Jodoh adalah urusan besar. Dengan suami/istri kitalah, kita jalani sebagian besar dari tahun-tahun kehidupan kita. Namun, seringkali memilih jodoh tidaklah mudah. Banyak orang diantara kita yang kebingungan, “Diakah jodoh yang terbaik bagi saya?”
Untuk mengatasi kebingungan itu, Islam menawarkan solusi yang unik berupa istikharah. Dengan adanya solusi ini, muncullah buku-buku mengenai istikharah supaya pembaca memahaminya dan mengamalkannya.
Lantas, kalau sudah ada banyak buku mengenai istikharah, mengapa buku [Istikharah Cinta] ini hadir ke hadapan Anda? Apakah ikut-ikutan saja?
Tentu tidak ikut-ikutan. Buku [Istikharah Cinta] ini memiliki keistimewaan tersendiri. Diantaranya adalah menghadirkan beragam sudut pandang sekaligus dalam satu buku. Ringkas tapi padat. Selain tinjauan fiqih, berdasarkan Al-Qur’an dan hadits yang shahih, buku ini memuat pula tinjauan aqidah, akhlaq, psikologi, matematika, dan lain-lain. Buku ini dilengkapi pula dengan pemaparan beberapa kisah nyata perihal istikharah pranikah.
Dengan banyaknya sudut pandang itu, ternyata buku [Istikharah Cinta] ini mampu pula menghadirkan informasi-informasi baru yang akan memperkaya wawasan Anda, disamping menjadikan jiwa Anda lebih tenang. Jadi, insya’Allah buku ini sangat cocok bagi Anda.
***
Itulah kutipan dari “Prakata” buku Istikharah Cinta: Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal (Jakarta: Qultum Media, Desember 2007), hlm. v-vi. Adapun komentar pembaca naskah buku tersebut adalah sebagai berikut.
“Buku ini tidak hanya mengandalkan tema yang banyak dicari dan dibutuhkan saja, tetapi juga mengandalkan cara penyajian yang berasa sekaligus intelek. Karena saat ini buku bagus sulit dicari, jangan lepas buku ini dari tangan Anda sebelum kelar dibaca.” (M. Irfan Hidayatullah – Penulis dan Ketua FLP Pusat)
“Membaca buku ini tidak hanya mengasyikkan karena daya tarik “cinta” itu sendiri, tapi memberi pemahaman dan wawasan lengkap mengenai semua aspek mencari jodoh yang terbaik, plus keterampilan bagaimana mengikhtiarkannya. Membacanya, saya disadarkan kembali pada hakikat istikharah itu sendiri, sebagai sebuah perjuangan panjang yang tidak pernah selesai. Cinta tidak turun begitu saja menimpa kepala kita. Sangat berguna untuk panduan orang muda jaman sekarang, bahkan yang sudah menikah sekalipun.” (Riana Ambarsari – penulis & pembuat kue handal)
“Mencari jodoh, menentukan pendamping hidup di masa depan, membutuhkan pertimbangan logika dan takdir masa depan dengan segala kemisteriusannya. Untuk itu, Allah telah membekali manusia dengan istikharah yang ampuh mengatasi kegalauan hati saat proses mencari jodoh. Sesungguhnya, seberapa pentingnyakah peran istikharah dalam menentukan jodoh yang tepat? Jawabannya segera Anda temui dalam buku Istikharah Cinta ini.” (Vani Diana – penulis)
Pingback: Konsultasi: Tak sabar menanti jodoh « Tanazhur PraNikah
@ Wahyu
Boleh numpang “promosi”. Silakan. Semoga berhasil.
@ Ummi
Akh dan ukht tersebut perlu lebih banyak berkomunikasi, baik langsung tatapmuka maupun lewat media. Untuk memperlancar komunikasi itu, manfaatkan “agen cinta”.
Pingback: Konsultasi: Tak sabar menanti jodoh « M Shodiq Mustika
jek.. kamu dimana si ? kok no hp kamu asing……..
aku saat ini bingung mutussin problem cintaku
aku sudah minta petunjuk dari alloh melalui sholat. tapi aku juga butuh advice dari temen2..
kalo misal anda yang mendapat masalah ini gimana mutusin nya?
pacar ku pelit dan suka bohong .. tapi dia baik ama kedua ortu ku .. gimana yaaa ? putus ato jalan
@ Erna
Jika sifat pelit & suka bohong itu merupakan masalah prinsip (sangat penting) bagimu, mintalah dia berubah. Beri dia waktu secukupnya untuk berubah. Kalau tidak bisa berubah, barulah pertimbangkan untuk putus.
Pingback: Sudah lama istikharah, perlukah istikharah lagi? « M Shodiq Mustika
Pingback: Dalam bercinta, wanita membutuhkan foreplay « M Shodiq Mustika
Pingback: Manakah situs ta’aruf yang bertujuan nikah? « M Shodiq Mustika
Pingback: Konsultasi: Pacar si dia nonmuslim « M Shodiq Mustika
Pingback: Petunjuk aneh bin ajaib itu dari Tuhankah? « M Shodiq Mustika
Pingback: Teks & Terjemah Doa Istikharah « M Shodiq Mustika
Pingback: Konsultasi: Suami Selingkuh & Menghamili Ceweknya « M Shodiq Mustika
Pingback: Bercinta dengan Pria Hiperseks Yang Telah Beristri « M Shodiq Mustika
Assalamu’ala’ikum..
salam silaturahmi….
nama saya atun, saya sangat tertarik membaca semua ini. oleh karena itu saya ingin curhat sama masalah yang sedang saya hadapi, dan saya berharap saya akan mendapatkan jawaban atas kebimbangan hati saya.
saya mempunyai pacar, dan hubungan ini sudah berlangsung selama hampir 7 tahun tapi kami hubungan jarak jauh karna di atinggal di jakarta dan saya tinggal di sumatra, tapi sampai saat ini saya belum menerima kepastian apapun dari pacar saya, dengan alasan study yang belum selesai.
selama saya menjalani pacaran dengan dia selama 2.5 thn saya juga menjalin hubungan lagi dengan rekan kuliah saya, hubungan kami juga sangat dekat,pacar saya yang di jakarta tahu hubungan saya karna saya memang tidak bisa membohonginya, ya pada akhirnya yang ada saya dan pacar ke2 saya hanya putus nyambung begitulah seterusnya hingga dia meninggalkan saya untuk bekerja di luar negeri, yang saya herankan selama dia di luar negeri bukan dia berusaha melupakan saya malah dia merencanakan untuk melamar saya, tapi saya tolak karna saya sudah punya pacar yang jauh direstui oleh keluarga saya, wlau dalam hati sya juga terluka karna harus melukai orang yang sangat berharap pada saya.
tapi lambat laun kami berdua mengerti posisi ,masing2.
lalu ketika saya bekerja saya bertemu lagi dengan pria sekantor saya dan pada akhirnya di amenyatakan perasaannya padaku, waktu itu saya justru sangat terpukul karna dia yang begitu perhatan denganku malah orang non muslim. awalnya saya bisa bersikap biasa saja, akhirnya saya lama2 dekat tapi saya juga sudah jelaskan bahwa diantara kami tidak mungkin bisa bersama karna saya sudah punya pilihan lain dan yang paling prisip adalah bawa kami beda agama. sampai akhirnya dia berkeputusan untuk keluar dari kerjaan, saya pikir dia sudah bisa menerima jawaban dari saya. tapi ternyata sampai saat ini dia masih mengharapkan saya mau ikut dengannya…
dan pada kesempatan ini saya ingin sekali meminta nasehat, bagai mana saya harus menyikapi hal ini? karna terus terang juga ada sedikit perasaan yang lain di hati saya pada orang yang di luar negeri dn orang yang dulu sekantor dengan saya, tapi sungguh, pilihan saya tak pernah berubah, saya tetap pada pacar saya yng pertama.
tapi tolog berikan saya saran, bagai mana saya harus bersabar atas semua ini, karna dari dulu kenapa selalu ada saja lakii2 lain yang mencoba masuk dalam hubungan saya dengan pacar pertama saya,justru kenapa orang ke3 dari kami kenapa selalu lebih perhatian dan serius pada saya, sedangkan orang yang saya tunggu2 sampai hampir 7 thn ini tak pernah beri saya kepastian apapun… tolong saya pa ustadz..
apaah saya harus memilih orang yang lebih serius lagi dengan saya atau saya harus lebih bersabar atas orang yang telah disetujui oleh keluarga? demkian cuthar saya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.. Wassallami’ala’ikum…
@ atun
wa’alaykumussalaam… Jawabanku di “Konsultasi: Saat si dia kurang perhatian dan muncul orang ketiga”
Salaam…Ana setuju sangat mengenai apa yang dibicara dalam buku ini.Terlalu ramai manusia yang kita jumpa dan kadangkala kita tak tahu siapa yang bakal menjadi pasangan.Maka sebagai individu muslim kita punya panduan yang Allah berikan sama ada melalui Al-quran dan As-Sunnah.Di luar sana memang ramai lelaki dan wanita yang handsome dan cantik tapi itu semua bukan ukuran untuk mewujudkan kebahagian dalam sesebuah rumahtangga itu.Cukuplah sekadar sedap dipandang.Bagi Ana sekiranya individu itu mempunyai agama dan beriman dengan sebenar-benarnya dan juga menjadikan Islam sebagai cara hidup adalah pasangan yang ideal.Rupa paras bukanlah keutamaa.n
Pingback: Diakah jodoh yang terbaik bagi saya? « M Shodiq Mustika
Pingback: Curhat: Sebel Tapi Rindu « M Shodiq Mustika
Pingback: Konsultasi: Saat si dia kurang perhatian dan muncul orang ketiga « M Shodiq Mustika
Pingback: Konsultasi: Saat si dia kurang perhatian dan muncul orang ketiga « Pacaran Islami
Pingback: Konsultasi: Suami Selingkuh & Menghamili Ceweknya « Muslim Romantis
Pingback: Diakah jodoh yang terbaik bagi saya? « Muslim Romantis
Pingback: Bercinta dengan Pria Hiperseks Yang Telah Beristri « Fiqih Asmara
Pingback: Konsultasi: Lantaran perbedaan, haruskah mengakhiri hubungan? « M Shodiq Mustika
Pingback: Konsultasi: Lantaran perbedaan, haruskah mengakhiri hubungan? « Pacaran Islami
Pingback: Konsultasi: Bagaimana Akhwat Mengatasi Virus Merah Jambu « M Shodiq Mustika
Pingback: Konsultasi: Bagaimana Akhwat Mengatasi Virus Merah Jambu « Fiqih Asmara
Pingback: Kesalahan Istikharah SBY dalam Memilih Cawapres Boediono « M Shodiq Mustika
Pingback: Kesalahan Istikharah SBY dalam Memilih Cawapres Boediono « Tuntunan Islam
istikharah adalah ikhtiar, usaha dan proses pencarian. kalaupun salah ada satu sisi positif. kalau benar ada dua sisi positif. yang salah mungkin bukan istikharahnya… serahkan pada yg di atas
Pingback: Konsultasi: Supaya Si Dia Kembali untuk Selama-Lamanya « M Shodiq Mustika
Pingback: Konsultasi: Ibu Suruh Menyuap 80 Juta Agar Jadi CPNS « M Shodiq Mustika
Pingback: Dapatkah mengembalikan rasa cintanya dengan shalat tahajud? « M Shodiq Mustika
Pingback: Dapatkah mengembalikan rasa cintanya dengan shalat tahajud? « Panduan Shalat
Pingback: Konsultasi: Ibu Suruh Menyuap Rp 80 Juta Agar Jadi CPNS « Tasawuf Cinta
Umurku 5 September nanti 40 tahun sampai sekarang belum punya istri, pacar juga ga ada. Bukan sebenernya lagi pengen banget sih berkeluarga, so banyak godaan. Ya aku sih cuek aja lah laki2 ini. Aku punya pengalaman yang ngga enak dengan istikharah bisa di bilang trauma bisa juga ngga apa2. Ceritanya aku minta ke ibuku dicarikan calon istri buat aku. Aku dikenalkan sama sesorang guru tk sekaligus guru ngaji. bangga dan bahagia banget. Dia aku suruh istikharah tapi apa jawabannya dia bermimpi masak nasi ternyata jadi bubur terus dia ceritakan ke aku dan sampai disitulah kita tidak jadi, padahal aku serius dan tidak main2. Memang sih awalnya ibuku tidak setuju aku menikah so masih ada kakakku laki2 yg kebetulan jadi kepala keluarga di rumah (bapak sdh meninggal) yang sampe hari ini belum menikah juga umurnya hampir kepala 5. Sebulan yang lalu ibuku meninggal dan sekarang aku pun tidak bisa berharap apa-apa lagi.
Assalaamualaikum…… tidak merugi orang yg musyawarah & tidak menyesal orang yg istikharah kalau menurut Saya istikharah, dhuha & tahajjut adalah inti dari permasalahan saja. Yang terpenting buat Kita adalah meningkatkan kualitas ibadah Kita. oc? Wallahu ‘alam bish-shawab trimakasih untuk semuanya Wassalaamualaikum……..
..Gadis Kerudung Putih pujaan….Semoga Cinta Kita Abadi…..
aku saat ini bingung, apa yang harus ku lakukan.
saat ini usiaku 27 tahun,pngen cepet nikah. n cowokq 28 tahun.
kami 5 bln pacaran. aq kerja, dia jg udah. tapi dia suka berbohong tentang identitas dirinya..lom mau kl di ajak kerumah.katanya nanti.kl masalahnya dh kelar..waktu mulai hubungan dg ku, dia bilang kl dia dijodohkan ma sodaranya, tapi dia jg g mau lepasin aq.kl aq ajak berteman az, dia bilang jangan katakan itu skr. apa arti kata-katany itu?apa yg seharusnya aq lakukan, sedangkan skr aq dh g mo pisah ma dia….aq takut kl dia nt tinggalin aq..dia jg bilang g pernah mempermainkan wanita.kata2 itu yang menguatkan aq skr.tolong ya?apakah nt dia akan permainkan aq…q dh usaha melalui sholat, tp lom ada kepastian ato petunjuk yang aku dapatkan..thx atas balasannya
Buku istikharah cinta?hemmm…dari judulnya saja dah keliatan kalo isinya pasti menarik. Ya, menarik, karena kita dihadapkan pada pilihan hidup yang akan menemani kita nanti di akhirat. Layak untuk dibaca nih
Pingback: Konsultasi: Supaya Si Dia Kembali untuk Selama-Lamanya « Suara Mustika
saya di malaysia.bagaimankah caranya untuk saya mendapatkan buku ini??
Wach….pasti menarik nich….
saya harus baca nich,,,insya Allah dapat jodoh sesuai yang saya harapkan
mohon klarifikasi pak…
http://jampang.multiply.com/journal/item/537
mohon klarifikasi pak…
http://jampang.multiply.com/journal/item/537
banyak manfaat dlm arsip ini
tak ada istilah pacaran dalam islami, apa yang anda katakan apa anda berani bertanggung jawab dengan apa yang anda katakan dalam blog anda