opini

Seperti Nabi, Gaul Islami Pria-Wanita Itu Seluas-luasnya

Posted on

Luaskah pergaulan Nabi saw. dan para shahabat dengan lawan-jenis yang bukan muhrim? Sebatas dengan suami atau istri sajakah? Sebatas untuk kepentingan pernikahan dan keperluan darurat lainnya sajakah? (Ataukah meliputi semua bidang kehidupan manusia?) Manakah bukti yang menunjukkan sempitnya (atau luasnya) pergaulan tersebut?

Leluasanya Perbauran Pria-Wanita di Zaman Nabi

Ternyata, Baca entri selengkapnya »

Ketika Presiden PKS digunjingkan orang banyak…

Posted on Updated on

Bismillahirahmanirrohiim…. Ya Allah jauhkan kami dari kesalahan lisan kami. Perkenalkan nama saya Renni Rahmiyani. Saya tertarik dengan opini mas shodiq tentang “PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya

Diantara kita memang ada yang diberikan kelebihan oleh Allah untuk bisa mempengaruhi orang lain, termasuk mas Shodiq, kelebihan mas shodiq adalah dalam tulisan. Tulisan mas shodiq bisa mempengaruhi orang lain, baik itu dalam buku atau hanya sekedar tanggapan.

Ketika mas shodiq memberikan tanggapan ttg ungkapan presiden PKS, sedikit banyak ada persepsi yang mendasari tulisan mas. Persepsi itu muncul dari penilain mas tentang PKS.
Mas Shodiq, saya baca 110 komentar pengunjung tentang tulisan mas terhadap PKS, juga tanggapan mas shodiq terhadap komentar teman2. Silahkan dihitung yang tanggapannya sama dengan mas, lebih pedas, atau gak sependapat, atau berusaha netral, atau gak peduli. Tulisan mas membentuk opini tersendiri di para pengunjung site ini, saya hanya ingin bertanya,
Ketika mas menulis tanggapan tersebut apakah mas mendengar langsung ucapan pak tifatul dari awal sampai akhir?, sehingga mas bisa melihat, mendengar, dan merasakan di hati mas kalau dalam nada bicara pak tifatul ada nada kesombongan?
kalau demikian, kenapa mas tidak langsung menulis dengan surat secara pribadi ke beliau dan mengingatkan beliau karena dengan begitu mas sudah menjaga keturutsertaan orang lain untuk punya persepsi yang salah. dan itu menjaga nama baik orang lain, meski kita berbeda dalam hak politik kita, tapi kita sama2 muslimkan? kita bisa menunaikan hak saudara kita untuk dinasehati tanpa memalukan dia dihadapan orang lain.

Tapi kalau mas shodiq menulis berdasarkan posting artikel orang lain, maka MasyaAllah mas, itu berarti kita hanya mendapat informasi dari sebuah potongan informasi, lalu kita menuliskan tanggapan berdasarkan persepsi kita terhadap tulisan tersebut, yang persepsi itu akhirnya diamini, diikuti, dan membuat persepsi di pikiran orang lain.

Pernahkah mas berfikir kalau tulisan sederhana mas tentang PKS tersebut membuat orang lain, semua orang yang ada di Indonesia yang mengunjungi site ini dan membaca tanggapan mas ini akan punya dampak negatif kedepannya contohnya :
1. Yang gak percaya sama partai makin gak percaya.
2. Yang gak suka dengan partai yang berlatar belakang Islam makin gak suka
3. Yang golput, makin gak mau tau dengan perpolitikan di Indonesia, hingga jumlah golput meningkat, dan akhirnya pemilih di Indonesia itu makin sedkit dan money politik makin gencar, sehingga pemerintah yang dihasilkan makin salah.

Dan mungin hal2 lain yang saya gak tau efeknya, sejauh mana.

Mas Shodiq, kalau saya lihat bukunyakan sudah banyak yang baca, tanggapannya sudah banyak yg diamini. jadi tolonglah mas, hati2 memposting tanggapan, meski itu hak mas, tapi kalau tulisan mas samapai mempengaruhi orang lain, jika itu kebaikan maka itu pahala untuk mas, tapi kalau itu ternyata kebencian maka mas sedang menebarkan kebencian ke hati orang lain, mas muslimkan? pak tifatul juga muslim. maka tunaikanlah hak nya? walaupun kita semua tahu dalam Demokrasi semua bebas mengungkapkan pendapatnya, tapi kalau kita melihat contoh Rasul bukan faham demokrasinya, maka mas shodiq yang kalau saya lihat dari bukunya dan tulisannya sepertinya muslim yang menjadikan Alqur’an dan Sunah sebagai pegangannya, maka saya berharap untuk pendapat pribadi tolong dipertimbangkan.

Tulisan mas punya kesan dan pengaruh tersendiri, karena di Publish dan dibaca oleh cukup banyak orang jadi nanti kalau ada yang mengikuti maka Allah akan menjadikan itu sebagai amalan tersendiri untuk mas.

Ok mas…cukup banyak dan terlalu banyak tulisan saya ini. Saya berharap dengan kelebihan mas shodiq dalam menulis, bisa menghasilkan karya yang menyejukkan dan mengarahkan pada kebaikan.
ini bukan tulisan untuk menggurui, tapi hanya hasil baca saya terhadap tulisan mas, dan tanggapan dari sekian banyak pengunjung.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

0) Aamiin…. Terima kasih atas nasihat-nasihatnya.

1) Aku sudah secara pribadi meminta konfirmasi dan menyampaikan pesan itu kepada pengurus-pengurus PKS.

2) Kasus ini sudah dibicarakan oleh publik. (Di artikel tersebut pun sudah aku ungkapkan, “Berita tersebut telah memicu perdebatan pada beberapa forum diskusi di internet…”) Membiarkannya begitu saja justru akan memelihara api dalam sekam. (Di satu sisi, pihak PKS menjadi kurang menyadari akan kesombongannya. Di sisi lain, para pembenci PKS di luar sana akan dengan leluasa mencaci-maki PKS tanpa mendapat “bantahan” yang berbobot seperti komentar dari ukhti Renni ini.) Baca entri selengkapnya »

Madonna Umbar Nafsu dengan Pacar Baru

Posted on Updated on

Foto-foto Madonna yang menghiasi majalah AS, W, edisi terbaru (Maret 2009), menggambarkan keintiman hubungan bintang pop Madonna (50 tahun) dengan pacar barunya, Jesus Luz, seorang fotomodel Brazil yang baru berusia 22 tahun. Foto-foto itu merupakan hasil jepretan juru foto kenamaan Steven Klein. Dilihat dari keintiman mereka, Madonna yang baru bercerai dari suaminya tampak membina kedekatan dengan sang pemuda. Demikian gosip terhangat dari Kompas.com, “Madonna Umbar Nafsu dengan Pacar Baru“.

Pekan lalu, Jawa Pos pun sudah mengendus gosip tersebut. “Memutuskan cerai dengan sutradara Guy Ritchie, penyanyi Madonna diterpa berbagai rumor kehadiran pria baru dalam kehidupan asmaranya. Salah satunya adalah model asal Brazil berusia 22 tahun, Jesus Luz. Diva pop berusia setengah abad itu tak pernah mengonfirmasi kebenaran isu tersebut. Meski demikian, beberapa bukti menunjukkan bahwa mereka menjalin hubungan.” Demikian berita bertajuk “Madonna Gaet Model Brazil Berusia 22 Tahun“.

Madonna and Jesus Luz

Sepertinya, berita gosip semacam itu disukai masyarakat kita. Aku jadi heran. Kenapa gosip begituan diminati banyak orang? Apa sih gunanya berita semacam itu? Apakah perilakunya hendak kita jadikan teladan bagi orang-orang Indonesia? Tentunya tidak. Lalu buat apa? Buat menjelek-jelekkan sang superstar, supaya kita merasa lebih hebat daripada dia? Begitukah?

Baca entri selengkapnya »

Rayakan Hari Kasih-Sayang secara Islami

Posted on Updated on

Dari tahun ke tahun, setiap 14 Februari, muda-mudi Indonesia (yang mayoritasnya muslim) semakin bergairah merayakan “Hari Valentin” ini sebagai hari kasih-sayang. Padahal, sejumlah aktivis dakwah semakin gencar menyuarakan seruan keras: “perayaan Valentine’s Day itu haram, budaya Barat jahiliyah yang merusak Islam, harus dijauhi, jangan ikut-ikutan,” dan sebagainya. Namun, bagi banyak muda-mudi Islam Indonesia, seruan semacam itu bagai “anjing menggonggong, kafilah berlalu”.

Mengapa begitu? Salah satu diantara sebab-sebabnya barangkali adalah lantaran generasi orangtua (seperti diriku) telah memberi contoh yang kurang baik. Diantaranya: membudayakan korupsi, menyuburkan materialisme, mengakali hukum negara, melecehkan fatwa MUI, dan sebagainya. Diantara sebab-sebab semakin membudayanya perayaan Hari Valentin, yang paling mendasar menurutku adalah gagalnya kita (orangtua & aktivis dakwah) dalam memenuhi kebutuhan muda-mudi kita yang gemar merayakan hari kasih sayang setiap 14 Februari itu.

Kebutuhan mereka yang manakah yang kurang kita penuhi, sehingga mereka getol merayakan Hari Valentine? Kebutuhan akan kasih-sayang! Siang-malam, kita keasyikan berburu rezeki, mengurus ini-itu… tapi kurang menaruh perhatian kepada mereka. Ketika “menaruh perhatian besar” pun, kita suka membuka mulut dan enggan membuka telinga. Akibatnya, mereka kekurangan kasih-sayang dari kita.

Dalam keadaan haus akan kasih-sayang itu, mereka tidak menuntut kita untuk memberi kasih sayang yang lebih mendalam dari kita. Mereka berusaha sendiri memenuhi kebutuhan mereka ini. Caranya, antara lain, dengan merayakan Hari Valentine setiap tahun, yang jatuh pada 14 Februari.

Dalam keadaan begitu, apakah kita (terutama aktivis dakwah) menghargai usaha mereka? Tampaknya tidak. Kita mati-matian mencela budaya mereka ini dan menjejali telinga mereka dengan seruan-seruan keras yang jauh dari kasih sayang. Akibatnya, kebutuhan mereka akan kasih sayang itu semakin kurang terpenuhi. Walhasil, semakin terdoronglah mereka untuk berburu kasih-sayang dari luar diri kita, diantaranya melalui perayaan Hari Valentine.

Dalam keadaan yang “mengharukan” (baca: memprihatinkan) ini, apa yang dapat kulakukan selaku orangtua & aktivis dakwah? Kupikir, sebaiknya aku sampaikan seruan dengan penuh kasih-sayang. Kepada sesama orangtua dan sesama aktivis dakwah, aku mengajak, marilah kita bersikap lebih penyayang terhadap anak-anak kita dan adik-adik kita. Kepada anak-anak dan adik-adik kita, aku berseru: Rayakan Hari Kasih-Sayang secara Islami!

Bagaimanakah cara merayakan Hari Kasih Sayang yang islami? Baca entri selengkapnya »

Perang PKS vs Ahmadiyah (Siapa pemenangnya?)

Posted on Updated on

Kontroversialnya fatwa MUI mengenai merokok dan golput baru-baru ini sepertinya menjadi momentum bagi Ahmadiyah di Indonesia untuk bangkit kembali. Seperti kita ketahui, MUI pada 29 Juli 2005 mengeluarkan fatwa: “Menegaskan kembali keputusan fatwa MUI dalam Munas II Tahun 1980 yang menetapkan bahwa Aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan, serta orang Islam yang mengikutinya adalah murtad (keluar dari Islam)”. Dengan munculnya fatwa tersebut, seolah-olah Ahmadiyah tenggelam. Kini, dengan merosotnya wibawa MUI dalam pandangan masyarakat, akankah Ahmadiyah Indonesia bangkit dari ketenggelamannya?

Mungkin saja begitu. Paling tidak, ada usaha untuk itu, sebagaimana tercermin dalam ditayangkannya sebuah artikel berjudul “Ahmadiyah Menjawab PKS”, kemarin. Di bawah ini saya akan mengutipnya apa adanya. Selanjutnya, silakan para pembaca menyampaikan masukan atau saling berdiskusi secara beradab melalui kotak komentar yang tersedia. Saya hanya akan menjadi penyimak (dan moderator bila perlu).

Baca entri selengkapnya »

Ternyata Banyak Ormas Islam Menentang Fatwa MUI perihal Hukum Golput/Rokok

Posted on Updated on

Fatwa terbaru MUI tentang golput dan rokok menuai banyak tentangan. Penentangnya pun bukan sekadar individu atau orang awam, melainkan juga sejumlah ormas Islam. Bahkan, dua ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, termasuk di dalamnya. (Aneh, nggak, sih?)

Baca entri selengkapnya »

Fatwa MUI: Golput haram, rokok makruh-haram. (Aneh dan kontroversialkah?)

Posted on Updated on

Baru saja MUI keluarkan fatwa yang agak sensitif. Ketua Komisi Fatwa MUI Sumatera Barat Gusrizal Gazahar mengatakan, ulama sepakat memutuskan golput hukumnya haram jika ada pimpinan yang dipilih memenuhi syarat. Sebaliknya, bila ada seseorang yang tepat untuk menjadi pimpinan tetapi pemilih memutuskan Golput hukumnya juga haram. “Dalam Islam, memilih pimpinan itu wajib, asal[kan] pimpinan yang dipilih itu memenuhi persyaratan,” kata Gusrizal. (Sumber: Tempo Interaktif)

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali Mustafa Ya’qub menjelaskan, ijtimak ulama memutuskan merokok hukumnya ’’dilarang’’, yakni antara haram dan makruh. Maksudnya, hukumnya “makruh” bagi orang-orang pada umumnya, tetapi haram bagi orang tertentu atau dalam keadaan tertentu. Yang diharamkan merokok adalah “ibu-ibu hamil, anak-anak, di tempat umum, dan pengurus MUI,” katanya di aula Perguruan Dinniyah Putri, Jalan Abdul Hamid Hakim, Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), Ahad (25/1). (Sumber: Riau Pos) (Catatan: Makruh itu sendiri terdiri dari dua macam: [1] makruh yang dekat dengan halal dan [2] makruh yang dekat dengan haram. Dalam fatwa MUI ini, hukum rokok adalah makruh yang dekat dengan haram.)

Baca entri selengkapnya »

Fatwa: “Rambut wanita bukan aurat.”

Posted on Updated on

Dalil-dalil yang sah mengenai aurat wanita atau pun pria tidak semuanya qath’i (tegas) dalam segi dalalah (indikasi). Dengan demikian, masalah aurat itu terbuka untuk ijtihad. Dalam ijtihad, wajar saja jika terdapat perbedaan-perbedaan meskipun sama-sama berlandaskan Al-Qur’an dan hadits shahih.

Karenanya, Baca entri selengkapnya »

Berdosakah aku mencium dia, dia, dan dia?

Posted on Updated on

Dengar-dengar, sejumlah orang mengatakan bahwa kita tidak boleh mencium tangan ulama. Mereka berkata, “Itu syirik. Janganlah kamu menyembah yang selain Allah.” Mereka juga bilang, “Itu bid’ah yang sesat. Rasulullah saw. tidak pernah mengajarkannya.”

Benarkah mencium tangan ulama (atau orang lain yang kita muliakan) itu tergolong syirik? Baca entri selengkapnya »

Cara manis atasi kasus fitnah di MyQuran

Posted on Updated on

Sebelumnya, saya agak pesimis menghadapi kasus ini, Sekarang, alhamdulillah, seorang sesepuh MyQuran telah mengupayakan ikhtiar yang manis untuk mengatasi kasus fitnah yang menimpa saya di forum MyQuran. Beliau mengabarkan kepada saya sebagai berikut:

Senin kemarin [4 Agustus 2008] saya minta threadnya dilock [= ditutup] saja dengan pemberitahuan supaya pihak2 yang masih belum puas langsung japri [= jaringan pribadi, tidak di depan publik] dengan Anda.

Yang penting ambil hikmah saja dari semua kecaman maupun pujian, keduanya memang sebenarnya ujian saja dari Allah SWT. Insya Allah apa yang sudah terjadi akan ada manfaatnya baik bagi Muhshodiq sebagai penulis dan mubalig muda maupun bagi saya dan myQer lainnya.

Terhadap pesan tersebut, Baca entri selengkapnya »