpacaran dengan salah seorang teman satu perusahaan, usia lebih dari 30 tahun. Saya sudah berpacaran sekitar 5 th. Karena kesibukan masing2, walaupun satu kota tapi kami hanya bertemu seminggu sekali. Peraturan perusahaan melarang pernikahan satu atap, salah satu harus mengundurkan diri. Pembicaraan antara saya dan dia sepakat saya yg mengundurkan diri dengan pertimbangan usia saya masih banyak kesempatan untuk mencari kerja lagi. Supaya tidak kena denda (yg jumlahnya cukup besar) karena resign sebelum menyelesaikan ikatan dinas selama 5 th, maka kami sepakat untuk menyelesaikan ikatan dinas tsb. Saya sampaikan kepada orang tua dan keluarga saya jika saya menikah maka saya harus resign. Mereka keberatan karena saya adalah kebanggaan keluarga & keluarga besar dan bisa dikatakan saya penyumbang dana terbesar dalam keluarga (saya ikhlas). … Saya sangat memahami ortu, … punya anak pegawai bank adalah kebanggaan luar biasa menurut mereka. Gaji tiap bulan saya gunakan untuk keperluan saya, membantu keluarga, dan menabung. Ikatan dinas saya habis tahun ini, saya persiapkan diri untuk bisa menikah:
1. nglamar kerja kesana sini untuk dapat kerjaan baru. Syarat ortu, saya boleh keluar dari kerjaan dan boleh menikah jika sudah dapat kerjaan baru (kerja kantoran kalo bisa yang selevel dengan perusahaan sekarang). saya tidak boleh nganggur…
2. karena rumah dekat dengan kampus, saya membuat kosan untuk ortu saya, dengan pertimbangan jika saya menikah dan ortu sudah tidak bisa kerja, maka mereka tetap dapat uang tiap bulan dari uang pembayaran kos…
3. sekarang saya berusaha hemat & menabung untuk persiapan biaya menikah (tabungan sebelumnya habis untuk membuat kosan)
4. saya lakukan pendekatan supaya keluarga bisa menerima jika saya keluar dari pekerjaan dan menikah
sampai sekarang keluarga tetap merasa keberatan. pada dasarnya secara pribadi mereka setuju saya menikah dengan pacar saya. mereka cocok dengan pacar saya, tapi mereka tetap keberatan jika saya keluar dari kerjaan.
5. sejujurnya saya sangat bingung antara keluarga atau pacar=menikah atau bekerja?
saya berusaha untuk sholat tahajud, istikaroh, memperbanyak sedekah dan konsultasi kesana kemari untuk masalah saya. skitar 2 bulan ini keinginan saya untuk menikah semakin besar dan merasa mantap, saya tidak tau apakah ini napsu untuk memiliki ataukah petunjuk dari alloh atas doa saya. mohon saran dan pendapat pak shodiq.
6. kami pernah putus nyambung lagi. gak tau kenapa, sulit mencari pacar baru. saya dan dia benar-benar merasa cocok.. walaupun sedikit kami sudah memahami kekurangan dan kelebihan masing2.
7. saya sekolah lagi dengan biaya sendiri, agar lebih mudah dpt pekerjaan. alhamdulillah sudah selesai jadi sarjana. (ayah tambah bangga) dulu ayah menyekolahkan saya d3.

agar bisa segera menikah pacar saya juga berusaha menabung untuk pra & pasca menikah, pendekatan dengan ortunya (malah ortunya sudah pengin ngelamar saya) & ortu saya, nyari info kerjaan buat saya, nganter saya tes kerja dll. dia bersedia tetap menunggu saya menyelesaikan ikatan dinas dan menunggu sampai dapat pekerjaan. saya sangat menghargai penantiannya.. kadang saya merasa kasian karena dia sudah didesak keluarganya untuk segera menikah. dia bersikeras tetap menikah dengan saya dan tidak mau dengan orang lain. menurut dia apa yang dia cari ada pada diri saya. dia sepakat untuk tidak menikah selama belum ada restu dari ortu saya. dia tetap ingin saya bekerja seperti keinginan ortu saya agar kebanggaan keluarga saya tidak hilang. dia merasa karena dialah saya jadi keluar dari kerjaan.
oiya, pada dasarnya saya senang wirausaha, saya punya warung lesehan dan punya bisnis distributor kecil-kecilan. saya tidak senang bekerja pada orang lain. tapi menurut ortu itu bukan pekerjaan itu cuma sampingan. dalam pikiran mereka yang namanya bekerja ya di kantor (saya sangat maklum dengan pendapat mereka).

melalui email ini saya mohon saran pak shodiq atas masalah saya :
1. apa yang harus saya lakukan, saya takut berbuat dosa karena pacaran terlalu lama. bukankah menikah adalah mulia dan ladang amal? tetapi mengapa keluarga saya merasa keberatan karena alasan materi dan kebanggaan? saya takut jadi anak durhaka dan tidak tau terima kasih. saya takut mengecewakan ortu saya. saya takut berbuat sesuatu yang tidak diridhoi ortu saya.
2. saya juga takut dan bingung, jika saya keluar dari pekerjaan apakah berarti saya tidak bersyukur pada alloh yang telah memberikan pekerjaan yang bagus untuk saya saat ini?
dan jika saya tidak menikah dengan pacar saya, apakah saya menyianyiakan kesempatan yang alloh berikan pada saya yang telah mempertemukan saya dengan pacar saya? walaupun saya tidak tau apakah dia jodoh saya.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Seperti pada kasus “Ingin Nikah Tapi Dibutuhkan Keluarga“, kamu dihadapkan dengan dua alternatif yang sama enaknya. Kalau kau segera menikah, maka kau menjalankan sunnah Nabi yang berupa pernikahan. Sedangkan bila kau tunda dulu pernikahanmu demi memenuhi keinginan keluarga, maka kau pun menjalankan sunnah Nabi pula yang berupa berbakti kepada orangtua dan kerabat dekat. Oleh karena itu, jawabanku:

1. Pilihlah keduanya: menikah dan sekaligus bekerja. Dalam keadaanmu yang terikat oleh ikatan dinas, pacaran kamu tidaklah tergolong terlalu lama. Apalagi pacarmu bersedia menunggumu hingga memperoleh pekerjaan baru. Jadi, dapatkanlah pekerjaan baru setelah masa ikatan dinas selesai supaya kamu dapat menikah dengan pacarmu.

Adapun supaya kalian tidak tergoda untuk berbuat dosa, khususnya zina, maka hendaklah kalian lebih menjaga diri. Diantaranya dengan mengerahkan jurus-jurus penangkal zina dan tidak bertatap muka, kecuali bila dalam keadaan terawasi, sehingga tak mungkin berzina.

2. Jika informasimu itu sudah relatif lengkap (tidak ada yang kau tutup-tutupi), maka aku yakin bahwa pacarmu ini adalah jodoh terbaik bagimu. Seandainya kau meninggalkannya demi “pekerjaan yang bagus saat ini”, maka menurutku kau menyia-nyiakan jodoh yang telah disediakan Allah untukmu.

Bagaimanapun, mencari jodoh sebaik dia itu jauh lebih sulit daripada mencari pekerjaan baru yang juga bagus. Dengan ijazah dan pengalaman kerjamu, kamu akan lebih mudah mencari pekerjaan baru yang juga bagus. Apalagi, syarat dari orangtuamu juga tidak terlalu kaku, yaitu asalkan kantoran dan “kalo bisa yang selevel”. Jadi, syarat minimalnya hanyalah kerja kantoran. Dengan syarat ini, aku yakin kamu mampu memenuhinya.

Demikianlah jawaban dan saranku. Wallaahu a’lam. Semoga Dia senantiasa membimbing langkah kalian dan menjauhkan kalian dari segala dosa. Aamiin.

Bagaimana Meluluhkan Hati Orangtua

Posted on Updated on

Pak Shodiq… Saya sangat senang sekali bisa menemukan website bapak ini.. Saya bisa mendapatkan informasi – informasi yang sangat berharga, yang kebetulan juga saya sedang menghadapi masalah tentang percintaan. Saya harap bapak tidak keberatan untuk menyumbangkan saran bapak..

Begini Pak…

Saya berumur 25 thn, dan saat ini sedang menjalin hubungan dengan seorang pria yang perbedaan usianya 8 taun lebih tua dari saya. Kami telah melakukan pacaran jarak jauh hampir 1 taun, karena saya kerja di Jakarta dan dia kerja di Jogja. Pertemuan kami pun tidak menentu. Kadang 2 bulan sekali ato bahkan lebih. Komunikasi kami (telpon, SMS, dan email), Alhamdulillah lancar. Saya sangat menikmati hubungan ini.. Walo kata orang susah.. namun saya berusaha untuk menikmatinya.. dan Alhamdulillah.. hingga saat ini.. kami belum pernah bertengkar… Dan kami berusaha untuk pacaran yang biasa – biasa saja.. sperti pacaran Islami..

Namun, Pak.. masalah datang dari keluarga saya.. Orang tua saya kurang menyetujui hubungan kami dengan beberapa alasan, yaitu pekerjaan, umur, latar belakang keluarga. Mungkin akan saya jelaskan satu persatu..

– Mengenai pekerjaan
Pacar saya bekerja di perusahaan leasing, sudah hampir 3 taun, dengan penghasilan tetap, dan gaji yang lumayan (menurut saya), karena dia sudah bisa membeli kebutuhannya sendiri. Namun menurut orang tua saya, pacar saya belum mapan. Karena perusahaannya yang kurang bonafid, tidak memberikan kesejahteraan di hari tua nanti sperti tunjangan kesehatan, pensiun, dll. Maklum orang tua saya adalah pensiunan BUMN, dimana sampai saat ini masih mendaptkan pensiun dan dana kesehatan. Dan juga.. terkadang orang tua saya menyinggung soal gaji. Menurut mereka.. gaji pacar saya lebih kecil dari saya.. Dan mereka khawatir, jika suatu saat kami menikah, sayalah yang akan menanggung semua biaya hidup rumah tangga kami.
Saya sudah membicarakan masalah ini kepada pacar saya.. Dan dia akan berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, yang sesuai dengan keinginan orang tua saya. Paling tidak, pacar saya ingin membuktikan kepada kedua orang tua saya, jika dia akan bertanggung jawab atas saya.
Namun.. saat saya mencoba membicarakan hal ini kepada ibu saya.. Ibu saya malah mengatakan “Iya kapan usaha nya.. kapan suksesnya.. Nanti aja kalo uda sukses baru deket – deket lagi. Kalo sekarang ga usah deket deket dulu…”
Pak.. saya harus bagaimana?

– Mengenai umur
Orang tua saya mengatakan bahwa pacar saya terlalu tua untuk saya. Bagaimana nanti jika kami punya anak yang masih keci, dan ayahnya sudah berumur banyak. Yah memang sih.. masuk akal.. Tapi.. apakah iya.. itu merupakan patokan?

– Mengenai latar belakang keluarga
Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, ayah saya adalah pensiunan BUMN. Dan pernah suatu saat, saya bersitegang dengan kedua org tua saya tentang hal ini… Mereke mengatakan bahwa saya harus dapat jodoh yang setara.. Setara keluarganya dengan kita dan juga setara pekerjaannya. Terus terang.. saya tidak pernah mengorek lebih dalam tentang keluarga pacar saya itu. KArena saya pikir itu privacy keluarga nya dia. Namun secara garis besar saya tau, karena saya sudah dekat dengan keluarganya, terutama ibunya. Alhamdulillah. Mereka adalah keluarga yang utuh, sederhana, dan tidak pernah neko – neko. Memang jika dilihat dari segi materi.. orang tua saya lebih dari orang tua pacar saya… Tapi.. apa iya.. itu yang dijadikan patokan… toh keluarga pacar saya adalah keluarga baik – baik..

Pernah suatu hari.. saya mendengar dari sepupu saya.. klo orang tua saya pernah berfikir saya dipelet. Ya Allah.. Pak Shodiq… sedih rasanya..

Begitu juga klo saya pulang ke Jogja, dan pacar saya main ke rumah saya.. Orang tua saya lebih sering mengabaikan dia. Terkadang dicuekin.. Dan pacar saya bilang kalau dia merasa tidak nyaman maen ke rumah saya… Namun dia berusaha positif thinking.. dan ingin pelan – pelan mendekati kedua orang tua saya.. dan itulah yang membuat saya terharu, Pak.

Pak.. saya bingung.. di satu sisi.. saya sayang kepada orang tua saya.. dan saya tidak ingin menjadi anak durhaka. Kalaupun menikah, saya ingin mendapat restu dari keduanya. Namun di sisi lain, Pak.. Saya juga sayang dengan pacar saya.. Karena dia sangat mengerti saya.. saya merasa nyaman saat bersama dia.. Dan dalam diri saya.. ada keyakinan bahwa dia akan menjadi suami yang baik & bertanggung jawab, serta ayah yang baik bagi anak – anak kami kelak. Apakah boleh pak, saya berfikir demikian?

Pak Shodiq.. menurut pak Shodiq saya harus bagaimana?

Pacar saya slalu kasi support kepada saya untuk selalu tetep berusaha dan bersabar. Juga berdoa kepada Allah untuk minta petunjuk dan dibukakan jalan untuk masalah kami.. Itu lah pak.. kesabaran dan usaha gigih dia yang membuat saya jadi semakin semangat untuk siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama dia.

Saya pribadi tidak masalah, Pak, kalau orang tua saya tidak setuju dan menyuruh saya meninggalkan pacar saya. Tapi itu pun jika alasannya jelas. Misalnya pacar saya nakal atau narkoba, dan lain sbg nya. Namun permasalahannya, mereka tidak suka dengan pacar saya karena status sosial.. karena pekerjaan.. yang menurut saya.. semua itu akan bisa didapat jika kita mau berusaha, karena itu kan hanya bersifat duniawi… Toh pacar saya juga sudah pegawai tetap. Tapi mereka tetap tidak bisa terima dengan alasan perusahaannya tidak ada masa depan..

Pak Shodiq.. harap bapak tidak bingung ya membaca curhatan saya yang menggebu gebu ini.. Hehehehehe..

Smoga Bapak tidak keberatan untuk memberikan saran… Terima kasih..

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Konsultasi: Ibu Suruh Menyuap Rp 80 Juta Agar Jadi CPNS

Posted on Updated on

aku ga tau apa ini masuk kategori konsult cinta apa tdk.ibuku ingin aku dekat dgn cowok stlh aku rampung study and kerja. pada usia 26 th semuanya kudapat,alhamdulillah.akupun mulai dekat dg cowok,melihat usiaku saat itu tiap dekat dg cowok aku selalu bilang aku ga butuh pacaran aku butuh nikah karena aku punya 2 adek yng jg pingin nikah tapi ortu ga restu kalau ada yang dilangkahi,selama 5 tahun 3 kali aku alami kegagalan, 2 kali gagal ketika akan lamaran karena ada cewek yang ngaku pernah di tiduri (maaf) lucunya waktu aku di tanya sama ortunya udah pernah di apa apain belum? ya aku jujur aja aku belum belum pernah di sentuh (mungkin maksudnya di cium atau yang lain lah) waktu itu aku bangga karena aku masih aman and yakin ortu pasti milih mantu yang masih baik ternyata perkiraanku meleset karena belum di “apa apain” aku disuruh ngalah meski dihati sakit banget dengan terpaksa aku menjauh, yang satu gagal waktu pendekatan dengan ortunya karena perbedaan suku.
dari beberapa email yang masuk ke aku, mereka masih berharap dan belum bisa melupakan aku.klise
di usiaku yang sudah 31 apalagi kedua adekku saudah menikah semua akupun berusaha minta di carikan jodoh sama keluargaku tapi sampai detik ini belum ada yang dapat bukan gagal tapi kesalahan waktu di comblangin ternyata aku tak masuk kritaria cowok cowok itu.
sambil menunggu, uang hasil kerja yang rencananya aku buat nikah,aku investasikan untuk beli rumah
beberapa waktu yang lalu senior adekku di tempat kerjanya bilang, fase aku mengalami segala permasalahan itu memang itulah ujian aku dan aku bisa sukses dalam apapun kalau aku minta maaf sama ibu.adekku ga percaya kemudian nanya ke ibu benar tidak kalau ibu punya ganjalan terhadap aku.jujur memang benar ibu merasa sakit hati saat aku memutuskan merantau.hal itu aku lakukan karena maunya ibu semua anaknya dekat dengan beliau dan itu tidak mungkin apalagi penempatan dinas adekku yang bungsu sampai nyebrang laut.meski lama lama ibu mau ngerti tapi terhadap aku ibu belum bisa melupakan.sikap aku dinilai sebagai pemberontakan,setelah aku pikir pikir mungkin kasih sayang ibu terhadapku sungguh berlebihan karena aku anak satu satunya dari suami pertamanya (ortu kandungku bercerai karena hadirnya wanita lain)2 hari kemudian aku pulang untuk mintamaaf ke ibu dan kata ibu beliau sudah melupakan semua
permasalahannya sekarang melihat kegagalanku selama ini ibu minta aku pulang (aku di jawa barat, ortu di jawa timur 12 jam perjalanan) dan aku diminta untuk masuk PNS dengan DP 80 juta biar bisa masuk (itulah sebenarnya aku ga mau di rumah karena ibu maksa dengan keputusan itu)
yang buat aku bingung cinta mana yang mesti aku pilih ” cinta ibu yang menginginkan aku masuk PNS meski dengan bayar dulu ataukah cinta rumah yang aku beli sebagai pelarian biar aku tidak pulang ke rumah untuk menghindari suap menyuap itu”?
yang sebenarnya adalah ALLAH ataukah IBU?
bagaimana kalau ibu sakit hati lagi? karena selama ini usahaku menjelaskan tidak baiknya sistem bayar membayar ini mengalami kebuntuan terus.
karena terbukti ucapan ibu selalu terjadi,permasalahan yang menimpaku tak ada penyelesaiannya.
disamping itu aku juga ga tau laki laki yang pantas buatku menurut ibu tuh seperti apa karena beberapa kali ibu nyodorin calon yang sebenarnya ibu sendiri kurang sreg
aku baiknya gimana?

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Takut Kehilangan Si Dia? Begini Solusinya!

Posted on Updated on

Diantara persoalan yang dikonsultasikan kepadaku beberapa hari ini, ada satu persoalan psikologis yang dikemukakan oleh dua orang penanya. Persoalan semacam ini sering terjadi di dunia percintaan, baik secara terbuka maupun secara tersembunyi, yaitu masalah takut kehilangan si dia. Sebelum aku sampaikan jawabanku, aku kutipkan lebih dulu persoalan yang dikemukakan oleh dua orang penanya tersebut:

ku menjalanin hubungan dgn pria yg sdah di tunangkan oleh orang tuanya, tapi tunangan tersebut di landaskan karna hutang budi antar keluarga sdngkan aku & dia slg syng,ku bingung harus bgmna?

sdngkn di sisi lain ku tdk mau melepaskan hub ini? bahkan ku berharap dia jodoh ku + dy termasuk org yang di inginkan dlm keluarga ku.

ku harap anda bisa memberi solusi atas masalah aku.

saya seorang mahasiswi, saat ini sedang berpacaran dengan tmn sekelas, dan kami sudah sepakat untuk menjalin hubungan yang serius, klo bsa sampai pernikahan nnti. bisa dibilang hubungan kami tdk trllu mulus, krn kami berdua msh sgt muda, dan umur kami tdk jauh bda. kepribadian kami berbeda, dan saya boleh dibilang selalu lemah apabila sudah menyangkut masalah yang berhubungan dgn dia.
saya prnh brpacaran bbrp kali, dan untuk kali ini sgt berarti buat saya. saya bnr2 mencintai org ini, dr sekian kali mslh menerpa kami, saya sllu meminta ditunjukkan jln oleh Allah SWT, dan hasilnya sllu menuju kepada dia. karena itu saya yakin insya Allah dialah jodoh untuk saya.

saat ini saya bnr2 merasa bersalah kpd dia, saya melakukan hal yg paling dia tdk suka:tdk mempercayai dia.
kronologisnya:
hmpr dr 3 mgu lalu dia tdk prnh menelepon saya, atau sms saya, karena dia sedang merintis usaha yg sebelumnya prnh gagal,dan ini sgt membutuhkan konsentrasinya.
selama itu, karena dia tdk prnh menghubungi saya, ketemu d kampus pun saya merasa dia sllu judes kpd saya, dan kami tdk prnh punya ksmptn utk ngobrol sdktpun, krn dia sllu trburu2 oleh kesibukannya.
saya jd merasa panik, saya merasa dia menghindari saya, dan saya jd berpikir, apakah saya punya slh, apakah dia sdh tdk cinta, semua pikiran2 buruk itu sllu ada d benak saya.
alhasil, saya sllu cerewet, menuntut perhatian dr dia dan itu membuat dia bnar2 marah sampai skr.
saya ingin selalu mendukung dia, tp saya jg bth perhatian, saya tdk trbiasa jauh dr dia.
maksud saya, dr 24 jam waktu yg dia punya per hari, saya ingin dia bsa meluangkan wktu utk saya sdkt saja, hanya utk sekedar memberi kbr pun tdk apa2.
sampai akhirnya kmrn, saya bru melihat kalo usaha yg sdg dia kerjakan itu memang bsa dibilang bnr2 besar, tanggung jwbnya kpd orang tuanya pun bsr jg, karena selain itu dia jg msh mahasiswa.slm ini saya hanya berfikir usahanya tdk sebesar itu, krn dia sndiri tdk prnh cerita apa2 soal itu.
jd skr saya bnr2 merasa bersalah, tlh memikirkan kepentingan saya saja, di saat dia bth dukungan, ttp saya mlh menuntutnya mcm2.saya sdh mencoba meminta maaf tp blm ad balasan.
bagaimana saya hrs bersikap dan meminta maaf spy dia bsa memaafkan saya?
masalah saya yang utama adalah saya terlalu takut untuk kehilangan orang ini, saya sangat mencintai dia, dan hanya di dkt dialah saya bisa merasa tenang dan damai.
bagaimana cara untuk mengatasi ketakutan2 tsb?
karena tiap kali saya jauh dr dia saya merasa sgt insecure dan tdk tenang..

mohon bantuannya,,terima kasih

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Curhat: Diancam pacar dan keluarganya, apa solusinya?

Posted on Updated on

Seorang pembaca blog ini, seorang mahasiswa asal Sumatera di Jogja, baru saja menyampaikan curhat mengenai ancaman dari pacar dan keluarganya. Aku mengharap berbagai masukan dari dirimu untuk mengatasi persoalan ini. Pliiis… Ini dia curhatnya:

saya seorang mahasiswa yang sedang bingung bagaimana melepaskan diri permasalahan yang saya hadapi akhir-akhir ini yang sungguh ,membuyarkan konsentrasiku dalam aktivitas sehari-hari khususnya dalam perkulihan.

apa yang harus kuperbuat ya ketika saya sudah kehabisan akal untuk memutuskan pacarku, sungguh aku tersiksa membina hubungan bertahun-tahun tidak dilandasi rasa cinta namun hanya karena aku menjalani dibawah tekanan orang tua pacar dan pacar saya.
hubunganku dengan pacarku ini tidak mendapat restu dari ortu saya oleh sebab itu kami menjalaninya dengan sembunyi-sembunyi. alasan kuat ortu ku untuk tidak bersmanya krena dia masih saudara dan pacarku sendiri orangnya keras selain itu kalau dilihat dari latar belakangnya keluarganya orangtuaku tahu betul bagaimana dan takutnya aku hanya dimanfaatkan saja dari segi materi selain itu aku dikirim kejogja bukan untuk pacaran tapi sekolah itulah tujuannya tapi apa pada kenyataannya…

pada suatu saat dia sangat tidak setuju ketika aku memutuskan untuk melanjutkan ke s2 karena dia sendiri hanya lulusan sma karena itu akan membuat dia dipandang sebelah mata oleh orang lain dan aku tidak bisa aku ingin terus mencari beasiswa supaya aku bisa mencapai cita2ku dia membebani langkahku… dulu juga seperti itu waktu aku lulus sma dia juga memperbolehkan aku kuliah parah kan….

aku tersiksa ketika aku memutuskan untuk mengakhiri maka pacarku selalu mengadu dengan ortunya dan akhirnya aku yang ditekan untuk mau ga mau untuk tidak melepaskan diri karena diancam jika aku memutuskan hubungan ini bila terjadi apa2 dengan anaknya bunuh diri atau gila maka diapun ga segan2 buat aku dan keluargaku hancur bila perlu aku akan dibuatnya gila, darah harus dibalas dengan darah katanya demikin. pada awalnya aku takut dan berpikir bagaimana mungkin aku disekolahkan jauh2 sampai kejogja yang ditemui hanya kegagalan dan kehancuran hanya karena kesalahanku yangkuperbuat…

aku terus menjalani hubungan pacaran bukan karena cinta tapi keterpaksaan dan ketakutan adakah cinta yang bisa membuatku bahagia dan menetramkan jiwa bukan seperti apa yang kurasakan..

beberapa bulan kemudian aku ptuskan untuk memberanikan diri untuk melepaskan diri dan memutuskan dia tapi kali ini orang tuanya sangat marah dan dia juga, aku dikata2in sampah bahkan barang rosokan yang tak tau diri yang sudah tak tau malu dan disumpah2i yang bukan2 sungguh aku tak habis pikir aku harus habiskan hidupku dengan orang2 yang demikian, yang buat aku kembali gagal untuk memutuskan kembali karena dia dan ortunya akan kerumahku yang disumatra untuk mengatakan apa yang terjadi denganku apa yang telahku lakukan sewaktu pacaran bila ortuku tidak merespon maka dia akan mengatakan kepada semua orang yang kenal dan sangat menghormati ortuku bagaimana mungkin ya ancamannya akan mempermalukan aku dan ortuku….

aku takut aku selalu dalam kecemasan dan rasanya apakah ini nikmatnya cinta yang diberikan kepadaku yang terlalu besar rasa cinta yang diberikan sampai2 aku tak mersakan keindahannya dan kebahagiannya bahkan baunyapun aku tak menciumnya. aku merasa rapuh aku merasa sendiri kemana aku harus menangis dan apa yang harus kuperbuat tidak mungkinkan aku kelak menikah dengan tidak dilandasi keikhlasan tapi ketakutan karena dibawah tekanan.

Pilih jodoh karena cinta ataukah lantaran kebaikan calon mertua?

Posted on Updated on

Konsultasi Cinta: Pilih jodoh karena cinta ataukah lantaran kebaikan calon mertua?

Tanya:

awal bulan yang lalu saya mnyatakan cinta saya kepada teman saya (N)

lalu saat itu jga dia blang bahwa sbnarnya dia juga cinta dan sayang sama saya, tapi masalahnya, bbrapa hari hari kmudian mantannya (R) nita itu ngajak balik, mantannya itu gak mau putus sama N. N udah gak ada prasaan lg ama si R itu, dia hnya pngn sbgai tman sja. tapi masalahnya N itu gak bsa nolak R, karena N gak enak dengan kedua org tunya R. orngtuanya N dan R itu sdh slg knal, knal dg baik. jadi N sungkan kalo mau nolak si R itu. orang tua R itu sdh baik bnget ama N.

Dulu wktu R sama N msh jadian, suatu hari N itu kecelakaan trus ke dua org tuanya N itu lg g ada d rmah, trus yg ngerawat N pas lgi skt it ke dua org tuanya R. dari ngnterin berobat ke rumah sakit, terapi sampai2 makan pun di suapin.

oleh karena itu N g bsa nolak si R. si N itu bngung mau pcran dg org yg dcntainya (saya) atau pacaran dengan orang yang gak di cintainya (dmi mnghrmati ke dua org tuanya si R tersebut). N prnah blg sama saya bhwa dia sdh bner2 gak bsa lo blkan ma R. soalnya R itu sifatnya keras dan kasar. N gak berani blang kpd ke dua org tuanya R.

Jadi sebaiknya saya dan N gmn mas???

saya prnah ngasih solusi ke N, dengan cara tatep mnjalin hunungan baik dg ke dua orngtuanya R tp N dan R gak usah pacaran, hnya sbtas teman saja. tapi N gak mau karena dia gak mau ngcwain ke dua orangtunya R. krna mrka sdh trlalu baik ke N.

gimana donk mas solusinya,. kami berdua saling mencintai tapi posisinya spt ini.,

mohon bantuannya

sebelumnya saya ucapkan trima kasih

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Korbankan Karier Demi Keluarga

Posted on Updated on

Shevchenko Korbankan Karier Demi Keluarga
Minggu, 12/4/2009 | 03:52 WIB

MILAN, KOMPAS.com – Penyerang AC Milan, Andriy Shevchenko mengatakan, ia tidak memikirkan kariernya saat memutuskan pindah ke Chelsea. Menurutnya, alasan utama kepindahannya adalah keluarga.

Karena itu pula, pemain yang akrab dipanggil Sheva ini mengaku tidak menyesal ketika mendapati performanya melorot di London. Baginya, seseorang tak bisa mendapatkan segalanya dengan sempurna dan saat harus memilih, ia memprioritaskan keluarga. Baca entri selengkapnya »

Konsultasi: Bisnis Yang Dijamin Sukses

Posted on Updated on

Selama ini [saya] bekerja pada perusahaan yang pemiliknya adalah ibu dan paman saya sendiri.. sudah hampir 12 tahun saya disana. dan ketika ibu saya menikah lagi dengan salah satu karyawan di perusahaan ini dengan terlebih dahulu menceraikan ayah saya, paman juga menikah lagi dengan janda beranak -4 .. saya sangat kecewa namun teman2 kantor malah sepertinya menertawakan dan melecehkan saya sepertinya hal seperti itu sudah biasa terjadi… akhirnya saya berhasil keluar dari perusahaan itu dan mencoba bisnis dengan beberapa teman, namun ternyata bisnisnya tidak jalan / tersendat, akhirnya ibu saya menawarkan saya unutk kembali bekerja disana.. saat itu keputusan sangat berat rasanya saya harus ambil dan kembali keperusahaan dimana suami muda ibu saya ada disana yang notabene mantan nasrani itu.dan .masih seumuran dengan saya… saat ini saya hampir 1 tahun bekerja kembali diperusahaan ibu saya.
jujur saja saya merasa sangat tidak nyaman dan tidak merasa ada kaderisasi buat saya.. suaminya ibu sayalah yang secara posisi memang diposisikan unutk kaderisasi.. dan paman saya tidak bermasalah dengan hal tersebut.

bagaimana pak ustad saya harus mengambil keputusan unutk keluar dari usaha ini kembali mengingat tdak adanya kaderisasi dan condongnya ibu saya pada suaminya dan membangun usaha bersama suami saya dari nol lagi , megingat biaya hidup yang sampai saat ini harus saya tanggung semua sendiri karena suami saya tidak bekerja dan tidak menafkahi saya sejak kami menikah 11 tahun yang lalu? apa jaminan bila usaha dengan suami saya bisa sukses ya pak ?
saya bertahan dengan suami saya karena dia sangat senang dengan Islam dan senang mengkaji Al’quran. saya banyak dapat pencerahan dari dia..
padahal dari awal keluarga saya kurang suka dengan dia karena dia dinilai kurang bisa kerja keras / malas…

bagaiman saya harus bersikap dan ambil keputusan ya pak.. mohon masukannya.. terima kasih..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Masalah seperti yang sedang kau hadapi ini dialami oleh banyak orang. Karena itu, aku memuatnya di sini supaya [1] ada pembaca yang menyampaikan tambahan masukan dan [2] para pembaca lain dapat mengambil hikmah dari kasus ini.

Menurutku, yang terpenting bagimu adalah mengenali apa saja tujuan hidupmu yang terpenting. Tentunya kau lebih tahu daripada aku. Namun dari curhatmu itu, yang masih setia kepada suami yang sedang menganggur, aku menduga bahwa uang/harta bukanlah motivasimu yang utama dalam bekerja. Aku menduga, perasaan kurang nyamanmu dalam bekerja di perusahaan ibumu adalah karena kau merasa kurang dihargai oleh semua orang.

Kalau memang begitu, kusarankan kepadamu untuk tidak usah terlalu berharap akan mendapat penghargaan dari orang-orang. Lebih baik kau menaruh harapan yang lebih besar kepada Sang Maha Pemurah. Dialah yang lebih berhak kita harapkan untuk menghargai kita.

Bagaimana supaya mendapatkan penghargaan dari Sang Maha Pemurah (berupa kasih-sayang, ridho, pahala, dan sebagainya)? Caranya banyak. Tak perlulah aku rinci satu demi satu di sini. Aku yakin, suamimu dapat memberi pencerahan kepada dirimu dalam hal ini.

Di sini mungkin lebih baik aku menyampaikan sesuatu yang lain, yang selama ini barangkali belum mendapat perhatian secukupnya dari suamimu. Yang kumaksud ini adalah berusaha menjawab inti pertanyaanmu, yaitu “apa jaminan bila usaha dengan suami saya bisa sukses ya pak?” Dengan kata lain, bagaimanakah menjalankan bisnis yang “pasti sukses” (dengan seizin Sang Maha Pemberi rezeki)?

Metode yang paling tepat untuk meraih kesuksesan adalah dikenal dan mengenal banyak orang. Karena itu, sebagaimana yang termaktub di buku Eileen Rachman & Petrina Omar, Gaul Meraih Lebih Banyak Kesempatan, salah satu kunci sukses kita adalah “mau membuka diri untuk memasuki setiap kesempatan dan melakukan kontak dengan orang lain”.

Begitu kita mau membuka diri, bergaul dengan banyak orang, dunia luas pun terbentang di depan mata. Hasilnya, bersiaplah merengkuh lebih banyak kesempatan besar!

Besarnya kesempatan itu acapkali tak terduga. Contohnya, liat nih… gambaran dari Eileen Rachman & Petrina Omar:

Contoh, seorang fotografer yang punya keterampilan yang sangat prima dan memahami teknik fotogafi tercanggih, sayangnya dia tidak menemukan alasan untuk maju. Setiap kali ditanya mengapa dia tidak membuat pameran, dia selalu meragukan tentang siapa nanti yang akan datang. Ketika dipaksa untuk membuat daftar kenalannya, dia sendiri terkejut karena orang yang dikenalnya ternyata banyak juga. Dan, ketika pameran pun digelar, dia berhasil meraup sukses; banyak permintaan foto, bahkan ada yang mengajaknya bermitra.

Dari contoh di atas, terlihat bahwa fotografer ini sesungguhnya punya banyak kenalan, tetapi tidak berusaha menghidupkannya. Hubungan pertemanan pun menjadi mubazir. Tapi, begitu ia memanfaatkannya, ia menemukan begitu banyak pintu yang mengajaknya ke dunia yang lebih luas.

That’s the power of network. Itulah keampuhan jejaring pergaulan. Itulah kekuatan gaul.

Kekuatannya tidak hanya berlaku bagi si kaya, tapi juga bagi miskin. Kalau si miskin sudah membina hubungan sedini mungkin, sejak belia, dengan banyak orang yang berposisi strategis atau yang berdaya-beli tinggi, sangat kuatlah jejaringnya.

Dengan kuatnya jejaringnya, bisa kita bayangkan betapa besar peluang suksesnya bila kemudian dia berwiraswasta seperti si fotografer tadi atau pun ambil bagian dalam bisnis yang berbasis MLM, seperti Amway, Tianshi, dll.. Kalau pun nganggur dan tak mampu berwiraswasta, lowongan pekerjaan lebih terbuka. Bagaimanapun, orang pada umumnya lebih suka mempekerjakan tenaga kerja yang sudah dikenal dengan baik daripada yang belum dikenal sama sekali.

Begitulah kuncinya. Kurasa, jawabanku cukup segitu dulu. Aku yakin bahwa dari situ, kau dan suamimu mampu mengambil keputusan terbaik mengenai karir kalian. Wallaahu a’lam.