Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya

Posted on Updated on

ustadz tolong saia ustadz sebelum saia terus melakukannya… berdosakah saia bila saya melakukan hal ini: bila saia kangen sama pacar saia berimaginasi bahwa bantal guling atau kasur seolah pacar saia. sehingga saia memeluk, mencium, ‘mestubui’, aneh memang tapi itulah yang saia lakukan. saia merasakan kepuasan tersendiri saat melakukannya, bahkan sampai ‘tumpah’ dan mesti mandi besar. saia melakukan hal tsb tentunya karena tidak berani melakukan dengan pacar saia. sekian…terimakasih ustadz.

Mengenai hukum onani/masturbasi, sebagian besar ulama mengharamkannya. Sebagian ulama seperti Imam Hanbali dan Ibnu Hazm menghalalkannya. Sedangkan ulama-ulama Hanafiah membolehkannya dalam keadaan “takut berbuat zina” dan “tidak mampu kawin”. (Lihat Halal dan Haram dalam Islam.)

Di sini aku tidak hendak memperdebatkan hukumnya. Aku lebih tertarik untuk mengemukakan solusinya. Cara-cara untuk mengatasi kecanduan masturbasi itu diantaranya sepuluh langkah berikut ini.

1) Yang terpenting, yakinlah bahwa kau mampu mengatasi masalah ini. Kau sudah mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu, tentulah kau juga mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani.

Untuk memperkuat keyakinan diri itu, biasakanlah diri mengucap dzikir yang relevan, seperti: “Tetapi di sisi Allah-lah tempat kembali terbaik.” (QS Ali ‘Imran [3]: 14)

2) Cari tahulah apa saja keadaan-keadaan dirimu yang memicu dirimu membiasakan diri melakukan masturbasi. Misalnya, kau biasa bermasturbasi setiap kali merasa kesepian, bosan, atau tertekan (stres). Kalau memang begitu, waspadalah dirimu setiap kali berada dalam keadaan begitu.

Dalam keadaan begitu, tanamkanlah kembali keyakinanmu bahwa kau mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani. Atasilah berbagai keadaan yang tidak nyaman itu dengan solusi lain yang tidak bersifat seksual. Misalnya dengan cara berdzikir.

3) Temukanlah sebab-sebab mengapa kau mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu. Lalu berlakukanlah hal-hal yang relevan dengan kasus kebiasaan masturbasimu. Misalnya, kalau kau mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu karena kau menghargai dirinya setinggi-tingginya, maka hargailah juga dirimu sendiri setinggi-tingginya.

4) Hindari menyendiri! Selalulah bersama orang lain (yang tidak membangkitkan rangsangan seksual), kecuali bila terpaksa.

Bila terpaksa menyendiri, misalnya di kamar mandi, jangan berlama-lama! Lima menit sudah cukup.


Fabbriciuse learns masturbation

Bila kau membutuhkan waktu yang relatif lama ketika menyendiri (misalnya di kamar mandi) lantaran berbagai aktivitas sekaligus, pisahkanlah aktivitas-aktivitas itu. Jadi, mandi, keramas, gosok gigi, dan lain-lain, hendaknya dilakukan dalam waktu yang tidak bersamaan.

5) Di tempat tidur, singkirkanlah jauh-jauh guling dan barang-barang lain yang dapat kau gosok-gosokkan ke alat kelaminmu. Selain itu, pakailah celana dan baju tertentu yang membuatmu sulit bermain-main dengan alat kelaminmu.

Setiap kali kau merasa nafsu birahimu memuncak di tempat tertentu (misalnya di kamar mandi atau tempat tidur), beranjaklah dari situ. Pergilah ke tampat lain. Temuilah orang-orang, ngobrollah tentang apa saja yang jauh dari rangsangan seksual.

6) Di mana pun, hindari pornografi atau pun yang semi porno. Jagalah pandangan mata dan pendengaran telingamu dari segala yang membangkitkan birahi.

7) Setiap kali bangun tidur, segeralah bangkit dengan penuh antusias. Jangan bermalas-malasan.

8) Sibukkanlah dirimu dengan berbagai aktivitas yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual. Utamakanlah aktivitas yang dilakukan bersama orang lain.

Misalnya, kau suka membaca buku dan main catur. Ketika kau merasa nafsu seksualmu bangkit alias terangsang, lebih baik main catur bersama orang lain daripada membaca buku sendirian.

9) Sibukkanlah juga pikiranmu dengan berbagai hal yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual.

10) Bila perlu, mintalah bantuan profesional dari ahlinya, seperti psikolog dan psikiater.

About these ads

51 thoughts on “Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya

    choky said:
    4 September 2008 pukul 20:51

    hm…m…m..m ” sampai segitunya…”

    ArDi said:
    4 September 2008 pukul 21:11

    terima kasih pak atas jawabannya
    ternyata apa yang saia lakukan sama dengan onani ya
    saia kira berbeda sehingga saia terus melakukannya
    sekali lagi terima kasih pak ustadz

    sisuma said:
    5 September 2008 pukul 21:35

    argumentnya profesional sekali, seperti sudah pengalaman saja..
    padahal gampang klu mau menghindar dari hal yang tidak bermanfaat, selalu sibukkan dirimu dengan membaca dan mengkaji Al-qur’an, beres..!!!

    andi8lumut said:
    6 September 2008 pukul 00:12

    bagus it memang solusi yg tepat. trima kasih

    Rini Oktavia said:
    6 September 2008 pukul 13:53

    sibukkan diri dengan aktivitas positif dan banyak bergerak. Dan seringlah mengingat Allah

      agus said:
      24 Maret 2012 pukul 12:09

      tetap berpegang teguh di jalan Allah

    MNR said:
    6 September 2008 pukul 18:55

    detil sekali pejelasananya…
    Tapi kenapa ada gambar orang yang mandi yaaaa hem…..

    katie4zee said:
    7 September 2008 pukul 02:19

    nonton film SUPERSTAR,
    makes you feel stupid kalo sampe masturbasi.
    hahaha…

    AlvinTardy said:
    8 September 2008 pukul 04:43

    Shaum/shiyam (puasa) ok juga.

    Bersuara sexy berdosakah? « Pacaran Sehat said:
    9 September 2008 pukul 14:49

    [...] Jika teman saya (Pr) tlp ke pacarnya ( lk2 )…. meskipun nada bicara teman saya ini ( Pr ) tdk mendesah tetapi pacarnya jadi ‘ maap ‘( ereksi ) gmn ya Pak,…? apakah teman saya ini berdosa ? Bagaimana caranya spy hubungan pacarannya ini baik tanpa ada hal seperti ini. [...]

    virna said:
    9 September 2008 pukul 19:40

    pak ustadz, saya masturbasi sejak kls 1 smp, sekarang saya sudah kuliah, dan sulit sekali menghentikan kebiasaan ini, bapak ada alamat pesantren / pengobatan untuk terapi kebiasaan saya ini?, saya bingung mau curhat ke mana, karena saya wanita..

      abdul said:
      30 Juli 2009 pukul 11:14

      byk2 hadiri majelis taklim aja neng, n klo bs buru2 cari psangan n meried dh, tp klo lom bs y coba brpuasa sunah senin klamis,insya allah bs mnekan syahwat

      riyan said:
      8 Desember 2009 pukul 18:08

      q bisa mmbantumu menghilangkan kebiasaan itu q tunngu di 085739746724

    chandra said:
    11 September 2008 pukul 15:13

    kuk bisa sape bgitu

    nyurian said:
    12 September 2008 pukul 05:50

    tapi, tetep susah paak…

    M Shodiq Mustika responded:
    16 September 2008 pukul 16:15

    @ Virna
    Di semua pesantren diajarkan cara-cara mengendalikan segala hawa nafsu, termasuk nafsu birahi. Walau yang kusarankan adalah pesantren yang dikelola oleh orang Muhammadiyah, boleh-boleh saja kau pilih pesantren lain.

    @ Nyurian
    Yach emang gak mudah. Namanya juga kecanduan. Perlu upaya keras untuk mengatasinya.

    cew_gila said:
    19 September 2008 pukul 21:35

    Pak uztazah sya jg gk bsa brenti2 sampe udh sumpah serapah g akn masturbasi lg tpi tetep aj tdi masturbasi..

    mnrp said:
    23 September 2008 pukul 09:50

    cara yang paling mudah adalah membuat tubuh ini tidak berdaya..
    gmana caranya?
    gampang :)
    1. tidak makan; jadi kurangi makannya..
    2. olahraga; banyakin olahraga biar sehat..
    3. banyak pikiran..

    silahkan dicoba

    zoel said:
    24 September 2008 pukul 12:25

    3. banyak pikiran..
    (asal bukan pikiran masturbasi mlulu) hehehe….

    edi inayat muslaini said:
    25 September 2008 pukul 00:31

    waduh…..
    teorinya sih gampang tapi….
    prakteknya yang sulit……
    gimana nih?

    soraya said:
    30 September 2008 pukul 22:11

    aku juga kecanduan masturbasi nih, awalnya dulu sih iseng-iseng, sekarang aku hampir tiap hari lakuin itu. sudah dicoba dengan olah raga, membaca, tapi hal tersulit kalau mau pergi tidur, pasti ngga tahan buat lakuin lagi.. tolongin dong..

    giyztar said:
    1 Oktober 2008 pukul 16:12

    hmmm..masturbasi seperti narkoti ya bikin kecanduan hiiii

    Zain Abdillah said:
    2 Oktober 2008 pukul 10:21

    Assalamu’alaikum… Seseorang tidak bisa dianggap sesat karena satu hal hasil pemikirannya saja. Untuk masalah masturbasi, sy mendukung apa yang dikatakan Pak Shadiq. Namun, untuk urusan yang lebih kompleks yaitu Pacaran Islami, saya betul-betul menentangnya! Pak Shadiq, tnggalkanlah pikiran Moderat-liberal Anda. Sy khawatirkan suatu saat Bpk akn menghalalkan masturbasi sebagaimana penganjuran ahli kesehatan modrn bhwa mstrbasi itu sehat. Bagaimanapun, akan terkuak kbnaran Islam ttg pelarangan masturbasi

    AM Putra said:
    2 Oktober 2008 pukul 10:45

    Mendefinisikan ‘cara mengatasi kecanduan masturbasi’ bisa membuka beberapa tafsiran, terutama pada kata ‘mengatasi': apakah ini berarti menghentikan sama sekali? Atau lebih menekankan pada mengurangi kekerapan sebuah kegiatan? Karena seturut pengakuan si Fulan ini dia hanya menyatakan seperti apa cara bermasturbasinya, dan BUKAN seberapa kerap dia melakukan masturbasi. Jadi kurang tepat judul ini kalau menggunakan termin ‘kecanduan’. Terima kasih.

    arif said:
    2 Oktober 2008 pukul 13:36

    saya pengalaman masturbasi. Tapi kemudian aku berusaha berhenti. Dengan jalan:
    1. Hilangkan gambar porno di kamar, walaupun berat tapi [paksakan]
    2. Lakukan pus up 1 kali jika melakukan masturbasi. JIka dua kali ya push up 2 kali
    3. Mulai dari yang kecil dulu… mungkin sehari biasanya masturbasi 4 kali sekarang kurangi jadi 3 kali gitu terus. Kalo dulu setiap 1 minggu sekali sekarang coba 2 minggu sekali. kalo udah berhasil lakukan peningkatan terus menerus. Dan keep positif. Bahwa masturbasi tidak dosa. Ingat masturbasi tidak dosa. Itu menunjukkan bahwa kita sudah dewasa dan butuh kreatifitas lebih agar waktu kita lebih banyak untuk hal lain. Oke…semangat terus. NIkamati aja masturbasi itu

    Ali said:
    3 Oktober 2008 pukul 18:36

    Masturbasi?Weleh weleh weleh,sdah lama pngin stop tp susah bnget.Saranku->perbanyak cari bacaan bacaan tentang hukum masturbasi dalam islam.Lmyan mnjur uey :)

    Ali said:
    3 Oktober 2008 pukul 18:44

    Masturbasi?Weleh weleh weleh..Sdah pngin brhnti susah bnget.Saranku->>perbanyak cari bacaan2 tntang hukum masturbasi dalam islam.Lmyn mmbntu uey.Kl kt msih tkut dosa :)

    acer said:
    24 Maret 2009 pukul 00:58

    ustat..sudah saya ikuti sarannya .
    tapi sulit juga menjauhkannya.
    gimana solusi ampuhnya…
    saya takutnya di kemudian hari..

    Nakamura said:
    10 April 2009 pukul 09:01

    Mastrubasi?? W0w..
    Mending cpt2 nikah aj.. Psti tmbh enak.. Hewhew

    abi said:
    14 April 2009 pukul 15:16

    nikah ….bagi yang sudah siap, Insya Allah smuanya akan teratasi,klo yg belum siap, langkah yg pak ustadz kemukakan bagus bgt, Insya Allah pasti terhindar dari onani…

    wassalam

    ahmad surya said:
    17 Juli 2009 pukul 13:47

    cara yang terbaik memang nikah, kalo dah nikah pasti gk ngeres lagi, bisa memuaskan diri dengan pasanganya, kalo dah tau rasa yang sesungguhnya pasti tidak penasaran, dijamin tidak ngeres lagi, bisa lampias dengan pasangan masing2

    Dianita said:
    20 Juli 2009 pukul 15:44

    Assalamualaikum…
    saya wanita, 25 tahun juga pernah mengalami hal ini, saya masturbasi pertama kali smp, setelah 7 tahun (kuliah tingkat 2), saya mengerti sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan ini, Alhamdullilah saya berhasil menghentikan kebiasaan itu.. saya mau berbagi tips untuk teman2 yang mengalami ini :
    1. jangan mengingat lagi film porno / bacaan yang membangkitkan hasrat seksual kita, karena akan membawa kita menuju fantasi seksual yang menyebabkan kita masturbasi
    2. jangan menyentuh lagi alat2 / benda-benda yang sering kita gunakan untuk masturbasi (misal selang air / bantal / guling) karena itu akan membawa kita pada perbuatan itu lagi
    3. ceritakan pada sahabat kita tentang masalah ini, karena dengan begitu kita lebih dikuatkan untuk tidak masturbasi lagi
    4. biasakan untuk tidak mengunci kamar saat kita di dalamnya, karena akan memancing kita untuk kembali masturbasi.
    5. perbanyak shalat tahajud di malam hari, karena akan menjauhkan kita dari godaan fantasi seks yang berlebihan
    6. jangan pernah mengingat kenikmatan yang pernah kita rasakan, karena tubuh kita akan segera merasa ketagihan untuk melakukannya kembali.
    demikian tips yang saya berikan, semoga bermanfaat

    [...] } Seorang pembaca postingan “Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya” menyampaikan beberapa tips jitu untuk berhenti dari kebiasaan masturbasi. Ini dia kutipan [...]

    choirul hudda said:
    21 Juli 2009 pukul 11:19

    Hal ini bisa saja terjadi terhadap siapa saja, HENTIKAN ! sebelum kenikmatannya mendarah daging, akan keterusan sampai anda menikah, AKAN MENUAI BENCANA, karena Onani/Masturbasi akan lebih nikmat drpd bersenggama dengan istri/suami, Bagaimana TERUS ATAU BERHENTI ? Renungkan!

    bocahbancar said:
    31 Juli 2009 pukul 01:38

    HHmm..ya ya ya terus berusaha,..
    Peanyakitnya anak muda nich, harus mendapatkan arahan yang tepat sebelum terlambat…

    Salam semangat Bocahbancar

    Kullas said:
    6 Agustus 2009 pukul 08:21

    Yes wE cAn!!!

    Chan said:
    25 Agustus 2009 pukul 08:59

    Sebenarnya masturbasi itu dosa apa nggak? Trus apa bisa mempengaruhi virginitas dan kesuburan sebagai seorang wanita? Trims buwat jawabannya,,

      KUCIL said:
      16 November 2013 pukul 02:31

      dosa atau tidaknya, haram atau tidaknya lebih baik dihindari dan dihentikan. tanamkan dalam pikiran kita bahwa masturbasi itu dosa besar sehinggga kita takut jika ingin melakukannya lagi dan lagi. semoga berhasil. saya pelan” sudah bisa mengurangi hal tersebut. perbanyak puasa sunnah, perbanyak membaca tentang pengetahuan islam dan perbanyaklah dzikir insyaallah dapat mengurangi :) benar yg telah disampaikan di atas jauhkan benda” atau tempat yg sering kita pakai u/ memuaskan diri sendiri. ingatlah jika kita punya pasangan kelak, betapa sulitnya jika sudah ketergantugan dengan masturbasi akan sangat sulit u/ memuaskan pasangan kita jelas org yg kita cintai tentu tidak akan puas dan mungkin kecewa terhadap kita :”) semoga bermanfaat :’D

    aa said:
    31 Agustus 2009 pukul 00:31

    liat komennya jadi ngakak,…

    klo smp gw gak tau tuh namanya apa klo ngelakuin kaya gitu,…
    untungnya gw gak ketagihan berat tapi ya kadang2 jadi kyk kambuhan,… parah deh…. ya mo gimana lagi neh klo udah gak nahan…. cari cewek yg mo di ajak nikah jg gampang2 susah,…. mungkin gara2 itu jg kali ya..

    gw jg pernah baca artikel bahwa ngelakuin itu jg mempunyai konsekuensi kesehatan,… dari daya tahan tubuh yang menurun, kerontokan rambut sampai kanker prostat bisa terjadi… oleh karena itu mending kita stop deh,…. loe cari aja di google pake key ” akibat negatif masturbasi” ato ini linknya http://surgaku.com/akibat-onani-atau-mastrubasi.htm walaupun mmng ada yg mengatakan ada hal positfnya ttp lebih baik ingat ttg hal negatifnya saja suapaya tdk terulang….

    mending cepet2 tobat dengan diawali mandi besar+ sholat taubat…. mudah-mudahan Allah menerima tobat kita.

    semoga kita selalu dalam lindungan dan hidayah Allah SWT.

    Coyjaya said:
    14 November 2009 pukul 22:47

    Saya msh onani,wlu sdh punya istri.Habisnya istriku frigit.

    sains said:
    15 November 2009 pukul 20:10

    waduhhh ngeri juga bacanya…. masa cewek ikut2tan juga ? kok bisa ya?

    mending cepet2 tobat dengan diawali mandi besar+ sholat taubat…. mudah-mudahan Allah menerima tobat kita.

    semoga kita selalu dalam lindungan dan hidayah Allah SWT.

    haikalzain said:
    22 November 2009 pukul 05:04

    mari kita terus berusaha untuk berlepas diri dari syahwat yang menyesatkan INI, dan senantiasa ingat bahwa perbuatan ini adalah DOSA karena Allah ta’ala telah menyatakan “Janganlah kalian dekati zina” berarti jalan-jalan ke zina tu dah allah ta’ala haramkan, jalan-jalan itu ya onani, masturbasi, dll. dan selalu bersungguh-sungguh untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, dan jangan lupa selalu berdo’a untuk dibantu oleh Allah ta’ala agar tidak jatuh terus kedalam makar syahwat ini. “Do’anya ALLOHUMMA LAA SAHLA ILLA MAA JA’ALTAHU SAHLAA WA ANTA TAJ’ALUL HAZNA IDZA SYI’TA SAHLAA” artinya = Ya allah tidak ada kemudahan kecuali Engkau menjadikan ini mudah (dalam bertaubat, mudah dalam meninggalkan ma’siat dan tidak mengulangi lagi,) dan Engkau menjadikan sesuatu itu sulit jika Engkau menghendaki maka mudah). aamiin

      riyan said:
      8 Desember 2009 pukul 18:22

      makasih bgt y buat doa itu

    yungky said:
    30 Desember 2009 pukul 03:22

    manteb…. thx buat advicenya broo

    Iswan said:
    2 Februari 2010 pukul 20:29

    ass,Pak…,Tolong berikan Solusi-nya agar saya terbebas dari semua yang berbau pornografi dan agar saya selalu berzikir kepada allah…?

      akhir said:
      6 April 2010 pukul 03:27

      pa ustads.. yg bpak sarankan persis yg prnah sy lakukan slama ini,, tp prsaan hasrat sy mmpu mngalahkan sumanya .. shingga sy trpksa melakukanya lg.. ,, dan kbiasaan sy ini udah sy lkukan saat msih brumur 8 thn..

    Terza said:
    13 Mei 2010 pukul 23:06

    Aduh jd ngeri bCa’x…serem

    chaca said:
    13 Agustus 2011 pukul 09:34

    pak ustads,, artikel yang bapak buat semuanya memang membuat hati saya merasa bergetar entah mengapa….. tapi pak saya mau tanya,, sy juga udah terbiasa berbuat masturbasi,, bahkan saya berbuatnya bersama pacar sy melalui Hp pak ustad,, kmi melakukannya hampir setiap malam jika kmi sedang telponan pak ustad,, kmi melakukan itu lantaran kmi berdua gak berani untuk ngelakuinnya secara nyata karena kmi masih ingin menuntut ilmu pak ustad,,,, sebenarnya saya gak mau pak,, tapi seringkali pacar saya memberi kan rangsangan2 kepd sy melalui ucapan2 yang ia lontarkan ke saya,, tolong saya pak,,, sy benar2 bingung harus bagaimana menolaknya,, sedangkan sy pun mau pak ustadz melakukannya,,,,bagai mana caranya untuk tidak melakukannya lagi pak??????????????

    BACHDIM said:
    18 September 2011 pukul 13:37

    lebih baik putuskan saja pacarmu….GAMPANG KAN!!!!!!

    dian said:
    1 Oktober 2012 pukul 16:06

    saya dulu juga sering melakukan masturbasi(tapi tidak tiap hari)..
    Alhamdulliah sekarang sudah ga lagi..
    memang susah, apalagi saya sudah melakukan hal ini dari kecil,ketika SD dan saya ga tau kalau yang yang saya lakukan itu namanya masturbasi,saya baru tau istilah masturbasi 2 tahun belakangan ini..
    apalagi orang tua saya sibuk bekerja dan jarang dirumah, ditambah lagi dengan saya yang anaknya pendiam & lebih suka dirumah/jarang bergaul..
    setelah lulus SMA saya berhenti 1 tahun & tidak langsung melanjutkan kuliah,
    saya sering di rumah sendiri & melakukan masturbasi hampir setiap hari selama kurang lebih satu bulan..
    Alhamdulillah Allah menunjukkan jalanNya & saya sekarang bisa berhenti masturbasi :)

    Inilah yang saya lakukuan untuk menghindari hal itu:
    -hindari membaca & mendengarkan hal2 porno, buang semua, bakar :D
    kalo memang niat dari hati pasti bisa
    -jika masih melakukan masturbasi, berjanjilah pada diri sendiri & Tuhan kalau ini yang TERAKHIR
    -hukum diri sendiri jika melanggar janji kita, misalnya dengan membaca Al Quran 1 juz
    -percayalah bahwa Tuhan selalu mengawasi & melihat kita, saya sebenarnya masih ragu tentang halal atau haramnya masturbasi, tapi Allah memerintahkan kita untuk meninggalkan hal yang ragu2 & saya bisa melakukan itu
    -langsung Istighfar & wudhu jika timbul niatan untuk masturbasi
    -masturbasi itu tidak sehat,terutama untuk wanita, bisa menyebabkan hilangnya keperawanan
    -masturbasi itu nafsu dari setan
    -cari kegiatan positif, perbanyak Istighfar & harus selalu ingat Allah,
    Allah bersama orang2 baik & masturbasi itu tidak baik :)
    -buat para orang tua juga,jluangkan waktu anda untuk mengantrol anak2 anda ya!!!

    ulil shinhye said:
    30 Maret 2014 pukul 17:21

    Assalamuaalaikum….. ustad saya mohon jawabannnya dari ustad..
    Saya seorang perempuan… tp nafsu saya meningkat untuk melakukan mastrubasi saat melihat orang yg sedang melahirkan… apakah itu hukumnya jg sama dgn melakukan mastrubasi yg menghayal beesetubuh?

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s