pemilu

Lebih Efisien, KPU Godok Sistem Elektronik untuk Pemilu 2014

Posted on Updated on

KPU

Jakarta – KPU menilai bahwa pemilu lalu terdapat banyak masalah yang hampir saja mencoreng wajah KPU apalagi dengan adanya gugatan sengketa pemilu oleh kedua pasangan calon presiden MegaPro dan Jk-Win, beruntung KPU Mahkamah Konstitusi menolak gugatan itu dan menyelamatkan wajah KPU. Dengan pertimbangan itu, KPU mulai berpikir untuk memanfaatkn teknologi sebagai terobosan alternatif guna mengatasi masalah terkait logistik dan juga mempelajari sistem pemberian suara dengan menggunakan sistem elektronik atau Electronic Voting pada pemilu 2014.

Ketua KPU Abdul HAfiz Anshary mengatakan bahwa ide ini sudah dibicarakan dengan ahli di BPPT, dan sepertinya dengan penggunaan sistem ini, hasilnya akan jauh lebih efektif dan efisien. Menurutnya lagi, dengan sistem elektronik ini, hasil pemilu juga bisa langsung diketahui hasilnya setelah pemungutan suara selesai, tentu saja ini bisa mempermudah kerja KPU secara keseluruhan.

Hanya saja, lanjut dia, seluruh perangkat teknis dan pengamanannya harus benar-benar dipersiapakan dengan baik. Hal ini untuk menghindari agar pemilu dengan sistem elektronik yang diwacanakan itu benar-benar berjalan jurdil tanpa kecurangan.

“Memang, kendalanya di teknis dan pengamanan. Tapi itu urusan ahli IT nanti kalau wacana ini diterapkan,” paparnya.

Dari beberapa sumber: detik.com dan kompas.com

14 Caleg Stres Ditemani Manusia Kanibal

Posted on Updated on

Sumanto Ditemani 14 Caleg Stres
Minggu, 19 April 2009 | 07:51 WIB

PURBALINGGA, KOMPAS.com — Hari pencontrengan Pemilu Legislatif, 9 April, telah berlalu. Namun, kisah sedih, khususnya para caleg yang stres gara-gara tidak bisa duduk di kursi Dewan, semakin hari semakin bertambah. Seperti halnya di Balai Rehabilitasi Mental di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga (Jateng), kini menerima kembali lima caleg stres. Hingga saat ini, teradapat 14 caleg stres yang dirawat dan tinggal bersama manusia kanibal Sumanto.

“Saat ini sudah ada 14 caleg dan tim sukses caleg yang depresi akibat pemilu dan dirawat di tempat kami. Ada tiga orang lagi yang sudah memesan dan akan segera datang. Yang jelas, kamar kami masih mencukupi karena ada 25 kamar yang disiapkan,” kata pengelola Balai KH Supono Mustajab, Sabtu (18/4).

Supono mengatakan, meski kamar yang disiapkannya masih cukup, dia berharap jumlah caleg stres tidak terus bertambah. “Mudah-mudahan saja jumlah caleg stres tidak bertambah lagi. Kasihan mereka,” kata Kiai Supono.

Terhadap pasien spesial ini, Supono yang juga menjadi caleg di DPRD Purbalingga, berniat akan membebaskan biaya pengobatannya. Hal itu karena pertimbangan kemanusiaan. “Mereka sudah habis uang banyak untuk nyaleg. Sebagian uang itu adalah hasil utang sana-sini yang akan dikembalikan kalau jadi. Tetapi ternyata mereka tidak jadi,” kata Supono yang belum mengetahui apakah dirinya lolos caleg atau tidak.

Namun, Supono menegaskan, yang digratiskan hanya akomodasi dan tempat selama menjalani perawatan. Sementara untuk biaya obat dan jasa dokter tetap harus dibayar. Sebab, Supono mengaku tidak bisa membuat obat maupun melakukan pengobatan secara medis sendirian.

Para pasien khusus ini berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan dan Sumatera. Makanya ketika TV swasta ramai-ramai menayangkan wajah mereka yang dirawat di Wisma Sumanto—demikian julukan tempat rehabilitasi itu—keluarga mereka komplain kepada Supono.

“Mereka malu karena masyarakat jadi tahu keluarganya yang nyaleg tidak jadi, ternyata stres dan dirawat di sini. Mereka komplain mengapa saya mengizinkan wartawan mengambil gambar. Mereka malah saya salahkan karena ketika mengantar pasien tidak bilang kalau pasien itu adalah caleg,”ujarnya.

Sebagian besar keluarga yang datang saat mengantarkan si caleg gagal itu hanya mengatakan bahwa pasien depresi dan tidak menjelaskan penyebabnya. Kedok itu terbuka ketika si pasien berteriak-teriak sendiri di kamarnya seolah sedang kampanye di atas panggung terbuka.

“Tentu saja hal ini menarik perhatian. Setelah pasien saya tanya, dia mengaku menjadi caleg. Ada yang pintar ngomong tentang politik, ada juga yang hanya mengumbar senyum, tetapi ada juga yang bawaannya marah melulu dan seperti mau mengajak berkelahi siapa pun yang ada di depannya,” ujar Supono.

Pasien yang marah-marah dan berpotensi mengamuk terpaksa dimasukkan di ruangan khusus berjeruji. Tujuannya agar dia tidak melukai pasien lain, keluarganya, atau petugas balai rehabilitasi. Setelah mendapat penanganan medis maupun rohani selama beberapa hari, mereka kemarin sudah nampak tenang. Joko, pasien asal Wonosobo (Jateng) yang mengaku caleg dari PKB, mengaku tenang setelah dirawat di Bungkanel.

“Saya senang berada di sini karena tenang. Saya juga senang karena di sini dapat makan dan ada pengajian. Tapi saya tidak mau lagi ngomong soal pemilu,” kata Joko. (PRASETYO)

Psikolog: Caleg Stres Bermental Pencari Kerja

Yogyakarta (ANTARA News) – Calon anggota legislatif yang stres karena gagal duduk di kursi DPR atau DPRD merupakan orang yang bermental pencari kerja, bukan pribadi seorang pemimpin. “Motivasi mereka hanya untuk memperoleh finansial dan hanya bermental pencari kerja,” kata Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Noor Rahman Hadjam di Kota Gudeg, Sabtu (18/4).

Ia mengatakan, caleg yang bermental pencari kerja ini akan berupaya dengan segala cara untuk bisa lolos sebagai anggota Dewan meski harus mengeluarkan dana yang cukup besar. “Angan-angan mereka dengan berbagai cara termasuk dana yang besar berharap lolos sebagai anggota Dewan, namun mereka tidak siap mental ketika gagal, karena kecewa terlalu dalam sering berperilaku aneh,” kata Noor Rahman.

Menurut dia, dari sisi perasaan dan finansial kekecewaan tersebut menimbulkan frustrasi yang dalam sehingga kalau tak mampu mengendalikan diri bisa saja seseorang itu bunuh diri. “Dalam waktu dekat saya prediksikan akan terjadi fenomena aneh yang lain, menyusul banyaknya caleg yang gagal dalam pemilu legislatif,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, menjadi wakil rakyat merupakan pekerjaan yang besar sehingga perlu dilakukan pendidikan politik yang baik.

Melalui pendidikan politik yang memadai untuk para caleg, mereka akan mampu mengukur diri sendiri untuk terus maju sebagai wakil rakyat atau tidak. “Partai politik juga harus lebih selektif menempatkan kadernya menjadi wakil rakyat, bukan hanya karena telah lama menjadi partisan partai atau ada sumbangsih yang nilainya besar, mereka diloloskan sebagai caleg,” katanya.

Noor Rahman mengatakan untuk meminimalkan stres bisa melakukan pendekatan spiritual atau mental termasuk pendekatan psikologi religius. “Pendekatan tersebut penting sebagai obat untuk caleg yang stres karena harapannya tidak terwujud,” katanya. Ia mengatakan, posisi anggota legislatif dalam Pemilu 2009 seakan menjadi lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sehingga mereka tertarik menjadi caleg dengan harapan dan angan-angan yang besar.(*)

Golkar Mengakui Telah Membohongi Rakyat?

Posted on Updated on

Kami merasa prihatin menyimak berita ini. Memang, berbagai strategi boleh dijalankan untuk kepentingan partai politik yang bertarung di pemilu. Namun, mestinya partai politik tidak menghalalkan segala cara. Apalagi sampai membohongi rakyat. Selaku rakyat, hati kami merasa tersayat bila dibohongi oleh partai politik, tak terkecuali Partai Golkar. (Lebih-lebih parpol tersebut adalah parpol besar yang sudah lama “berkuasa”.)

Berikut ini kutipan berita yang menurutku menunjukkan bahwa DPP Golkar mengakui telah membohongi rakyat. (Harap dikoreksi bila kesimpulanku ini keliru.) Baca entri selengkapnya »

Caleg Teladan: Walau gagal, tetap peduli warga miskin

Posted on

Gagal Jadi Caleg, Junaedi Manurung Bagi-bagi Uang dan Sembako
Jumat, 17/04/2009 02:13 WIB
Khairul Ikhwan – detikPemilu

Jakarta – Meski gagal merebut kursi legislatif DPRD Medan, caleg Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Junaedi Manurung tetap peduli warga miskin di daerahnya. Dia membagi-bagikan uang dan sembako, Kamis (16/4/2009).

Caleg nomor urut 11 Daerah Pemilihan (Dapem) Medan 1 ini membagikan uang pecahan Rp 1.000 kepada puluhan anak dari keluarga miskin di kawasan Mandala, Medan Denai. Sementara kepada keluarga kurang mampu, Manurung memberikan sembako berupa beras sebanyak dua kilogram.

Menurut mantan polisi yang memilih pensiun muda ini, keikutsertaan dalam Pemilu 2009 sebagai caleg bukan semata-mata berharap duduk sebagai anggota dewan, namun hanya sebagai jalan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Sebagai caleg bukan semata-mata untuk menang, tapi biar bisa membantu orang banyak,” kata Manurung.

Manurung menyatakan, pada Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 9 April lalu, ia hanya memperoleh tidak lebih dari 600 suara di daerah pemilihannya. Jauh dari cukup untuk tiket menjadi anggota DPRD Medan. Ketika ditanya dana yang telah dihabiskan saat kampanye, Manurung hanya tersenyum. Ayah tiga anak ini hanya mengatakan, dana yang dihabiskan tidak sedikit.

Bantuan sembako membuat Junaedi menuai simpati dari masyarakat, terutama warga penerima sumbangan. Warga berterima kasih dan berdoa agar Manurung tabah karena gagal menjadi anggota dewan.

“Walau tidak menang, semoga Pak Manurung tidak stres, panjang umur dan sehat selalu,” ucap Tiurlan, salah seorang penerima bantuan.

( rul / anw )

Kecurangan = budaya Indonesia?

Posted on Updated on

Nah setidaknya artikel ini tidak se”ganas” yang kemarin kalo pak Shodiq hanya mengutip berita2 dari internet yg provokatif hasilnya anda hanya mendapatkan komentar2 yang kontra saja yang niatnya bukan menginformasikan kecurangan dalam pemilu. Niatan anda ingin membongkar kecurangan2 dalam pemilu saya dukung walau saya kurang suka dengan cara anda, nah kalau kita ingin melihat kecurangan secara nasional atau ingin mengetahui siapa dalangnya saya yakin baik anda, saya maupun teman2 yg lain akan mengalami kesulitan karena saya yakin dalangnya adalah orang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh yang cukup besar. Tapi kita lihat saja kecurangan2 di lapangan, saya kasih infonya:

1. di TPS tempat saya memilih saya tidak melihat adanya kecurangan semua berjalan bersih dan lancar hasilnya Demokrat menang Mutlak namun daerah saya juga terkena imbas dari semerawutnya DPT teman saya yang sudah milih dalam pemilu2 sebelumnya malah tidak terdaftar di DPT.

2. TPS tempat teman saya yang menjadi saksi (terletak di daerah senen) teman saya menemukan kecurangan yang dilakukan sebuah parpol. Parpol tsb melakukan serangan fajar dan mengarahkan warga yg berusia lanjut untuk memilih partai tertentu. Berita ini didapat teman saya dari warga langsung, hal ini sudah dilaporkan. Hasilnya Demokrat menang

3. Kalau anda sudah melihat berita akhir2 ini mungkin anda sudah tau kalau PKS menemukan bukti rekaman video ttg kecurangan KPPS boyolali yang membantu mencontreng surat suara ”Petugas KPPS membantu pemilih mencontreng kartu suara, padahal pemilih tersebut tidak mengalami kesulitan atau cacat apa pun sehingga tidak perlu dibantu,” ujar Ketua DPD PKS Kabupaten Boyolali Nur Arif. Hal ini juga sudah dilaporkan.

Baca entri selengkapnya »

Lagi, PKS dibela mati-matian

Posted on Updated on

Tadinya, artikel ini hendak kujuduli “Lagi, Aku Gagal Berdiskusi”. Sebab, kasus ini mengingatkanku pada salah satu pengalaman pahitku, “Kekecewaan Seorang Pembeli Buku“. Namun supaya judulnya lebih menarik, aku ubahlah menjadi “Lagi, PKS dibela mati-matian”.

Kasus ini bermula dengan artikelku terdahulu, “PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya“. Diantara banyak komentator, ada seorang pengunjung yang amat bersemangat dalam membela sang presiden PKS. (Siapa si pembela tersebut? Aku sendiri kurang tahu. Abis, dia pakai nama samaran sih.) Lalu terlibatlah aku dalam sebuah diskusi yang lagi-lagi gagal. Baca entri selengkapnya »

Video Kartun Lucu: Pemenang Pemilu 2009

Posted on Updated on

Pemilu legislatif tahun 2009 ini buat apa sih? Katanya milih caleg, tapi kok kayaknya semua perhatian tertuju pada siapa yang akan jadi presiden. Semua pendukung calon presiden berdebar-debar menunggu hasil pemilu legislatif. Hasil pemilu inilah yang nantinya jadi acuan. Pantesan kalo mereka berdebar-debar. Kita sih nggak berdebar-debar, ‘kan? Apalagi kalo nunggu hari-H sambil nonton video kartun yang lucu ini.

Selain lucu, video kartun ini penuh dengan kritikan dan sindiran. Jadi, yang nggak suka dikritik atau disindir, nggak usah nonton, ya!

Gila! Rp 1 Milyar = 15 Menit

Posted on Updated on

Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Surya Paloh, menghabiskan dana lebih dari Rp 1 milyar hanya untuk berpidato selama 15 menit di panggung kampanye di sebuah lapangan sepakbola, di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Semahal itukah ongkos sebuah kampanye? Untuk apa? Berikut ini kutipan penjelasan (laporan) dari Antara News: Baca entri selengkapnya »

Video PKS Berwajah Baru (Bagai Remaja ABG)

Posted on Updated on

Dalam pengamatanku, penampilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekarang tampak jauh berbeda dengan lima (atau apalagi sepuluh) tahun yang lalu. Seperti remaja ABG (anak baru gede), PKS kini kelihatannya gemar merias diri untuk tampil secantik-cantiknya. Terkadang, wajahnya terlihat menor lantaran make-up yang berlebihan. (Contoh kasus: “PKS Sombong …“) Namun secara keseluruhan, dalam pandanganku, penampilan PKS sekarang terlihat lebih memikat seperti Foto Aura Kasih di Majalah Sexy.

Diantara wajah-wajah baru PKS itu, yang paling membuat diriku terpikat adalah wajah yang tampak di sebuah iklan kampanye versi “track record” yang sering muncul di televisi akhir-akhir ini. Baca entri selengkapnya »

Kiat Imam Ghazali agar Tidak Sombong

Posted on Updated on

Dari beraneka-ragam komentar terhadap artikel “PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya“, sekurang-kurangnya ada 2 pandangan mengenai kesombongan yang perlu kita kritisi: (1) penyangkalan bahwa sikap Presiden PKS itu tergolong sombong, (2) peremehan keburukan sikap sombong di dunia politik. Di sini hendak aku tunjukkan: (1) sikap Presiden PKS tersebut sudah tergolong sombong, (2) keburukan sikap sombong tak dapat kita remehkan. Sesudah itu, silakan simak kiat dari Imam Ghazali untuk tidak sombong.

Sikap apa yang tergolong sombong?

Ada yang menyangka bahwa sombong itu hanyalah membangga-banggakan diri atau kelompoknya. Mereka mengira bahwa merendahkan orang lain bukan termasuk kesombongan. Terhadap persangkaan keliru seperti itu, dapatlah kita sampaikan sabda Rasulullah s.a.w., “… kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Mas’ud r.a.)

Berdasarkan hadits tersebut, Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, “Orang yang sombong adalah orang yang … memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak layak mengerjakan suatu urusan …”. (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 2/275)

Dari situ, tentu kita tidak dapat menyatakan bahwa Presiden PKS (Tifatul Sembiring) tidak sombong ketika mengatakan, “Kalau yang masuk di partai itu… artis sinetron, mau jadi apa? Partai sinetron? … Mereka akan membahas persoalan legislasi, yudikasi, dan budgeting akan seperti apa? … Artis sinetron itu hanya sering muncul di iklan.”

Baca entri selengkapnya »