mendekati zina

MUI akan sudah haramkan film Suster Keramas

Posted on Updated on

film-film Indonesia
film-film Indonesia

Hebohnya film Suster Keramas menarik perhatian MUI. Sejumlah elemen MUI di daerah menghendaki dilarangnya pemutaran film yang menjurus porno seperti itu. Tidak mustahil, kalau kita meminta, akan keluar fatwa pengharamannya dari MUI. Bukankah MUI mengharamkan segala yang mendekati zina?

MUI Samarinda Tolak Film Suster Keramas

SAMARINDA, KOMPAS.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda menolak pemutaran film “Suter Kramas” yang rencananya akan ditayangkan secara serentak di berbagai daerah menjelang pergantian tahun pada 31 Desember mendatang.

“Kami menolak pemutaran film Suster Kramas yang akan diputar di Samarinda,” kata Ketua MUI Samarinda KH. Zaini Naim kepada ANTARA di Samarinda, Sabtu.

Film yang dibintangi bintang porno Jepang, Rin Sakuragi, pengganti Miyabi tersebut direncanakan akan diputar serentak di bioskop di seluruh Indonesia pada malam tahun baru.

“Tidak ada nuansa pendidikan pada film itu tetapi justru dapat merusak moral generasi muda. Sudah bisa dipastikan bahwa jika film itu diputar, penontonya didominasi oleh kalangan remaja,” kata Zaini Naim.

Film garapan Maxima Picture tersebut menggambarkan kedatangan seorang gadis Jepang ke Indonesia untuk mencari saudaranya yang bekerja sebagai perawat.

Persoalan yang kemudian banyak menuai kecaman adalah film horor yang dibintangi gadis kelahiran Hyogo, Jepang, pada 03 Maret 1989 itu tidak terlepas dari adegan porno yang diperankan Rin Sakuragi.

Pada salah satu adeganya, pengganti Miyabi itu terlihat memamerkan kemolekan tubuhnya pada dua pemuda.

“Film ini tidak layak ditonton, pasalahnya hanya memamerkan aurat wanita sehingga MUI meminta pihak terkait di Samarinda melarang pemutaran film itu” katanya.

Ia menambahkan selain menghimbau agar mmasyarakat agar tidak menonton film itu, juga pihaknya akan meminta pihak terkait yang memiliki kewenangan agar melarang pemutaran film itu di Samarinda.

Manajer Studio 21 Samarinda Central Plasa, Bono mengatakan bahwa belum menerima pemberitahuan tentang rencana pemutaran film Suster Keramas tersebut.

“Hingga saat ini (Sabtu) saya belum mendengar rencana pemutaran film itu di Studio 21 SCP,” ungkap Bono.

Salah seorang warga Samarinda, Rzal, mengaku belum mengetahui adanya film porno yang dibintangi Rin Sakuragi.

“Setahu saya, yang selama ini digembar-gemborkan film itu akan dibintangi Miyabi dan katanya batal dibuat. Kami berharap film itu bisa diputar di Samarinda persis dimalam tahun baru agar warga tidak berkumpul di satu tempat saja,” ujar Rizal.

Warga lainnya, Sari mengaku, dirinya tidak tertarik dengan film berbau porno.

“Saya sudah membaca di koran kalau film merupakan film porno dan akan di putar di berbagai bioskop pada 31 Desember 2009. Saya tidak berminat menonton karena film itu bukan tontonan yang dapat memberi manfaat. Leih baik merayakan tahun baru di rumah bersama keluarga,” ujar Sari.

JY

Editor: jodhi

Sumber : ANT

Melihat Cewek Bugil Itu Halal Apabila…

Posted on Updated on

Menurut Imam Abu Dawud, kita boleh melihat cewek nonmuhrim bugil apabila bermaksud hendak meminangnya untuk dijadikan istri. Setujukah dirimu dengan fatwa sang imam hadits tersebut? Silakan simak kutipan berikut ini.

Apa Saja Yang Boleh Dilihat?

Mohammad Fauzil Adhim

Pertanyaan yang sering muncul ketika berbicara tentang nazhar [melihat dengan saksama] adalah “apa saja yang boleh dilihat”. Insya Allah saya akan menjelaskan bagian-bagian yang boleh dilihat, sehingga Anda dapat mempertimbangkannya saat akan meminang. Namun, alangkah lebih baiknya kalau terlebih dahulu kita mendengar penuturan Jabir bin Abdillah tentang masalah ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.

Dari Jabir bin Abdillah r.a., dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Apabila salah seorang di antara kamu melamar wanita, jika bisa melihat sesuatu yang menarik untuk dinikahi, lakukanlah.’ Maka aku melamar seorang gadis. Aku bersembunyi untuk memperhatikannya, sehingga aku melihat sesuatu padanya hal yang menarikku untuk menikahinya dan mengawininya.

Berdasarkan hadits ini —begitulah sejauh yang saya pahami— Imam Abu Dawud mengambil kesimpulan hukum. Tentang peminang yang akan melihat calon istrinya, Imam Abu Dawud mengemukakan, “Ia boleh melihat seluruh tubuhnya.”

Pakar hadits ini bahkan menegaskan bahwa seorang peminang boleh melihat wanita yang dipinang dalam keadaan bugil. Pendapat Imam Abu Dawud dan para ulama lainnya yang sepaham, mengambilnya dari keumuman makna “apa saja yang membuatnya tertarik untuk menikahi”. Artinya, tidak ada pembatasan tentang bagian yang boleh dilihat dan bagian yang tidak boleh dilihat. Tidak adanya pembatasan tentang bagian yang [boleh] dilihat, berarti seluruh bagian tubuh wanita halal dilihat oleh peminangnya. Jika ada bagian-bagian yang tidak diizinkan, tentu Rasulullah saw. akan menyebutkan.

Berkenaan dengan masalah melihat calon istri ini, Ibnu Hazm berkata, “Boleh melihat bagian depan dan belakang wanita yang hendak dilamarnya.”

Singkatnya, apa yang dapat membuat kita lebih bersemangat untuk segera menikahinya, sekalipun itu merupakan aurat bagi mahramnya, boleh kita lihat. Jika hanya bagian-bagian yang diperbolehkan bagi mahram untuk melihatnya, mengapa Muhammad bin Maslamah radhiallahu ‘anhu sampai perlu mengintip dengan mata melotot dari loteng rumahnya ketika akan menikah dengan Tsaniyyah binti Dhahhak? Jika yang dibolehkan hanya bagian yang diizinkan bagi mahram wanita tersebut untuk melihatnya, maka Muhammad bin Maslamah cukup mendatangi rumah Tsaniyyah binti Dhahhak sebagaimana yang dilakukan oleh Mughirah bin Syu’bah.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Pendapat yang dianut oleh Imam Abu Dawud dan ulama yang sepaham tidak sepenuhnya bisa diterima oleh kalangan ulama lainnya. Sebagian berpendapat, jika dalam hadits-hadits tentang nazhar tidak disebutkan larangan secara pasti tentang bagian yang tidak boleh dilihat, maka itu berarti bahwa kebolehan melihat bagi peminang disamakan dengan kebolehan melihat bagian-bagian tubuh yang diizinkan bagi mahramnya. Sebagian kalangan mengambil pendapat kedua ini sebagai langkah ikhtiyat ‘hati-hati’ agar tidak terjerumus kepada sikap berlebihan dan menggampangkan perkara agama. Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani berpendapat bahwa pendapat inilah yang lebih dekat dengan kebenaran dan lebih sesuai dengan praktek yang dilakukan oleh para sahabat. Al-Auza’i berkata, “Boleh melihat pada bagian-bagian yang dikehendaki, kecuali aurat.”

Jika Anda sependapat dengan pendapat kedua ini, Anda dapat melihat bagian tubuh yang diizinkan untuk dilihat oleh mahramnya, yakni leher, betis, tangan, dan bagian lainnya. Tentu saja termasuk wajah dan telapak tangan. Kebolehan melihat betis wanita yang akan dipinang ini antara lain berdasarkan praktik yang dilakukan oleh Umar bin Khaththab terhadap Ummi Kultsum, putri Sayyidina Ali yang kala itu akan dinikahinya. Ketika itu, Umar bin Khaththab menyibakkan kain yang menutup betis Ummi kultsum untuk melihatnya.

Pendapat lain yang merupakan pendapat jumhur ulama adalah yang mengatakan bahwa bagian yang boleh dilihat oleh pelamar adalah wajah dan telapak tangan. Terlebih, Fadhilatusy-Syaikh Muhammad al-Hamid mengatakan, “Pendapat yang mengatakan boleh melihat selain muka dan kedua telapak tangan, sama sekali tidak benar.” Begitu Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani menukil kitab Rudud ala Abathil ‘Bantahan terhadap Pendapat-Pendapat yang Tidak Benar’. Sedangkan, dalam Risalah Aktual —aslinya berjudul Majmuu’atur Rasaail— Muhammad al-Hamid berkata, “Menurut konsepsi Islam, memandang yang diperbolehkan itu hanyalah sebatas muka dan kedua telapak tangan, sedangkan rambut dan anggota badan yang lain, tidak boleh dilihat. Wajah menampilkan kecantikan, sedangkan kedua telapak tangan merupakan petunjuk kesuburan badan.”

Wallahu a’lam bish-shawab.

Dikutip dari Mohammad Fauzil Adhim, Saatnya untuk Menikah (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), hlm. 119-122.

Abis telponan ama pacar, bagian kelamin jadi basah; ngapain hayoo…!

Posted on Updated on

pak shodiq.. saya langsung aja ya.. saya cewek.. saya punya pacar tapi kami jarang ketemu.. kami cuma sering telponan.. tiap abis telponan ma dia saya selalu merasa basah di bagian kewanitaan saya..dan saya meras risih, kadang2 saya ragu apa saya harus mandi atau nggak.. yang ingin saya tanyakan.. apa saya harus mandi besar? dan yang keluar dari kewanitaan saya itu apa?

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Konsultasi: Berjilbab Tapi Pergaulan Mesum

Posted on Updated on

Pak Shodiq..sy membaca artikel di blog anda…subhanallah sangat bagus sekali.. perkenalkan sy mahasiswi tingkat akhir …
selama ini sy masih bingung harus bagaimana cara sy bergaul dengan teman-teman sy.. alhamdulillah… sy menggunakan jilbab dan belajar ingin memperbaiki diri.. meskipun banyak sekali omongan-omongan tmn2 yg seakan tidak percaya dengan kesungguhan sy memakai jilbab..

kebetulan sy sering berkumpul dgn teman2 lelaki (dan hanya saya sendiri perempuannya)
sebenarnya terjadi perang batin di hati sy krn mereka sering sekali membicarakan hal2 jorok ttg perempuan (jd sy merasa ditelanjangi) wlwpun sy sudah menegur mereka tapi kejadian itu sering sekali terulang..

apa yg hrs sy lakukan pak? sy benar2 bingung..krn sy juga terikat pekerjaan… di komunitas ini..

padahal konsentrasi sy skrg sy ingin sekali mendapatkan jodoh yg shaleh..tapi sy takut krn pergaulan sy bersama mereka para lelaki lain jadi mengganggap sy sbg perempuan yg ‘layaknya perempuan yg kebanyakan bergaul dengan para lelaki’

umur sy skrg hampir 23 tahun..orang tua memang tdk mendesak sy utk menikah tetepi mereka slalu mempertanyakan ‘kapan mau memperkenalkan calonmu’
sy sering kepikiran sekali ttg masalah itu apalagi tmn2 wanita sy kebanyakan sudah mempunyai pacar..
jujur,semenjak mengenal islam lebih dalam sy memang tidak ingin pacaran sperti mereka..sudah 3 tahun sy ‘jomblo’ dan memilih untuk mencari calon suami saja yg bisa membimbing sy menuju jalanNYA yg benar..sy sering dibilang ‘tidak laku’ krn tidak punya pacar..
tapi disisi lain saya takut jika sy punya pacar sy takut mendekati zina..

menurut pak ustad gmn ya?
apakah sy harus menjauh dr pergaulan sy ini?

sy tunggu sekali nasehat bapak..
terima kasih sebelumnya..

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Saat Akhwat Kewalahan Menahan Syahwat

Posted on Updated on

Pak Shodiq, saya ingin mencari jalan keluar. Dulu, pertama kali saya pacaran, saya tidak bisa mengontrol diri. Begitu banyak setan yang menggoda. Saya mulai mengenal ciuman, saling raba, dan jadi ketagihan. Saya merasa tidak tenang karena tahu itu salah. Akhirnya saya memutuskan hubungan.

Lalu setelah menjadi aktivis tarbiyah, ada lagi yang mendekati saya. Dia sesama kader tarbiyah. Kami pun diam-diam pacaran sampai beberapa bulan. Lagi-lagi saya tidak dapat menahan gejolak muda, bahkan lebih parah. Kami pun putus karena merasa sangat tidak nyaman. Itu yang kedua.

Tidak lama berselang, saya mulai didekati lagi oleh seorang aktivis dakwah. Awalnya saya hanya kagum, namun kemudian saya pacaran juga dengannya. Ternyata dia pun termasuk orang yang susah menahan nafsu syahwat, sehingga kami melakukan perbuatan yang sangat memalukan sebagai aktivis dakwah. Saya akhirnya putus dengannya. Itu yang ketiga.

Beberapa waktu kemudian, saya didekati oleh teman saya. Saya pun menerima cintanya, tetapi lagi-lagi perbuatan memalukan itu terjadi, bahkan mencapai “puncak” (hampir melakukan hubungan seksual, namun urung karena saya takut). Kami pun jadi ketagihan. (Saya tidak ingin mendekskripsikan apa yang saya lakukan. Saya sendiri malu untuk mengingatnya. Saya merasa benar-benar berlumur dosa yang menggunung.) Akhirnya, saya juga putus dengannya. Itu yang keempat.

Setelah empat kali mengalami pengalaman memalukan itu, saya sempat berfikir tidak mau menikah karena kasihan dengan suami saya nanti. Namun entah mengapa, gejolak ingin menikah begitu besar dalam diri saya. Saya pun tidak tenang, lalu memberanikan diri untuk berta’aruf dengan seorang ikhwan melalui bantuan murobbi.

Tak lama kemudian, alhamdulillah, si ikhwan mengatakan ingin menjadikan saya istrinya secepatnya. Saya merasa senang. Saya tidak ingin melakukan hal yang sama seperti dulu, Pak. Saya takut pacaran. (Memang dari dulu saya diberi pemahaman bahwa pacaran itu tidak boleh, tapi saya tetap saja melakukannya secara diam-diam.)

Meskipun ingin menikah secepatnya, ternyata si ikhwan masih membutuhkan waktu untuk persiapan nikah. Saya jadi bimbang. Di tengah kebimbangan, saya menemukan blog bapak yang menulis mengenai pacaran islami. Lantas saya mengusulkan kepada si ikhwan untuk pacaran secara islami sebagai langkah persiapan menuju pernikahan.

Dia sependapat dengan saya. Bismillah, jadilah dia imam saya dalam pacaran islami ini.

Dia tidak pernah dan tidak mau menyentuh saya sedikit pun sebelum “waktunya”. Saya jadi merasa dihargai.

Kami jarang ketemu. Saat dilanda kerinduan, kami hanya mengobatinya dengan komunikasi melalui handphone. Saya pikir, kalau ketemu langsung saat kangen, bisa-bisa terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Menurut bapak, apakah yang saya lakukan terakhir itu sudah tepat? Saya benar-benar ingin bertobat, pak.

Semoga Allah memberi bapak kelapangan waktu sehingga berkenan membaca dan membalas email ini. Alhamdulillah, saya sering membaca postingan bapak. Banyak hikmah yang saya peroleh sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi diri. Terima kasih, pak.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Pertama, aku pun berterima kasih telah dipercaya untuk turut menyampaikan pendapat dalam rangka menyelesaikan persoalanmu. Kedua, aku mohon dimaklumi bahwa eMailmu yang kukutip di sini telah aku edit seperlunya. Aku hapus informasi-informasi tertentu yang dapat menunjukkan identitas dirimu. Dengan demikian, aku yakin kehormatanmu tetap terjaga.

Aku mengasumsikan bahwa curhatmu sudah lengkap, tak ada yang kututup-tutupi. Dengan asumsi ini, jawabanku atas pertanyaanmu adalah: Ya, sikapmu yang terakhir itu sudah tepat. (Lihat “Mengapa Sengaja Jauh di Mata“.) Namun, jawaban “sudah tepat” itu belum memadai. Aku masih perlu menambahkan beberapa catatan yang perlu kau perhatikan:

  1. Ketika kalian berkomunikasi dengan media, utamakanlah media tulisan (SMS, eMail, dsb.) daripada audio-visual (telepon, video calling, dsb.). Sebab, nafsu birahi lebih mudah terangsang melalui audio-visual daripada tulisan.
  2. Karena kau kewalahan menahan syahwat, janganlah bersentuhan dengan pria nonmuhrim, baik dengan pacarmu maupun dengan orang lain. (Lihat “Mengapa Wanita Mudah Terangsang…“)
  3. Karena kau kewalahan menahan syahwat, janganlah bertemu dengan pacar, kecuali kalau ada orang lain yang mengawasi kalian, sehingga kalian tak mungkin bersentuhan.
  4. Mohonlah bantuan kepada Allah supaya terjaga dari zina, misalnya dengan berdoa/berzikir yang relevan seperti yang kupaparkan dalam Bab 18 di buku Doa & Zikir Cinta.
  5. Kerahkanlah jurus-jurus penangkal zina.
  6. …. (yang ini bersifat pribadi, lewat eMail aja, ya!)

Wallaahu a’lam.

Bisakah berjodoh dengan ikhwan yang baik bila telah berzina?

Posted on Updated on

Abi…..boleh kan saya panggil abi….?saya seorang akhwat,22th,bidan.saya merasa sangat menyesal dengan hub cinta saya dengan seorang ikhwan yang saya sangat cintai dan sayangi, saya sudah berusaha setia terhadap dia, hub kami sudah 3 tahun 5bln 5hari, hub jarak jauh krena kita kuliah di tempat yang berjauhan.tetapi sebulan yang lalu si dia memutuskan saya hanya demi wanita lain yang baru dikenalnya, dia ngerasa dia sudah tidak cocok lagi dengan saya setelah dia mengenal wanita itu yang lebih baik dari saya dan bisa membuatnya tenang, dia minta ma’af karena sudah janji macam-macam ke sya dan sudah berzina.saya sangat menyesali perbuatan saya sama dia karena kita sudah berbuat zina tetapi demi Allah saya masih virgin,dia pernah bilang dia akan bertanggung jwab dan menikahi saya karena dia sudah yakin dengan saya, bahkan sya bertanya ke dia, apa kamu yakin??,p kamu sadar pa yang kamu ucapkan??dia mnjawab”sya sadar, saya ngelakuin ini karena sayang bukan karena nafsu”dan bodohnya saya percaya begitu saja dengan janjinya. sampai sekarang saya belum bisa terima perbuatannya yang telah memutuskan saya begitu saja, saya belum bisa ikhlas dengan ini semua, bahkan sya belum bisa memaafkannya. saya merasa menyesali cinta saya. entah pa yang saya rasakan sekarang, sya merasa masih sayang, masih cinta, masih berharap dia kembali. walaupun keluarga saya sudah mentah2 melarang sya mengubungi dia lagi. abi…saya bingung pa yang mesti saya lakukan???apa sya masih bisa mndapat Ikwan yang lebih baik???walaupun saya telah berbuat zina???

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Konsultasi: Gara-gara SMS Porno

Posted on Updated on

Begini pak saya telah menjalin hubungan dengan seorang wanita baik2, terhitung sejak januari kmrn, saya sudah datang ke rumah orang tuanya, omong baik2 bahwa ada niatan untuk menikah, keluarga saya sendiri juga semua sudah tahu meskipun baru lewat foto yg saya tunjukan, yang jelas kami berdua saling mencintai, kami sering sms dan telpon dengan nada mesra, misal kangen, sayang dll. masalah timbul waktu habis telpon, kemudian di lanjutkan dengan sms, sms kami sangat vulgar dan gak pantes, maaf, begitu porno. hingga kami berdua kebablasan tapi hanya lewat sms. abis itu tidur. paginya kami nyadar itu perbuatan nista kami sangat sedih dan malu apalagi dia merasa sangat malu dan merasa bersalah, saya sudah minta maaf berualang kali ke dia saya khilaf dan gak nyadar bisa seprti itu, sedih dan perasaan bersalah mengahntuiku sampai saat ini, dia akhirnya memutuskan untuk tidak menghubungi dia dulu baik lewat sms ataupun telpon, saya bingung harus berbuat apa lagi untuk memperbaiki hubungn ini kembali, saya sempet menangis juga.. :(…
dalam diri saya sebeanrnya sudah ada tekat untuk segera menikah tapi semua itu butuh waktu, dana, saya sendiri baru bekerja statusnya masih Honorer, cpns, tolong pak ustadz solusi terbaik seperti apa yg harus saya lakukan
saya sudah berniat tobat dan tidak akan mengulangi hal tersebut lagi walau kami belum pernah bersentuhan secara seksual tapi dampak dari sms sudah terasa kami melakukan hubngan nyata.. apakah kami jangan bertemu dulu sampai kami siap untuk menikah, dia bales sms bahwa memafkan diriku tapi dia belum bisa memaafkan dirinya sendiri ini yg makin berat. dia sedih aku sendiri juga sangat sedih batin terasa tersiksa. mungkin ini hukuman yg Allah berikan pada kami .. mohon kasih solusi yang terbaik pak ustadz..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Kunci solusinya adalah “pengawasan”. Seperti yang sudah sering disebut di situs ini, syarat bolehnya berduaan adalah “bila terawasi”. Maksudnya, bolehnya berduaan itu adalah dalam keadaan yang manakala terlihat tanda-tanda zina, yang ‘kecil’ sekalipun, akan ada orang lain yang menaruh perhatian dan cenderung mencegah terjadinya zina. (Lihat “Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan” dan “Syarat Bolehnya Berduaan“.)

Dalam kasusmu, tampaknya kalian ber-SMS-an berdua dalam keadaan yang tidak terawasi sama sekali, sehingga bisa dengan leluasa menuliskan kata-kata porno. Keadaan seperti inilah yang perlu dihindari.

Bila kalian saling ber-SMS berdua, khususnya bila sudah menjurus yang mesra-mesra, sebaiknya kalian melakukannya dalam keadaan terawasi, sehingga isinya terpantau oleh orang lain. Mungkin ini sulit dijalani. Sebab, tulisan SMS itu kecil-kecil. Kalau pun ada orang-orang lain di sekitar kalian ketika ber-SMS berdua, pandangan mata mereka akan sulit menangkap kata-kata yang kalian tuliskan.

Yang lebih mudah untuk berada dalam keadaan terawasi adalah komunikasi melalui telepon atau pun tatap muka langsung. Saat bertelepon, orang-orang di lingkungan (sekitar) kita akan lebih mudah menangkap kata-kata kita dan juga bahasa tubuh kita. Bahkan pada tatap-muka langsung, kita lebih mudah terawasi. Secara demikian, dorongan untuk mengucap kata-kata porno akan berkurang drastis. (Tentu saja, lingkungan yang aku maksudkan di sini adalah lingkungan yang normal/beradab, bukan yang mesum. Andaikan lingkungan kita mesum, mungkin mereka justru mendorong kita untuk ikut-ikutan mesum.)

Bahwa dia belum bisa memaafkan dirinya sendiri, maklumilah. Perempuan itu biasanya memiliki rasa malu yang lebih tinggi daripada laki-laki. Berilah dia waktu secukupnya untuk menenangkan diri.

Demikian saranku. Wallaahu a’lam. (Untuk artikel terkait, lihat “Konsultasi: Mencium & memeluk lewat telepon” dan “Konsultasi: Pernah ciuman dalam pacaran“.)

Alumni pesantren yang cuma bisa pacaran dan pacaran

Posted on Updated on

saya seorang muslimah alumni pesantren, dulu saya sgt anti sama yang namanya pacaran,tapi sejak keluar saya jadi sgt bebas, saya cuma bisa pacaran dan pacaran, sampai saya pacaran dengan org yg nonmslim,dan kami hampir melakukan dosa besar, yaitu zina, saya sangat merasa berdosa, tapi dalam hati saya pun saya ingin selalu mengulanginya!! apa yang harus saya lakukan..?? tolong saya……..

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Foto Aura Kasih di Majalah Sexy

Posted on Updated on

Aura Kasih mulai diperhitungkan di belantika musik Tanah Air. Si sexy finalis Miss Indonesia 2007 itu punya penampilan yang menggoda. Dengan tinggi 171 cm dan berat 50 kg, kulit putih, serta rambut panjang, sulit bagi kaum adam untuk tidak meliriknya. Ditambah, klip video pertamanya, “Mari Bercinta”, sempat ditolak stasiun tv karena dinilai terlalu sexy. Sampai saat ini, tampilan fisik Aura masih dinilai lebih menarik daripada musiknya. Mungkin wajarlah bila Aura Kasih tampil sebagai model kover di majalah sexy: Baca entri selengkapnya »

Pria terpikat foto wanita cantik, siapa salah?

Posted on Updated on

foto wanita cantik di Taaruf NetworkKetika merasa terpikat melihat foto wanita cantik di Ta’aruf Network, seorang ikhwan anggota komunitas ini memprotes: “mbak kalo bisa fotonya jangan di pajang terus y….. yang ngeliat ga sanggup….. kasihan kita para ikhwan yang liat terus, ntar malah jadi zina [mata] lho…….” Dengan kata lain, karena kecantikannya membuat si pria terpikat, ia meminta sang wanita untuk menyembunyikan kecantikannya. Haruskah demikian? Salahkah si wanita?

Baca entri selengkapnya »