Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh?

Posted on Updated on

saya seorang gadis 24 tahun dan belum menikah, saya mau bertanya sesuatu yang sangat mengganggu hati saya. [1] benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah tanpa bisa diubah?? [2] karena selama ini selalu gagal, sekuat apapun saya berusaha untuk mencari jodoh, apakah saya tidak perlu berusaha lagi?? dan menunggu takdir dari Allah saja?? [3] apakah jodoh itu perlu dicari?? kalo “iya”, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami??

Pertanyaan pertama, “benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah tanpa bisa diubah”, itu mengandung dua pertanyaan yang jawabannya berbeda. Karenanya, kita perlu menelaahnya satu persatu.

A) Benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah? Ya, benar. Bahkan, bukan hanya jodoh. Segala hal mengenai diri kita sudah ditetapkan/ditakdirkan oleh Allah ketika kita berada di rahim bunda. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni [1] rizkinya, [2] ajalnya, [3] perilakunya, dan [4] bahagia-celakanya.

B) Apakah jodoh (dan segala takdir lain) yang sudah ditetapkan oleh Allah itu bisa diubah? Ya dan tidak. Takdir itu tidak bisa diubah oleh manusia, tetapi dapat diubah oleh Allah. Allah SWT berfirman:

DihapuskanNya mana yang dikehendakiNya, dan ditetapkanNya mana yang dikehendakiNya, sebab di tanganNyalah terpegang Induk Kitab (Lauh Mahfuzh) itu.” (QS ar-Ra’du [13]: 39)

Lantas, karena jodoh (dan segala takdir lain) itu hanya bisa diubah oleh Allah, apakah sebaiknya kita menunggu takdir dari Allah saja tanpa perlu berusaha lagi?

Bukan begitu. Alih-alih, Allah dan Rasul-Nya telah mempersilakan kita untuk berusaha supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”). Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] suatu kaum sebelum mereka [berusaha] mengubah keadaan [yang ditakdirkan pada] diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13]: 11)

Rasulullah saw. pun telah mengajarkan doa istikharah (menurut hadits Bukhari, Ahmad, dll), yang isinya mengandung permohonan mengubah takdir-Nya:

Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka TAKDIRKANLAH dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. … dan TAKDIRKANLAH kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Singkatnya, supaya Allah mengubah takdir-Nya (dari yang “buruk” ke yang “baik”), termasuk dalam hal jodoh, kita perlu berikhtiar dan berdoa.

apakah jodoh itu perlu dicari??

Ya, perlu. (Dalilnya, QS ar-Ra’du [13]: 11, sudah kita simak di atas.)

kalo “iya”, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami??

Silakan simak artikel “konsep mencari jodoh secara islami”. Di sana, saya menjelaskannya sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqih.

About these ads

50 thoughts on “Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh?

    [...] jodoh Anda (atau pun takdir Anda lainnya), Anda perlu berusaha dan berdoa. (Lihat artikel “Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? ”.) Lantas, bagaimana konsep mencari jodoh secara [...]

    ikhsan said:
    3 Maret 2008 pukul 07:35

    pak, bukankah QS ar-Ra’du [13]: 11 adalah tentang merubah takdir? sedangkan jodoh itu kan dicari, bukan dirubah? jadi apakah dalil itu relevan?

    atapsenja said:
    3 Maret 2008 pukul 12:35

    wah, masalah jodoh menurut agama, ya?
    aku tak berani komen lebih, ah. tapi, aku percaya bahwa jodoh itu sudah memang sudah ditakdirkan. bisakah berubah? mungkin sulit tapi bukan tak bearti susah. artinya, siapa tahu yang yang benar2 tulus, diiringi doa, mampu mengugah dan mengubah surat takdir.

    M Shodiq Mustika responded:
    3 Maret 2008 pukul 22:58

    @ ikhsan

    Mencari jodoh merupakan bagian dari mengubah jodoh. Jika menunggu (dicarikan) jodoh, mungkin kau berjodoh dengan si X. Tapi kalau berusaha mencari jodoh, mungkin kau akan berjodoh dengan si Y. Jadi berubah, ‘kan?

    @ atapsenja

    ya, aku setuju dengan pendapatmu

      Husnul said:
      7 Februari 2012 pukul 14:53

      Assalamu’alaikum

      Katanya jodoh itu tidak bisa di ubah misalnya jodohnya si A ya tetap dia tidak bisa diubah ke si B. dan yang bisa diubah itu hanya sifatnya saja

    indra1082 said:
    4 Maret 2008 pukul 10:38

    Tidak perlu memaksakan jodoh bukan berarti tidak mencari, ikhtiar harus tetap dijalani.
    Pacaran 3 tahun lamanya sampai tunangan ternyata tidak jadi menikah, pacaran 3 bulan ternyata menikah berarti jodoh.
    Tidak disangka2 datangnya
    Bukankah “Allah SWT tidak akan merubah nasib sesuatu kaum selama kaum itu tidak berusaha merubahnya?”
    mudah2an bener…

    phuongnana said:
    4 Maret 2008 pukul 12:39

    This post is very hoting, and this blog is high ranked in
    the top blogs report
    . You can
    earn some money with a good blog
    like this.

    realylife said:
    4 Maret 2008 pukul 12:58

    menurut saya , jodoh itu yang penting ada usaha dan doa di dalam nya
    itu saja

      anggi said:
      13 September 2009 pukul 12:56

      Aku ga tau apa dengan usaha & doa aja cukup untuk dapat jodoh, buktinya aku udah berusaha dapatin jodoh aku malahan aku udah tunangan 4 bula lebih, udah daftar di KUA(udah hampir 1 minggu lagi mo merried) malahan gagal total semuanya hanya gara-gara keluarga aku punya dendam pribadi ma keluarga tunangan aku & mendadak tunanganku itu jadi cowo pengecut gara-gara diancam keluarga aku. Jujur gara-gara ini aku jadi sebel sama yang namanya cowo, sampai-sampai dimata aku cowo itu orang yang paling pengecut sedunia.

        Rzl said:
        17 Desember 2011 pukul 21:54

        Parah u jgn begitu ?? mau emang jd perawan tua ? Piss

          Pitulunge Ono said:
          14 Januari 2013 pukul 16:12

          kalo benci sama cowok ….nantinya gimana kalomau punya keturunan anak masa cewek sama cewek jadi anak……heeeee…eeee

    erander said:
    4 Maret 2008 pukul 17:00

    Saya sejurus dengan pak Ihsan .. jika kita mengunakan kosa kata mengubah, nanti malah sering membingungkan. Memang didalam ayat-ayat selalu mencantumkan kosa kata mengubah.

    Makanya saya cenderung dengan memilih. Bukankah memilih juga ingin mengubah jurusan dari jurusan yang jelek ke jurusan yang baik? sebelum kita sampai ditujuan (takdir).

    Jika kita sudah sampai di tujuan (takdir) bisa aja sih kita mengubahnya. Dengan cara balik arah. Nah, kalo dianalogikan dengan jodoh .. bisa jadi kita merasa ga cocok, langsung ingat kata mengubah .. langsung cari yang lain hehehe :lol: padahal maksud mengubah sebenarnya tidak melulu mengubah tapi lebih pada memilih.

    M Shodiq Mustika responded:
    5 Maret 2008 pukul 02:24

    @ indra1082
    Ya, saya sependapat.

    @ realylife
    Begitulah kesimpulan saya di artikel ini.

    @ erander
    Saya memahami dan memaklumi sepenuhnya pandangan Pak Eby. Saya rasa, Pak Eby khawatir kalau-kalau pembaca salah-paham, mengira bahwa “mengubah” itu identik dengan “mengganti secara total”. Padahal, makna “mengubah” itu jauh lebih luas.

    Umpamanya, ada suatu perilaku istri saya yang kurang berkenan di hati saya. Untuk mengubah jodoh saya ini, caranya tidaklah harus menceraikannya (lalu menikah dengan wanita lain). alih-alih, saya bisa menyesuaikan diri terhadap perilakunya atau bahkan mengubah perilakunya. Hasilnya, orangnya tetap, tetapi kejodohan (kecocokan) saya dengannya berubah.

    Saya sadar bahwa ada banyak orang yang belum memahami makna “berubah” yang luas seperti itu. Ini sebabnya, saya mengajak Anda menyusun penjelasan yang komprehensif (terutama dalam bentuk buku) mengenai bagaimana mengubah takdir yang benar, supaya mereka tidak salah paham lagi.

    erander said:
    5 Maret 2008 pukul 08:52

    Saya sekarang paham .. terima kasih atas pencerahannya. Dan mungkin harus dimulai dari mengubah apa yang ada bukan dengan MENGGANTI apa yang ada. Bukan begitu kira-kira pak??

    M Shodiq Mustika responded:
    5 Maret 2008 pukul 13:15

    @ erander
    Ya, Pak. Begitu. Sungguhpun demikian, saya tetap menghargai perbedaan pandangan. Bila Pak Eby lebih suka menekankan “memilih” daripada “mengubah”, it’s okay. (Saya sendiri lebih suka “mengubah” daripada “memilih”.)

    ryu said:
    6 Maret 2008 pukul 11:13

    Kalo takdir diartikan tidak berbuat apa-apa dengan berfikir akan datang sendiri, itu bukan takdir, tapi “putus asa”.
    Kalo takdir diartikan segalanya bisa kita dapatkan dengan menghalalkan segala cara, itu juga bukan takdir, tapi “takabur”.
    Hemat saya, takdir adalah bentuk keikhlasan kita menerima nikmat dari Allah setelah kita beriktiar sekuat tenaga. Jadi harus ada ikhtiar dan tawakal kemudian itulah takdir.

      DIDIK FORESTER said:
      3 Juli 2010 pukul 09:06

      setuju, pendapatnya masnya bisa di terima logika dan bisa juga di praktekan tpi .
      implementasi teori masnya sangat berat juga di laksanakan

    Nufail said:
    15 Maret 2008 pukul 20:01

    Saya memaknai bahwa jodoh itu adalah tetap sebuah pilihan yang harus diambil oleh manusia dengan usaha mencari dan ikhtiar tentunya.

    memang Allah telah menyiapkan jodoh seseorang,…….. namun jika pilihan itu tidak diambil/dijemput, maka takkan bertemulah orang tersebut dengan jodohnya. Salam…

    Fitri said:
    19 Juni 2008 pukul 09:01

    Asw.
    Sorry yakh, saya telah bergabung.
    Saya mau bagi sedikit pengalaman. Kebetulan nama saya “fitri” (l;aki-laki). Dulu waktu belum kawin dan punya pacar saya terkadang berpikir, gimana kalo saya (Fitri) kawin dengan cewek yang namanya juga “Fitri”. Pikiran itu hanya selintas saja, tanpa saya angkat menjadi doa. Suatu waktu saya kenalan ama awewe yang rupanya bernama “Fitri”. Setelah melalui jalan yang cukup panjang akhirnya dia jadi istri saya. Nakh, rupanya Yang Diatas mengabulkan lintasan pikiran saya tersebut. Jadi di sini ada peran yang namanya takdir (kejadian langka Fitri kawin dengan Fitri, yang rupanya merupakan jodoh yang Allah siapkan untuk saya) dan usaha (kenalan-pendekatan-penjajagan). Dan dalam usia saya yang sudah mendekati kepala 5, saya sangat meyakini kedua unsur pokok tersebut. Berbagai pengalaman saya telah membuktikan bahwa kedua hal tersebut saling berpengaruh menentukan arah hidup kita. Tinggal kita ikuti azza doa nabi Adam AS waktu mau diturunkan ke bumi, doa mohon kemudaan, dll.
    Gitu azza.
    Wassalam.

    [...] Tinjauan Biologis Ditulis pada 17 Juli 2008 oleh M Shodiq Mustika Dalam tinjauan biologis, apakah takdir tidak bisa kita ubah (dengan seizin Tuhan)? Dengan kata lain, apakah gen yang diwariskan orangtua kepada anak bersifat [...]

    qiqok said:
    18 Juli 2008 pukul 13:46

    jodh dah ditakdirin ma Allah kapan and dimana ketemu nya yah ya gak tau, menurut Allah ajalah yang mana baiknya.
    kalo aku sering banget neh,…. setiap tahjud apa gak mau tidur, ngucapin salam buat ‘dia’ yang aku gak tau di mana, assalamualaikum, ngucapin nya ya diresapin banget, kadang sampe netesin air mata,,,yah sapa tau aja telepati, jadi dia bisa denger gitu, paling gak dia ke inget dengan siapa jodoh nya kelak……

      ayu said:
      6 Mei 2012 pukul 19:14

      ya ampun…so sweet banget, kalo emang bener ngucapinnya sambil khusyuk gtu, mngkin dia disana juga ngerasa di hatinya, meskipun gag begitu paham …

    Pria said:
    12 Februari 2009 pukul 13:26

    Bagaimana cara menjelaskan Kepada Otang tua kita yang pemahaman tentang Agamanya masih kurang???
    Karena saya pernah coba menjelaskan tentang bagaimana saya akan mencoba mencari pasangan hidup saya, dan saya menyampaikan bahwa saya berencana tidak akan pacaran…. tapi mereka tidak bisa menerima itu, mereka beranggapan…bagaimana kamu akan membina dan mendapat kebahagiaan tanpa mengenal dam memahami calon istri kamu luar dalam. begitu kata mereka…. ada saran cara menyampaikan pandangan tentang jodoh kepada orang tua???

    M Shodiq Mustika responded:
    18 Februari 2009 pukul 03:02

    @ pria
    Gunakanlah bahasa yang lebih mudah dipahami oleh orangtuamu. Diantaranya, pakailah istilah “pacaran” atau “pacaran islami”. Lihat artikel Mengapa pakai istilah “pacaran islami”

    Nufus said:
    29 April 2009 pukul 00:20

    bagaimana kalau seandainya kita sudah benar-benar berusaha untuk merubah takdir kita dengan cara berkali-kali melakukan pacaran islami,tapi semuanya gagal dan itu membuat kekecewaan besar dalam diri dan jadi berfikir,” tak perlu mencari, nanti juga datang sendiri”.
    bagaimana ya pak cara untuk menjadikan hati kita benar2 ikhlas dan tidak kecewa?

    m i hasan sadili said:
    30 Mei 2009 pukul 15:14

    aku seorang laki2 yang kurang beruntung dengan wanita .tetapi hasrat nafsuku gede tapi aku udah berusaha untuk cari istri tapi ga ada yang mau juga sekarang aku kuliah di universitas swasta usia ku 24 th.kalo yang ada yang mau boleh telpon ke 085659911019

    Harry lesmana said:
    26 September 2009 pukul 00:10

    It kamu salah besar,kl kmu blang cow paling pngecut sdunia.It brarti kamu ego,brfikir atas nafsu kamu,dalam arti kmu hanya melihat masalah cuma dari diri kamu,karna kamu memakai ego,coba fahami lbh dalam,mungkin dia bukan jodoh kamu,karna apa,karna allah,alah mngtahui ap yg tdk kmu ktahui,yg namanya nikah bukan hny qt tp keluarga jg,sprti apa jd ny kalo ada dndam antra kluarga?Lihat lah kedepanya jika kmu memaksakan mnikah dgnny ?1thn kdpan ato 5thn kdpan?Ada sbab ada akibat,emg susah kalo qt ga mau menyampingkan ego ato nafsu qt terlebih dahulu,yah ku ngerti rasanya cinta,aplg tb2 cow td jd pngcut,psti kcw bngt,krn dia brblik mnjd sprti it,mungkin ada yg lbh baik dr pd dia,kl dia bgus dia ga kn jd pngcut,psti mju trus kl dia emg cinta,emg sush brurusan dgn prasaan,tp kalo qt menyampingkan ego prasaan qt lbh dulu,qt psti bisa nerima ap yg tlh terjdi ma kita,sprti aq,bru nikah 3 bulan istriku meninggal dalam hamil,pdhal aq pcran ma dia slama 2 thun jrak jauh,hny 2x brtmu,batam bangka,lbh parah kan dr pd kamu,awlny aq brontak,tp aq sadar it lah takdir ku.So jgn bilang cow it pngcut sdunia.

    Beben said:
    15 November 2009 pukul 10:25

    ” Tuhan lebih tahu yg terbaik buat Kita”

    her said:
    28 November 2009 pukul 07:34

    jawaban yang punya blog ini tidak memuaskan… sebaiknya googling dulu atau cari referensi buku yang membahas tentang takdir… baru kemudian bicara… jangan cuma menggunakan sedikit referensi karena sedikit referensi sedikit pengetahuanya sehingga nanti bisa memberikn arti yang salah… utamakan profesionalisme n intelektual….

    amel said:
    5 Desember 2009 pukul 09:43

    aku pengen nikah,tapi lum ketemu jodohku..mgkin ada yg bs bntu aku??????

      Andy said:
      24 Mei 2011 pukul 14:28

      Bersabarlah….

    Mufiany's Blog said:
    15 Desember 2009 pukul 13:16

    [...] Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? Walau sudah ditakdirkan Allah, Dia telah mempersilakan kita untuk berusaha supaya Dia mengubah takdir-Nya. Rasulullah pun telah mengajarkan doa istikharah yang isinya mengandung permohonan mengubah takdir-Nya. Possibly related posts: (automatically generated)Definisi Pacaran [...]

    kuro said:
    4 April 2010 pukul 00:42

    I do believe.it ajah wes sementara.

    Yesa said:
    5 April 2010 pukul 19:47

    Aq ingin menikah, umur aq 26 th.tp aq blm menemukan jdh aq.bantu aq tuk bs suka dg seorang laki2.dan bgai mana caranya agar laki2 bs suka sama aq.krn aq tdk miliki bntuk tbh yg menarik.

    Andy said:
    24 Mei 2011 pukul 14:27

    Ass,
    Saya seorang pria yang sedang mencari-cari, saya ingin menanyakan bagaimana saya tahu bahwa saya cinta dengan orang itu ?
    Apakah cinta = suka ?
    Kalau tentang suka, saya banyak yang suka dengan banyak orang. Terima kasih.

    hamba Allah said:
    28 Mei 2011 pukul 22:51

    subhanallah teman2 saya golongan dari kaum hawa yg membaca komentar2 kalian jadi merasa tidak nyaman dengan percekcokan kalian, kalian sudah pasti kenal dengan kasih sayang khn? sebenarnya ide dan pendapat itu harus dijadikan persoalan untuk memadukan ke akraban, yang pasti jodoh itu ada, terkadang rasa takut dan was2 tak luput dari hati kita, kalian tau kenapa saya bisa berkata spt ini, karna saya lebih sedikit paham dari arti diri saya didunia ini sebenarnya,
    saya dilahirkan yang pasti takdir saya telah ditentukan, saya berusaha dengan keyakinan, ketika keraguan hinggap didiri saya, saya memahami sosok sheithan menggoda saya, kemudian saya melihat isi kandungan Alqur’an yg didalamnya berisi tentang semua isi dunia, yaaa saat ini saya bersandar dengan doa dan usaha, terima kasih assalamualaikum

    harry nyo said:
    26 Juni 2011 pukul 20:17

    malah bingung q dengan bnyaknya pendapat… pokoknya usaha,doa,husnudhon&ikhlas aja dech…

    Antareja Sanggabuana said:
    11 Juli 2011 pukul 10:52

    soal takdir jodoh……mungkin gak sih kita bisa “salah milih” jodoh. Misalnya selama ini kita udah dekat dengan gadis A, ditengah jalan karena sesuatu hal kita menjadi tertarik dengan gadis S, dan kemudian menikah dengan si S. Setelah berjalan beberapa tahun, timbul rasa “penyesalan” karena ternyata dengan S kita tidak cocok…….nah, dimanakah letak takdir dalam situasi tersebut….? mohon pencerahannya Mas…..

    ana said:
    14 Juli 2011 pukul 21:06

    pak saya tanya, seandainya ada seorang yang mendatangi peramal, kemudian peramal itu mengatakan bahwa kamu akan berjodoh dengan si A. tapi dia berusaha menolaknya karena dia tidak menyukainya. apakah yang harus dilakukan orang itu paka? padahal dia sangat menyukai pacarnya. apakah jodoh bisa diubah denagn kita berusaha untuk tidak dekat denagn si A. apakah itu adalah takdir yang harus dilaluinya pak? mohon bimbingannya.

    ADX said:
    4 Agustus 2011 pukul 08:14

    Konsep Takdir:

    Takdir sememangnya tidak boleh diubah oleh tangan manusia.Kalau kita mampu merubahnya bermakna kita telah mengatasi kuasa tuhan.sedangkan kita cuma manusia.Apa makna “MENUKAR TAKDIR”? adakah kita akan tahu apa yang akan terjadi esok? bolehkah kita mengubah atau menukar sesuatu yang kita tidak tahu apa yang ditakdirkan untuk kita? pastinya tidak releven untuk merubah sesuatu yang kita tidak tahu.jadi isu menukar takdir ialah sesuatu yang tidak logik.

    USAHA juga adalah sesuatu yang telah ditakdirkan bagi kita. samaada kita berusaha atau tidak juga sudah ditetapkan. jadi tidak perlu risau apa yang akan berlaku esok apakah kita berusaha atau tidak sudah ditakdirkan juga.

    KONSEP berserah kepada takdir juga harus difahami secara total.Setiap hari sebenarnya kita telah pun berserah kepada takdir masing-masing baik yang berusaha atau tidak kerana mengikutkan takdir tuhannya. jadi apakah adil jika kita ditakdirkan ke NERAKA kerana kita ditakdirkan kearah kejahatan?Ingatlah asma ul husnanya…ALLAH MAHA ADIL.

    [...] jodoh Anda (atau pun takdir Anda lainnya), Anda perlu berusaha dan berdoa. (Lihat artikel “Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? ”.) Lantas, bagaimana konsep mencari jodoh secara [...]

    cewek ngejar cowok. « Riarien's Blog said:
    5 November 2011 pukul 09:09

    [...] cewek tak perlu ikhtiar untuk dapetin jodoh terbaik bagi dirinya? perlu, dong! (lihat artikel “karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh?”), cuma, caranya mesti elegan, biar gak terkesan cewek murahan. mau tahu? oke. nih, aku kasih [...]

    agendamerah said:
    19 Januari 2012 pukul 18:02

    [...] jodoh Anda (atau pun takdir Anda lainnya), Anda perlu berusaha dan berdoa. (Lihat artikel “Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? ”.) Lantas, bagaimana konsep mencari jodoh secara [...]

    Anna Salsabila said:
    25 Mei 2012 pukul 11:07

    Pembahasan masalah takdir memang selalu menarik dan beragam. Sulit sekali menemukan pembenaran yang mutlak, karena takdir adalah misteri ilahi. Takdir itu mungkin pilihan manusia namun lebih tepat merupakan ketentuan Allah yang sudah pasti. Tak satupun dari kita manusia yang mau ditakdirkan menjadi miskin, mati karena kecelakaan atau tidak menikah seumur hidup. Tak ada yang ingin seperti itu tentunya. Semua dari kita tentu berupaya memiliki kehidupan sebahagia mungkin dan seberuntung mungkin. Manusia berupaya dengan bekerja keras, berhati-hati dimanapun dia berada, dan mencari banyak kenalan agar mudah mendapat jodoh. Namun berhasil atau tidaknya usaha-usaha tersebut hanya Allah yang menentukan. Jadi usaha terbaik bagi kita manusia adalah ihktiar, berdoa dan bertawakkal. Percaya dan yakin-lah bahwa Allah SWT Maha Pengasih dan Penyayang. ;)

    Ryzky Widi said:
    23 Juni 2012 pukul 18:47

    Assalamualaikum …

    Sebenarnya saya ingin berkomentar singkat tentang jodoh …

    Jodoh memang Allah SWT yang menentukan, tapi kita boleh usaha boleh tidak. Misalnya, saya ditakdirkan berjodoh dgn gadis A, yang sekarang jelek, jahat … Maka apa usaha saya untuk jodoh itu …? Hanya 1, yaitu doa … Krn dengan doa, Allah SWT akan merubah takdir saya, bagaimana, dengan merubah apa yang kita doakan itu, seperti merubah wajah dan sifatnya jadi manis, dan cantik, tapi jodoh saya tetap si A …

    Wassalamualaikum

    Ryzky Widi said:
    23 Juni 2012 pukul 19:00

    Assalamualaikum …

    Menyambung komentar saya diatas (maklum pakai mobile) selain itu kita jg bisa berdoa untuk mempercepat bertemu dgn siapa jodoh kita … Meskipun kita tidak berusaha, tetap bisa bertemu dgn dia, tapi nanti, beberapa bulan atau tahun lagi … Karena menurut jodoh, doa itu juga usaha … Karena usaha kita hny berdoa n beribadah. Dan, yakinlah dengan jalan Allah yg ditunjukkan pada kita, seperti angka yang dekat dengan jalan hidup kita, atau bidang pekerjaan kita …

    Wassalamualaikum …

    umar said:
    26 Agustus 2012 pukul 06:21

    jodoh itu seperti rejeki biarpun udah di tentukan tapi juga harus di cari,,,masalah baik dan buruk itu soal pilihan,,,begitu juga rejeki mau cari yg halal/haram semua udah jelas,,,,,

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s