putus cinta

Konsultasi: Dua Kali Ditinggal Nikah, Tak Ingin Gagal Lagi

Posted on

Dear Mas Muh Shodiq,

Perkenalkan … umur saya 26 tahun. Dengan email ini saya mohon saran dan pendapat dari Mas Shodiq mengenai permasalahan yang saya hadapi. Sebelumnya terima kasih atas inisiatif Mas Shodiq yang mempersilahkan bagi orang yang butuh share dan pendapat dari orang lain yang jauh berpengalaman.

Saya mempunyai cerita mengenai kisah cinta saya dengan seorang perempuan, sebutlah dia P. Kisah saya dan P bermula dari pertemanan di kantor. Memang sejak awal melihat dia, saya jatuh hati pada P, namun saya juga sadar diri, P sudah mempunyai pacar serius. Oleh karena itu, hubungan kami hanya pertemanan saja, dan saya cukup sadar diri untuk tidak mendekatkan diri ke P dengan kondisi tersebut, jadi saya hanya bisa mengagumi P saja dari jauh. Sampai suatu saat kami terlibat obrolan kecil di YM, dari situ saya merasa “nyambung” dengan P, dan sebaliknya P juga memberi reaksi yang sama, itu terlihat dari obrolan kami yang saling memberi canda, namun saat itu saya ga berharap banyak. Saya berpikir, mungkin kami hanya TTM, teman tapi mesra, tapi saya senang akhir nya saya bisa mengobrol dengan dia.

Hari berlalu, sampai suatu saat dia menceritakan permasalahan antara P dan pacar nya (sebutlah L). Antara P dan L sebenernya sudah ada niat menikah, namun karena ada permasalahan dikeluarga L, menjauhi P. P sering curhat ke saya, saya juga hanya bisa mendengarkan dan menghiburnya, dan dari awal saya ga mau ambil kesempatan. Saya selalu memposisikan diri sebagai teman, walau hati ini sebenar nya menginginkan P. Saya selalu menghibur P, agar dia kuat karena antara P dan L hubungan nya sudah 3 tahun berpacaran. Sampai suatu saat. P mendengar berita kalau L mempersiapkan pernikahan dengan perempuan lain, perempuan pilihan ibunya L. Sampai pun saat itu saya hanya bersikap sebagai teman yang menghibur dan menguatkan dia. Setelah L melangsung pernikahan, saya dan P semakin dekat, walau saya tau, betapa hancur nya hati P dan dia juga belum sanggup menerima laki-laki lain di hatinya, namun saya pasti sabar menunggu dia, karena dia perempuan pujaan saya dari awal bertemu P.

Semakin hari kami semakin dekat, saya semakin menyayangi dan mencintai P, dan P demikian. Karena kami sekantor, kami sering bertemu, oleh karena itu menguatkan hubungan kami. Jujur, saya sangat mencintai dia melebihi rasa sayang saya kepada diri saya sendiri. Mungkin itu cara saya memperlihatkan rasa sayang kepada orang yang saya cintai. Saya hanya ingin P bahagia bersama saya. Sampai suatu saat, kira-kira 2 bulan setelah pernikahan L, L kembali menghubungi P, L menceritakan semua permasalahan yang dihadapinya selama ini. L menikahi perempuan lain karena atas permintaan ibunya L, L tak kuasa menolak permintaan ibunya. Dan L masih sayang dengan P. Sampai hal itu terjadi pun, kami belum resmi berpacaran. Dari situ P mulai goyah, kelihatan berbeda, dari perhatian dan perilaku nya terlihat tidak seperti dulu lagi. Karena saya juga yakin P masih sayang dengan L. Namun saya bertekad ga akan menyerah memperjuangkan dia. Jika harus bersaing mendapatkan P, saya akan lakukan. Tapi hal itu tidak bisa saya lakukan, karena P lebih memilih L daripada saya. Lagipula keluarga P juga sangat setuju jika P menjalin hubungan kembali dengan L. Karena Ibunya P sangat menyukai L. Saya bingung, dan ga bisa berbuat apa apa. Sedih? pasti.

Hati saya sangat hancur. Antara benci dan cinta, saya sangat benci dia tapi saya ingin dia bahagia. Antara marah dan ikhlas, saya sangat kecewa atas perlakuannya tapi saya harus mengikhlaskan P. Campur aduk deh perasaan saya, rasa nya ga ada lagi pikiran dalam otak saya cuma dia. Kenapa? Kenapa? Kenapa?. Saya sendiri ga habis pikir. Dan bulan Maret 2009 kemarin, mereka melangsungkan pernikahan. Terus terang Mas Shodiq, hati saya hancur. Hancur sehancur nya.

Saya dan P masih dalam 1 lingkungan kantor, ingin rasa nya saya resign karena saya ga kuat menahan rasa hati ini. Saya ingin resign apabila sudah diterima di perusahaan lain, sampai saat saya masih mencoba melamar ke perusahaan lain. Kalo saya resign, belum tentu saya mendapatkan pekerjaan dengan cepat, karena keluarga saya masih sedikit tergantung dengan penghasilan saya. Terus terang, kalo saya terus berada disini, hati saya tidak kuat dan hal ini pasti mengganggu pekerjaan saya.

Yang saya ingin tanyakan kepada Mas Shodiq, bagaimana caranya melupakan seseorang yang pernah saya sayangi dan cintai ya Mas Shodiq ? Saya sudah 2 x ditinggal nikah begini, rasa nya hidup saya ga ada artinya lagi, untuk tidak terulang lagi, saya harus bagaimana ya Mas Shodiq ?

Apa yang harus saya lakukan ya Mas Shodiq. Mohon bantuan, saran atau pendapat dari Mas Shodiq ? Sesudahnya saya berterima kasih atas saran atau pendapat dari Mas Shodiq. Saya sangat butuh bantuan Mas, terima kasih. Semoga Allah melimpahkan kebaikan kepada Mas Shodiq. Amin

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Aamiin. Terima kasih atas doanya.

Dari kata-katamu, kutangkap kesan bahwa dirimu menjalani kehidupan dengan cara yang sangat teratur/sistematis. Tentu saja, itu sangat bagus. Bahkan, itu jugalah salah satu modal penting bagimu untuk sukses dalam berkarir.

Hanya saja, tidak seperti dunia karir yang biasanya sistematis, dunia cinta biasanya tidaklah sistematis. Perlu keterbukaan terhadap berbagai kemungkinan, termasuk yang tak terduga. Dengan demikian, perlu pula sikap yang fleksibel (tidak kaku) dalam menghadapi persoalan asmara. Diantaranya:

1. Berserah dirilah kepada Sang Mahakuasa. Tidak perlu berusaha melupakan si dia.Biarlah Dia yang menentukan kapan sebaiknya dia terlupakan olehmu kalau memang Dia menghendaki begitu.

2. Supaya pengalaman pahit itu tidak terulang lagi, kamu perlu lebih mempelajari, menghayati, memahami, dan mengamalkan segi-segi “feminin” dalam kehidupan manusia, seperti: kesenian, kecerdasan sosial, spiritualitas, komunikasi non-verbal, dan berbagai bidang-bidang non-sistematis lainnya.

3. Yakinlah bahwa makna hidup kita ditentukan oleh apa yang kita perbuat, bukan dari apa yang kita dapat. Mengingat bahwa keluargamu masih agak “tergantung” pada penghasilanmu, maka jelaslah bahwa kehidupanmu sungguh bermakna. Bahkan kalau yang merasakan manfaat dari perbuatanmu itu bukan hanya keluargamu, melainkan juga orang lain, tentulah kehidupanmu lebih bermakna lagi.

Demikianlah pandanganku atas persoalanmu ini. Semoga Allah melapangkan jalanmu untuk menggapai masa depan yang lebih cemerlang dalam segala bidang. Amin.

Takwil Mimpi: Bertemu Mantan Calon Mertua

Posted on Updated on

Selamat pagi pak ustadz shodiq, saya tertarik dengan judul [takwil mimpi] ini, karena beberapa hari yang lalu saya mengalaminya..

kisah sebelumnya seperti ini (berhubungan dengan mimpi saya):
dahulu saya memiliki pacar yang berinisial D yang menjadi pacar saya selama 7 tahun sejak kami masih kelas 3 SMP. kami putus lantaran ternyata dia dijodohkan dengan seseorang pilihan bapak nya. saat kami masih menjalin hubungan, tidak ada tanda2 bahwa orang tua D berencana menjodohkan D dengan seseorang, bahkan cenderung mendukung kami, misalnya dengan usulan2 undangan nya seperti apa, nanti kalau belum ada rumah kita disuruh nyicil salah satu rumahnya yang dikontrakkan dsb.
Saat itu saya masih kuliah semester 5, saya mempunyai pekerjaan freelance sebagai programmer yang sungguh memakan waktu banyak karena dikejar target (saya kerjakan siang-malam dirumah), waktu itu saya masih pemula dalam dunia pemrograman dan bukan jurusan kuliah saya, sehingga saya mengerjakan sambil belajar dan program yang saya buat selesai dalam waktu 1 tahun (kuliah 100% alfa). saat proyek selesai, ternyata kawan saya (leader proyek) menipu saya dengan hanya memberikan 1% dari hasil yang seharusnya saya terima (saya tidak meminta perjanjian, dikarenakan saya kenal dengan orang tsb, dan ini adalah pengalaman kerja pertama saya). Alhasil kuliah saya terbengkalai dengan percuma dan kelulusan kuliah saya telat 2,5 tahun dari yang seharusnya (yang 1 tahun saya agak frustasi karena hal pekerjaan tersebut, jadi malas kuliah – 90% alfa).
saat D wisuda, status saya masih mahasiswa. saya datang ke kotanya, disitulah orang tua D mulai agak berbeda dalam sikap terhadap saya, malah bapak nya terlihat sinis terhadap saya. dalam benak saya mungkin orang tua D berfikir bahwa saya berbohong masalah kerja (untuk menutupi kuliah saya yang belum selesai dan tanpa hasil/bukti dari pekerjaan – dan dikarenakan saya cenderung pendiam, maka tidak banyak penjelasan saya untuk membela diri). hingga akhirnya, beberapa bulan setelah kelulusan D, kami pun putus. dan adik D yang memberitahu saya bahwa D dijodohkan dengan orang lain & dipaksa putus dari saya (D tidak mau menjelaskan alasannya kepada saya). sekedar catatan, saat ini kami sudah 3,5 tahun berpisah, dan pertemuan terakhir sekitar 1 tahun yang lalu (karena dia memilih kota saya untuk meneruskan study, dan saya membantu persiapan2 awal untuk D tinggal di kota ini – bertemu tidak lebih dari 15x).

Dalam mimpi saya :
bapak D meminta saya untuk menikahi putrinya. background dalam mimpi itu tidak begitu jelas (hanya abu2), dan suasananya seperti di dalam pesta. disitu saya tidak melihat dimana D (entah melihat atau tidak, sekilas2 saya melihat bayangan wanita berjilbab putih sedang menunduk cemas, dan dari wajahnya sangat jelas itu adalah D), hanya melihat bapak D secara jelas, dan ibu nya samar2 dibelakang bapak. kami (saya dan bapak) berbicara tentang D (bapak yg memulai pembicaraan). bapak berbicara panjang lebar dan banyak hal (namun saya tidak bisa mengingat satupun), dan berakhir dengan pertanyaan “masih kah ada keinginan nak Fz menikahi anak saya?”. dalam mimpi saya merasa sangat gembira mendapatkan pertanyaan seperti itu. saya berpikir lama, dan sebelum sempat menjawab, saya terbangun dari mimpi.

saya ingin menanyakan kepada bpk shodiq, apakah artinya D sudah dinikahkan dengan pilihan orangtuanya atau bagaimana?. karena untuk menutupi perasaan kecewa (melupakan), saya tidak lagi menghubungi D ataupun keluarganya, beberapa kali D menghubungi saya sekedar menanyakan kabar (terakhir 5 bulan yang lalu), tetapi tidak pernah saya tanggapi sekalipun.. (sebuah usaha yang bisa saya lakukan untuk menuju ikhlas).

catatan :
*. saya belum pernah memimpikan D setelah putus.
*. saya belum memiliki pengganti D, dan belum ada keinginan untuk mencari (mungkin karena awalnya saya “yakin” dengan D, sehingga mindset saya ter setting bahwa “tak ada wanita lain yang bisa memasuki hati saya” – saya pernah mencoba membuka hati sebanyak 2x, tetapi saya mundur lagi karena tetap tidak ada feel & tidak mau menyakiti wanita2 tsb pada akhirnya, padahal wanita tersebut sudah membuka hatinya).
*. bapak adalah orang yg keras, sehingga saya tidak pernah berfikir bahwa pertanyaan seperti itu akan terjadi di dunia nyata.

terima kasih, mohon jawaban dan masukan2 untuk saya..

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Telah lakukan kesalahan fatal yang lukai hatinya, bagaimana mengharap dia kembali?

Posted on Updated on

saya dulu menjalani hubungan dengan seorang wanita.. itu sudah berjalan selama satu tahun..singkat cerita,, hubungan aq dengan dia putus.aku sadar selama ini aku salah dengan dia,,aku selalu marahin dia itupun saya tidak asal marah hanya ingin mendidik dan jg ada kelalaian aku yang selalu melampiaskan marah kepadanya pada akhirnya dia hilangnya cinta untukku.aku coba tunjukkin rasa penyesalan aku.semua aku telah aku korbankan untuk dia tapi aq ngrasa dia itu tak pernah melihat jerih payah aku.aku tawu aku salah banged selalu cerita tentang pengorbananku untuk dia.aku seperti itu karana biar dia sadar.singkat cerita juga,, pd wkt kita bersama aku selalu membaca sms syg2an dan pd akhirnya dia cerita bahwa dy shbtku yg sdh aq knal lama dan juga dia sudah tunangan disitu aku tenang.tapi semenjak itu berbagai masalah muncul lg2 berurusan dengan shbt dia.disitu aku sabar karena aku sayang sama dia walaupun rasanya amat sakit dihati.setelah kita putus 2minggu dia jadian dengan sahabatnya.begitu sakit aku mendengarnya.sebelum dia memberi kabar tentang itu aku memberi puisi yang romantis untuknya tapi tak kusangka dia membalaz dengan kata yg membuat hati ini sakit rasanya hancur hatiku.tapi setelah aku selidiki ternyata yg mngjari dia seprti itu adlh shbtnya yg kini sekarang menjadi kekasihnya.alasan kenapa mengajari berkata yg menyakitkan alasannya untuk agar aku benci dan tdk mencintainya lg.sblmnya dia bicara padaku bhwa dulu selama tahun knal sempat ada rasa sayang dan cinta untuk sahabatnya.begitu pula dengan sahabatnya,,shbtnya selalu memberikan yg terbaik tetapi bedanya dari aku dia(sahabatnya) tak pernah mengharap imbalan agar dia bisa mencintai.

aku harus bagaimana sekarang???aku sangat mencintainya,aku ingin kembali padanya tapi bagaimana caranya????sedangkan dia sudah mempunyai kekasih(sahabatnya sendiri) dan juga ada sedikit kesalahanku yaitu berkata silahkan ambil dia toh aku sudah mencicipi tubuhnya.mungkin dari situ dia sakit dan aku bnr2 lost contact dengannya.bagaimana solusinya???agar aku bisa memilikinya lagi,,adakah doa2 agar aku bisa kembali bersama dia???kiniu hari2ku berantakan tanpa dia.mohon bantuannya

Jawaban M Shodiq Mustika:

Aku dapat merasakan hancurnya hatimu. Aku pun pernah melakukan kesalahan fatal lewat kata-kata, melukai hati seorang wanita yang kucintai, hingga dia meninggalkan aku untuk selama-lamanya. Hanya saja, aku mendukung keputusannya untuk “melupakan” diriku. Sebab, aku yakin ada banyak pria lain yang lebih mampu membahagiakan dirinya. Daripada dia menderita bersamaku, lebih baik dia bahagia bersama pria lain.

Karena itu, doaku bukanlah agar dia kembali bersatu denganku di dunia ini. Yang aku doakan adalah agar kami berjumpa kelak di surga. Aku yakin bahwa berjumpa dengan orang yang kita cintai di surga itu jauh lebih nikmat daripada bersatu di dunia.

Seperti dirimu, aku pun kehilangan kontak dengannya. Walau dia berkata memaafkan diriku, sikapnya menunjukkan bahwa dia berubah menjadi membenciku. Tahu-tahu, suatu hari setelah dua atau tiga tahun kehilangan kontak, dia kirimi aku pesan. Kata-katanya singkat, sekadar “say hello” layaknya seorang sahabat, seraya menyebut sebuah nama yang menyimpan kenangan terindah bagi kami. Namun, itu sudah cukup bagiku untuk yakin bahwa dia benar-benar sudah memaafkanku.

Tadinya aku tak tahu mengapa dia tiba-tiba mengirimi aku pesan begitu. Belakangan, barulah aku tahu bahwa ketika itu ternyata dia hendak menikah dengan pria lain. Aku menduga, mungkin dia menghendaki supaya tak ada lagi ganjalan antara dia dan diriku.

Memang, “kehilangan” seseorang yang sangat kita cintai mungkin saja membuat kita sangat berduka, tetapi duka itu takkan lama. Itu pun ada solusinya. (Lihat “Dzikir untuk Atasi Derita di Jalan Cinta“.) Sementara itu, hikmahnya luar biasa, jauh lebih besar daripada penderitaan yang kita alami. Dengan demikian, kita tidak usah terlalu sedih kalau-kalau “kehilangan” si dia. Lihat Kisah Nyata: Bahagia walau cinta tak berbalas

Demikianlah tanggapanku atas kasusmu. Aku yakin, dari situ kamu bisa memetik pelajaran sendiri mengenai apa yang sebaiknya kau lakukan dalam menghadapi kasus ini. Sekarang, cukuplah kutambahkan satu saja saran: Silakan simak “Putus Cinta karena Kurang Apa“.

Curhat: Putus Cinta Saat Menjelang Nikah

Posted on Updated on

Seorang pembaca postingan “Dapatkah mengembalikan rasa cintanya …” menyampaikan sebuah curhat. Kisahnya begitu mengesankan, sehingga kuputuskan untuk menayangkannya di sini:

Setelah saya membaca pengalaman mba,, jadi teringat dengan diri saya sendiri… kondisi saya malah mungkin lebih menyakitkan daripada mba…. Saya putus dengan kekasih saya 3 bulan menjelang pernikahan kami,,, saat gedung sudah di-booking, catering dan cincin kawin sudah dipesan, dan barang seserahan pun sudah dibeli, bahkan kami sempat melihat2 rumah yang akan kami beli untuk tempat tinggal kami nanti setelah menikah… Ya saat kedua keluarga kami sudah sangat setuju dengan hubungan kami,, kami malah berpisah hanya karena kesalahan yang tidak sengaja saya lakukan ketika saya sedang emosi dan khilaf,,, ya sama seperti mba yang sedang emosi, saat itupun saya juga khilaf dan mengeluarkan kata2 berisi kekecewaan saya pada dia… hingga kemudian dia sangat sakit hati dan meminta putus,, saya sangat menyesal dan meminta maaf dan berharap agar dia kembali pada saya, saya pun meminta kesempatan yang terakhir, namun dia tidak mau memberikannya…. Dia bilang bahwa sejak peristiwa kemarin ada banyak rasa cintanya yang mati,, rasa sayangnya juga sudah terlanjur hilang… yah intinya dia bilang bahwa rasa cintanya pada saya sudah hilang…. Pada saat itu saya masih sangat mencintainya dan berharap dia kembali pada saya,,, mungkin sama persis seperti perasaan mba saat ini,, saya juga berkali2 sholat tahajud, sholat hajat dan sholat istikharah disertai dengan dzikir yang saya panjatkan pada Allah setiap malam agar perasaannya pada saya kembali seperti dulu,, saya pun tak henti2 memohon petunjuk dari Allah…. Namun, hubungan kami berdua malah semakin memburuk.. hingga pada akhirnya dia tetap ingin memutuskan hubungan dengan saya.. saya sudah pasrah dan menyerahkan segalanya pada Allah…. hingga detik ini, dia sudah tidak pernah mengkontak saya samasekali….
Intinya, walopun sedih, sakit hati dan kecewa, namun saya sudah menyerahkan semua rasa cinta ini hanya pd pemilliknya yang sah, yaitu Allah… karena cinta Allah kepada ummat-Nya adalah cinta sejati,,, sedangkan cinta antar sesama manusia adalah hanya sebagian kecil dari bukti2 kecintaan Allah kepada ummat-Nya… Pengalaman saya dan pengalaman mba membuktikan bahwa ternyata cinta manusia itu tidak abadi… mungkin kejadian ini juga teguran bagi saya agar saya tidak mencintai manusia melebihi rasa cinta saya pada Allah… Cukup Allah sebagai penghibur hati,, karena Allah tak pernah pergi, dan Allah selalu peduli…
Pada saat ini sudah ada pria lain yang mencoba mendekati saya,, insyaAllah lebih shalih dari yang sebelumnya… dan yang terpenting, dia menerima saya apa adanya… Dia bilang akan memperbaiki kekurangan saya sedikit demi sedikit dan dengan penuh kesabaran..
insyaAllah mba,, ikhlas adalah kuncinya, berdoa dan berusaha memang sudah seharusnya,, lalu hasil akhirnya biarlah Allah yang menentukan yang terbaik dalam hidup kita,, karena Allah lah pemilik cinta sejati itu..
Wallahu’alam bishowab

Takwil Mimpi Yang Tak Seindah Impian

Posted on Updated on

saya tika usia saya 20 tahun sekarang ini saya sedang menjalani taaruf dengan seorang ustad dan niat kami ingin menikah pada tahun ini namun halangan yang kami hadapi banyak sekali dulu sebenarnya dya ingin melamar saya pada tahun kemarin namun orangtua saya bilang kalau dia suruh menunggu dulu sampai aku lulus kuliah timbullah rasa kekecewaan pd dirinya oleh karena itu kami memutuskan untuk menjalani hubungan kami kembali dan tetap berusaha setahun telah kami lewati dan sekarang ini aku sudah lulus kuliah tinggal buat skripsi timbulah semangat dari diri kami dan kami meminta restu dari orang tuaku dan merekapun merestui aku untuk menikah pada tahun ini karena aku sudah memenuhi permintaan mereka untuk lulus kuliah pada tahun ini namun ketika kami meminta restu dari orang tuanya aku seperti disambar petir ternyata mereka tidak merestui kami karena sakit hati mereka pada tahun lalu ingin melamarku namun ditunda oleh orang tuaku entah apa yang bisa aku lakukan sekarang karena halangan kami dari dulu adalah orang tua tidak mungkin kami menantang orang tua karena ridho allah ada pada ridho orangtua lalu kami memutuskan untuk berpasrah dan minta petunjuk pada allah untuk melakukan shlt istikharah betapa terkejutnya aku pada saat mendengar mimpi dya bahwa kami bertemu didalam mimpi lalu menghilang begitu saja dan dyapun mempertanyakan mimpi itu pada gurunya dan gurunya menjawab bahwa kami tidak berjodoh dan gurunya pun menyuruh dya untuk menjauhi dan jaga jarak dariku pada saat itu hatiku hancur,kecewa,dan sempat aku putus asa karena saat ini dya mulai menjauhi aku dan tak pernah memberi kabarpun padaku dan saat aku melaksanakan istikharah aku belum mendapat mimpi apapun namun jauh di lubuk hati ku aku masih yakin dan sangat yakin bahwa dya adalah jodohku yang menjadi pertanyaan ku sekarang adalah:
1. apakah tafsir mimpi yang diungkapkan oleh gurunya adalah benar?
2. apakah benar mimpi itu petunjuk dari allah?
3. apa yang harus aku lakukan sekarang ini sedangkan aku masih sangat
mencintainya bahkan aku takan bisa hidup tanpa dia?
4. apakah cinta,harapan,impian dan angan-anganku cukup sampai disini
sedangkan perjuangan yang aku tempuh denganya tinggal 1 kali
melangkah lagi?
5. cara ampuh apa yang paling cepat mengobati hati aku apabila suatu
saat adalah benar dya bukan jodohku agar aku bisa menerima semua
kenyataan ini?

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Konsultasi: Supaya Si Dia Kembali untuk Selama-Lamanya

Posted on Updated on

Alhamdulillah saya menemukan situs ini,banyak sekali hal positif yg saya dapat dan banyak mendapat jawaban dari banyak pertanyaan saya. Tadinya saya ragu untuk bertanya [konsultasi] langsung karena malu. Tapi masih banyak hal yg saya ingin langsung pak shodiq jawab atas masalah saya.
Bismillahirahmaanirahiim,,
saya berumur 20 th,seorang anak yatim sejak 10thn lalu dan banyak sekali kesedihan yg saya alami setelah itu. bisa dibilang saya ini dewasa tanpa banyak campur tangan orang tua, saya mencari kedewasaan saya sendiri sehingga banyak kesalahan yg saya perbuat dalam hidup saya.
dalam berpacaran saya berusaha berhati2 tapi saya juga lugu atau mungkin bodoh dalam hal ini, saya sangat ingin ada orang yang menyayangi saya dan untuk hal itu saya membutuhkan kenyamanan terlebih dahulu. banyak teman yang bilang klo banyak cowok yang suka sama saya, tapi mungkin mereka takut mendekati karena saya cenderung pendiam dan menjauh dengan orang yang saya tau suka sama saya tapi saya tidak suka. waktu umur 15-16thn saya pernah berpacaran dan berzina dengan pacar saya itu, sejauh dia memasukan tangannya ke ****** saya. kami hanya berpacaran 4 bulan dan long distance. saat itu saya tidak terlalu sedih karena kehilangan dia, tetapi saya sangat menyesal atas apa yg telah saya perbuat dengannya. Alhamdulillah waktu itu ada kesempatan untuk saya ikut pesantren kilat ke darut tauhid Aa Gym, saya bertaubat dan setelah itu saya sakit usus buntu dan dioperasi, saya berharap saat Allah SWT telah mengampuni dosa saya dengan sakit saya itu.
masuk kuliah, saya melihat banyak perbedaan orang dalam berpacaran. tahun pertama kuliah saya ditaksir oleh 2 orang senior yang berteman, keduanya berani mendekati saya tapi saya menerima salah satunya (A) karena yang lain sudah punya pacar (B) walaupun secara finansial dia jauh(tapi saya paling anti bahagia di atas penderitaan orang lain) saat terakhir saya pergi dengan B dia mencium bibir saya. saat itu juga saya marah, menyesal dan tidak mau lagi bertemu dengannya. saat berpacaran dengan A saya juga melakukan kegiatan bermesraan dari berciuman (A berciuman pun belum pernah saat itu tapi koleksi film birunya banyak) saya mau berciuman dengannya karena saya merasa bersalah telah dicium temannya yang akhirnya hal itu saya akui dan A awalnya marah karena itu. bulan2 pertama kami berpacaran sangat menyenangkan dan penuh canda, cerita, lelucon, seperti yang saya tebak sebelumnya A juga mempunyai masalah keluarga yang pelik seperti saya jadi kami pun seperti teman curhat.
di bulan2 pertama itu juga kami mulai berhubungan cukup jauh, bermesraan kami kelewat batas (dia g tau masa lalu saya) dan dia berjanji walaupun ga sampe ML dia akan menikahi saya. sampai saya memutuskan untuk ngekos dekat kampus (dekat jg dengan tempat kosnya) dan saat itu kami sering bermesraan bahkan di bulan puasa (tapi kami tidak meninggalkan shalat).
kami dekat sekali, hampir setiap bertemu atau sekedar sms dan telpon. tapi semakin lama kami semakin sering bertengkar. saya jadi sering membesar2kan hal kecil, hal itu sebenarnya dikarenakan hati saya sudah merasa khawatir karena dia semakin cuek dan saya takut ditinggalkan, saya takut dia ingkar janji. tapi kemarahan saya menjadi bumerang untuk saya karena dia semakin cuek.
setelah 10 bulan akhirnya kami putus (saya yang memutuskan) tapi saya sedih sekali karena dia seperti tenang saja dan tidak mengajak saya balik. akhirnya saya yang meminta dia kembali dengan memaksa, tentu hanya bertahan 3 bulan karena tidak ada hal yang menjadi tambah baik, dia seperti mau tidak mau, dia bilang masih khawatir sama saya. tapi akhirnya kami putus juga. saya sedih sekali seperti kehilangan pegangan hidup dan saya sedih karena orang yang saya percapa untuk menjaga lahir batin saya malah menyakiti saya, saya juga shock tiba harus kehilangan dia dalam hari2 saya. saya kejar dia berbulan2 tapi justru dia semakin menjauh dan mengatakan hal2 yang menyakitkan juga begitu jual mahal, dia bilang saya ga bisa dikasih harapan dan ngelunjak. di saat say mengejarnya dia pernah bilang kalau dia kembali sama saya dia akan membahagiakan saya (entah kapan). dia pernah bilang saya terlalu pintar untuknya (dalam akademik dan kedewasaan), memang dalam banyak hal saya merasa saya jauh lebih dewasa darinya. sampai akhirnya saya menyerah. saya fokus sama diri saya, bertekad ga hubungin dia lagi, saya bertaubat, Alhamdulillah Allah bukakan banyak jalan, saya dapat hidayah untuk menggunakan jilbab dan dipertemukan dengan guru ngaji yang begitu syar’i yang berpegang hanya pada Al-Quran dan hadis sehingga Insya Allah jauh dari perkara2 yang bid’ah. suatu hari A menghubungi saya mungkin karena kangen dan kesepian, dia mulai memberikan perhatian2 saat saya ada masalah atau waktu saya mau sidang lulus kuliah,dia bilang kita udah bukan pacaran bukan berarti ga memikirkan lagi. walaupun tidak setiap saat semua tergantung moodnya dan saya sudah tidak merasakan kehangatan seorang kekasih darinya. sejak saat itu hubungan kami jadi cukup baik, silaturahmi kami jadi terjalin walaupun mungkin karena hati kecil saya masih sangat sakit pernah juga kami kembali bertengkar karena saya tersinggung dia tidak membalas sms saya waktu saya ucapin ultah.saya sedih dia hadir kembali hanya sebagai teman.
saya sangat mencintainya (Insya Allah ga melebihi cinta saya pada Allah), belum sedikitpun melupakannya walaupun saya bisa menahan diri untuk tidak menghubunginya. saya sangat merindukannya, puisi2 cintanya, pujiannya, ajakannya dalam kesabaran, rayuannya saat saya marah dan segala hal saat dia begitu mencintai dan memuji saya. dia senang punya pacar yang cantik dan bangga punya pacar pintar saat itu. dia juga sopan sekali pada keluarga saya sehingga keluarga saya cukup simpatik dengannya, walaupun saya belum bertemu ibunya tapi hubungan kami cukup baik karena pernah tukar2 makanan dan ibunya pernah menelpon saya.
sebenarnya saya kasihan sama dia, dia kurang kasih sayang dan ajaran yang benar dari keluarganya (dalam hal agama dan kehidupan). perlu diketahui kami putus juga karena masalah finansial,walaupun kami kuliah di tempat yang mahal tapi sebenarnya dia dari keluarga yang pas2an sedangkan keluarga saya sendiri sedang banyak masalah keuangan.
saya juga sebenarnya mau dia kembali sama saya tapi dalam keadaan dia lebih dewasa dan serius. saya tidak khawatir dia dengan perempuan lain akan lebih solid dari hubungan saya dengannya dulu, karena dia cukup tertutup pada masalah keluarganya, tapi saya mampu membuatnya begitu terbuka. dia pun jarang sekali pacaran serius dan tidak pernah pacaran lama, sebelumnya dia berpacaran 4 tahun sebelum dengan saya dan setelahnya hanya dekat2 biasa. tapi hanya bisa berdoa untuk itu, saya tidak mau berbuat apa2 lagi. yang mau saya tanyakan:
Apa yang harus saya lakukan agar dia kembali pada saya??
saya sudah tidak mau bicara langsung tentang perasaan saya, tapi saya ingin setiap dia menghubungi saya, saya bisa memberi kesan padanya sehingga dia jatuh cinta lagi.
saya pernah tau kalo doa itu bisa merubah takdir, doa apa yang sebaiknya saya baca untuk dia kembali sama saya dan berjodoh dengannya??
saya berharap dia kembali sama saya selamanya sampai menikah, saya juga ga mau dia kembali sama saya hanya karena perasaan bersalah karena pernikahannya tidak akan langgeng.
tapi saya juga belum ingin menikah saat ini, saya masih banyak cita-cita untuk membahagiakan ibu saya. tapi saya ingin saling menemani lagi sama dia dalam suka dan duka sampai saat kami menikah seperti dulu lagi. saya sendiri dalam proses mendewasakan diri, meningkatkan kesabaran agar tidak gampang emosional dan dalam setiap doa saya saya berjanji jika dia kembali sama saya, saya akan bersyukur dan akan menjaga diri saya sendiri untuk tidak melakukan perbuatan yang sama dengan iman yang Insya Allah lebih baik dibanding dulu. saya ga akan lagi percaya sama dia, tapi saya hanya akan percaya pada Allah untuk menjaga hubungan kami dengan tidak akan henti2nya beribadah dan berdoa. saya sering memimpikannya, kadang mimpi itu karena saya begitu rindu tapi kadang juga seperti firasat dia akan kembali. saya tidak mau shalat istikharah lagi karena bagi saya jawabannya tidak nyata, jadi lebih baik saya beribadah dan berdoa di saat yang baik dalam banyak kesempatan saya benar2 merindukannya sampai saya sering menangis dan saya lelah, tolong beri saya petunjuk, Insya Allah saya bisa dapat petunjuk atas harapan saya ini dari pak shodiq.

Perlu diketahui banyak juga hal positif yang saya lakukan dengannya,kami selalu saling memberi motivasi dalam banyak hal dan berbagi wawasan, saya juga sangat merindukan hal tersebut. saya senang wawasan kami saling bertambah, saling mengisi. saya ingin kembali dengannya karena juga ingin dia jadi orang yang lebih baik juga dalam hal agama bersama saya. saya juga mengkhawatirkan dia dan masa depannya, dia membutuhkan seorang motivator, dan saya ingin jadi motivator untuknya. saya ingin merintis kehidupan bersama dengannya sampai kami menikah. saya juga ingin Allah SWT memberikan kesempatan untuk saya membutikan kalo cinta saya sama dia tulus, bukan sekedar nafsu. saya juga berdoa dia seperti itu pada saya, seperti waktu pertama dulu, saat cinta kami masih begitu suci. dengan niat saya yang baik untuk kembali dengannya, sebagai perempuan muslimah apa yg sebaiknya saya lakukan tanpa kehilangan harga diri lagi??

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Aku memaklumi betapa mendalamnya rasa cintamu kepadanya. Aku tidak bisa asal-asalan menjawab. Aku perlu waktu untuk merenungkannya. Kini, aku sudah siap menjawab pertanyaanmu.

Begini, terus terang, aku agak kerepotan untuk menjawab pertanyaanmu. Sebab, kamu bertanya dengan mengajukan batasan-batasan yang membuatku kurang leluasa untuk menjawabnya.

Yang jelas, kamu menanyakan doa untuk mengubah takdir, tapi kamu tidak mau istikharah. Padahal, doa istikharahlah yang dituntunkan oleh Rasulullah saw. untuk mengubah takdir.

Inti pertanyaanmu, kamu ingin tahu apa yang harus kau lakukan agar dia kembali kepadamu, tetapi kamu juga mengajukan keinginan agar kamu berjodoh dengan dia untuk selama-lamanya. Padahal, yang bisa menjadikan berjodoh selama-lamanya itu pun juga istikharah.

Untuk berjodoh selama-lamanya, prasyaratnya adalah bahwa motivasi cinta pada kedua pihak adalah “kebaikan sejati”, bukan semata-mata demi manfaat. Pada percintaan kalian, aku menduga bahwa motivasi kalian yang utama adalah manfaat. Padahal, setiap kali masing-masing dari kalian menjumpai bahwa hubungan kalian kurang bermanfaat, maka merengganglah hubungan kalian. Dengan keadan begini, bagaimana kita bisa berharap bahwa kalian akan berjodoh selama-lamanya?

Untuk berjodoh demi “kebaikan”, prasyaratnya (yang menyertai istikharah) adalah tawakkal kepada Sang Mahakuasa. Hanya Dialah yang Mahatahu siapakah jodoh yang baik bagi dirimu dan bagi dirinya.

Untuk bercinta demi “kebaikan”, kalian perlu menghayati rasa kesatuan disamping keterpisahan antara kalian. Dalam pengamatanku terhadap kata-katamu, kulihat kau terlalu terfokus pada masing-masing dari kalian secara individual, sendiri-sendiri, bukan sebagai satu kesatuan. (Salah satu indikasinya, jumlah kata “aku” dan “dia” yang gunakan dalam curhatmu itu jauh lebih banyak daripada kata “kami”. Indikasi lain, pemutusan hubungan dilakukan sepihak, bukan atas dasar musyawarah berdua.)

Itulah diantara yang perlu kau pelajari. Intinya, aku menyarankan dirimu untuk “belajar mencintai” dengan cinta sejati yang seoptimal mungkin. Tentu saja, cinta sejati itu bukanlah terbatas pada asmara. Kamu perlu lebih mencintai banyak orang, terutama orang-orang yang dekat denganmu. Semakin tinggi kualitas kamu dalam mencintai banyak orang, maka akan semakin tinggi pula kualitas cinta kamu terhadap dirinya. Selanjutnya biarlah Allah yang menentukan ganjaran apa yang pantas untuk kualitas cintamu itu. Apakah ganjaran itu termasuk berjodoh dengan dirinya ataukah tidak, bertawakkal sajalah.

Untuk “belajar mencintai” dengan cinta sejati yang seoptimal mungkin, aku merekomendasikan bagi dirimu buku Erich Fromm, The Art of Loving dan Scott Peck, The Road Less Traveled. (Kedua buku ini cukup populer di Indonesia, sehingga versi terjemahannya pun ada lebih dari satu penerbit.)

Adapun supaya dia kembali berhubungan cinta denganmu, saranku: “Manfaatkan Agen Cinta“. Untuk saranku lainnya, lihat “Konsultasi: Putus cinta karena kurang apa?” dan “Supaya Si Dia Tidak Marah-Marah Lagi“. Untuk penjelasan yang lebih rinci, aku sarankan kau baca buku best-sellerku, Istikharah Cinta dan Doa & Zikir Cinta, khususnya pada bab-bab yang relevan.

Begitulah tanggapanku terhadap persoalanmu. Semoga Allah senantiasa membimbing perjalanan cintamu. (Aamiin.) Wallaahu a’lam.

Konsultasi: Bagaimana agar ikhlas melepas si dia?

Posted on Updated on

Saya seorang pria berusia 28 thn, 2 tahun lalu saya pernah berpacaran dengan seorang wanita sebut saja inisialnya A. Ketika hubungan kami memasuki tahun ketiga, ternyata dia bukan jodoh saya. (tak perlu saya jabarkan awalnya perpisahan saya). Tepat Desember 2008 kemaren saya berpisah dengannya. Selama 3 bulan kemudian, saya masih sendiri. Hingga pada awal maret timbul keinginan saya tuk menjalin hubungan lagi dengan sorang wanita. Dengan berharap tidak akan terjadi lagi kesalahan masa lalu saya dengan mantan, pada suatu malam saya ber Tahajud dan memohon kepada Allah agar saya di jumpakan dengan sorang wanita yang Saleha, cantik, putih dan pintar (pada saat itu gambaran saya adalah wanita yang selalu memamakai jilbab). Alhamdulillah seminggu kemudian saya berkenalan dengan seorang gadis melelui teman di Friendster.Sebut saja inisialnya J. Saya koq merasa apakah ini jawaban dari doa2 saya saat tahajjud. Benar-benar pribadi yang menarik wanita ini. Hubungan kami mulai dengan telpon. Berhubung lokasi kami jauh. Dia Di Aceh sedangkan saya di Medan. Kalo malam kami selalu bertelpon-telpon ria. Kalo pagi saampai sore kita selalu Berchating Ria. Saya dari Kantor dan dia dari Kampusnya menggunakan fasilitas WIFI. Hingga pada suatu hari sehari sebelum saya berangkat ke Kuala Lumpur dalam rangka tugas kerja, dia datang ke medan tanpa memberitahukan sebelumnya. Sungguh saya terkejut dimana seharusnya seorang pria yang mendatangi wanita. Dalam hati saya berkata saat itu, ini wanita yang saya cari selama ini. Sebelumnya melalui telpon saya udah pernah mengungkapkan Saya jatuh Cinta Kepadanya, tapi dia belum bisa menjawabnya. Ternyata kedatangannya ke Medan untuk memberi Jawaban bahwa dia Menerima saya. Alangkah senang dan Bahagianya Hati ini.Tak henti2 sepanjang perjalanan saya ke kuala lumpur saya mengucapkan Syukur Kepada Allah. Terima Kasih Ya Allah… Saya berjanji Padanya saya pasti akan kembali secepatnya. Singkat cerita hubungan kami berjalan hampir sebulan. Selama hampir sebulan dia udah 2 kali bolak-balik Aceh Medan. Tiada hari yang kami lewati tanpa kebahagiaan. Dan dia pernah berjanji pasti akan kembali lagi. Saya berjanji akan selalu menunggu dia 2 tahun lagi hingga dia selesaikan kuliahnya. Ah…pokoknya semua itu begitu indah ku rasakan.
Tapi pada suatu hari, entah apa yang terjadi, dia memintaku agar mengakhiri hubungan ini. Aku bertanya apa salahku? Apakah ada orang ketiga diantara kita? Dia selalu menjawab, TIDAK. Dia bilang dia terlalu menyayangiku, hingga dia selalu memikirkan aku di setiap aktivitasnya, hingga menggangu kuliahnya. Dan Juga dia gak mau aku menunggu terlalu lama atas dirinya.
Saya akui, emang hubungan saya dengan dia masih seumur jagung, tapi entah mengapa saya amat sangat menginginkan dia menjadi pendamping hidup saya, walaupun dia meminta saya harus menunggu 2 tahun ataupun 5 tahun lagi saya akan siap menunggunya.
Menurut pengakuan kakaknya, ini semua dilakukannya karena dia belum siap menjalin hubungan yang terlalu serius. Jujur memang pernah terucap saya, saya akan menikahinya setelah dia selesai kuliah. Tapi saya tidak melarangnya untuk bekerja. Besarnya cinta saya kepada J mengalahkan besarnya cinta saya kepada A yang pernah saya pacari hampir 3 tahun.
Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Apakah jawaban dia menerima saya sebagai pacarnya adalah jawaban yang tidak serius?
2. Kalaupun cintanya hanya bohong belaka, apakah pantas seorang wanita saleha (berjilbab) berbohong?
3. Kalaupun dia bukan jodoh saya, bagaimana kiatnya agar saya bisa ikhlas?
4. Bagaimana agar saya bisa dengan mudah melupakannya ?
5. Apakah bahwa sebenarnya memang dia lah Jodoh saya?

Mohon bantuannya agar saya bisa segera menghilangkan kegalauan hati ini. Terima kasih

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Kisah Nyata: Bahagia Walau Cinta Tak Berbalas

Posted on Updated on

–Kutipan dari Dan Baker & Cameron Stauth, Pergulatan Cinta dan Rasa Takut (Bandung: Kaifa, 2006), hlm. 158-166:

Berpuas diri adalah ibarat membuat bangunan dengan menumpuk kartu remi, karena kalaulah hidup ini mengajarkan sesuatu, pelajarannya adalah bahwa kita tidak dapat menghindari masalah dan kehilangan. Kebahagiaan bukanlah seni membangun kehidupan yang bebas dari masalah. Kebahagiaan adalah seni untuk merespons dengan baik ketika masalah menghampiri kita.

Saya sendiri mengalami patah hati ketika usia dini. Waktu itu saya masih muda dan jatuh cinta, [saya] seorang doktor di bidang psikologi yang sedang menanjak, baru saja berkeluarga, dan merasa kurang lebih sudah mapan. Lalu, dunia saya terasa runtuh. Baca entri selengkapnya »

Bisakah berjodoh dengan ikhwan yang baik bila telah berzina?

Posted on Updated on

Abi…..boleh kan saya panggil abi….?saya seorang akhwat,22th,bidan.saya merasa sangat menyesal dengan hub cinta saya dengan seorang ikhwan yang saya sangat cintai dan sayangi, saya sudah berusaha setia terhadap dia, hub kami sudah 3 tahun 5bln 5hari, hub jarak jauh krena kita kuliah di tempat yang berjauhan.tetapi sebulan yang lalu si dia memutuskan saya hanya demi wanita lain yang baru dikenalnya, dia ngerasa dia sudah tidak cocok lagi dengan saya setelah dia mengenal wanita itu yang lebih baik dari saya dan bisa membuatnya tenang, dia minta ma’af karena sudah janji macam-macam ke sya dan sudah berzina.saya sangat menyesali perbuatan saya sama dia karena kita sudah berbuat zina tetapi demi Allah saya masih virgin,dia pernah bilang dia akan bertanggung jwab dan menikahi saya karena dia sudah yakin dengan saya, bahkan sya bertanya ke dia, apa kamu yakin??,p kamu sadar pa yang kamu ucapkan??dia mnjawab”sya sadar, saya ngelakuin ini karena sayang bukan karena nafsu”dan bodohnya saya percaya begitu saja dengan janjinya. sampai sekarang saya belum bisa terima perbuatannya yang telah memutuskan saya begitu saja, saya belum bisa ikhlas dengan ini semua, bahkan sya belum bisa memaafkannya. saya merasa menyesali cinta saya. entah pa yang saya rasakan sekarang, sya merasa masih sayang, masih cinta, masih berharap dia kembali. walaupun keluarga saya sudah mentah2 melarang sya mengubungi dia lagi. abi…saya bingung pa yang mesti saya lakukan???apa sya masih bisa mndapat Ikwan yang lebih baik???walaupun saya telah berbuat zina???

Jawaban M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »

Konsultasi: Putus cinta karena kurang apa?

Posted on Updated on

sya mau konsultasi tntng masalah cinta dn skr saya hbgn posisi sya sdah putus. ketika saya pacaran sma dia mulai long distance wktu itu dia masih kul di mesir dan skrg dia beradah di indonesia sudah lulus s1. saya kenal dia sjk kecil dlu, nah kita emang saudara dkat.
saya sdah pacaraan 4thn. dan dlu emg kita pngen untk siap lakukan niat rassulullah untk menikah, karna kmi br2 msih ada kak2 yg tertua blom nikah, kita hny bsa sabar dan pasrah untk mnghargain ka2 kmi.
skrg aku tgl jauh dari dia. dia d indonesia jadi hbg kmi long distances. pak ustadz, saya sayanggg bangt sma dia apa yg dia mau saya sllu berikan untk bikin dia senang dan bahagia. itu bukti sayang sya ke dia. aku terus yg hbgn dia sms,tlpn. krn aku tau dia ga pnya uang, krn blm ada kerjaan. itu yg saya hargain dan ngerti posi2 dia…skrg kmi br2 sudah pasrah dng berdah long distances.
knp ya ustadz klau kita br2 lg dkta kta akur2 ajah,.tpi klau jarak jauh sering ada keribuatan dan tak percaya satu2 sama lain.
skrg dia bedah dia bantuh org nya d toko, jdi ga prnah ada wktu untk ku. jdi dia minta untk sementar hbng kta cukup disini dlu? apa itu nama nya dia meputuskan aku ustadz??…aku kecewa dng dia, krn aku berikan ke dia kasih sayang lebih mensayangi diriku sendiri..
apa yg harus ku lakukan ustadz..aku mncoba melupakan dia..krn ini mungkin dia gak sayang lagi ma aku..aku bodoh ..mencintai orng yg hny bsa mensakitiin hati ku..kecewaain aku..apa salah ku ya allah…kurang baek apa aku ma dia…?? 😦 😦 hiks,,hiks..

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca entri selengkapnya »