kristenisasi

Kisah Nyata Pemurtadan yang Gagal (Senjata Makan Tuan)

Posted on Updated on

Ketika aku membuka diri selebar-lebarnya terhadap hikmah dari mana pun, seorang Kristen berusaha memurtadkan diriku. Mulanya dia mengemukakan adanya ayat Qur’an dan hadits Rasul yang “kejam”, misalnya perintah “memenggal kepala orang kafir”. Tanggapanku adalah bahwa kita tidak bisa menelan mentah-mentah perintah dalam ayat atau peristiwa dalam hadits. Kita perlu melihat konteksnya untuk memahami teks-teks rujukan utama itu, antara lain dengan menggunakan “filsafat mawas” (penafsiran kontekstual). Untuk ilustrasi, aku paparkan Kisah seorang idola yang mengejar seorang perempuan.

Dalam kisah ilustratif tersebut, aku kemukakan kemungkinan kesalahpahaman dalam melihat suatu peristiwa, sehingga dibutuhkan penggunaan filsafat mawas (penafsiran kontekstual). Akan tetapi, dia menganggap bahwa seharusnya kitab suci itu “sempurna”, dalam arti bahwa teks-teksnya bermakna tunggal, sehingga bersifat mutlak (tekstual) dan tidak memerlukan filsafat mawas (penafsiran kontekstual). Menolak filsafat mawas untuk memahami teks kitab suci itulah “senjata” andalannya. Lalu sebagai “amunisi”, dia menunjukkan beberapa ayat kitab suci agamanya (Kristen) yang katanya “sempurna”, tidak membutuhkan sudut pandang lain apa pun, termasuk filsafat mawas. Dia mengatakan: Baca entri selengkapnya »